Mawar Besi Dan Luka

Mawar Besi Dan Luka
Hamil


__ADS_3

Sinta mengalami telat haid dan ternyata positif hamil. Dean sangat bahagia mengetahui kehamilan isterinya.


"Aku akan menjadi seorang ayah." Dean memeluk isterinya dengan sangat erat, "Terima kasih, sayang." Mengecup puncak kepala isterinya.


"Kehamilan ini membuat aku malas melakukan apapun. Badanku tidak enak. Rasanya mual terus."


Dean mengurut-ngurut punggung dan tengkuk isterinya.


"Sabar ya, sayang…."


"Aku harus ke kantor. Tapi badanku sangat tidak enak." Sinta menangis.


"Aduh sayang…Kamu ijin aja gimana?"


"Gak bisa lah! Masak karena hamil aja harus ijin? Apa kata anak buahku? Belum mereka yang selalu membenci dan sinis padaku?" Tangis Sinta makin keras.


"Trus, kamu maunya gimana?"


"Aku maunya kehamilanku tidak mengganggu pekerjaanku." Sinta berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.


"Minta cuti sakit ke dokter gimana?"


"Kau tidak mengerti! Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku." Sinta kembali menangis.


"Tapi kamu dari tadi muntah terus. Kalau dehidrasi nanti gimana?"


"Aku gak dehidrasi! Kamu tenang aja!" Pandangan mata Sinta menggelap dan tubuhnya mulai sempoyongan.


"Sayang!"


Dean berlari panik untuk mencegah Sinta jatuh dan membentur lantai.


Sinta dilarikan ke rumah sakit. Tensinya sangat rendah. Dokter juga mendiagnosanya dehidrasi.


Infus dipasang di pergelangan tangannya. Sinta belum sadar dari pingsannya. 


Kehamilan Sinta berakibat fatal pada kesehatan dirinya. Sinta mengalami koma karena hbnya begitu rendah.


Dokter mewanti-wanti bahwa kondisinya berbahaya bagi kesehatan dan keselamatannya juha bayinya.


Ibarat jatuh tertimpa tangga. Kebahagiaannya berubah menjadi kedukaan. 


Sinta kehilangan pekerjaan dan jabatannya. Karena kondisi kesehatannya.


Dean dengan setia menjenguk Sinta dan menemaninya. Mengajaknya berbicara dalam komanya.


Waktu berlalu, Sinta kehilangan janinnya. Keadaannya tidak membaik. Sinta masih mengalami koma. 


Sudah dua tahun Sinta mengalami koma dan Dean mulai bimbang.


"Bagaimana isteri saya, dokter?"


"Isteri anda mengalami kerusakan syaraf. Sepertinya kalau dia terbangun dari koma akan mengalami cacat."


"Cacat bagaimana dok?"


"Tidak dapat menggerakkan tubuhnya dan akan terbaring di tempat tidur."

__ADS_1


"Apakah semua karena kehamilannya, dok?"


"Kondisi isteri anda yang memang sangat lemah."


"Maksud dokter, tidak seharusnya isteri saya hamil?"


"Semua di luar dugaan. Mungkin memang kondisinya yang tidak tepat untuk hamil dan membawa akibat yang sangat fatal."


Tidak ada perubahan dengan keadaan Sinta. Selama dua tahun, Dean menunggu keajaiban tetapi tidak tampak tanda-tanda mukzijat menyapa mereka berdua.


Selama rentang waktu tersebut. Dean bertemu dengan Melati. Awalnya, Dean tidak ingin menjalin hubungan dengan Melati. Trauma dengan hubungannya dengan Martha. Apalagi dia juga bertekad tidak ingin mengkhianati Sinta lagi.


Tapi kondisi Sinta membuatnya dalam dilema. Antara kebutuhan pribadinya dengan keinginannya setia pada isterinya.


"Maafkan, aku, Sinta. Aku tidak bermaksud mengkhianatimu. Tapi aku memiliki kebutuhanku sendiri yang tidak dapat kutunda. Melati sangat berbeda dengan Martha. Dia tidak membencimu. Bahkan dia mau mengerti dan tidak menuntut agar aku menikahinya. Aku akan menghentikan hubungan kami begitu kau bangun dari komamu. Dia sudah menyetujuinya."


Dia mengenal Melati ketika Melati menawarkan kendaraan lewat telpon dan whatsapp.


Awalnya dia tidak tertarik karena merasa kendaraannya masih sangat bagus dan mulus.


Tetapi karena Melati terus menghubungi dan menawarinya. Akhirnya mereka bertemu.


Melati seorang spg yang sangat seksi dengan pakaian sangat minim. Memperlihatkan pahanya yang mulus putih.


