
Semenjak bekerja dengan Dean. Melati bisa membantu keluarganya tanpa harus bersusah payah menjajakan dirinya lagi.
Dean sangat toyal dalam memberikan uang padanya.
Dia juga tidak perlu lagi menjajakan dirinya. Bayaran dari menjajakan diri sekitar lima ratus ribu sampai dengan dua juta rupiah. Uang sebesar itu tidak cukup menutup semua kebutuhannya dan keluarganya. Apalagi dari gaji spg yang didapatnya setiap bulan sekitar empat juta rupiah.
Tetapi tanpa pekerjaannya, dia tidak dapat mendapatkan pelanggan. Harus menjajakan diri di lampu merah atau di pinggir jalan. Akan lebih mengenaskan. Dibayar lebih murah dan diperlakukan lebih tidak manusiawi.
Biaya pengobatan ibunya yang sangat mahal. Karena ibunya mengidap penyakit ginjal akut yang membutuhkan perawatan intensif.
Biaya cuci darah, pengobatan dan perawatannya sangat tidak murah. Uang yang dia dapatkan tidak cukup untuk membiayai pengobatan ibunya, biaya sekolah dan kuliah adik-adiknya. Belum kebutuhan mereka sehari-hari.
Seringkali dia terpaksa harus meminjam. Atau mencari pelanggan yang lebih kaya dan mau membayarnya lebih mahal.
Biaya perawatan dan pengobatan ibunya tidak kurang dari seratus juta sebulan.
Hidup ibunya sangat tergantung dengan mesin pencuci darah, pengobatan dan perawatan rumah sakit.
Banyak yang memintanya agar menyerah untuk melakukan perawatan dan pengobatan yang sangat mahal untuk ibunya tetapi dia menolaknya mentah-mentah.
Adik-adiknya juga tidak diperbolehkannya untuk berhenti sekolah dan kuliah.
"Jangan membuat hidup yang susah semakin susah. Kalau kalian ingin membantuku. Belajar yang benar. Kemudian bekerjalah dengan baik. Kalau kalian tidak sekolah dan kuliah apa yang akan kalian kerjakan?"
"Apa saja!" Adiknya Mawar membantahnya.
"Sekolah dan kuliah tinggi-tinggi juga susah cari pekerjaan. Kalau cuma pekerjaan sederhana juga buat apa kuliah tinggi-tinggi? Buang-buang uang. Atau jadi pengangguran intelektual." Timpal Dimas.
"Jangan membahas sesuatu yang kita masih belum tahu keadaannya. Tapi kalau kalian berusaha sebaik mungkin pasti bisa."
Dean menjamin pengobatan dan perawatan ibunya. Membiayai sekolah dan kuliah adik-adiknya. Memberikannya uang bulanan yang cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga dan dirinya sendiri.
Melati tetap menjalankan pekerjaannya sebagai spg karena dia tidak tahu sampai kapan Dean akan memakainya. Jika Dean sudah selesai dengan dirinya maka dia akan kembali ke kehidupan lamanya dan membutuhkan pekerjaannya untuk mencari pelanggan.
Tugasnya hanya melayani Dean di tempat tidur dan mengurus semua kebutuhan pribadinya. Walaupun Dean tidak memintanya untuk melakukan pekerjaan tersebut. Sebagai balas budi dan Melati juga mengetahui bahwa Dean membutuhkan privasi untuk menutupi kehidupan pribadinya dari orang lain.
Semakin sedikit yang mengetahui kehidupan pribadinya akan semakin baik baginya. Kehidupannya akan semakin berjalan baik tanpa drama atau judgment dari orang sekitarnya.
Apakah orang tua, rekan bisnis, karyawan, kerabat atau yang lainnya.
Sepulang bekerja, Melati mampir untuk berbelanja untuk kebutuhan di penthose Dean.
Untuk kebutuhan keluarganya, dia sudah mentransfer sejumlah uang kepada Mawar agar mengaturnya untuk kebutuhan mereka sekeluarga.
Melati meraih troli dan mulai memilih dan memasukkan belanjaannya.
Frozen food sangat praktis. Apalagi ketika waktunya sangat sempit untuk menyiapkan makanan.
Dia juga memasukkan sejumlah sayuran dan buah-buahan. Daging giling, daging steak, ayam, telur, ikan dan aneka sea food seperti udang, cumi dan kerang.
Melati juga menuju rak makanan dan minuman. Dia juga tidak melupakan susu, mentega, butter, minyak sayur, minyak zaitun, aneka saos, kecap dan dressing salad. Gula, garam dan penyedap.
Terakhir, dia membeli roti, pasta, mie, bihun dan kwetiau. Serta sosis, bakso, sarden dan kornet.
__ADS_1
Melati melewatkan perlengkapan mandi dan rumah tangga karena sudah membelinya sebelumnya dan belum ada yang perlu dibelinya.
Untuk mengangkut belanjaannya, menggunakan taksi menuju penthouse. Meminta tolong petugas condominium untuk membantunya membawakan belanjaannya menggunakan trolley. Melati memberikannya sejumlah tips.
