MATAHARI SENJAKU

MATAHARI SENJAKU
PENINGGALAN ANGGA


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian Angga datang dalam mimpi Indah perlahan kini air matanya semakin bisa di control dan sesekali sudah bisa tersenyum meskipun masih senyum keterpaksaan.


Setidaknya Indah sudah sangat berusaha untuk terus melanjutkan hidupnya tanpa ada Angga di sampingnya. Hal itu tidak lepas karena dukungan orang-orang disekitarnya, orang tua, adik dan sahabat-sahabat yang selalu berdatangan silih berganti untuk menghibur Indah tidak.


Selama hampir seminggu lebih dari kepergian Angga, Indah selalu setia mengunjungi pusaranya setiap hari, tentu ditemani oleh keluarga tercintanya.


Kabar kecelakaan yang menimpa Angga sontak sampai juga ke telinga Bayu. Ketika dia mengetahui kabar tersebut dia langsung membereskan semua pekerjaannya di Inggris dan segera pulang untuk memberikan support kepada Indah.


"Indah......" Ucap Bayu yang juga kini berada di pusara Angga.


"Bayu...." Indah terlihat kaget dengan kedatangan Bayu.


Bayu mulai mendekat ke arah Indah dan memeluk nya.


"Ndah aku turut berduka cita atas meninggalnya Angga." Ucao Bayu yang masih memeluk tubuh Indah.


Indah membenamkan kepalanya di balik dada Bayu, namun kini tidak ada lagi tangisan yang terlihat dari kedua mata Indah.


"Ia makasih Bay atas dukungan dan perhatian nya. Harusnya lusa aku menikah dengannya, tapi...." Ucao Indah lirih.


"Suuuutttt sudah tidak usah di lanjutkan," Bayu kembali memeluk Indah dengan sangat erat.


"Ngomong-ngomong dari mana kamu tahu kabar Angga kecelakaan ?"

__ADS_1


"Aku lihat dari media online Ndah."


Bayu dan Indah kini sama-sama sedang berada di pusara Angga seraya memanjatkan beberapa doa untuk Angga.


Setiap harinya itulah yang dilakukan Indah, setidaknya dengan selalu mengunjungi Angga, membuat hatinya sedikit tenang, meski kerinduannya tetap tidak bisa terobati.


Hari-hari dilalui Indah dengan sangat berat,


rasa hampa terasa sekali disisi ruang yang kini kembali kosong didalam hidupnya.


4.5 tahun dilewati Indah dengan sangat ringan dan terasa sangat cepat bersama Angga.


Namun satu-dua minggu tanpa adanya Angga disampingnya membuat dunia Indah kini terasa sangat lambat dan berat.


Angga kini sudah tidak lagi datang kedalam mimpi Indah, meskipun Indah selalu berdoa untuk bisa terus bertemu dengan Angga walau hanya dalam mimpi.


Suara handphone Indah berbunyi.


“Hallo Gung ?” Tanya Indah.


“Ndah lagi dimana ? sore ketemu yu, mau yah.” Jawab Agung.


“Aku lagi di makam Angga, mau ketemu Dimana ?” Tanya Indah.

__ADS_1


“Di Restoran dekat Danau Hijau saja biar tidak terlalu jauh dari rumah mu.”


“Oke baik lah.”


Angga mengajak Indah untuk makan siang karena ada sesuatu hal yang ingin dia sampaikan mengenai Angga.


Setelah beberapa saat Indah dan Bayu berada di pusara Angga merek memutuskan untuk kembali kerumahnya.


Sore harinya Indah datang memenuhi undangan Agung di sebuah Restoran yang tidak terlalu mewah namun cukup nyaman dan ada hiburan live musiknya juga sehingga membuat Restoran ini tidak pernah sepi.


“Ada apa Gung kamu ngajak aku ketemu disini ?” Tanya Indah.


“Engga ga ada apa-apa.” Jawab Agung dengan sedikit bingung, kemudian dia melanjutkan ucapannya kembali.


“Berjanjilah kamu tidak akan bersedih kembali jika aku membicarakan tentang Angga.”


Deg !!!!


Mendengar nama Angga jantung Indah terasa berhenti sejenak kemudian menghela nafas dalam dan berkata.


“Aku sudah merelakan dia bahagia di sana, jadi aku tidak akan menangisi kepergiannya lagi.” Jawab Indah dengan sedikit bergetar.


Kemudian Agung mengeluarkan beberapa benda dari dalam tasnya, dan menyerahkannya kepada Indah.

__ADS_1


"Sebelum Angga pergi keluar kota, dia sempat mampir ke toko perhiasan untuk mengambil cincin pernikahan kalian. Angga juga sudah nulis surat untuk dia bacakan di hari pernikahan kalian." Ucap Angga dengan sedikit ragu.


Perlahan Indah membuka kotak merah berisi dua cincin yang sudah dipesan nya beberapa bulan lalu, dengan ukiran nama mereka berdua didalam cincin tersebut dan membuka perlahan kertas yang ada di dalamnya.


__ADS_2