
Pernikahan semakin dekat. Sinta tidak bisa lagi menghindar dari pernikahannya dengan Dean.
Dia semakin stress. Karena di novel. Dean akan menggaulinya pada malam pertama.
Ibu…apa yang harus aku lakukan? Aku sangat takut….
Menjelang pernikahannya. Sinta tidak dapat berpikir. Tidak nafsu makan. Dirinya menjadi sangat gelisah membayangkan peristiwa malam pertama yang ada di novel.
Membaca dengan mengalami langsung sangat berbeda. Membacanya menimbulkan fantasi seksual. Membuatnya terangsang tetapi mengalaminya langsung membuatnya ketakutan dan resah. Apalagi, dia bertransmigrasi ke novel. Dean mungkin merasakan hubungan dengan Sinta tetapi dia sendiri bertransmigrasi ke dalam tubuh Sinta. Dean benar-benar asing baginya. Pernikahan tersebut lebih mirip kekerasan seksual baginya daripada hubungan **** suka sama suka.
Apa yang harus aku lakukan?Agar aku tidak menjadi bulan-bulanan Dean di malam pertama.
Di dalam novel itu. Mereka akan melakukan marthon ****. Dean yang hiperseks. Mendapatkan kepuasannya berkali-kali.
Mereka melakukan beraneka ragam gaya. Berkali-kali orgasme. Mereka….
Tidak! Aku tidak bisa membiarkan diriku diacak-acak Dean. Aku harus menemukan cara ….
Pernikahan berlangsung dengan sangat megah. Para tamu merasa bahwa kedua mempelai sangat serasi dan cocok.
Yang laki-laki sangat tampan sedangkan yang perempuan cantik.
Tamu yang datang tumpah ruah. Mertua Sinta adalah seorang pengusaha terkenal. Sehingga wajar kalau kerabat dan handai tolan dari segala penjuru.
Makanan juga dipesan melimpah ruah. Untuk 3000 undangan dan itu pun masih banyak yang belum diundang.
Mertua Sinta memesan makanan western, Indonesia, Jepang dan Korea.
Untuk makanan prasmanannya. Masakan padang. Seluruh tamu benar-benar dimanjakan dan dijamu dengan sangat baik oleh kedua mertuanya yang memang sangat terpandang dan kaya raya.
Makanan western saung-saungnya berupa Spaghetti carbonara dan bolognaise, makaroni panggang dan mac and cheese, lamb chop dan wagyu steak, cream soup asparagus dan chicken soup.
Makanan Indonesianya, kambing guling, sate padang, sate kambing madura, mpek-mpek, bakso malang, siomay, martabak mesir dan dimsum.
Makanan Jepang, shabu-shabu, tempura, sushi goreng dan ramen. Makanan koreanya, tteokbokki, jajangmyeon, kimbap, kimchi dan bulgogi.
Minumannya jeruk peras, semangka peras, melon peras, kelapa muda, air mineral, it's buah, aneka teh, aneka kopi dan aneka sirup.
Makanan prasmanannya masakan padang. Gulai ayam kampung muda, tunjang, otak, rendang, dendeng batakok, ayam kampung muda bakar, gado-gado padang dan sambal hijau. Nasi dan kerupuk udang.
"Makanannya berlimpah dan enak semua."
"Hampir semua selera ada di sini."
"Berapa yang mereka habiskan ya?"
__ADS_1
"Jangan usil! Rejeki orang beda-beda. Nikmatin aja kenapa sih? Kita kan kebagian rejekinya juga. Berapa banyak katering yang diuntungkan. Jangan suka ngurusin rejeki orang. Harusnya bersyukur melihat orang dimudahkan untuk berbagi dan diberi kelapangan serta kemudahan rejeki. Menjadi sumber dan kran rejeki bagi orang lain juga."
"Duh, dia ceramah!"
"Aku juga mau nikahin anakku tapi mungkin aku gak memesan makanan sebanyak ini."
"Semua 'kan bagaimana rejeki ya, bu…Jangan suka membandingkan. Lakukan semua sesuai kemampuan."
"Aku mau nanya-nanya nanti harga makanannya berapa ya? Kalau terjangkau, aku mau pake kateringnya. Prasmanan dan saung-saungnya mungkin lima jenis makanan. Minumannya mungkin sirup aja dan air mineral."
"Itu juga sudah pantas kok,bu. Masalah hidangan, gimana kemampuannya. Mahal murah relatif. Terpenting, adakan walimah. Kalau bisanya hanya menyembeli seekor kambing boleh. Kalau rejekinya benar-benar terbatas. Air mineral dan kurma juga boleh. Kalau gak punya uang sama sekali juga gak apa-apa tidak menjamu. Karena benar-benar gak mampu dan mungkin yang datang bantu kasih uang sekedarnya buat membantu."
