
“Sayang ku, didalam pernikahan itu tidak ada yang instan, semua selalu berproses, penikahan itu adalah sekolah seumur hidup, dimana kalian akan terus saling belajar satu sama lain sampai akhir hayat. Kamu tidak akan tahu kamu mampu atau tidak jika kamu tidak pernah mencobanya, dan lagi ketakutan itu datangnya dari dalam pikiran kamu sendiri, makanya jangan terlalu memikirkan sesuatu yang belum tentu akan terjadi di masa depan. Tugas kamu hanyalah menjalani hidup saat ini dengan belajar dari hari kemarin.” Jelas bu LIsna.
Angga melihat Indah sudah semakin kikuk dia tidak tega melihatnya dan berniat untuk menyudahi pembicaraan ini.
“Emh, om, tante, sepertinya obrolan ini kita pending dulu sampai memang Indah sudah betul-betul siap kembali untuk membicarakannya.” Ucap Angga dengan gugup danhati-hati.
"Tidak bisa nak, suka tidak suka Indah harus memutuskannya sekarang, sebab kalau ditunda-tunda terus mau sampai kapan ?" Jelas pak Andy yang membuat jantung Angga serasa mau copot.
Angga kembali menutup mulutnya dan sesekali melirik ke arah Indah yang nampak jelas sudah sangat bingung.
Ruangan menjadi sangat hening, empat orang yang ada di ruang tersebut hanya saling melirik satu sama lain. Ditambah dengan satu pasang mata yang sedari tadi menguping di balik lemari ruang tamu.
Indah mulai menarik nafasnya dan membuka mulutnya untuk menyampaikan isi hatinya.
"Mah, pah, Indah tidak ingin mengecewakan kalian dan juga Angga, Indah mau secepatnya menikah dengan Angga."
Ucapan Indah yang mebuat semua orang terkejut bahagia dengan jawabannya.
__ADS_1
Namun seperti nya tidak dengan Angga, dia masih nampak ragu apa betul perkataan itu keluar dari hati nya Indah sendiri atau karena tertekan dengan situasi yang ada sekarang.
"Indah kalau memang kamu belum siap jangan memaksakan, aku akan selalu menunggu kamu sampai kamu betul-betul siap." Angga kembali meyakinkan Indah.
"Tidak sayang ini aku ucapkan bukan karena merasa terintimidasi karena pertanyaan mamah dan papah, tapi ini semua memang keluar dari hati ku atas keinginan ku." Jelas Indah.
"Sungguh...?" Tanya Angga kembali.
Indah hanya mengangguk dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.
Dengan replek nya Angga memeluk Indah dengan sangat bahagia.
Melihat pemandangan itu membuat Bunga seketika loncat dan keluar dari tempat persembunyiannya.
"Horeee akhirnya..." Ucap Bunga.
Seketika keempat orang yang berada di ruang tamu tersebut kaget dengan teriakan Bunga dan dengan serentak menyebut nama Bunga.
__ADS_1
"Bunga...." Ucap keempat orang tersebut.
Bunga yang akhirnya ketahuan jika sedari tadi sudah menguping pembicaraan mereka pun sontak di buat kikuk dan malu.
"Hehehe maaf tadi Bunga ga sengaja lewat terus dengar pembicaraan kalia." Jelas Bunga dengan sangat kikun.
"Hmmmm Bunga sejak kapan kamu jadi suka nguping pembicaraan orang ?" Tanya Angga.
"Ihhh kaka kan tadi Bunga udah bilang kalo Bunga ga sengaja lewat terus dengar pembicaraan kalian, bukannya dengan sengaja Bunga nguping." Sahut Bunga dengan sewot.
Semua orang tertawa dengan tingkah Bunga.
"Bunga, sini sayang, kabar bahagia memang tidak boleh di simpan sendirian, harus di bagi-bagi biar semua ketularan bahagianya." Ucap bu Lisna.
Bunga tersenyum dan mendekat ke arah bu Lisna kemudian memeluknya dan tentu juga memeluk kaka nya tercinta.
"Selamat ya ka, akhirnya tidak lama lagi kalian akan menikah." Ucap Bunga.
__ADS_1
Angga dan Indah hanya tersenyum sambil mengusap rambut adik tersayang nya itu.