Mawar Besi Dan Luka

Mawar Besi Dan Luka
Bebas Murni


__ADS_3

Detektif swasta mencuri gadget milik pelayan restaurant yang disembunyikan dari penegak hukum. Sehingga tidak dimasukkan ke dalam bukti penyidikan.


Mengetahui keberadaan gadget tersebut dari kesaksian salah seorang pelayan yang mengatakan bahwa pelayan restaurant memiliki dua gadget.


Yang satu sering digunakan sedangkan yang satu hanya untuk keperluan dan orang tertentu.


Dari kesaksian rekan kerja pelayan restaurant. Dia bisa mengetahui bahwa gadget tersebut berada di dalam rumahnya. Disimpan dalam laci meja di dalam kamarnya. Rekan kerjanya mengetahui ketika menginap di rumahnya dan melihat pelayan restaurant tersebut menggunakan gadget yang berbeda dengan yang digunakannya setiap hari.


Gadget yang diserahkan kepada penyidik adalah gadget yang digunakan setiap hari. Dan tidak ada nomor kontak Martha di dalam gadget tersebut. Isi percakapannya pun biasa. Tidak ada yang istimewa. 


Berbeda dengan gadget yang tersimpan di dalam laci di meja kamarnya. Di dalam gadget tersebut. Terdapat percakapan tentang pembelian sianida antara Martha dan pelayan restaurant.


Memeriksa dengan teliti isi gadget pelayan restaurant tersebut.


Ada bukti pembelian sianida di toko online shopping milik pelayan restaurant.


Ada bukti percakapan juga antara pelayan restaurant dengan penjual toko kimia, sianida.


Pak, ada sianida gak?


Buat apa pak?


Tanaman apel saya.


Kirain buat ngeracunin orang


Bapak bisa aja.


Masih ada pak stoknya


Ok, pak terima kasih


Bukti pembelian juga dilengkapi dengan bukti pengiriman ke rumah pelayan restaurant.


Sedangkan bukti whatsapp antara Martha dengan pelayan restaurant juga tersimpan di dalam gadegt yang dicurinya.


[Aku ingin kau meracuni wanita ular tersebut!]


[Mengapa kau ingin membunuhnya?]


[Pacarku tidak mau menikahiku dan menyamakan hakku dengannya karena dirinya. Dia harus mati. Aku baru tenang kalau dia sudah pindah alam. Aku yakin aku akan segera menjadi nyonya Dean."


[Apa keuntunganku membantumu?]


[Apa yang kau inginkan dariku?]


[Apa yang bisa kau berikan?]


[Apa yang kau inginkan?]


[Rumah senilai 11 milyar.]


[Baik]

__ADS_1


[Ok]


Detektif swasta mendiskusikan hasil temuannya kepada Dean dan pengacara yang disewa Dean.


"Apakah bukti-bukti ini cukup?"


"Bukti ini semakin menguatkan. Bahwa memang Martha dan pelayan restaurant tersebut berkonspirasi hendak membunuh Sinta."


"Berarti isteriku bisa bebas dari tuntutan hukum yang sedang dihadapinya."


"Aku akan menggunakan bukti ini untuk menekan pelayan restaurant untuk memberikan kesaksiannya secara resmi. Aku akan meminta ijin pengadilan sehubungan hal tersebut."


"Jadi maksudmu?"


"Bukti-bukti ini dan kesaksian dari pelayan restaurant tersebut akan membebaskan isterimu dari tuntutan hukum. Aku akan memberikan kompensasi mengurangi masa hukumannya kalau dia mau bersaksi dan bekerja sama."


"Maksudmu, statusnya naik menjadi tersangka?"


"Begitulah. Dia yang meracuni makanan dan minuman tersebut. Kalau Sinta tidak menukarnya. Maka Sinta yang sudah almarhum bukan Martha. Aku akan menuntut pelayan restaurant sebagai kaki tangan tersangka pembunuhan."


Pengacara tersebut menginterogasi pelayan restaurant.


"Apakah kau masih mau mangkir dengan bukti-bukti tersebut? Pembicaraanmu dengan Martha lewat whatsapp. Bukti pembelian sianida ke alamat rumahmu?"


"Kau mau menakut-nakuti? Yang menyuruhku membunuh Martha adalah Sinta."


"Hentikan omong kosong ini! Baik kau akan kutuntut dengan pasal 340 KUHP. Ancaman hukumannya hukuman mati. Bagaimana?"


"Kau mengancamku?"


"Lima tahun."


"Tujuh tahun. Take it or leave it!"


"Ok. Aku akan bersaksi."


"Bagus. Semua kesaksianmu akan dilakukan di bawah sumpah di pengadilan. Berdasarkan pasal 184 (1) KUHAP, Undang-undanf nomor 8 tahun 1981.


"Baik."


Karena korban tewas maka kesaksian beralih kepada terdakwa yaitu Sinta.


