MATAHARI SENJAKU

MATAHARI SENJAKU
KAMU DAN KENANGAN


__ADS_3

Perlahan Indah membuka kotak merah berisi dua cincin yang sudah dipesan nya beberapa bulan lalu, dengan ukiran nama mereka berdua didalam cincin tersebut dan membuka perlahan kertas yang ada di dalamnya.


Indah mulai membaca isi surat yang di tulis oleh Angga.


“Dear kekasih hatiku”


*Sekarang kamu sudah bukan lagi kekasihku,


Kini kamu sudah menjadi istri dan calon ibu untuk anak-anak ku


Aku adalah suami mu dan kamu adalah tanggung jawab ku


Jika kau tertelan empedu, maka akulah penawarmu


Jika aku tertusuk duri, maka kau adalah penawarku


Kita adalah takdir, dan aku bersujud di atas pertemuan ini


Terimakasih tuhan kau telah ciptakan perempuan baik hati seperti bidadari


Yang akan temaniku berjalan menuju ajungan cintanya ditaman syurga nanti


Kan ku jadikan kau permata dipentas hidupku dan di dalam hati nurani


Sayangku….


Inilah hari yang kita tunggu selama bertahun-tahun lamanya itu


Dan kini wajahku membenam rindu diuntai doa


Kau ku jemput dengan selembar cinta


Untuk mendiami ruang hati yang sangat hampa


Sayangku…..


Aku tidak ubahnya embun yang kau tadah di daun sunyi


Hasratku menemani desah nafasmu sampai ke senja

__ADS_1


Jiwaku akan menjadi perisaimu yang sejati


Hingga tak ku biarkan kau untuk terluka


Wahai Permaisuriku……


Percaya atau tidak, kamu adalah cahaya dalam gelapnya dunia


Kaki untuk tubuhku yang jika kau hilang, maka jalanku tidak lagi sempurna


Tetaplah bersamaku, temani aku dalam menyelami samudera


Menapaki jejak dan melawan setiap badai rumah tangga


Aku sangat kuat bersamamu, dan rapuh tanpa mu tak berdaya


Tetaplah mencintaiku seperti saat pertama kali kau mengakuinya


Tetaplah disampingku seperti saat kita duduk bersama


Dan tetaplah disini menjadi seorang pengatin sejatiku untuk selamanya


Angga*


Indah membaca setiap kalimat demi kalimat dengan rasa kesakitan didalam hatinya, Indah menyelami dan meresapi serta membayangkan wajah Angga yang sedang ada dihadapannya seakan sedang membacakan isi surat itu untuk nya.


Hati Indah kembali teriris mengingat tepat dua hari lagi adalah tanggal pernikahan mereka seharunya.


Namun takdir berkata lain, ketika tangan Tuhan sudah bekerja maka manusia sehebat apapun tidak akan mampu melawannya. Itu adalah kenyataannya, rencana yang sudah dipersiapkan sebegitu matangnya pun mentah kembali karena Tuhan mempunyai kehendak berbeda.


Selesai membaca surat tersebut Indah dan Agung bertemu tatap, Agung seakan mengerti mengerti tatapan Indah yang mengisyaratkan kerinduan yang teramat dalam kepada calon suaminya tersebut.


Dengan seketika Agung memegang tangan Indah dan berkata.


"Ndah... Angga tidak suka melihat mu menangis, Angga selalu bilang jika kamu adalah wanita terkuat yang pernah dia temui, kamu adalah wanita dengan sejuta kebahagiaan didalam hidup Angga, jadi aku mohon kamu jangan menangis lagi, percayalah Angga akan sangat bangga melihat calon istrinya bisa melanjutkan hidupnya kembali seperti sedia kala."


🎶🎶


*Seusai itu senja jadi sendu

__ADS_1


Awan pun mengabu


Kepergian mu...


Menyisakan duka dalam hidup ku


Ku meminta rindu


Menyesali waktu mengapa dahulu


Tak ku ucapkan aku mencintai mu


Sejuta kali sehari


Walau masih bisa senyum


Namun tak selepas dulu


Kini aku kesepian….


Kamu dan segala kenangan


Menyatu dalam waktu yang berjalan


Dan aku kini sendirian


menatap dirimu hanya bayangan


Tak ada yang lebih perih


Daripada kehilangan dirimu


Cintaku tak mungkin beralih


sampai mati hanya cinta padamu


Ku mencintai


Kamu dan kenanga*

__ADS_1


Alunan lagu itu mengiringi lamunan Indah dengan tatapan yang kosong, hal itu membuat Agung sangat sedih dan merasa bersalah, seharusnya cincin dan surat itu jangan dulu dia berikan pada Indah. Tapi nasi sudah menjadi bubur, sekarang tinggal memikirkan bagaimana caranya Agung menghibur Indah yang terlihat sangat sedih meskipun tidak menitkan air mata.


__ADS_2