MATAHARI SENJAKU

MATAHARI SENJAKU
PERASAAN ANGGA


__ADS_3

Didalam Hans Studio


“Hallo broo…. “ sapa Agung pada Angga yang hanya dijawab dengan anggukan kecil dan senyum khasnya.


“Bro tau ga, barusan gue ketemu siapa ?" ucap Agung.


"Siapa emang ?" Tanya Angga yang sepertinya tidak terlalu tertarik dengan ucapan Agung.


"Indah..." Ucap Agung.


Mendengar nama Indah, Angga langsung merubah ekspresi wajahnya dan terlihat sangat tertarik untuk mendengarkan kelanjutan ceritan Agung.


“Ketemu dimana?” Tanya Angga penasaran.


“Di depan mall sana, dia lagi nungguin taksi mau balik ke kantor, karna ga dapet-dapet akhirnya gue ajakin bareng aja naik motor."


Mendengar Indah berboncengan dengan Agung, semakin membuat Angga kesal dan tidak ingin lagi mendengar lanjutan dari cerita sahabatnya itu.


Melihat perubahan ekspresi Angga membuat Agung tertawa didalam hati dan semakin ingin terus menggoda sahabatnya tersebut.


“Eh bro lu tau ga, sepanjang jalan dia pegangan kenceng banget, terus pas udah sampe kita tukeran no hp, dan yang bikin gue seneng, tau ga apa ?” Agung sengaja memanas-manasi Angga, karna ingin melihat sampai kapan Angga akan merahasiakan perasaannya kepada Agung.


“Hari minggu nanti kita mau nge date dong….” Tambah Agung semakin membuat Angga kesal.


Angga beranjak pergi meninggalkan kursi yang sedari tadi dia duduki dan tentunya juga meninggalkan Agung yang terlihat sangat puas karena dia sudah berhasil mengerjai sahabatnya itu.

__ADS_1


Karena Agung merasa sangat kasihan dengan temannya itu, maka Agung mencari keberadaan Angga yang sudah menghilang sekitar 20 menit lalu.


Setelah dicari, ternyata Angga berada dilantai tertinggi studio tersebut. alangkah terkejutnya ketika Agung melihat Angga sedang berdiri di tepi gedung menghadap ke arah jalan raya.


“Angga, bro bro jangan nekat lo, jangan hanya karna perempuan sampai-sampai lo tidak ingat kalau lo masih punya adik yang sangat lo cintai, udah lah bro tadi gue cuman bercanda, janganlah lo anggap serius semuanya,”


Agung yang masih terus mencoba merayu Angga supaya mengurungkan niatnya untuk loncat dari gedung itu dan sepertinya berhasil.


Angga membalik kan badannya kemudian menatap Agung sekejap kemudian tertawa dengan sangat lepas.


“Hahhahah, lo ini kenapa Gung ?”


"Lo tu ya kebiasaan banget, lo yang kenapa-kenapa tapi malah gue yang di tanya, aneh lo."


Agung merasa heran dengan sikap Angga yang malah tertawa melihat dirinya sedang panik.


“Eh lo kira gue mau bunuh diri cuman gara-gara cewe apa ?” kini giliran Agung yang merasa sangat kesal karena sudah dikerjain oleh temannya itu.


"Gile aja, lo kaya baru kenal gue sehari dua hari aja."


Lanjut Angga.


Kemudian mereka berdua berjalan menuju kursi yang berada tepat tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Angga menghela nafas panjang dan kemudian mulai bercerita kepada Agung tentang perasaannya kepada Indah.

__ADS_1


Terlihat Angga sangat menyukai Indah karena dia sangat lembut, serta wajahnya yang sangat teduh dan menenangkan.


Namun Angga sadar siapa dirinya dan siapa Indah, serta laki-laki yang menjadi pacar Indah itu levelnya sangat jauh sekali dengan dirinya.


Makanya Angga mencoba untuk hanya memendam rasa suka dan kagumnya kepada Indah secara sendiri.


Biarkan dia menikmati setiap apa yang ada didalam diri Indah tanpa harus menyakiti perasaannya karena penolakan yang akan dilakukan Indah.


Mendengar itu seketika Agung tertawa sampai terpingkal-pingkal, mengetahui ternyata sahabatnya ini sangatlah bucin.


Kemudian Agung mulai mengatakan apa yang mereka bicarakan ketika dalam perjalanan dari mall menuju kantor.


Agung menyampaikan bahwa dugaan Angga mengenai Indah yang sudah punya kekasih itu salah besar, karna pada kenyataannya Indah belum lah mempunyai kekasih.


"Lo salah kali bro, doi belum punya cowo." Sahut Agung.


"Lo bisa yakin gitu ?" Tanya Angga.


"Ya kan tadi gue tanya langsung sama doi, dan dia bilang kalo dia masih single alias jomblo alias ga punya pacar."


"Lo ga lagi becandain gue kan ?"


"Ye ngapain gue becanda, gua juga kan suka kali sama doi." Angung kembali menggoda Angga.


"Hanya orang **** yang ga suka sama cewe cantik kaya Indah, lagian kalau doi belum punya cowo, itu artinya kesempatan gue buat dapetin Indah ya semakin gede, secara saingan gue itu cuman lo, cowo cupu yang ga berani menyatakan perasaannya."

__ADS_1


Agung kembali menggoda Angga. Mendengar itu Angga sangat marah dan tidak terima jika dirinya di katai cupu oleh sahabatnya sendiri.


__ADS_2