MATAHARI SENJAKU

MATAHARI SENJAKU
BERSEPEDA BERSAMA


__ADS_3

Dua Hari Kemudian


Pagi-pagi buta bu Lisna sudah mengetuk kamar Indah, karena hari itu adalah hari minggu maka Indah tidak mengindahkan beberapa alarm yang sudah berbunyi sedari tadi.


“Indah sayang bangun nak katanya hari ini kamu ada janji bersama Intan untuk pergi bersepeda, ayo bangun siap-siap dulu” Teriak bu Lisna dibalik pintu kamar Indah.


Mendengar mamah nya menyebut nama Intan, seketika matanya langsung terbelalak menatap sebuah jam yang ada di dinding kamarnya, ternyata waktu sudah menunjukan pukul 6.30.


“Gawat aku kesiangan ni, bisa-bisa Intan ngedumel sepanjang jalan kalau aku sampe kesiangan” Gumam Indah.


Indah langsung membantingkan badannya menuju kamar mandi untuk segera bersiap tidak lupa memakai sepatu dan buru-buru turun untuk mengambil sepedanya di garasi.


"Selamat pagi sayang, kamu ga sarapan dulu ?" Tanya bu Lisna.


"Engga mah nanti aja Indah udah telah nih nanti Intan ngomel-ngomel lagi...... Udah yah mah Indah berangkat dulu, dah mamah." Indah mencium tangan dan kedua pipi mamahnya kemudian berpamitan untuk segera pergi.


Bu Lisna hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya yang sedang kocar-kacir karena takut terlambat.


Didalam garasi


“Good morning darling” sapa seseorang dibalik pintu gerbang rumah Indah.


“Eh Intan sebentar aku kesana” Jawab Indah sambil mencoba mengeluarkan sepedanya.


"Untung ga kesiangan" Gumam Indah dalam hatinya sambil terus berusaha membuka kunci yang mengikat di besi sepedanya tersebut.


“Let’s go kita cau” ajak Indah pada Intan.

__ADS_1


“Cussssss” Jawab Intan.


“Eh tapi kita mau kemana ?” Tanya Indah yang belum tau mau diajak kemana oleh sahabatnya itu.


“Danau Hijau” Jawab Intan singkat sambil mulai menaiki sepeda dan mengayuhnya, mengarahkan kemudi menuju tempat tujuan.


Selama perjalanan mereka bersepeda sambil sesekali bercanda dengan saling menyalip satu sama lain kemudian di ikuti gelak tawa dari keduanya.


Mereka terlihat menikmati dan bahagia dengan ativitas yang sedang mereka lakukan saat ini sampai-sampai mereka tidak menyadari bahwa ternyata sepedanya kini sudah sampai di tempat tujuan.


“Danau Hijau”


Indah berdecak kagum melihat pemandangan pagi hari di danau ini.


"Ternyata suasana pagi tidak kalah bagusnya dengan sore." Gumam Indah yang masih tersihir dengan keindahan alam danau tersebut.


Indah hanya mengangguk dan kemudian duduk di tempat yang biasa dia sering duduki.


Tidak lama kemudian Intan datang dengan membawa dua buah kelapa muda lengkap dengan es dan susu disampingnya.


“Silahkan tuan putri” Gurau Intan dengan tersenyum dan menyodorkan nampan yang sedang digenggamnya.


“Uuuucccchhhhh ma'aciiihhhhh tayang kuh” Jawab Indah dengan suara yang sedikit di manja-manjakan tak mau kalah menggoda dari Intan.


Kemudian mereka tertawa geli mendengar kalimat yang di ucapkan Indah.


Dari kejauhan dibalik pohon yang besar ada sepasang mata laki-laki yang kembali sedang mengintai mereka berdua.

__ADS_1


Kali ini Indah melihat kearah laki-laki tersebut dan mulai terlihat kesal dibuatnya.


"Lali-laki itu kenapa selalu saja mengganggu mood ku sih" Gumam Indah.


Lelaki tersebut berjalan menuju arah dimana Indah dan Intan berada. Tak lama kemudian dia sudah berada tepat di hadapan Indah.


“Haiiii boleh aku ikut gabung ?” Tanya laki-laki itu pada Indah sambil memutar badannya kemudian duduk di samping Intan dan tepat berhadapan dengan Indah.


"Ngapain si lo udah kaya se*an datang tak di jemput pulang tak di antar" Ucap Indah dengan sangat sewot, nampak sekali Indah tidak menginginkan keberadaan laki-laki tersebut.


Intan hanya menatap Indah dengan wajah yang bingung.


"Kenapa sih kamu ? memang dia siapa ?" Tanya Intan pada Indah.


Angga hanya tersenyum melihat tingkah Indah, menurutnya itu sangat menggemaskan.


"Dia hanya laki-laki kurang kerjaan, sok kenal, so kecakepa yang sukanya gangguin hidup orang" Jawab Intan dengan ketus.


"Eh ga boleh begitu, awas nanti dari benci jadi cinta loh" Gurau Intan.


Mendengar ucapan Intan membuat Indah seketika langsung mengernyitkan dahinya menandakan dia tidak suka dengan ucapan Intan.


"Haiii, aku Angga" Ucap Angga pada Intan seraya mengulurkan tangannya.


"Haii, aku Intan, temannya Indah, kamu siapa nya Indah ?" Jawab Intan dengan ramah sambil membalas uluran tangan Angga.


Setelah perkenalan itu Intan dan Angga saling berbincang sambil sesekali Angga mencuri pandang pada Indah.

__ADS_1


Sedang Indah hanya terdiam, tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Hanya tatapan sinis yang terpancar dari matanya untuk laki-laki itu.


__ADS_2