Mawar Besi Dan Luka

Mawar Besi Dan Luka
Bimbang


__ADS_3

Bimbang


Sinta masih takut dan ragu membuka hatinya untuk Dean. Pengkhianatan Dean. Ketakutannya jika sudah menyerahkan hatinya pada Dean. Bagaimana kalau Dean mematahkannya begitu saja?


Transmigrasi ini membuat dualisme. Dalam ingatan Dean, dirinya adalah pelacur favoritenya tetapi kenyataannya. Transmigrasi ini mengubah Sinta yang aslinya piawai melayani Dean di ranjang. Menjadi gadis kelas tiga sma yang tidak memiliki pengalaman seksual sama sekali.


Dean tidak tahu kalau dia adalah Sinta yang berbeda dengan yang dikenal Dean sebelumnya.


Bagaimana seandainya Dean tahu kalau dia tidak bisa melayani Dean di ranjang?


Dean akan mengkhianatinya kembali. **** sangat penting buat lelaki. Rasa khawatir mendera dirinya.


Bagaimana kalau dia tidak bisa melayani apalagi memuaskan Dean seperti Sinta yang dikenal Dean sebelumnya?


Karena hanya dia yang tahu semua transmigrasi tersebut.


Dean sudah berusaha untuk memperbaiki semuanya. Tapi bagaimana kalau aku tidak bisa memenuhi keinginannya?


Dirinya semakin khawatir.membaca tulisan yang menyatakan bahwa yang membuat lelaki terikat bukan kecantikan, kesetiaan atau kelebihan tetapi jika wanita itu bisa menjadi yang mereka inginkan baru mereka bis merasa terikat dan setia.


Dean ingin dia bisa melayani seperti Sinta yang dia kenal atau mungkin seperti Martha.


Tapi bagaimana kalau dia tidak bisa seperti Sinta atau Martha?


Bagaimana jika dia tidak bisa menjadi wanita yang dia inginkan?


Apakah dia akan meninggalkannya begitu saja? Atau kembali mengkhianatinya?


Sinta memandangi bunga dan hadiah yang diberikan Dean kepadanya. Dia menyukai semua perhatian dan pemberian Dean.


Hanya saja dia meragukan apakah Dean akan tulus mencintainya? Selalu setia. Dan apakah dia wanita yang Dean inginkan?


Bagaimana kalau dia tidak bisa memenuhi harapan Dean? Apakah dia menghadapi pengkhiatan Dean kembali dan harus memaafkannya kembali agar mereka tetal bersama? Atau meminta cerai karena tidak tahan dengan rasa sakit dan luka yang ditorehkan kepadanya.


Dia tidak ingin jatuh cinta pada orang yang salah. Memberikan atau menitipkan hatinya pada cinta yang salah.


Kehidupan cinta dan karirnya sama sekali berbeda dan bertolak belakang.


Apakah memang wanita sepertinya akan mengalami kesulitan dalam hubungan percintaan dan gagal?


Akankah pernikahannya menjadi kamuflase? 


Mereka tidak benar-benar bisa mengikat jiwa dan hati mereka satu sama lain walaupun mereka terikat dalam pernikahan?


Yang membuat Dean memperistrinya karena untuk mendapatkan warisannya.


Dean tidak benar-benar mencintainya. Image sebagai pelacur favoritenya dan digunakan untuk mengambil warisannya dari kakeknya. Membuat Dean memilihnya menjadi isteri.


Kenyataan bahwa jabatannya bisa melindungi kelangsungan perusahaan keluarga Dean. Membuat kedua mertuanya juga Dean tidak memiliki pilihan lain.


Apa yang harus dia lakukan?


Sinta tidak ingin memikirkan masalah percintaannya. Memilih fokus pada pekerjaan dan karir politiknya.


Hubungannya dengan Dean lebih mirip sahabat daripada kekasih apalagi suami isteri.


Dean kerap menceritakan mengenai keseharian dan pekerjaannya. Demikian juga Sinta.

__ADS_1


Pekerjaannya menuntut konsentrasi penuh. Membuatnya seringkali harus mengabaikan banyak hal yang bisa mengganggu pikirannya. Terutama perasaannya.


Masing-masing tenggelam pada kesibukan masing-masing.


"Aku akan mengajakmu nonton. Bagaimana?" Tanya Dean ketika menelpon Sinta.


"Ok!"


Film tersebut sangat romantis. Seharusnya bisa menggugah perasaan Sinta. 


Tetapi ibarat kopi yang sudah dingin. Atau mungkin trauma membuat orang mati rasa.


Memaafkan memang membuat mereka tetap bersama tetapi kepercayaan dan trauma membayangi.


Ketika hubungan rusak. Bertahan ataukah berpisah? 


