Mawar Besi Dan Luka

Mawar Besi Dan Luka
Tersangka


__ADS_3

Sinta resmi menjadi tersangka karena bukti sidik jari pada piring dan gelas juga kesaksian palsu pelayan restaurant.


Dean menyewa detektif swasta untuk menemukan bukti atau fakta baru.


"Aku akan berusaha membebaskanmu!"


"Sidik jariku ada di gelas dan piring. Belum kesaksian yang sangat memberatkanku. Kasusku terlalu berat."


"Aku akan mengusahakannya."


"Mengapa kau mempedulikanku? Aku tidak pernah melayanimu sebagai isteri. Aku juga membuat simpananmu tewas."


"Kau isteriku. Sebelum kau berubah. Kau selalu menjadi favoriteku. Untuk apalagi kau bahas?"


"Aku tidak ingin berhutang budi padamu."


"Aku suamimu. Hutang budi apa? Apa kau ingin mengungkit semua yang kau lakukan untuk keluargaku ketika menjabat?"


"Tidak. Aku hanya tak ingin hubungan pura-pura kita terus berlanjut. Aku tidak bisa melayanimu dan kau tidak setia. Tidak ada yang bisa kita pertahankan."


"Kau tidak bisa melayaniku karena belum mencintaiku. Aku tidak bisa setia padamu karena tidak mau menunda kebutuhanku."


"Bagaimana kalau aku tidak pernah mencintaimu dan tidak bisa melayanimu selamanya?"


"Salah satu fungsi isteri memang untuk melayani suami. Tapi bukan hanya itu fungsi isteri. Sebagai suami kalau aku hanya berorientasi pada fungsimu. Begitu kau tidak berfungsi maka kau tidak bernilai bagiku. Kau tanggung jawabku. Aku juga memiliki kewajiban untuk melindungi dan menjagamu."


"Jangan kau pikir aku akan langsung jatuh cinta padamu. Hanya karena kau mengucapkan kalimat yang baik dan manis."


"Kau tahu? Air bisa membedakan perlakuan baik dan buruk. Apalagi manusia. Kalau aku bersikap baik hanya agar kau membalas cintaku. Begitu kau membalasnya, aku tidak akan melakukannya lagi. Berbuat baik bukan karena akan mendapatkan balasan yang baik atau apa yang kita inginkan bisa terpenuhi. Berbuat baik karena kita merasa bahwa memang hal itu yang harus kita lakukan. Life is like boomerang, what you throw in life is what will return to you."


"Apa maksudmu?"


"Martha mendapatkan karma dari perbuatannya sendiri. Aku juga mendapatkan konsekuensi dari perbuatanku. Aku menjadikan kau sebagai objek seksualku dan menikahimu. Sebagai pelacur kau tidak butuh cinta melainkan uang tetapi sebagai isteri kau membutuhkan cinta untuk bisa melayaniku sebagai suami."


"Kau masih memikirkan Martha?"


"Bukan seperti yang kau pikirkan. Aku melakukan kesalahan. Dia sangat membenci dan terobsesi denganmu. Karena aku memberikannya kesempatan untuk itu. Seandainya aku setia. Semua ini tidak akan terjadi."


"Situasi kita sangat berat. Kau tidak mendapatkan hakmu sebagai suami."


"Bukan alasan aku dapat berlaku buruk padamu. Tetap saja aku tidak setia padamu. Setiap pasangan memiliki masalah mereka masing-masing. Like I said, life is boomerang, what you give, you get."


"Aku tidak berpikir panjang ketika menukar makanan dan minuman. Aku tidak tahu racunnya semematikan itu. Pelayan restaurant sudah memberikan susu tapi tidak mempan."

__ADS_1


"Martha sangat membencimu. Dia tidak menyukai melihat semua yang kau miliki sangat mengganggunya. Walaupun kau tidak mengganggunya justru dia mengganggu apa yang kau miliki. Tetapi dalam perspektivenya kau yang mengganggu dan menyakitinya."


"Dia bisa mengambilmu dariku karena salahku juga."


"Jika kau memiliki kendaraan yang tidak pernah kau gunakan. Pencuri mengambil kendaraanmu dengan alasan kau tidak memakainya. Bagaimana pendapatmu?"


"Apa maksudmu?"


"Apakah aku boleh mengambil barang-barang yang tidak kau gunakan?"


"Tentu tidak boleh. Itu namanya mencuri."


"Kalau aku meminta dan kau memberikannya?"


"Tentu boleh. Aku sudah mengijinkan kau untuk memakainya."


"Apa yang terjadi pada kita berdua. Adalah kesalahan kita berdua. Kita akan memperbaikinya."