Pakaiannya juga sangat ketat. Belahannya agak rendah. Membuat *********** seperti terasa sesak di pakaian yang digunakannya.


"Mengapa anda menghubungi saya terus?"


Melati memamerkan senyumnya yang manis dengan deretan gigi putih yang berjajajr rapi dan bersih.


Bau harum tubuhnya sangat enak dihirup. Aroma jasmine menguar, menyapu hidungnya.


"Semua orang menyukai bau Melati."


"Yeah, kau benar. Terus terang, aku tidak ada niat mengganti kendaraan. Apalagi isteriku juga sedang sakit parah. Koma."


"Kasihan sekali!" Wajahnya menunjukkan raut prihatin.


"Terima kasih. Aku tidak berniat membeli kendaraan saat ini. Maaf."


"Isteri anda sakit. Apakah anda membutuhkan layanan pribadi?"


"Maksudnya?"


"Ehm, begini. Sebenarnya, hmm, saya …."


Dean memusatkan perhatiannya.


"Kau kenapa?"


"Menyediakan layanan lain yang dibutuhkan konsumen."


"Apa maksudmu?"


"Isteri anda dulunya seorang wanita tuna susila bukan?"


Wajah Dean sangat kaget.

__ADS_1


"Darimana kau tahu?"


"Isteri anda sangat terkenal. Kupikir semua mengetahui hal-hal tersebut walaupun tidak secara terang-terangan. Apalagi kasus pra peradilan yang terjadi padanya."


"Isteriku sudah tidak menjabat lagi. Dia koma."


"Karena itu berita tentangnya semakin gencar. Orang membongkar masa lalunya."


"Aku akan kembali ke rumah sakit. Aku ingin melihat keadaan isteriku."


Dean bermaksud berdiri dan berlalu. Melati menarik tangan Dean. Memintanya untuk kembali duduk.


Sejak pertemuan itu, Dean memakai jasa Melati yang ternyata spg plus plus.


"Mengapa kau bekerja sebagai spg plus plus?" Dean memisahkan tubuhnya setelah mereka bercinta.


"Memang kau pikir cukup gaji sebagai spg? Ibuku sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Belum aku juga memiliki tanggungan keluarga."


"Aku tidak bisa menikahimu. Kalau isteriku siuman. Semuanya berakhir."


"Aku mengerti. Aku tidak akan mengganggu rumah tanggamu. Kau tidak usah khawatir."


"Aku trauma."


"Wanita yang meninggal keracunan?"


"Namanya Martha. Kau tau beritanya?"


"Tentu! Menyebar dengan cepat."


"Aku tidak ingin seperti itu lagi."


"Aku hanya menjual jasa."


"Kuharap begitu! Karena orang sering silau melihat yang dan harta kekayaan orang lain. Mereka ingin memilikinya dengan cara apapun."


"Itu tidak akan terjadi padaku. Percayalah!"


Dean memandang wajah gadis di hadapannya. Sepertinya memang tidak memiliki atau menyembunyikan niat jahat.


Wajah gadis itu seperti bisa dipercaya. Dia juga tidak membenci Sinta. Itu yang terpenting.


Tidak memintanya untuk menikahinya atau mengincar uang dan harta kekayaannya.


Melati bisa mengobati kerinduannya pada Sinta.


Mereka tidak mengenal satu sama lain secara pribadi atau lebih dekat.


Hanya saling bertukar cerita tanpa mengetahui kondisi masing-masing yang sebenarnya.


Sinta sendiri tidak menunjukan tanda-tanda perbaikan apalagi kesembuhan.


Dean rutin menyambanginya ke rumah sakit. Meluangkan waktu untuk berbicara dengannya.


Walaupun Sinta tidak memberikan respon sama sekali.


"Aku sangat merindukanmu." Dean menggenggam tangan Sinta erat, "Merindukan saat-saat kita bersama. Bahkan aku merindukan saat menemanimu berbelanja walaupun hal itu adalah hal yang sangat membosankan bagiku. Mengingat semua makanan kesukaanmu. Mengenang semua kesukaanmu. Rumah kita sepi tanpamu. Seandainya anak kita selamat dan bisa dilahirkan. Mungkin bisa menghiburku. Apakah kau bisa mendengar kata-kataku? Melihatku disini? Berjuanglah untuk sembuh. Dokter mengatakan bahwa kau tidak bisa sembuh dan mengalami kerusakan syaraf. Aku tidak akan menghentikan perawatanmu. Aku berharap kau bisa bangun dari komamu dan kembali seperti sedia kala."

__ADS_1


Sinta dirawat dengan sangat telaten. Pengobatan, mesin-mesin yang membantu kelangsungan hidupnya. Makanan yang dimasukkan lewat selang.


Aku tidak akan menyerah….


__ADS_2