MATAHARI SENJAKU

MATAHARI SENJAKU
PERASAAN INDAH


__ADS_3

Dua bulan sudah Indah dan Intan bekerja di perusahaan milik Bayu, dan semenjak kejadian di pameran itu, hubungan Indah dan Angga kini sudah berangsur membaik tidak.


Artinya selama itu juga Indah melakukan komunikasi dengan tiga laki-laki sekaligus. Angga, Bayu dan Agung.


Indah yang merasa sangat aneh dengan situasi itupun kemudian berkeluh kesah kepada sahabatnya Intan.


“Ntan…”


“Emmmhhhh” sahut Intan dengan santay.


“Kenapa ya akhir-akhir ini tiga cowo itu sangat aneh sekali, terutama Angga dan Agung”


“Ya mungkin mereka suka dengan mu Ndah” Jawab Intan dengan santay sambil membalas pesan dari kekasihnya.


“Ich tapi ga gitu juga, masa dua hari lalu ketika sedang lembur ternyata di gerbang depan ada Angga dan Agung yang berebut buat mengantarkan aku pulang.”


Intan menyimpan ponselnya kemudian berbicara dengan Indah dengan sangat serius.


“Indah sayang, ketika seseorang sedang jatuh cinta maka semua hal akan terlihat sangat konyol, Bayu yang setiap hari menyimpan bunga dan coklat di atas meja kerjamu, Angga yang selalu membawakanmu makan siang dan Agung yang selalu berusaha mengantar dan menjemputmu pergi kekantor. Itu semua mereka lakukan hanya untuk mendapatkan perhatian dari kamu Ndah” jelas Intan.


Indah hanya terdiam mendengarkan penjelasan dari Intan.


“Terus sekarang aku harus berbuat apa ?”

__ADS_1


“Ya putuskan…..!!!”


“ih gila kamu ya, gimana mau mutusin, orang jadian aja belum..” sahut Indah dengan sewot.


“Iiiiiiiihhhhhhhh Indah sayang ku cinta ku bukan itu maksudnya “ Intan sedikit kesal karena tingkah Indah yang masih sangat bodoh dengan urusan cinta.


“Kamu harus segera memutuskan pada siapa kamu akan menjatuhkan hati mu, Bayu, Angga, atau Agung, gitu loh dong-dong kuh” lanjut Intan dengan sedikit kesal.


“Aku bingung Ntan…” Indah kembali mengeluh.


“Apa lagi yang kamu bingungkan ? Cowonya ada tinggal pilih aja mau yang mana” Intan merasa gemesh dengan tingkah sahabatnya itu.


“Aku takut menyakiti salah satunya.”


Mendengar itu Intan semakin geram.


“Yang namanya cinta dan sakit hati itu adalah dua sisi mata uang yang saling berdampingan, tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena ketika seseorang sudah memutuskan untuk jatuh cinta, berarti orang tersebut sudah siap untuk sakit hati, diluar besar kecilnya rasa sakit hati itu, yang namanya sakit hati ya sakit hati saja.” Sambung Intan.


“Aku sebagai sahabat mu hanya bisa menasihati mu dan mendukung apapun yang kau pilih, tapi ingat ikuti kata hati mu, karna hati tidak akan pernah berdusta.” Sambung Intan kembali melengkapi penjelasan sebelumnya.


Indah hanya teridam dan mulai bertanya pada siapa sebetulnya ia akan menambatkan hatinya.


Ketiganya terlalu baik untuk disakiti salah satunya. Namun juga tidak mungkin untuk Indah menerima ketiganya.

__ADS_1


"Hufh, andai saja salah satunya datang ketika dulu sebelum ada Aryo, mungkin aku ga akan segalau ini, dan aku ga akan jadi boneka taruhan laki-laki sialan itu."


Gumam Indah.


Indah kembali mengulang kata-kata yang di ucapkan sahabatnya itu.


"Ikuti kata hati mu, karna hati mu tidak akan berdusta, ikuti kata hati mu karna hati mu tak kan berdusta"


Indah mengulang-ulang kalimat tersebut sambil membayangkan bagaimana perasaannya ketika berada diantara ketiga laki-laki tersebut.


Hans Studio


Angga sedang berada di rooftop studio milik nya menatap hiruk-pikuk ibu kota, sambil sesekali memandangi handphone nya seperti sedang cemas menunggu sesuatu.


Dreeetttttt…. Dreeeeetttttttt


Pesan yang ditunggu pun datang dengan isi pesan hanya dua huruf namun membuat Angga bahagia.


“Ok”


isi pesan yang baru saja Angga terima.


Angga tersenyum melihat isi pesan di ponsel nya dan mulai bergumam.

__ADS_1


Sebentar lagi aku akan menjemput kebahagiaan ku


Angga terlihat sangat bahagia dengan senyum yang sumringah kemudian mulai masuk kembali kedalam studio foto milik nya.


__ADS_2