Untuk keperluan cleaning service dan laundry, Dean mempercayakannya pada pengelola condominium. Dia tinggal membayar tagihannya setiap bulan.
Tubuh Melati sangat lelah. Sepulang bekerja berbelanja apalagi tadi malam Dean mengajaknya bercinta hampir sepanjang malam
Dia tidak tahu apa yang sedang dialami Dean. Karena Dean tidak pernah mengatakan apapun atau pun membagi kehidupan dan masalah pribadinya kecuali jika dia menginginkannya.
Jika dia tidak mengatakan apapun. Maka Melati juga tidak berani untuk menanyakannya.
Dean seperti memiliki pikiran yang sangat berat. Membuatnya bingung dan sedih.
Apakah ada hubungannya dengan keadaan isterinya?
Melati pun sudah biasa jika mereka bercinta dan Dean menyebutkan nama isterinya.
Hubungan mereka murni pekerjaan sehingga dia tidak perlu merasa sakit hati atau pun terganggu.
"Maafkan aku menyebut nama isteriku saat berhubungan denganmu."
"Aku tidak ada masalah."
"Benarkah?"
"Hubungan kita hanyalah pekerjaan. Tugasku melayanimu bukan memaksamu mencintaiku apalagi menerimaku dalam kehidupanmu."
"Kau sangat easy going."
Setelah menaruh dan merapikan barang-barang belanjaannua ke kulkas, freezer, rak serta lemari untuk menyimpan makanan
Melati tertidur di sofa. Tubuhnya sangat letih dan membuat matanya terpejam begitu saja.
Di dalam mimpinya, Sinta terbangun dari komanya. Kembali sehat, segar bugar seperti sedia kala.
Dean memutuskan hubungan jasa di antara mereka.
"Maafkan aku. Aku tidak bisa menggunakanmu lagi. Isteriku sudah bangun dari komanya."
Melati ingin menjawab perkataan Dean ketika seseorang mengguncangkan tubuhnya.
"Melati! Kau tertidur di sofa. Pindahlah ke kamar."
Suara Dean. Melati membuka matanya dan melihat jam menunjukkan pukul sebelas malam.
"Kau baru pulang?"
"Aku ke rumah sakit sepulang bekerja. Mendiskusikan perawatan isteriku."
Melati tidak mengatakan apapun. Diam mendengarkan.
Airmata Dean tiba-tiba mengalir.
__ADS_1
"Kau kenapa?" Tanya Melati.
"Dokter mengatakan bahwa kondisi isteriku semakin memburuk. Mereka memintaku untuk menghentikan pengobatan dan perawatannya. Agar kerusakan syaraf yang dideritanya tidak semakin parah."
Melati baru mengerti apa yang Dean pikiran dan rasakan. Semalam Dean mengamuk ketika menyetubuhinya karena memikirkan masalah isterinya.
"Lalu, apa keputusanmu?" Melati dengan hati-hati menanyakannya.
"Aku belum tahu. Aku tidak ingin menghentikan pengobatan dan perawatannya. Aku ingin dia tetap hidup walaupun dibantu mesin dan seluruh tubuhnya mengalami kerusakan dan cacat. Aku tidak peduli."
Melati hanya diam mendengarkan.
"Apakah ada makanan?"
"Akan kubuatkan. Kau ingin apa?"
"Apa saja!"
Melati menuju dapur dan membuatkan Dean steak kesukaannya dengan french fries.
Membuat smash potatoes membutuhkan waktu yang lebih lama sedangkan Dean tampak kelaparan.
"Aku tadi tidak mampir ke tempat makan untuk makan. Langsung ke sini. Aku sangat lapar."
"Sebentar ya. Akan kubuatkan makanan untukmu."
Melati menyajikan steak yang dipanggang menggunakan butter dan bawang putih yang digeprek, lada dan garam.
Melati sengaja menaruh sebagian daging steak ke tempat penyimpanan daging di kulkas. Sebagian di freezer agar memudahkannya jika ingin membuatnya kapan saja diinginkan.
Mencairkan daging membutuhkan waktu yang lama sehingga dia memutuskan meletakkannya sebagian di tempat penyimpanan daging di kulkas.
Melati membuat saus yang mudah dari kuah sisa panggangan daging menambahkan butter, saus barbeque, saos tomat dan sambal.
Dean memakan steak dan french friesnya dengan nikmat. Dia tampak benar-benar kelaparan.
Melati menuangkannya juice apel yang dibelinya tadi siang ke dalam gelas. Menambahkan ice cube dari freezer.
"Juice apelnya terlihat sangat segar."
Dean meraih juice apelnya dan meminumnya hingga setengah.
"Kau tidak makan?"
"Kupikir aku akan memanaskan kebab. Aku membeli kebab frozen. Kau mau?"
Dean menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah kenyang."
Melati membeli daging steak premium dengan ukuran yang besar, 400 gr. Dagingnya pun dipilihnya yang import dari Amerika dan Australia. Sedangkan sebagian dia membeli wagnyu, import dari Jepang.
Kualitas daging sangat penting agar steaknya lembut dan juicy.
__ADS_1
Untuk daging lokal. Tidak digunakan untuk membuat steak tetapi empal, rendang dan dendeng.