
Setelah hampir 20 menit lamanya mereka menanjaki jalanan perkampungan, tiba lah mereka disebuah tempat yang sangat tinggi, sehingga dari tempat itu nampak terlihat jelas seluruh pemandangan kota.
Pemandangannya sangat cantik, pancaran lampu gedung dan rumah di perkotaan seakan menjadi hamparan bintang yang berkerlap-kerlip.
Suasana romantis tempat itu semakin terasa tatkala ia melihat ternyata sudah banyak taburan bunga dan lilin-lilin kecil yang menghiasai tempat itu.
Indah hanya bisa mematung dan berdecak kagum melihat apa yang ada didepan matanya.
“Cantik”
Sahut Indah dengan penuh kekaguman dan rasa tidak percaya dengan apa yang sedang dilihat nya.
Melihat Indah yang sedang mematung kagum membuat Angga tersenyum, Ada sinar kebahagiaan yang terpancar dari mata Indah dan itu juga membuat Angga sangat bahagia.
“Kamu suka…” Tanya Angga.
Indah hanya mengangguk dan sejenak menatap kearah Angga.
Dengan sigap Angga menarik tangan Indah menuju sebuah tempat yang sudah disiapkannya khusus untuk mereka berdua.
Telihat ada satu meja dan dua kursi dengan di hiasi dengan kelambu warna putih dengan lilin-lilin yang menghiasi meja tersebut.
Angga menarik kursi yang akan Indah duduki.
__ADS_1
"Kamu, yang menyiapkan semua ini ?" Tanya Indah dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.
"Tidak bukan aku, aku hanya membuat konsepnya saja, teman-teman ku yang membuatkan ini." Ucap Angga.
"Thank's yah.." Ucap Indah.
Mereka saling memandang sesaat kemudian terpecahkan oleh suara seorang perempuan yang membawakan hidangan untuk mereka.
"Silahkan tuan, silahkan nyonya, dinikmati hidangannya." sahut wanita itu.
kami hanya tersenyum kemudian langsung menyantap makanan yang ada di meja makan itu.
“Kamu suka tempat ini Ga ?” Tanya Indah.
“Hem,” Sambil mengangguk Angga menjawab pertanyaan Indah kemudian melanjutkan penjelasannya
“Sesering apa kamu berkunjung kesini ?” Tanya Indah kembali.
“Tidak sering, tapi setiap kali ada hal yang membuat dada ku terasa sesak, aku pasti datang kesini untuk melepaskan segala beban yang ada di hidupku.” Ucap Angga.
“Seberapa berat beban hidup yang kamu tanggung.” Tanya Indah.
Mendengar pertanyaan Indah, Angga hanya menatapnya dan menuntun Indah ketepi bukit untuk menyaksikan taburan bintang dihadapan nya, Angga kemudian berteriak.
__ADS_1
“Aaaaaarrrrrrrrggggghhhhhhhhhh……”
Melihat tingkah Angga, Indah hanya diam sambil menatapnya.
“Kenapa ? aneh yah ?” Angga tersenyum.
“Kamu tau, ketika aku sudah berteriak seperti itu, rasanya semua hal yang mengganjal dihidup ku itu rontok dengan seketika, dan ketika aku berjalan kembali rasanya sangat ringan sekali.” Sambung Angga.
Melihat begitu dalamnya arti tempat ini untuk Angga, membuat batin Indah berpikir bahwa Angga tidak mungkin mengajak sembarang orang untuk datang kesini.
“Siapa saja yang sudah kau ajak kesini ?” Tanya Indah.
Angga tersenyum kemudian menjawabnya.
“Tidak banyak, hanya orang yang spesial yang aku ajak kesini.”
Mendengar jawaban itu Indah terlihat kecewa, karenya ternyata dia bukan lah orang pertama yang diajak Angga pergi ke tempat ini.
“Dulu aku sering datang kesini bersama keluarga ku, karena ini adalah perkebunan milik ayahku, tapi……” Angga menghentikan ucapannya kemudian menghela nafas panjang.
“Tapi apa ?” Tanya Indah dengan penasaran.
“Tapi semenjak ayah dan ibu meninggal beberapa bulan lalu, aku sudah tidak pernah kesini lagi, dan baru sekarang aku kembali.” Ucap Angga.
__ADS_1
"Mereka meninggal kenapa ?" Tanya Indah dengan penasaran.
Angga hanya menatap nya dan menghela nafas panjang, seperti merasakan kembali luka yang pernah ia rasakan dulu.