
Penyakit Sinta yang kerap kerusupan kalau mereka hendak berhubungan intim. Membuat Dean memiliki wanita simpanan.
Dean melakukannya sehati-hati mungkin. Agar tidak mengganggu karir politik Sinta.
Mencari sosok wanita yang lugu dan bisa diatur sesuai kehendak hatinya.
Seksi, lugu dan cantik. Martha. Nama wanita simpanan Dean. Martha berwajah cantik dan lugu. Bertubuh seksi.
Tidak pintar. Bahkan agak bodoh tapi Dean tidak memerlukan wanita pintar yang hanya memusingkan kepalanya.
Dia terinspirasi dengan kisah John F Kennedy, Jacklyn Kennedy dan Marylin Moenroe.
Jika dia bisa menganologikan Jacklyn seperti Sinta dan wanita simpanannya seperti Marlyn Moenroe maka hidupnya sempurna.
Dean mengenalnya ketika sedang suntuk menghadapi permasalahan pernikahannya.
Sinta tidak bisa melayaninya sedangkan dia sangat membutuhkan pelampiasan hasrat biologisnya untuk membuat dirinya menjadi seimbang. Berpikir dengan lebih baik.
Mereka bertemu di sebuah tempat hiburan malam. Martha yang baru putus dari pacar brengseknya. Memutuskan untuk memesan minuman dan duduk di sebelah Dean yang juga sama galaunya memikirkan Sinta, isterinya.
Mereka berdua memesan minuman dan mulai meracau.
"Kutraktir kau minum bagaimana?"
"Mengapa kau baik sekali? Semua lelaki baik pasti ada maunya. Mereka mengejarmu. Merayumu. Menikmati tubuhmu. Kemudian mereka akan membuangmu setelah bosan setelah menemukan yang baru!"
"Mengapa kau mencurigaiku? Isteriku yang pintar dan cantik tidak bisa melayaniku. Dia selalu kesurupan setiap aku memintanya untuk melayaniku. Apa menurutmu sebagai suami aku belum cukup bersabar?"
"Pacarku yang sangat brengsek! Setelah puas menikmati tubuhku. Membuangku begitu saja untuk wanita murahan dan jelek."
"Kita senasib! Jangan tolak traktiranku! Ok?"
"Baiklah!"
Dalam keadaan mabuk, mereka saling meracau dan Dean mengajak Martha ke ruang VIP dan bercinta di sana.
Martha yang sangat marah dengan pacarnya dengan Dean yang sudah lama tidak pernah menikmati hubungan intim.
Membuat percintaan keduanya menjadi sangat panas dan seperti badai mengamuk.
Sejak saat itu hubungan Dean dan Martha menjadi sangat dekat.
Martha yang mengetahui bahwa Dean sudah beristri, awalnya menolaknya.
"Aku belum pernah berkencan atau berpacaran dengan pria beristri. Sebaiknya, hubungan kita one night stand saja. Tidak usah diteruskan. Tadi malam kita berdua mabuk."
"Semua pacarmu brengsek! Kekuranganku hanya sudah memiliki isteri tetapi aku tidak akan berlaku seperti pacar-pacarmu! Apa kau tidak lelah menjalani hubungan seperti itu? Habis manis sepah dibuang?"
Martha merasa bimbang mendengar perkataan Dean.
Dean mengajak Martha kembali untuk berhubungan intim. Kali ini mereka melakukannya di penthousenya.
Dia tidak ingin hubungannya dengan Martha terendus media.
Penthousenya adalah tempat yang sangat privat dan aman untuk melakukan hubungan gelapnya.
Dean menyimpan Martha di penthousenya. Memanjakannya dengan kemewahan yang tidak bisa ditepis oleh Martha.
__ADS_1
"Ini kompensasi dariku karena kau mau melayaniku." Dean mengangsurkan sejumah cek kepada Martha.