"Iya, semua tempatkan aja sesuai konteksnya. Gak akan ada masalah. Yang masalah itu kan kalau gak sesuai konteks dan memaksakan diri."
Jantung Sinta berdebar keras. Nafasnya nyaris berhenti berdetak. Dia sangat ketakutan.
Akad nikah dilangsungkan dengan hikmat. Semua yang hadir merasa khusuk mengikuti rangkaian acara. Kecuali Sinta yang merasa ketakutan dan resah
Terbayang kalimat demi kalimat mengalir di dalam pikirannya.
Begitu mereka masuk ke kamar pengantin. Dean akan mengunci pintu dan melucuti pakaiannya juga pakaiannya sendiri.
Mereka akan melakukan aneka macam gaya. Dan Sinta akan….
Aku akan menjadi objek seksual Dean? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana menghentikan transmigrasi ini?
Pikirannya semakin berat. Karena yang ada di dalam pikirannya adalah adegan-adegan yang sangat panas yang terdapat di novel.
Dan dia bukan sekedar membacanya tapi akan mengalaminya.
"Kau tidak apa-apa kan?" Dean melihat Sinta seperti ditindih batu berat.
"Ini hari bahagia kita. Harusnya kau mengumbar senyum. Jangan seperti orang dikejar debt collector begitu."
"Kau jangan membuat aku semakin nervous."
Senyum Dean menyerupai seringaian, "Aku sudah tidak sabar menunggu semua ini berakhir! Buat apa ibu buang uang sebanyak ini? Menghambat adegan ranjang kita aja!"
Tiba-tiba Sinta sempoyongan.
"Hei! Kau tidak apa-apa kan?" Dean dengan sigap memegangi tubuhnya yang limbung.
Dalam bayangan Sinta, mereka seperti dalam adegan Tom and Jerry. Ketika Tom akan memasak Jerry di dalam kuali.
Air liur Tom menetes sedangkan Jerry berusaha melarikan dan menyelamatkan dirinya.
__ADS_1
Resepsi selesai digelar. Kedua pengantin diantar menuju hotel tempat mereka akan menghabiskan malam pertama mereka. Keesokan harinya, mereka akan langsung berbulan madu keliling Eropa selama dua minggu. Keliling Indonesia dua minggu.
Dan selama rentang waktu tersebut. Dia akan dieksploitasi secara seksual oleh Dean.
Apakah berlebihan kalau dia mengajukan tuntutan marital rape?
Alasannya? Begini, saya mengalami transmigrasi novel, suami yang saya nikahi, tidak benar-benar saya kenal secara personal. Well, saya mengenalnya lewat novel. Ketika saya membaca adegan ranjang para tokoh cerita, sebagai manusia normal, saya merasakan rangsangan seksual. Tapi masalahnya, saya bukan hanya membacanya? Apakah anda mengerti perkataan saya? Saya akan melakukan adegan ranjang tersebut bersama tokoh novel yang ….
Sepertinya bukan ide yang bagus. Sudah terbayang kalimat yang akan diterimanya.
"Maaf, nyonya, anda membuang waktu kami. Ada catatan bahwa anda meminum obat penenang. Sepertinya anda harus mendatangi dokter anda kembali!"
Mereka sampai di hotel bintang lima yang sangat mewah. Tetapi bagi Sinta, dia akan memasuki ruang eksekusi hukuman mati.
Ibu, tolong anakmu, ini….
Tuhan, selamatkan aku….
Sinta, berpikirlah…..
Kau sudah berada di tepi jurang….
Sekawanan buaya menunggumu jatuh ke dalam sungai….
Jika gairah seksual Dean bisa diumpamakan seperti sekawanan buaya. Bisa dibayangkan akan seperti apa tubuhnya….
Sesampai di kamar, Dean mengunci pintu kamar hotel dan memasang tulisan don't disturb.
Peluh mengucur di sekujur tubuh dan wajah Sinta.
Dean menanggalkan pakaiannya. Kemudian berjalan untuk melucuti pakaian Sinta.
Ketika tangannya hampir menyentuh tubuh Sinta. Tiba-tiba….
Sinta jatuh tersungkur.
"Kau kenapa?"
Dia membopong Sinta ke atas tempat tidur.
"Kau kenapa lagi? Apakah kau terlalu tegang dengan pernikahan kita?"
Sinta membatin dalam hati, last minute aku menemukan ide brilian ini….
Sinta jatuh pingsan setiap Dean ingin mengajaknya berhubungan intim….
__ADS_1