
Ibu Fasila pun duduk di samping ayah Darien setelah dirinya di larang untuk mondar-mandir, Kesana-kemari karena khawatir pada Lina dan anak-anak yang tidak kunjung pulang.
Telepon dari samping ayah Darien berbunyi keras sampai-sampai Ayah Darien memberhentikan membaca artikel koran yang ia sangat sukai la mengangkat telepon tersebut.
" Apa ? " Tanya ayah Darien setelah mengangkut telepon tersebut.
[ AYAH!!! CEPAT! KERUMAH SAKIT DI JALAN 52,L-LIU.. SAKIT! ] Pekik Lina sampai terdengar oleh ibu Fasila padahal yang mengangkut telepon tersebut adalah ayah Darien.
".... jangan berteriak,.. tunggu kami akan ke sana " balas ayah Darien dengan muka yang tetap datar sedang kan ibu Fasila syok dan hampir menyebabkan penyakitnya kambuh lagi." Astaga.. gimana sekarang apa Liu baik-baik saja " ucap ibu Fasila yang berlari dengan Napas yang tidak beraturan.
Ayah Darien pun beranjak dari tempat duduknya dan menenangkan istri nya yang begitu panik di tambah saat ini penyakitnya kambuh lagi karena terlalu panik membuat tubuhnya tidak bisa bernafas dengan benar
Ibu Fasila pun menyuruh suaminya untuk memanggil Arthur agar segera pergi ke rumah sakit menjenguk Liu , dengan cepat setelah mendengar istrinya yang begitu panik dirinya pun menyuruh istrinya untuk duduk dulu
lalu melangkah kan kakinya dengan santai memanggil Arthur yang ada di dapur bersama Ilona , dirinya terus memanggil Arthur,sedang kan Arthur yang tidak kunjung mendengar panggilannya la lelah dan menyuruh pelayan untuk memanggil Arthur saja.
Ayah Darien pun memanggil pembantu yang ada di dekat sana yang sedang membersihkan debu dia atas gorden." Iya tuan " ucap salah satu pembantu dengan menundukkan kepalanya pada ayah Darien"panggil Arthur, katakan Liu sakit. sekarang! "
Pelayan tersebut pun pergi dengan cepat setelah menerima perintah dari Ayah Darien ,dan pada akhirnya saat pembantu tersebut melewati dapur dirinya la melihat Arthur dan ilona bersama-sama.
dengan cepat dirinya berlari dan menundukkan kepalanya pada Arthur saat hampir dekat dengan Ilona dan Arthur.la mengangkat suaranya" Tuan muda, Saat ini tuan muda Liu sakit.Anda di suruh ke sana sekarang oleh tuan."
Sontak saja Ilona yang mendengar itu lantas terkejut dan langsung menarik tangan Arthur untuk pergi sekarang juga menjenguk Liu. Namun, Arthur melepaskan genggaman tangan Ilona dan berkata bahwa mereka berdua tidak mengetahui di mana rumah sakit.
Arthur menyuruh untuk berpikir tenang dan jangan terlalu gegabah dalam situasi panik seperti ini, mereka pun berjalan dengan sedikit cepat. ke Arah ayah Darien bertemu dengan pembantu tersebut." Ayah!.. di mana rumah sakit nya? " Tanya Ilona pada Ayah Darien.
__ADS_1
Ayah Darien pun memberitahukan pada Ilona dan Arthur, bahwa saat ini mereka berempat ada di jalan 52 Rumah sakit terdekat di sana, Ibu Fasila pun datang dan langsung mengingkatkan pada mereka untuk bersiap lalu langsung pergi.
"Apa bersiap!...ayolah ibu jangan banyak bacot langsung pergi saja kan? Kalau kalian tidak ingin aku saja yang pergi duluan" kesal Ilona yang di suruh bersiap-siap untuk pergi dirinya berpikir untuk apa bersiap padahal sudah pakai baju
Ilona pun langsung pergi ke mobil sedang kan Arthur dan sepasang suami istri itu pun terdiam mendengar perkataan Ilona." Aku... akan pergi menyusul Ilona" ucap Arthur la langsung menyusul Ilona ke mobil."...lebih baik kita pergi juga"
Mereka berdua pun langsung menyusul Ilona dan Arthur setelah ibu Fasila mengatakan untuk menyusul juga, di mobilnya Marvin sudah menyiapkan dua buah mobil mewah yang akan mereka Naiki Nanti " silahkan.. " ucap Marvin
Ilona pun langsung ke mobil dan duduk di sopir membuat Arthur yang duduk di belakang kaget melihat Ilona yang seperti ingin mengendarai mobil mewah ini,tidak terkecuali Marvin yang sudah merasa tidak nyaman dari tadi.
[ Sudah ku duga....] Hati kecil Marvin yang Pashra pada kelanjutan hidupnya ,dirinya pun tidak ingin masuk mobil dan berdiam di tempat setelah menutup pintu mobil yang ia bukakan untuk Arthur.
