
Cahaya secepat kilat berkelebat begitu saja. Memasuki sesuatu. Ibarat teh tarik yang dikeluarkan dari cangkir yang satu dan dipindahkan ke cangkir yang lain.
Gadgetnya berbunyi dan tertulis pesan mengabarkan kepulangannya setelah selesai mengurus jenasah yang akan dimakamkan besok.
Tidak ada yang bisa memajukan dan memundurkan ajal. Jika memang sudah waktunya pasti akan terjadi.
Kadang kematian juga bisa berarti membebaskan seseorang dari keadaan yang membelenggunya. Bisa juga sebagai tempat peristirahatan terakhir.
Kematian tidak selalu bermakna buruk. Seringkali kematian menyelamatkan seseorang dari keburukan.
Tidak ada seorang pun menantikan nada kematian. Tetapi juga bukan berarti menghindar atau lari dari sesuatu yang akan terjadi pada setiap manusia.
Karena tidak satu pun makhluk bisa menghindar dari kematian.
Semua manusia dan makhluk lainnya sudah memiliki takdir yang tertera di Laufuz Mahfuz.
Ada empat ketentuan yang ditiupkan pada setiap manusia. Ketika mereka berada dalam kandungan ibu mereka. Saat usia kehamilan ibu mereka mencapai usia kandungan empat bulan. Ajal, jodoh, lahir dan rejeki.
__ADS_1
Kematian adalah elegi. Bahkan sebagian merupakan tragedi. Yang paling menyakitkan dari kematian adalah kau akan merasakan kehilangan orang yang kau sayangi dan cintai sepanjang hidupmu.
Kau tidak akan pernah lagi bisa melihat, berbicara atau menyentuh mereka lagi.
Selama apapun hidup yang diberikan kepada orang yang kita sayangi atau cintai. Ketika mereka pergi semua menjadi tidak cukup. Seakan mereka hanya berada di dalam hidupmu sekejap saja.
Semua berubah menjadi kenangan dan memori. Hanya waktu yang bisa mengobati rasa rindu dan kehilangan yang terus menderamu.
Paling membahagiakan sekaligus menyakitkan ketika bertemu mereka di alam mimpi serta bisa melepaskan semua rasa rindu tersebut. Kemudian kau menyadari semua hanyalah mimpi. Kau tidak benar-benar bertemu, berbicara dan atau menyentuh mereka.
Dan tak seorang pun siap ketika mereka menghadapi kematian orang yang mereka sayang dan cintai.
Kematian berbeda dengan kelahiran. Sebagaimana pernikahan dan perceraian.
Kita menyambut pertemuan dengan tawa dan bahagia tetapi melepas perpisahan dengan tangis dan duka lara.
Air mata yang diteteskan pun berbeda. Yang satu kebahagiaan sedangkan yang satu kesedihan.
__ADS_1
Yang paling membuatmu sedih, berduka dan lara. Dan kau tidak berdaya dibuatnya. Hanya bisa menerima tanpa bisa mengubah atau melawan kenyataan. Selamanya. Sampai kapan pun. Tidak peduli berapa lama waktu berlalu. Betapa banyak hal terjadi dalam kehidupanmu. Betapa dalam kesedihan yang kau rasakan. Terpahat di dalam dada. Mengukir kebekuan air mata. Memahat serta mematri jiwamu dalam duka lara abadi.
Yang ditorehkan takdir padamu begitu saja. Mengucurkan luka dan perih. Silih berganti.
Kau tidak akan pernah lagi bertemu, berbicara dan melakukan apapun dengan mereka.
Semua akan menjadi kenangan. Yang dikenang sepanjang masa tanpa pernah bisa kembali lagi.
Tidak ada duka yang abadi. Semua pada akhirnya akan berhenti dan berakhir.
Sebagaimana musim gugur hanya berlangsung empat bulan. Musim dingin yang mengigit juga hanya berlangsung selama empat bulan.
Tempat ini juga sangat familiar. Penthouse yang dikenalnya dengan sangat baik. Memandang ke dalam cermin yang merefleksikan bentuk tubuhnya yang seksi. Wajahnya yang lugu, innocent dan cantik. Membuat siapa pun yang melihatnya menjadi iba, jatuh cinta serta tak tega.
Wajah yang dilihatnya bercinta dengan suaminya, sekarang menjadi miliknya.
Omg! Aku bertransmigrasi lagi. Kali ini ke tubuh Melati….
__ADS_1