MATAHARI SENJAKU

MATAHARI SENJAKU
KABAR BURUK PART 1


__ADS_3

Selama masa introspeksi diri tersebut mereka benar-benar tidak saling bertegursapa.


Mereka semakin tenggelam dengan pekerjaannya masing-masing, ntah mungkin sebagai bahan pelarian dari masalah yang mereka sedang hadapi atau memang mereka benar-benar menikmati kesibukan tersebut.


Namun anehnya meski tidak saling sapa keduanya tetap saling menanyakan kabar masing-masing melalui adiknya yaitu Bunga.


Sebuah pola komunikasi yang sangat lucu, namun juga berhasil membuat keduanya saling menyadari jika memang pada dasarnya mereka itu saling membutuhkan.


Sampai suatu malam ketika sudah hampir 2 minggu mereka tidak berkomunikasi, Indah mengumpulkan keberaniannya untuk menelpon Angga.


Tuuuutttttt……Tuuuttttttt


Suara dibalik telpon Indah.


Tidak ada jawaban dari Angga. Mungkin saat ini Angga sedang di jalan, pulang dari luar kota karena menurut Bunga, Angga akan pulang malam ini.


Hanya 3 kali panggilan telpon yang Indah lepaskan, sisanya hanya menunggu Angga akan menghubunginya balik.


Didalam kamar Indah terlihat sangat gelisan, mondar-mandir tidak jelas, duduk kemudian berdiri lagi, tiduran kemudian bangun lagi.


"Sayang, aku kangen, maafkan aku yang sudah sangat egois selama ini." Ucap Indah didalam hati.

__ADS_1


Indah berusaha keras untuk tidur, namun usahanya gagal, hatinya terus gelisah menunggu kabar dari sang kekasih tercinta.


Dalam kegelisahan Indah sesekali memandangi handphone nya berharap ada pesan atau panggilan masuk dari Angga.


Sampai jam menunjukan pukul 23.50 belum juga ada kabar dari Angga.


Tepat pukul 01.20 hp Indah berbunyi.


Indah yang sudah mulai sedikit tertidur tiba-tiba terbangun kembali dan melihat layar di ponselnya.


“Agung”


Nama itu muncul di layar ponsel Indah,


Indah mulai mengangkat panggilan telponnya sambil kemudian membetulkan posisinya menjadi duduk ditepi kasur.


“Hallo…..” sapa Indah dengan suara yang sedikit serak.


“Hallo, Ndah sorry malam-malam gue nelpon.” Jawab Angga dengan suara yang sedikit gugup dan juga panik.


“Iah gapapa Gung, ada apa ?” Tanya Indah yang sedikit kecewa ternyata yang menelponnya bukanlah Angga, tetapi memang yang punya nomor.

__ADS_1


Sejenak suasana menjadi hening.


“Hallo Gung, ko diem ada apa ?” Tanya Indah heran karena Agung tidak kembali bersuara.


“Ndah, Angga … Angga kecelakaan Ndah…” Jawab Agung dengan suara yang sedikit bergetar dan terbata-bata.


Indah terdiam sejenak mendengar kabar itu membuatnya bagai disambar petir disiang bolong.


Indah sangat terkejut tapi tetap berusaha mengembalikan akal sehat dan pikirannya yang sedari tadi sudah melayang tidak tentu arah.


Akhirnya Indah memastikan kembali kata-katanya.


“Apa.. Angga kecelakaan ? kamu ga lagi becanda kan ?” tanya Indah yang sedikit ragu.


Indah kemudian mengingat moment beberapa tahun lalu ketika kepergian Bayu yang meninggalkan pertengkaran diantara Indah dan Angga.


"Demi tuhan Ndah gue sedang tidak becanda, ini gue udah di Rumah Sakit, lo cepetan kesini keadaannya sangat kritis." Ucap Agung meyakinkan Indah.


Dengan bibir yang sudah bergetar karena tidak percaya dengan kabar yang baru saja dia dengar, Indah memita alamat Rumah Sakit tempat Angga di rawat.


"Rumah sakit mana Gung ?" Tanya Indah yang kini mulai panik.

__ADS_1


“Rs xxxxxx ......” Jawab Agung.


Tanpa pikir panjang Indah kemudian bergegas mengambil jaket dan juga kunci mobil, dengan sedikit langkah yang tergesa-gesa Indah keluar kamar dan sedikit membanting pintu.


__ADS_2