MATAHARI SENJAKU

MATAHARI SENJAKU
PERMINTAAN MAAF ANGGA


__ADS_3

Indah yang merasa sangat bahagia karena melihat Angga yang kini sudah terbangun kembali langsung memeluk nya dengan sangat erat.


"Ukhu ukhu ukhu..."


"Yank udah dong meluk nya aku susah nafas ni.." Ucap Angga.


"Cie cie cie..." sahut Bunga, Intan dan Agung.


"Nah gitu dong baikan jangan berantem mulu, kan seneng liatnya." Ucap Intan.


Indah mengenali suara mereka kemudian langsung menoleh kearah belakang.


"Kaliannn......"


Indah melihatnya dengan sangat kaget, kemudian seketika pikirannya menangkap sesuatu hal yang aneh.


"Jadi, ini semua ulah kalian ?" Teriak Indah yang kemudian seketika menjatuhkan Angga dari pelukannya.


"Auuuuu.... sakit sayang..." Ucap Angga yang sedang meringis kesakitan.


"Bodo amat, mau sakit ke mau ngilang ke mau pergi ke terserah...." Teriak Indah yang kemudian mengundak gelak tawa se isi ruangan tersebut.


"Ich tadi katanya sayang, cinta, ga mau kehilangan, tapi sekarang ko beda lagi ?" Tanya Angga dengan polos nya.

__ADS_1


"Iiihhhh nyebelin nyebelin nyebelin...." Indah memukul-mukul dada Angga.


"Aduh... aduh sayang sakit, udah dong ..."


"Hahha pukul terus Ndah, itu akibatnya kalo berani main-main sama ibu negara." Celetuk Agung.


"Diem, kamu juga sama-sama nyebelin, pokok nya kalian semua nyebeliiinnnn...." Ucap Indah yang kini berusah untuk berdiri, sebab sedari tadi dia duduk di lantai bersama dengan Angga.


Tapi dengan cepat Angga menarik tangan Indah kemudian dia tersungkur jatuh ke atas pelukan Angga.


"Pukul aku sesuka mu sayang, asal itu bisa membuat kamu memaafkan aku, aku rela asal jangan kau diam kan aku seperti ini. Jauh dari mu hanya akan membuat hati ku hancur dan terluka." Ucap Angga berbisik pada Indah.


Indah hanya menatap mata Angga. Jantungnya kini sudah berdegup sangat kencang, kali ini Angga pasti merasakan getaran itu sebab Indah berada tepat di pelukannya.


"Love u more darling..." Balas Indah.


"Ekkhemm .... ekkhemm.... Kalo mau mesra-mesraan liat tempat dong."


Ucapan Agung sontak membuat Indah sangat kaget dan juga malu tentunya. Akhirnya mereka berdua bangkit dan berdiri saling berdampingan.


Semua tertawa bahagia melihat tingah kedua manusia yang sedang di mabuk cinta itu.


Setelah semua keadaan mulai membaik satu persatu dari mereka mulai meninggalkan rumah Itu, kini tinggal ada Bunga, Angga dan Indah saja.

__ADS_1


"Ka keluar yu, laper ni, kita makan diluar sekalian ngerayain kalian baikan lagi." Celetuk Bunga.


Kemudian mereka bertiga mulai memasuki mobil menuju ke restoran untuk menyantap makan malam disana.


Disela-sela makan Indah kembali mengingat hal yang membuat mereka berantem sebelumnya.


"Bayu."


Bunga meminta izin untuk ke toilet, tinggal lah Angga dengan Indah diatas meja makan itu.


"Yank..." Ucap Indah dengan sedikit ragu.


"Apa...?" Jawab Angga.


"Soal Bayu...." Belum Indah menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Angga berkata.


"Suutttt udah lupain aja, lagian aku sadar itu hanya masalalu kamu jadi aku tidak perlu cemburu untuk itu." Ucap Angga sambil memegang tangan Indah yang duduk berada di sampingnya.


"Masa lalu kamu adalah milik mu, masalalu ku adalah milik ku tapi masa depan adalah milik kita berdua." Lanjut Angga yang kini menatap Indah dengan tangan yang masih ada digenggaman Indah.


Indah hanya tersenyum mendengar kalimat itu.


"Makasih sayang untuk semua nya, maafin aku udah terlalu egois memikirkan diri ku sendiri." Ucap Indah dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

__ADS_1


__ADS_2