Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 11 : baju pengantin pembawa kesialan


__ADS_3

Saat Ilona berbalik dan melihat ke belakang, Marvin dan Noe berserta pengawal yang lain sudah duduk di pojokan sedang kan, bibi Ajeng entah kapan sudah ada di depan bersama Paman Feng menunggu Ilona ke atas .


[ Hehehe kesempatan...Nih ]


La langsung memutar otak , berlari ke belakang dan berteriak kabur dari sana, bibi Ajeng yang melihat Ilona kabur saat ini berteriak juga pada para pengawal untuk mengejar Ilona


[ BEBERAPA JAM KEMUDIAN ]


" SIALAN KALIAN SEMUA!!! AWAS SAJA KAU MARVIN!!!! YANG LAIN JUGA!.. JANGAN MENGEJAR KU TERUS BRENGSEK!!!!" Kesal Ilona pada Marvin berserta pengawal lainnya yang mengejar dirinya.


" MAAF NONA !!!! " Balas Marvin yang masih saja mengejar Ilona , dirinya tidak ingin mencari masalah dengan Ilona.


Saat ini Ilona bertekad tidak akan membentur dinding lift, cukup sekali saja dirinya mengalami hal yang memalukan seperti itu .


Marvin yang melihat Ilona semakin jauh dan jauh dari mereka. la memerintahkan yang lain mengambil jalan pintas menghadang Ilona Agar tidak menemukan pintu utama


[ Tangga di mana tangga cepat lah di mana tangga aduh...ke lift saja deh tapi aku di mana ? ] Gumam Ilona yang berlari lalu berhenti memikirkan lewat mana ia datang tadi


Terlihat dari kejauhan sebuah pintu di depan matanya Membuat dirinya bersyukur setengah mati. setelah dirinya berlari Berjam-jam dan pada akhirnya dirinya menemukan pintu


[Akhirnya pintu. memang keberuntungan ku tidak ada batasannya! ] gumam batin Ilona yang melihat pintu di depan dirinya, ia pun dengan cepat berjalan ke arah pintu setelah melihat gerombolan kelompok Marvin yang hampir bisa mengejarnya.


" CEKLEK "


Suara pintu yang Ilona buka perlahan terbuka maju setelah dirinya mendorong pintu tersebut gaun Ilona dan penutup kepalanya bergerak di tembus angin yang terlihat seperti pemenang padahal saat ini dirinya sedang ada di gedung.


" HAHHAA AKHIRNYA BEBAS !!! " Teriak Ilona bahagia sampai-sampai dirinya melompat-lompat sangking bersyukurnya dirinya menemukan pintu


Tapi tak dirinya sangka .ia kembali ke tempat pernikahan lagi karena sebenarnya dari tadi dia berputar-putar terus-menerus di gedung tetapi dirinya tidak sadar sedikit pun ,


sedang kan .di belakang tidak jauh dari Ilona berdiri sudah ada Marvin dan yang lainnya dengan Napas yang terengah-engah mengejar Ilona.

__ADS_1


......................


" WAHAHHAH NONA ILONA SEKARANG KAU TIDAK DAPAT LARI LAGI DARI SINI HAHAHAHA RASAKAN ITU HOHOHHO "


Bibi Ajeng pun tertawa puas melihat Ilona yang tidak sengaja tersesat ke tempat awal lagi, tamu yang lain juga sedikit tertawa melihat Ilona yang ingin kabur malah datang lagi ke kandang singa miliknya


[ Sialan ... Hiks ] batin Ilona yang hampir menangis namun dirinya mulai bersemangat lagi


[ saatnya.... rencana B ] Ujar batin Ilona lagi , dirinya pun melihat ke kanan dan kiri sehingga Marvin yang lain mengira Ilona akan kabur lagi, la. sudah siap menangkap Ilona dengan mengelilingi Ilona


" AAAKKK TEROBOS SAJA " Jerit Ilona yang berlari ke arah pengawal di samping kiri Marvin karena terlihat badannya cukup kecil dari dirinya


" BUG!! "


dan terjatuh karena menginjak gaun pengantin yang terlalu besar,Marvin dan yang lainnya ingin tertawa Namun, menelan semua tawanya karena tidak ingin membuat Ilona semakin malu lagi


dirinya pun di angkat oleh Marvin dan mengembalikan ilona ke tempatnya seperti sebuah barang yang tidak sengaja ia jatuhkan " Nona jangan lari lagi. kami sudah lelah " ucap Marvin memperingati Ilona dan di balas anggukan kecil dari dirinya