Sinta menganggukkan kepalanya. Menyetujui perkataan Dean. 


"Apa rencanamu?"


"Aku akan menyewa jasa detektif swasta untuk menyelidiki latar belakang pelayan restaurant itu. Aku mencurigainya."


"Dia terlihat panik ketika melihat keadaan Martha. Mungkin dia mengira dia melakukan kesalahan? Begitu mengetahui ada sidik jari di piring dan gelas. Dia langsung mengatakan bahwa aku yang menyuruhnya. Bernegosiasi dengan polisi memberikan kesaksian palsu untuk membebaskannya dari penjara dan memasukkanku ke penjara."


"Kesehariannya sebagai pelayan restaurant."


"Itu pekerjaannya tapi karakternya?"


"Kau ingin menyelidiki karakternya?"


"Tentu. Kau pikir semua ini bisa terjadi kalau dia tidak menyetujui melakukannya?"


"Kasualitas?"


"Ya. Apakah kau mengenalnya?"


"Tidak. Mengapa?"


"Aku berpikir apakah dia sakit hati dan ingin balas dendam padamu. Tapi kau tidak mengenalnya. Mungkinkah dia mengenalmu tapi kau sebaliknya?"


"Aku tidak tahu."

__ADS_1


"Mengapa mereka bekerja sama ingin membunuhmu. Apakah kau pernah menyakiti mereka berdua?"


"Aku mengenal Martha karena dia mengajukan tuntutan pelecehan seksual padamu. Mengajakku makan siang untuk bertemu muka. Aku baru mengenal pelayan itu ketika Martha sekarat. Dia mengantarkan segelas susu untuk Martha."


"Kau tidak mengenal mereka sebelumnya?"


"Tidak."


"Aku tidak bisa menyelidiki atau menginterogasi Martha karena sudah meninggal. Tetapi aku masih bisa menyelidiki pelayan restaurant tersebut. Mungkinkah kau pernah menyinggungnya tanpa sengaja?"


"Aku tidak tahu menahu restaurant yang Martha rekomendasikan padaku untuk makan siang bersamanya. Apakah mungkin dia pernah bekerja di sebuah rumah makan yang aku kunjungi dan tanpa sengaja aku berlaku tidak sopan?"


"Seharusnya walaupun kau melakukan hal yang tidak sopan. Tetap tidak dibenarkan untuk membunuh. Bagaimana menurut pendapatmu setiap orang sakit hati mereka melakukan pembalasan bahkan membunuh?"


"Mungkin permusuhan di antara mereka tidak akan berakhir apalagi padam kalau tidak saling memaafkan. Seperti kucing dengan anjing. Kucing dengan tikus?"


"Aku tidak bisa mengingat pelayan restaurant tersebut. Mungkin aku bertemu dengannya di suatu tempat tetapi aku tidak dapat mengingatnya sama sekali."


"Kau tidak mungkin mengingat setiap orang yang berhubungan denganmu. Itu sudah pasti."


Detektif swasta yang disewa Dean menemukan fakta bahwa pelayan restaurant tersebut mengenal Martha.


"Dia mengenalnya."


Detektif swasta mengangsurkan gadget milik Martha yang dimintanya dari Dean.


"Kau baca saja whatsappnya. Aku juga menanyai sekitar tempatnya bekerja dan tinggalnya. Ada beberapa yang mengenali foto Martha yang kutunjukkan kepadanya. Bahkan tetangganya berkata pernah melihat Martha menginap di tempatnya."


Sialan kau Martha! Dasar wanita binal!


Dean mengumpat dalam hati mendengar Martha dan pelayan restaurant tersebut menginap di kediaman pelayan tersebut.


"Aku ingin bukti yang lebih banyak. Aku akan menghubungi pengacaraku agar melakukan penyidikan resmi untuk membebaskan Sinta dari semua tuduhan tersebut."


Dean berbicara dengan pengacaranya.


"Aku ingin kau membebaskan isteriku dari segala tuduhan. Pelayan tersebut mengenal Martha. Mereka merencanakan pembunuhan terhadap isteriku. Isteriku menukar makanan dan minuman yang sudah diracuni. Apakah itu salah?"


"Tahu darimana isterimu kalau dia akan dicelakai?"


"Dia hanya berhati-hati karena Martha adalah wanita simpananku. Wajar saja kan berhati-hati. Tidak mungkin orang akan meracuni diri mereka sendiri kecuali berniat bunuh diri."


"Aku akan memeriksa kasus isterimu dengan seksama."

__ADS_1


"Terima kasih."


 


__ADS_2