
Indah hanya bisa mematung tidak percaya dengan apa yang barusan saja ia dengar dan dia lihat.
Dia melihat tulisan dengan huruf kapital hanya di bagian INDAH nya saja sedang yang lainnya menggunakan huruf kecil.
"Apa ini maksud nya ? apa ini hanya kebetulan saja ? atau benar apa yang dia katakan barusan ?"
Gumam Indah.
"uuuuccchhhh so sweet" Suara Intan membuyarkan lamunan Indah.
Indah hanya menoleh ke arah Intan dan tidak beberapa lama kemudian preskon tersebut selesai, kedua laki-laki itu berjalan mendekati Indah dan Intan.
"Indah, Intan, kalian ko bisa ada disini ?" Tanya Angga penasaran.
"Thank's ya Ndah sudah datang memenuhi undangan ku" Ucap Agung dari belakang Angga mengacaukan perasaan Angga.
"Oh jadi dia datang karena undangan Agung"
Bisik Angga dalam hati.
Indah hanya tersenyum kikuk sebab masih syok dengan apa yang baru saja terjadi.
"Eh Gung toilet nya sebelah mana ?" Tanya Intan.
"Kamu mau ke toilet ? ayo aku antar. Ga jagain Indah dulu ya sebentar." Ucap Agung.
__ADS_1
Kini hanya tinggal ada mereka berdua disana. Kemudian Angga mulai mengajak Indah untun berkeliling menikmati foto-foto hasil karyanya.
Sepanjang jalan memutari gedung Angga berusaha mencairkan ke bekuan dengan menjelaskan makna dari setiap foto yang ia jumpai selama perjalanan.
Indah hanya mendengarkan dan mulai sedikit timbul rasa kekaguman pada diri laki-laki yang selama ini di bencinya.
Ketika sedang asyik menjelaskan, langkah mereka terhenti pada sebuah foto yang sepertinya tidak asing buat Indah.
"Danau Hijau, Dia siapa ?" Tanya Indah sambil menunjuk seseorang yang ada salam foto tersebut.
Angga hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Indah.
"Apa yang tadi kamu ucapkan itu benar ?" Tanya Indah dengan ragu.
"Yang kamu katakan seseorang spesial yang namanya kamu jadikan tema untuk pameran ini." Jawab Indah dengan mata yang dipenuhi dengan rasa penasaran.
Angga hanya mengangguk sambil berjalan kembali dan kemudian tersenyum bahagia karena Indah mengerti dengan maksud nya.
"Ada berapa Indah yang kamu temui di Danau Hijau ?" Pertanyaan Indah sontak membuat Angga kembali terdiam dari langkah nya.
"Tidak ada, hanya satu Indah yang selalu aku temui disana" Angga meboleh kearah Indah dan menjawab pertanyaan Indah sambil tersenyum.
Mendengar hal itu membuat Indah kembali salah tingkah dan menjadi semakin tidak mengerti dengan situasi yang sedang ia alami.
Belum juga masalah Bayu selesai, ini ada lagi Angga yang membuat pikiran nya menjadi sangat kacau.
__ADS_1
Merekapun kembali melanjutkan perjalanannya menikmati setiap karya yang terpajang rapih disetiap dinding ruangan gedung tersebut.
Disisi lain Indah dan Agung sedang berbincang.
"Gung...." Tanya Intan.
Agung hanya melirik nya sekilas.
"Apa Angga menyukai Indah ?"
Pertanyaan Intan hanya dijawab dengan sebuah senyuman oleh Agung.
"Menurut mu ?" Tanya Agung.
"Ya kalo aku liat sih sepertinya Angga memang menyukai Indah, hanya saja dia tidak berani memperlihatkan rasa suka nya dan Indah pun yang sangat naif untuk urusan percintaan." Ucap Intan.
"Nah itu kamu tahu." Jawab Agung sambil tersenyum.
"Terus kamu ? apa kamu menyukainya juga ?"
Angga kembali menatap Intan dan mulai menarik nafas panjangnya.
"Aku memang menyukai nya, laki-laki mana yang tidak suka dengan wanita cantik seperti Indah, hanya saja perasaan aku hanya sebatas mengagumi saja tidak sampai jatuh cinta seperti sahabat ku Angga." Jelas Agung.
Intan mengerti dengan penjelasan Agung dan kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari keberadaan Indah dan Angga.
__ADS_1