Jantung Martha nyaris berhenti berdetak melihat angka yang tercantum di dalam cek tersebut.
"Itu buat jajan. Aku akan menanggung semua pengeluaranmu setiap kita menghabiskan waktu bersama."
"Seratus juta buat jajan?"
"Akan kuberikan setiap bulan selama kau tidak keberatan untuk melayaniku bagaimana?"
Wajah Martha bimbang.
"Tapi kau sudah memiliki isteri. Bagaimana kalau nanti hubungan kita dipermasalahkan?"
"Aku akan membelikanmu pakaian mewah, sepatu, apapun yang kau inginkan. Rumah dan mobil? Semua belanjaanmu akan kubayar. Bagaimana?"
Wajah Martha sangat gamang.
"Aku akan mempekerjakanmu sebagai asisten pribadiku. Sehingga tidak ada yang tahu mengenai hubungan kita bagaimana?"
Menolak sejumlah uang dan materi sangatlah tidak mudah. Apalagi omongan Dean juga benar. Selama ini dia hanya dimanfaatkan tubuhnya oleh pacar-pacar brengseknya. Dibuang begitu saja ketika mereka sudah menemukan pacar baru.
Pacar-pacarnya juga sangat perhitungan. Dia kerap mengeluarkan uang pribadinya ketika mereka berkencan.
Martha memutuskan menerima tawaran Dean. Dirinya diperkenalkan sebagai asisten pribadi Dean sehingga mereka bebas kemanapun berdua tanpa takut dicurigai.
Dean membawanya dalam perjalanan bisnisnya. Mengurusi semua keperluan pribadinya termasuk urusan ranjangnya.
Selalu memesan kamar dengan connecting doors. Sesekali Martha dilanda rasa bimbang dan takut tetapi dengan semua materi dan uang yang diberikan Dean kepadanya. Perlahan semua perasaan tersebut hilang.
Mantan-mantan pacarnya yang melihat penampilan barunya yang membuatnya semakin cantik dan menawan. Berusaha menggodanya kembali. Dan dia hanya punya satu jawaban untuk mereka semua.
Dean menepati janjinya. Memberikan kemewahan yang dia inginkan. Selain isterinya, dia adalah wanita satu-satunya yang berada bersamanya.
Dia sering melihat kiprah politik Sinta, isteri Dean di televisi.
Mereka sedang berada di ranjang sehabis berhubungan intim ketika melihat wajah Sinta terpampang di televisi.
"Isterimu, politikus yang sangat hebat!"
"Hmm, ya…Orang tuaku memberikan yang terbaik untuknya. Demi hasil yang terbaik."
"Dia mengadakan debat politik dengan lawan politiknya di lapangan. Berbayar. Kau tahu peminatnya?"
"Yeah! Isteriku sudah terbiasa dengan hal-hal semacam itu."
"Dia juga mengadakan yang eksklusifnya. Harga tiketnya? Wow!"
"Kau harus menutup mulutmu rapat-rapat agar karir politik isteriku tetap cemerlang."
"Terus terang. Aku sangat iri padanya. Cantik, cerdas memiliki suami dan mertua yang kaya dan terpandang. Mandiri dan intelektual."
"Tidak usah iri padanya. Dia seperti film tentang permaisuri yang sempurna tetapi tidak bisa disentuh dan sangat payah di tempat tidur melayani raja. Sebagai simbol status dia memukau tetapi bagi sebagai isteri? Sangat tidak berguna sama sekali!"
"Isterimu tidak bisa melayanimu?"
"Semenjak menikah, sakit dan sibuk dengan karirnya? Dia benar-benar payah! Aku kesepian sebagai seorang suami. Aku beruntung menemukanmu tapi kau harus menutup rapat semuanya."
__ADS_1
"Aku ingin seperti dia. Memiliki segalanya. Kekuasaan, kekayaan dan kecerdasan."
