Mawar Besi Dan Luka

Mawar Besi Dan Luka
Cinta


__ADS_3

Menjadi seorang isteri tidak seberat yang dibayangkan sebelumnya. Walaupun dia tidak bisa mengingkari rasa sakit yang dirasakannya.


Tetapi melihat suaminya puas berhubungan intim dengannya. Membuatnya merasa bisa menjalankan kewajibannya sebagai isteri.


Walaupun sebelumnya. Semua terasa sangat menakutkan. Sinta merasa lebih rileks saat bersama Dean. Tidak seperti sebelumnya. Dia merasa Dean seperti monster atau ancaman yang sangat menakutkan. 


Mungkin karena dia belum pernah mengetahui dan merasakan seperti apa berhubungan intim sehingga membuatnya sangat takut.


Dia sudah tidak merasa terintimidasi dengan Dean dan mereka bisa membicarakannya secara terbuka.


"Aku belum bisa menikmatinya." Sinta berterus terang.


"Apa maksudmu belum bisa menikmatinya? Kau memalsukan orgasmemu?"


Dean tidak tahu bahwa Sinta yang dia kenal berbeda dengan Sinta yang sekarang menjadi isterinya.


"Begitulah!" Sinta memutuskan untuk berbohong karena dia tidak tahu apa yang dirasakan Sinta sebelum dia bertransmigrasi.


Awalnya Sinta tidak dapat merasakan nikmat apalagi kepuasan dalam berhubungan intim. Kerap merasa nyeri dan perih. Tapi dengan berjalannya waktu. Dia dapat menjalani kewajibannya sebagai isteri dengan baik. Bisa menikmatinya dan mulai bisa merasakan kepuasan dalam berhubungan intim.


Sinta memiliki kebiasaan baru. Dia sangat suka memeluk Dean dan mencium pipinya. Merasa hubungan mereka semakin dekat. Rasa sayangnya tumbuh dengan subur.


Sedangkan Dean sendiri semenjak mereka berhubungan sebagai suami isteri. Lebih suka pulang lebih cepat dari biasanya.


Dia sudah berada di rumah sejak jam tujuh atau delapan atau paling lama sembilan.


Sesampai di rumah. Dia akan beristirahat sejenak. Membersihkan tubuhnya. Mengajak Sinta berhubungan intim sebelum mereka tidur.


Mereka akan mengulanginya lagi ketika pagi hari sebelum dia berangkat bekerja.


Jika lelaki butuh dihargai maka wanita butuh dilindungi dan dimengerti.


Walaupun Dean tidak menyukai kegiatan berbelanja kecuali kalau merasa butuh saja. Tetapi dia tidak keberatan menemani Sinta berbelanja.


Dean menyadari bahwa kenyamanan isterinya adalah diperhatikan dan dicintai. Sedangkan sebagai timbal baliknya. Dia akan mendapatkan penghormatan dan pelayanan dari isterinya.


Sinta sendiri mulai merasa nyaman dengan Dean. Kerap mencurahkan semua keluh kesahnya.

__ADS_1


"Aku merasa kau sangat pengertian dan juga sabar." 


"Tidak juga sebenarnya. Tapi aku ingin kau merasa nyaman. Aku tidak suka berbelanja sebenarnya. Apalagi caramu berbelanja kerap membuatku gila. Tapi aku memahami bahwa hal itu adalah kebutuhanmu. Kau merasa nyaman. Mood juga perasaanmu menjadi baik."


"Kau juga menjadi baik setiap kali kita berhubungan intim."


"Ya, seperti itu. Kau kan juga tidak selalu menikmatinya tetapi karena hal itu kebutuhanku. Kau mau kan mengalah untukku."


"Yeah. Tentu mengapa tidak?"


"Aku juga demikian. Lama-lama aku juga bisa menikmatinya. Sama kan sepertimu?"


Sinta menganggukkan kepalanya.


"Suami isteri harus saling menenggang dan mengerti kebutuhan masing-masing." Sinta meletakkan barang yang tidak jadi dibelinya. Dan mengambil yang lainnya, "Menurutmu bagaimana? Bagus tidak warnanya?"


"Bukan warna kesukaanku tapi kupikir kau akan menyukainya karena itu kan warna kesukaanmu."


Sinta mencium pipi suaminya dengan mesra.


"Kau baik sekali!"


"Begitu saja baik. Aku 'kan tidak memberikan apapun kepadamu."


"Tapi kau memberikan pendapatmu dan kau benar. Aku memang menyukai warnanya karena warna kesukaanku."