Tetapi hubungan mereka yang saling memanfaatkan membuat mereka tidak memiliki pilihan.


Hubungan berdasarkan kepentingan. Selama kepentingan tersebut berlangsung maka mereka akan saling bertahan.


Jika kepentingan sudah tidak ada. Dean sudah mendapatkan warisannya. Sinta juga sudah tidak menjabat lagi.


Mungkin seperti makanan dan minuman yang sudah ekspired. Tidak bisa digunakan atau disimpan lagi. Harus dibuang.


"Mengapa kau begitu dingin? Banyak hal yang berubah darimu. Apakah karena pekerjaanmu?"


"Aku tidak tahu."


Semua terasa aneh dan mendadak buat Dean. Karena dia tidak memahami transmigrasi yang terjadi pada Sinta.


"Apakah hubungan kita selamanya saling memanfaatkan satu sama lain?"


"Aku tidak tahu. Menurutmu?"


"Dulu kau memanfaatkanku untuk mendapatkan sejumlah uang. Aku menikahimu untuk mendapatkan warisan dari kakekku. Orang tuaku memanfaatkanmu untuk melindungi usaha mereka. Kita bersama karena sejumlah kepentingan."


"Maksudmu tidak seperti kau dan Martha? Cinta sejati?"Sinta menjawab dengan ketus.


"Aku tidak mengatakan Martha cinta sejati. Berapa kali kukatakan aku bertemu dengannya tidak sengaja. Kau tidak pernah melayaniku sama sekali sejak kita menikah."


"Sekarang kau menyalahkanku untuk pengkhianatan yang kau lakukan?"


"Aku tidak menyalahkanmu. Aku hanya merunut kejadian yang terjadi di antara kita. Apa bisa tumbuh cinta dengan hubungan yang saling timbal balik seperti ini?"


"Saling memanfaatkan maksudmu? Kau ingin bercerai?"


"Kau tahu itu tidak mungkin."


"Lalu apa maumu?"


"Memperbaiki hubungan kita seperti dulu. Sebelum kita menikah."


"Pelacur bayaran?"


"Bukan seperti itu maksudku. Kau ingin semua dari awal lagi tapi kau tidak menunjukan tanda-tanda bahwa kau menyambut semua niat baikku."


Walaupun mereka seperti sahabat tapi mereka sangat sulit untuk berbicara hati ke hati mengenai hubungan mereka berdua.

__ADS_1


"Aku bukan Martha. Selamanya tak akan bisa menjadi Martha."


"Kau tidak perlu menjadi Martha. Kembalilah seperti Sinta yang kukenal."


"Aku tidak tahu bagaimana cara menjadi Sinta yang dulu. Bagaimana kalau aku tidak bisa kembali seperti dulu?"


"Apa maksudmu kau tidak bisa kembali seperti dulu?" Nada Dean gusar.


"Orang berubah. Bagaimana kalau aku tidak bisa seperti dulu?"


"Sudahlah! Kita jalani saja yang ada dulu. Tidak usah kita bicarakan. Hanya menambah ketegangan. Hidup penuh dengan ketidakpastian."


Sesampainya di rumah. Mereka masuk menuju kamar tidur. Sinta membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya. Bersiap naik ke tempat tidur. Membaca novel yang dibelinya.


Dean sendiri memutuskan untuk bekerja sebelum membersihkan tubuhnya dan tidur.


Sinta merasakan ketegangan yang sedang dialami oleh tokoh novelnya. Seseorang mengincarnya dan bermaksud dengan membunuhnya.


Cerita semakin menegangkan. Sang pembunuh bergerak semakin dekat dan….


"Sin…."


"Aaahhhhhhggg…."


Sinta berteriak histeris.


"Kau kenapa sih? Kayak orang mau diperkosa."


Sinta memukul Dean.


"Kau membuatku kaget! Anna akan dibunuh."


"Anna? Astaga! Tokoh yang kau baca? Kupikir kau takut kuperkosa!"


Dean tertawa terbahak.


"Tidak lucu! Awas mesum! Kalau kau ingin tidur di karpet."


"Aku sudah bersabar. Kupikir aku harus lebih memaksamu."


"Apa maksudmu?"


Sinta lupa akan taktik pura-pura kesurupan karena sudah lama Dean tidak pernah mengganggunya.


"Kau jangan kurang ajar!"


"Aku bukan kurang ajar. Tapi lebih praktis saja!"


Sinta memandang dengan wajah ngeri dan terintimidasi.


"Kau akan menyukainya! Percayalah padaku."


"Kau jangan macam-macam."


Dean merangsek maju. Tidak mempedulikan penolakan dan ketakutan Sinta.


Selang beberapa lama. Sinta jatuh tersungkur.

__ADS_1


"Sin …sin… Kamu kenapa?"


Sinta pingsan.


__ADS_2