
Beberapa hari berlalu semenjak kepergian Bayu, meninggalkan pertengkaran diantara Indah dan Angga.
Angga berusaha sangat keras untuk menghubungi Indah, namun tidak ada jawaban apapun dari Indah.
Bahkan Angga sudah beberapa kali datang ke rumah Indah, hanya saja Indah masih tidak ingin menemui Angga.
Perasaan Angga menjadi sangat kacau, ia sangat menyesali semua perkataan nya waktu itu pada Indah.
Angga terlalu cemburu sehingga tanpa sadar menyakiti perasaan Indah dengan perkataan nya.
"Udah lah bro, lo sabar dulu, biarin Indah tenang dulu, percaya sama gue semua akan baik-baik aja." Ucap Agung.
Sementara di lain tempat.
"Sayang, mau sampai kapan kamu menghindar terus dari Angga nak ?" Tanya bu Lisna.
"Sudah lah mah Indah males bahas dia."
"Masalah itu harus di hadapi bukan di hindari sayang."
"Ia mah tapi untuk saat ini biarin Indah seperti ini dulu."
"Ya sudah tapi jangan kelamaan yah sayang, anak mamah harus kembali ceria seperti dulu lagi." Cium bu Lina di kening Indah.
Bu Lisna keluar dari kamar Indah dan kemudian menemui Intan yang sedari tadi ada di rumah Indah.
__ADS_1
"Gimana tan ?" Tanya Intan.
"Seperti nya perkataan Angga membuatnya sangat kecewa, sehingga sampai sekarang dia masih belum mau untuk memafkan ataupun membicarakan semua hal tentang Angga dulu." Ucap bu Lisna.
"Ya sudah kalau begitu Intan pulang dulu ya tan, kabari saja kalau ada apa-apa dengan Indah." Ucap Intan sambil mencium tangan bu Lisna.
"Terimakasih ya sayang sudah sangat perhatian pada Indah."
Intan hanya tersenyum kemudian mulai melangkahkan kakinya menuju pintu rumah.
Beberapa hari kemudian
Kringggg... Kringggg
Suara telpon rumah Indah berbunyi.
"Hallo.."
"Hallo Indah, ini Gue Agung, Ndah gawat ndah gawat...."
"Hallo Gung kenapa ? ada apa ?" Tanya Indah dengan sedikit penasaran.
"Angga Ndah Angga..." Suara Agung terdengar sangat panik.
"Iah kenapa dengan Angga, lo jangan bikin gue panik dong." Jawab Indah yang kini juga sudah mulai ikut panik.
__ADS_1
"Itu Angga mulutnya berbusa Ndah, gua ga tau kenapa hanya saja gue nemu banyak sekali obat di tangannya." Ucap Agung.
"Hah maksud lo Angga keracunan ?? dimana sekarang gue kesana." Jawab Indah.
Setelah mendapat alamat rumahnya, Indah langsung bergegas pergi ke tempat yang dituju dengan perasaan panik dan gusar.
"Astaga apa lagi ini ? aku ga mau kehilangan kamu Angga, please bertahan please."
Sampailah Indah di rumah Angga.
Tok...tok..tok..
Bunga yang membukakan pintu, seketika langsung menarik tangan Indah masuk kedalam kamar Angga.
Indah semakin panik dan alangkah terkejutnya ketika dia melihat Angga sudah tergeletak dilantai dengan banyak busa di mulutnya.
"Anggaaaaa.......hikh hikh hikh...."
"Angga bangun sayang, aku minta maaf, aku minta maaf udah nyuekin kamu beberapa hari ini, aku sayang kamu aku ga mau kehilangan kamu, aku cinta kamu, please bangun ayo bangun hikh hikh hikh...."
Indah terus menangis sambil memeluk tubuh Angga. Kemudian tanpa sadar Angga perlahan membuka matanya dan berkata.
"Apa benar yang kamu ucapkan barusan ?"
Tanya Angga.
__ADS_1
"Angga kamu sudah bangun sayang ?" Ucap Indah dengan bahagia.
"Aku bangun untuk mu sayang, aku bangun karena tidak ingin melihat mu menangis lagi, aku minta maaf sayang." Ucap Angga yang masih berada di pangkuan Indah.