Sinta disumpah sebelum diambil kesaksiannya.


“SAYA BERSUMPAH/BERJANJI BAHWA SAYA AKAN MENERANGKAN DENGAN SEBENARNYA DAN TIADA LAIN DARI PADA YANG SEBENARNYA,” “SEMOGA TUHAN MENOLONG SAYA.”


"Saudara terdakwa, apakah saudara bisa menjelaskan bagaimana kronologis kejadian yang terjadi ketika peristiwa kematian korban Martha terjadi?"


"Martha menghubungi saya. Dia meminta saya untuk bertemu dengannya di restaurant tempat Martha meregang nyawa."


"Apakah dia mengatakan apa tujuannya ingin bertemu anda?"


"Tidak. Dia hanya mengatakan ingin bertemu."

__ADS_1


"Ceritakan secara lengkap saat anda bertemu dengannya di restaurant?"


"Saya mendatangi restaurant dan Martha sudah menunggu di meja yang sudah dibookingnya sebelumnya. Kami saling menyapa. Kemudian Martha memesankan makanan dan minuman untuk kami berdua. Pelayan mengantarkan makanan dan minuman. Kemudian Martha mendapatkan telepon. Seseorang ingin bertemu dengannya dan menunggu di luar restaurant. Ketika Martha keluar restaurant. Saya menukar makanan dan minuman milik saya dengan Martha."


"Mengapa anda melakukan itu?"


"Naluri saja. Karena Martha adalah wanita simpanan suami saya. Saya hanya berjaga-jaga."


"Maksud anda, anda sudah mencurigai korban akan meracuni anda?"


"Tidak secara pasti. Tapi saya hanya berusaha melakukan apa yang menurut saya saat itu benar."


"Baik. Jadi anda tidak ada niat untuk membunuhnya ketika menukar makanan dan minuman tersebut. Hanya melakukannya secara naluriah. Karena akan bertemu dengan wanita simpanan suami anda."


Saksi selanjutnya, pelayan restaurant. Disumpah juga sebelum memberikan kesaksiannya.


"Di BAP anda menyatakan bahwa anda disuruh ibu Sinta yang mengancam anda untuk meracuni korban."


"Benar."


"Bagaimana kesaksian anda saat ini?"


"Kesaksian saya di BAP berbeda karena saat itu saya dalam keadaan panik. Saya tidak siap menjadi tersangka pembunuhan. Saya memberikan kesaksian palsu untuk membebaskan saya dari tuduhan."


"Baik. Bagaimana kesaksian anda saat ini?"


"Bu Martha meminta saya meracuni bu Sinta."


"Kenapa bu Marta meminta anda meracuni bu Sinta?"


"Karena bu Martha merasa bahwa pak Dean tidak mau menikahinya dan memberikan hak yang sama dengan bu Sinta karena keberadaan bu Sinta."


"Maksudnya, kalau bu Sinta meninggal maka pak Dean akan menikahi bu Martha. Bu Martha akan mendapatkan haknya?"


"Keberatan! Pengacara mengarahkan saksi dan memberikan kesimpulan sepihak."


"Keberatan diterima! Jangan mengarahkan saksi dan memberikan kesimpulan sendiri."


"Baik, pak Hakim. Saya tarik kata-kata saya. Saudara saksi bu Martha meminta anda meracuni bu Sinta karena ingin menjadi nyonya Dean?"


"Betul."


"Ada bukti dari gadget yang tidak diserahkan ke penyidik dimana dalam gadget tersebut tertera kata-kata dari bu Martha dalam bentuk whatsapp bahwa yang bersangkutan meminta saudara saksi meracuni bu Sinta karena ingin menjadi nyonya Dean."


Pengacara maju ke meja hakim memberikan bukti percakapan whatsapp yang dimaksud.


Persidangan berjalan dengan lancar. Kesaksian, perlawanan dan pembelaan diberikan kepada masing-masing pihak.


Sinta yang dituntut dengan pembunuhan berencana pasal 340 KUHP oleh jaksa penuntut umum dinyatakan bebas murni.


Berdasarkan kesaksian pelayan restaurant dan bukti whatsapp milik pelayan restaurant serta bukti pembelian sianida di online shop.


Sebagai gantinya, pelayan restaurant berdasarkan negosiasi yang dilakukan dengan pengacara. Statusnya yang semula saksi karena kesaksian palsunya mengatakan bahwa dia terpaksa meracuni Martha karena tekanan dari Sinta yang mengancam akan membunuhnya dan keluarganya jika tidak ingin mengikuti kehendaknya. 

__ADS_1


Berubah menjadi terdakwa. Mengubah kesaksian palsunya. Mengakui konspirasinya bersama Martha berdasarkan bukti percakapan whatsapp antara dirinya dengan Martha serta bukti pembelian sianida di toko online shop di dalam gadget yang sama.


__ADS_2