" kenapa kau tidak masuk! Kita harus cepat menjenguk Liu. Heiii!!! Marvin sialan, masuk Sekarang juga atau..kau akan ku bunuh di sini sekarang juga" Ancam Ilona pada Marvin yang masih tidak masuk mobil. Arthur pun memelototi Marvin dengan tatapan sinis
Marvin yang melihat tatapan dingin Arthur la membuka pintu depan dan duduk sejajar dengan Ilona yang tersenyum simpul ke arah depan sedangkan Marvin memakai sabuk pengaman dan berpegang erat, Ilona pun menyalakan mobil itu
Sedang kan Arthur diam tidak bergeming menutup telinganya dengan kapas yang entah dari mana ia dapatkan , tidak peduli dengan Marvin maupun Ilona yang tersenyum bahagia melihat wajah Marvin seperti akan matilah.
[ DI SISI LAIN ]
" ibu ....apa adik Liu baik-baik saja " tanya Regina pada ibunya sembari duduk di kursi rumah sakit , menanti kabar dari dokter kenapa Liu tiba-tiba pingsan"..ya dia pasti baik-baik saja " balas Lina membuat anaknya sedikit tenang
Reina pun beranjak dari tempat duduknya dan berdiri menghadap ibunya dengan pandangan mata menghindari tatapan Lina , dirinya pun langsung menjelaskan semua yang ia lakukan dan adiknya pada ibunya bahwa mereka berdua melanggar berdekatan dengan Liu
Melihat kedua anaknya yang mengaku dirinya pun tidak marah dan malah senang dengan perilaku anaknya yang baik, meski dirinya melarang jangan terlalu dekat dengan Liu, saat ini Liu menyadari bahwa orang dewasa tidak selalu benar saat melarang anaknya.
__ADS_1
"....ibu tidak marah ? " Tanya Reina dengan menundukkan kepalanya takut di marahi oleh Lina " tidak ibu tidak marah kok, ibu Malah senang melihat kedua anak ibu sangat baik pada adiknya "jawab Lina membuat Reina dan Regina saling bertatap dan tersenyum lalu bersorak horee.
" Jadi ibu bisakah kami bermain dengan Adik Liu..jika di rumah nanti, boleh kan ?" tanya Regina setelah kakaknya bertanya pada ibunya" iya kalian juga bisa mengajak Liu untuk ke taman bermain bersama" jawab Lina lagi.
[ Memang aku salah melarikan Reina dan Regina berdekatan dengan Liu tapi.. setelah melihat Arza sangat membenci anak itu, aku takut nanti Reina dan Regina kena marah oleh nya.... Tunggu! kalau Reina dan Regina kena marah oleh bajingan mesum itu tentu saja akan ku bunuh dia kan !] batin Lina.
Tak lama dari itu Ilona datang Dengan Napas yang tidak beraturan karena berlarian di koridor sedang kan tak jauh di sana Arthur dan Marvin mengejar Ilona dengan santai " ba,-bagaimana Liu di mana dia? Apa di baik-baik saja? apa yang sebenarnya terjadi!! Padanya"
Ilona langsung saja bertanya 3 soal pada Lina dan langsung saja Lina menyuruh Ilona untuk duduk dengan tenang dulu lalu menjawab satu demi satu pertanyaan Ilona dengan Arthur dan Marvin yang sudah duduk menunggu kabar.
Ibu Fasila dan ayah Darien pun datang la langsung duduk pada kelompok masing-masing seperti ayah Darien Duduk dengan Arthur dan Marvin, sedang kan Ibu Fasila duduk di samping Ilona," bagaimana Liu..? Tanya Ibu Fasila
Dan langsung di Jawab oleh Lina bahwa Liu sedang dalam perawatan di IGD , saat ini Ilona merasa entah kenapa dirinya sangat khawatir pada Liu dan menyimpulkan bahwa dirinya panik karena takut kehilangan teman bosannya
tak jauh dari sana Ilona melihat Noe yang berdiri tegap padahal ada kursi di samping Marvin,"heiii Noe kenapa kau... tidak duduk? " Tanya Ilona karena kepo kenapa Noe tidak duduk di samping Marvin
Noe pun langsung melihat pada Mervin, sontak saja Mervin mengerutkan keningnya sama seperti Noe yang melihat Marvin dengan tatapan jijik begitu juga Marvin, melihat itu Ilona pun mengerti bahwa mereka berdua saling bermusuhan la tersenyum.
[ Hehehehe mainan baru deh.. ]
Saat ini yang melihat Ilona tersenyum konyol adalah Arthur tapi dirinya lebih memilih tutup mulut untuk tidak menggangu ilona bahagia.pintu IGD pun terbuka dengan dokter yang keluar dari ruangan tersebut.
...----------------...
...up karena mau cepat ² end . agak lelah karena like kurang jadi mau di end lah mungkin nanti Author akan kembali...
__ADS_1
...jika ingat dengan cerita mabuk Ilona kalau begitu sampai jumpa lagi semuanya....
...gak kok author belum Drop cuman mau istirahat saja nanti.sampai jumpa lagi 🤗...