Itulah kenapa Ilona bisa menikah dan menendang calon suaminya saat ini, bibi Ajeng yang melihat kejadian. Ilona menendang Suaminya itu la langsung pingsan ke arah paman Feng


Sontak, saja para pengawal berlarian menuju pria yang di tendang Ilona tadi.mereka khawatir pada tuanya karena tidak ada yang pernah melakukan hal tersebut kecuali wanita bernama Ilona


"Tidak apa aku baik-baik saja " ucap pria tersebut padahal sedang menahan sakit setengah mati di tendang Ilona.


[ Eh! ... Suara ini ]


Ilona merasa pernah mendengar suara berat pria tersebut ia pun teringat saat dirinya sedang tidak sadar kan diri, la mengangkat kepalanya dan membuka matanya. Angin berhembus lembut walaupun saat ini mereka sedang berada di gedung, melihat calon suaminya saat ini .Ilona tercengang dan melihat ke arah bibi Ajeng


Namun, bibi Ajeng pingsan dan tak bisa melihat tatapan Ilona ,la langsung melihat lagi ke arah calon suaminya, mulutnya pun tidak sengaja berbicara belak-belakkan.


" Wah.... Malaikat " Gumam Ilona melihat calon suaminya.

__ADS_1


Dirinya pun sadar dengan apa yang ia perbuat dengan pria kaya itu dan langsung meminta maaf pada pria tersebut dengan menundukkan kepalanya ke bawah "maaf kan aku, sini ku bantu berdiri " ucap Ilona la berjalan sembari mengajukan tangannya untuk membantu pria tersebut.


Namun, tersandung dan saling membentur kepala dengan pria tersebut , untuk yang kedua kalinya para pengawal terkejut kembali tidak terkecuali para tamu di sana.


" Ti-tidak Apa-apa " ucap pria tersebut dengan menyentuh kepalanya yang terbentur bersama Ilona, terlihat sangat jelas bahwa keningnya benjol sama seperti Ilona


Pria tersebut bangkit dengan gagah membuat para tamu wanita teriak


Tentu saja orang mana tidak terpesona dengan tubuh yang di impikan semua pria dan dengan rambut hitam halus. wajah tampan yang aduhai.mata biru yang mencolok dan kulit putih Namun, tidak seputih Ilona .


" ayo lanjutkan " ucap suaminya pada pendeta pernikahan, sedang kan Ilona masih tercengang tidak percaya padahal bibi mengatakan bahwa pria tersebut tua." Eh ! .. mau di lanjutkan " kaget pendeta dan langsung melanjutkan pernikahan


[ Beberapa jam kemudian ]


Pernikahan berakhir dengan kemenangan telak untuk bibi Ajeng, saat ini Ilona sedang di dalam mobil bersama calon suaminya untuk pergi ke rumah pengantin pria


Terjadi keheningan dan canggung di antara mereka.Ilona yang juga merasa sedikit bersalah karena menendang dan benturan tadi malah tidak berani berbicara sedikit pun pada pria di sampingnya.


Saat dirinya sedang mengumpulkan tekat ingin mengajak Suaminya berbicara, karena bosan dengan keheningan ini.


Ilona pun tidak sengaja tersedak air liar nya sendiri. dan seperti mencari air dengan melambaikan tangannya ke atas dan ke bawah Namun, air tersebut di samping suaminya


" haus ? " tanya Suaminya singkat dan Dengan cepat Mengambil kan air lalu Memberikannya pada Ilona membuat mereka saling bertatap muka,


Ilona pun mengambil botol air tersebut dengan cepat sembari memasang muka andalan yaitu datar pada suaminya . Padahal batinnya sedang memuji ketampanannya karena dirinya belum pernah melihat pria yang begitu tampan setelah ayahnya.


[ Sial wajahnya!!!!!.. sungguh bahaya!! ] teriak Batin Ilona sembari meminum air botol tersebut dengan sekali teguk. membuat suaminya terkejut


...----------------...


...hehehe udah Chapter 11 aja nih ok marah kita simak Chapter selanjutnya ya sampai jumpa lagi para pembaca ku yang ku sayang bya-bya 😌...

__ADS_1


...Eh! hampir lupa ingat ya kelik like atau ketik komen semangat buat author...


__ADS_2