
Tanpa pikir panjang Indah kemudian bergegas mengambil jaket dan juga kunci mobil, dengan sedikit langkah yang tergesa-gesa Indah keluar kamar dan sedikit membanting pintu.
Pak Andy dan bu Lisna yang merasa kaget dengan suara pintu kamar Indah, akhirnya berusaha bangun dan mengecek apa yang sudah terjadi.
Ketika mereka melihat kelantai bawah ternyata sudah ada Indah yang sedang berlari menuju garasi.
“Indah ada apa sayang ko mlam-malam gini kamu lari-larian” Tanya bu LIsna dengan sedikit kaget dan juga kesal karena tidur nya terganggu oleh ulah Indah.
Indah mendongak ke lantai atas, sambil menangis dia menceritakan jika Angga mengalami kecelakan.
“Angga mah, Angga kecelakaan, dia sekarang ada di Rs xxxxx dan Indah mau kesana sekarang..” Ucap Indah yang masih menangis.
Mendengar kabar itu kedua orang tua Indah pun ikut terkejut.
“Apa… Angga kecelakaan, ya sudah kamu tunggu dulu, mamah sama papa ikut, biar papa yang bawa mobil.” Jawab pak Andy dengan sedikit berlari ke kamarnya untuk bersiap begitu juga dengan bu Lisna.
Tidak sampai 5 menit keduanyanya sudah berada di lantai bawah, mereka berlari menuju garasi dan mulai memasuki mobil.
Pak Andy mengendarai mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi, sedang Indah hanya bisa menangis sepanjang jalan, khawatir akan terjadi sesuatu pada calon suaminya itu.
__ADS_1
Bu Lisna yang sedari tadi berada disampingnya Indah hanya bisa memeluk anak kesayangannya itu sambil berusaha untuk menenangkannya.
"Berdoa saya, tidak akan terjadi apa-apa dengan Mas Angga mu." Ucap bu Lisna sambil terus mengusap rambut Indah.
Tidak ada jawaban apapun dari Indah kecuali tangisan yang ters menghiasi kedua matanya dan pipinya tersebut.
Setengah jam perjalanan menuju Rumah Sakit yang dituju, Indah, pak Andy dan bu Lisna sedikit berlari menuju ruang UGD.
Betapa terkejutnya ternyata disitu sudah ada Agung dan juga Bunga yang sedang menangis dipelukan Agung.
Melihat hal itu membuat langkah Indah terhenti dan berjalan perlahan untuk menerka-nerka apa sebetulnya yang sudah terjadi.
Orang tua Indah datang menghampiri Bunga dan memeluknya sangat erat.
“Ndah….” Ucap Angga dengan sedikit lirih.
Indah dengan mata yang berkaca-kaca masih saja diam.
“Ndah, Angga… Angga sudah meninggal dunia…!!!!” Agung memegang pundak Indah dan memeluk nya.
__ADS_1
Duaaarrrrrrrrrr !!!!!!!!!!!!!!
Indah hanya bisa pasrah didalam pelukan Angga, dengan air mata yang masih sangat mengalir deras dari kedua matanya.
Mendengar ucapan Agung sontak membaut Indah, pak Andy dan bu Lisna menjadi sangat kaget dan tidak percaya.
Pak Andy dan bu Lisna berdiri bersamaan kemudian kembali memeluk erat Bunga.
Indah terlihat sangat syok sehingga dia hanya terdiam tanpa ekspresi dan menitikan air mata, berusaha mencerna apa sebenarnya yang sedang terjadi.
“Apa ini sebuah mimpi ? jika ini adalah mimpi, maka cepatlah bangunkan aku dan segeralah pertemukan aku dengan Mas Angga ku ya Tuhan.” Ucap Indah didalam pikirannya.
"Ga kamu becanda kan ?" Tanya Indah dengan ekspresi yang masih datar.
Mendengar Indah berbicara demikian membuat Angga melepaskan pelukannya dan kembali memegang pundak Indah dan menatapnya dengan penuh rasa iba.
"Aku tidak bercanda Ndah, dan kamu tidak bermimpi, ini nyata adanya. Angga udah pergi, dia kecelakan, mobil yang hilang kendali sehingga membuatnya nya tergelincir dan terguling beberapa kali sampai akhirnya Angga di nyatakan meninggal." Jelas Agung.
Indah kembali terdiam dengan tatapan yang sangat kosong.
__ADS_1