Mereka kerap saling mencurahkan perasaan satu sama lain. Membuat hubungan mereka menjadi semakin nyaman.


"Kupikir suami isteri itu lebih kepada teman hidup. Ya kan?" Sinta membayar barang yang dibelinya di kasir.


"Manusia tanpa pasangan akan terasa sepi. Tidak ada yang memperhatikan dan menyayangi mereka seperti pasangan mereka."


"Orang tua, saudara, pasangan dan anak membuat hidup seseorang tidak terasa sepi dan sendirian."


"Teman."


"Yeah, teman dan sahabat juga semakin melengkapi."

__ADS_1


"Apalagi hidup itu terkadang kejam. Mereka melihat manusia lain apakah bermanfaat atau tidak? Tidak mempedulikan kebutuhan mereka atau karakteristik mereka. Tetapi kalau kau memiliki pasangan, orang tua, saudara dan teman mereka mau mengerti tentang dirimu dan begitu juga engkau kepada mereka."


"Intinya hidup akan sangat sepi jika kita tidak memiliki orang yang kita sayangi dan menyayangi kita kembali."


"Aku sebenarnya takut menyerahkan hatiku padamu. Apalagi setelah kau mengkhianatiku."


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengkhianatimu."


"Aku tahu. Aku juga memiliki salah. Tidak mau menjalankan kewajibanku sebagai isteri. Tetapi itu karena aku belum bisa mempercayaimu. Aku takut, habis manis sepah dibuang."


"Langit tidak selalu menjanjikan biru. Begitu juga cintaku padamu. Cinta kita berliku. Tapi apapun itu. Aku selalu berusaha agar bisa selalu bersamamu."


"Kita lihat saja nanti. Tidak perlu berjanji. Tidak ada yang bisa mencuri hati."


"Cinta adalah takdir ilahi. Tidak ada yang bisa berjanji atau mengingkari. Seperti halnya merpati yang tidak pernah ingkar janji…."


"Setia dan cinta adalah kata kerja. Semua tidak akan bisa menjadi asa dan realita jika tidak ada usaha. Manusia berusaha sedangkan Tuhan menentukan semua. Semoga kita selalu ditakdirkan bersama dalam suka dan duka."


"Semua wanita pasti akan merasa takut salah mempercayai cinta mereka pada pria yang salah. Karena pria yang salah hanya tahu mematahkan tanpa tahu bagaimana menjaga. Sedangkan pria yang sempurna tidak tahu bagaimana mematahkan dan hanya tahu menjaga."


"Kupikir kesempurnaan cinta adalah kesetiaan. Perasaan bisa berubah seperti cuaca tetapi selama langit masih tetap berdiri. Sebagaimana kesetiaan tetap kokoh maka bagaimana pun perubahan cuacanya. Atau jika hal itu berkaitan dengan cinta. Bagaimana fluktuasi perasaannya. Semua akan baik-baik saja. Karena jika langit sudah enggan berdiri sebagaimana kesetiaan enggan berada. Maka akan terjadi kiamat atau perpisahan atau keretakan dalam hubungan.


Seperti gading yang retak. Tidak akan bisa kembali lagi seperti semula.


Cinta adalah kepercayaan.Cinta adalah kesetiaan. Cinta juga perasaan. Cinta juga kebersamaan.


Cinta memang tidak selalu memiliki. Tetapi bukan berarti mereka yang mencintai tidak ingin membersamai.


Hubungan Sinta dan Dean semakin dekat ketika mereka sudah menjalankan kewajiban mereka satu sama lain.


Mengikat tidak hanya raga tetapi juga jiwa mereka. Hati mengikat raga. Raga mengikat jiwa. Jiwa mengikat cinta. Cinta mengikat rasa. Rasa mengikat setia.


Suami isteri sendiri. Saling melengkapi. Mereka tidak berjalan sendiri-sendiri.


Ibarat senyawa kimia. Pasangan suami isteri itu bukanlah atom atau radikal bebas tetapi molekul.


Belahan jiwa yang saling terhubung satu sama lain. Bahkan bisa saja mereka saling bertelepati. Seperti koneksi sinyal internet. Jauh dekat bisa tetap saling terhubung.

__ADS_1


Kebersamaan menjalin kedekatan. Perlekatan. Magnet yang saling tarik menarik. Dua kutub yang saling berbeda tetapi saling tarik menarik dengan kuat dan menempel satu sama lain.


Orang bisa saja beretorika tentang cinta. Tapi cinta sudah pasti adanya dan akan menemukan jalannya. Seperti cinta Dean dan Sinta yang berliku. Jika sungai aja ada muaranya apalagi cinta?


__ADS_2