"Bagi laki-laki isteriku adalah barang mati tak berguna. Dia adalah sosok Jacklyn Kennedy, Hillary Clinton, Permaisuri yang tidak bisa melayani raja, simbol para isteri yang dikhianati suami mereka. Wanita kuat, setia, cerdas menimbulkan rasa kagum tetapi tidak bisa membuat suami mereka puas hanya dengan mereka saja."
"Itu kan suaminya bukan isterinya. Suaminya yang tidak setia. Buktinya isterinya bisa menerima kekurangan suami mereka dan berlaku setia."
"Aku sangat iri pada isterimu. Dia mendapatkan yang terbaik dari semuanya!"
Wajah Martha menunjukkan rasa tidak suka dan benci.
"Kau tidak akan iri seandainya tahu komposisi otak mereka dan suami-suami mereka."
"Apa maksudmu?"
"Isteriku dan semua isteri yang menyerupainya. Komposisi otaknya 90 persen non seksual seperti kecerdasan, etika, dll sedangkan suami-suami mereka termasuk aku 90 persen seksual"
"Aku tidak mengerti maksudmu?"
"Kau tidak usah banyak berpikir. Semua keinginanmu sudah aku penuhi apalagi?"
"Tetapi melihat apa yang dimiliki Sinta dan aku sangat jauh berbeda."
"Sinta politikus. Melayani masyarakat baik yang mampu atau tidak. Kekayaan dan kekuasaannya bukannya tanpa tujuan. Sedangkan kau hanya melayaniku di kasur. Mengapa kau membutuhkan kekayaan dan kekuasaan? Aku sudah menjelaskan padamu. Kekayaan dan kekuasaan tidak serta merta membuat mereka bisa menjalankan peran yang lebih sederhana. Melayani suami di ranjang setiap dibutuhkan?"
Wajah Martha merengut. Hatinya sangat gundah.
Martha sendiri memiliki tujuan lain. Membandingkan keadaannya dengan Sinta membuatnya tidak merasa puas dengan keadaannya saat ini.
Dia memaksa Dean untuk menikahinya.
"Aku tidak bisa menikahimu. Isteriku hanya satu, Sinta. Sejak awal kita sudah sepakat bahwa hubungan kita tidak akan diresmikan. Kau hanya sebagai wanita simpananku. Tidak lebih dari itu!"
Martha sangat marah dengan keengganan Dean menikahinya. Tidak berhasil mengancam Dean dan menuruti keinginannya.
Dia melayangkan gugatan pelecehan seksual kepada Dean karena enggan menikahinya
Sinta menggunakan jasa detektif swasta untuk melawan gugatan Martha yang menuntut suaminya dengan tuduhan pelecehan seksual karena mengincar harta kekayaan milik mertuanya.
Sinta mengirimkan pesan kepada Martha lewat whatsapp.
[Sebaiknya kau berpikir dua kali jika ingin menuntut suamiku.]
[Mengapa begitu? Aku dan kau memiliki hak yang sama. Kau ingin menguasai harta kekayaan Dean dan keluarganya seorang diri. Serakah dan tamak!]
[Aku tidak berminat untuk membahas hal yang tidak penting dan relevan. Aku akan melakukan tuntutan balik sehubungan dengan bukti yang didapatkan oleh detektif swasta yang kusewa. Kesaksian dari para mantan pacarmu tentang bagaimana keseharian dan karaktermu. Kau memang gemar berhubungan bebas dengan siapa saja!"
[Kau….]
[Drop the case or I will sue you back and put you in the jail because of blackmail and adultary.]
[Jangan pakai bahasa Inggris. Aku tidak mengerti!"
[Cabut gugatanmu atau aku akan menuntut balik dan memenjarakanmu atas dasar pemerasan dan perzinahan."
[Kau ular betina!]
[Ya atau tidak?]
__ADS_1
[Aku akan mencabut gugatannya tetapi kau tidak akan selamat dariku!]
[Ok, fine!]