Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 35 : pertengkaran anak kecil terselesaikan


__ADS_3

!*kring kring*! kring !!


Handphone yang berbunyi keras di meja Namun, tidak ada yang menjawab sedikit pun. karena saat ini pemilik handphone tersebut sedang sibuk dengan ibu guru citra


[ DI SISI LAIN BUMI ]


" Astaga...ibu dan ayah tidak menjawab sedikit pun bahkan Arza dan kakak ipar juga .. " kesal Arthur yang dari tadi menelepon mereka namun masih tidak menjawab


" Tuan muda. bagaimana kalau kirim pesan dan menginap di hotel untuk semalam saja " saran sopir tersebut setelah melirik Arthur yang kotor dan kacau-balau terlebih lagi Ilona yang tidur di pangkuannya


" Mmmmm..ide bagus baiklah, hotel bintang lima terdekat " ucap Arthur di balas dengan anggukan kepala oleh sopir tersebut


Butuh waktu 1 jam untuk sampai di hotel bintang lima tersebut mereka pun pada akhirnya sampai, Arthur yang melihat Ilona tidur pulas di pangkuannya hanya tersenyum dan mengendong Ilona lagi


" katakan pada ibu Dan ayah " ucap Arthur singkat namun Sopir tersebut mengerti dan pergi setelah Arthur mengizinkan dirinya untuk pulang


Lagi pula Arthur sudah lelah untuk menelpon mereka jadi dirinya tidak ingin lagi mengirim pesan, dan memerintahkan sopirnya saja untuk memberitahukan ibu dan ayahnya bahwa mereka tidak akan pulang malam ini


Arthur pun juga bergerak masuk ke hotel dan langsung di sambut ramah oleh orang-orang pegawai hotel karena hotel tersebut Milik Arza, mereka tau bahwa Arthur akan datang setelah menerima chat dari Arthur


" Silahkan tuan " ucap seseorang wanita membukakan pintu dan memberitahukan bahwa kamar yang Arthur pesan ada di sini


" Umm " balas Arthur dan langsung masuk ke kamar tersebut


[ Astaga tampan sekali aku iri dengan wanita yang sedang di gendong oleh nya ] batin wanita tersebut setelah Arthur dan Ilona masuk kamar hotel


Tentu saja ketampanan Arthur tidak bisa di remehkan sedikit pun. bahkan dirinya lebih tampan dari kedua kakaknya, apa lagi dengan sikap dewasa yang ia miliki menambah kesan pertama Arthur


[ DI DALAM KAMAR ]


Arthur pun membaringkan tubuh Ilona ke atas kasur perlahan dirinya tidak ingin membangunkan istri kecilnya itu, sesaat kemudian Arthur langsung pergi ke WC untuk membersikan dirinya dari muntahan Ilona tadi.


Sebenarnya dirinya sudah tidak tahan lagi dengan baunya apa lagi melihat sebagian orang yang menutup hidungnya saat mereka berjalan ke kamar, rasanya mau menghilangkan saja.apa yang Ilona Makan hingga sebau ini ?


" Mm... thurr..di mana ? " Gumam Ilona yang masih setengah sadar dari mabuknya , dirinya mencari keberadaan Arthur seingatnya tadi dirinya masih di bar Refaeli kenapa bisa ada di tempat yang ia belum tahu di mana ini ?


Ilona ingin beranjak dari kasur berniat ingin mencari keberadaan Arthur namun, dirinya malah tertarik dengan sesuatu yang ada di meja dekat pintu masuk. lah tersenyum miring dan berjalan mendekatinya , apa yang akan Ilona lakukan sekarang ? Entah lah Kita belum tau


Arthur yang sedang menikmati betapa hangatnya air terusik dengan suara kencang dan heboh dari luar, sungguh apa kakaknya tidak bisa memperkerjakan seseorang untuk menjaga keamanan hotel agar tidak ada seseorang menggangu dan berbuat sesukanya.


Lama kelamaan suara tersebut semakin ricuh, Arthur yang tidak tahan lagi la memutuskan untuk menyudahi mandinya dirinya pun keluar dengan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya


Tapi setelah Arthur keluar..Tunggu di mana Ilona ? Bukan kah tadi dirinya membaringkan Ilona di kasur. di mana dia sekarang, hati Arthur berdegup kencang apakah Ilona di culik oleh musuhnya ?


Tidak bagaimana bisa ? dirinya sudah menutup rapat tentang pernikahannya tidak mungkin mereka tau bahwa Ilona adalah istrinya apa ada yang bilang setelah pernikahan tidak Arthur sudah membereskan tamu yang ia undang


Arthur pun berlari kencang tidak memperdulikan tubuhnya yang setengah telanjang, matanya menyelidiki di mana-mana untuk mencari keberadaan Ilona

__ADS_1


sesaat seorang wanita berlari tergesa-gesa menghampiri dirinya dengan napas yang masih tidak beraturan, wanita tersebut terlihat sangat berantakan, tunggu apa di tau keberadaan Ilona hingga menghampiri dirinya ?


" Kau tau wanita ini " tanya Arthur menunjukkan Poto Ilona melewati ponsel miliknya dengan mimik wajah sangat khawatir di buat Ilona


" INI YANG SAYA INGIN BERI TAHU WANITA ANDA ADA DI---"


Tidak sempat wanita tersebut berbicara Arthur sudah berlari kencang di mana wanita tersebut menunjukkan jarinya ke arah berlawanan dengan dirinya


" TUAN TUNGGU DULU !!! "


[ KEMBALI KE KEDIAMAN ZADINTURA ]


mereka sangat suka dengan gaya bicara citra yang lembut dan penuh dengan kata-kata hangat, pantas saja Liu sangat menyukai citra sudah pasti semua orang menyukai bicaranya yang manis


" Ma-Maaf saya sebenarnya ingin meminta maaf karena keponakan saya, anak mm... anda jadi begini karena anak nakal ini maaf.. dan juga aku ingin meminta maaf kepada Arthur dan Ilona " ucap citra dengan tulus sembari membungkuk pada yang lainnya


" Tidak apa lagi pula ini hanya pertengkaran anak kecil " balas Lina yang memang tidak terlalu mempermasalahkan pertengkaran antara anak kecil


Namun, berbeda dengan sih bapak bucin. dirinya masih saja menatap sinis dan sesekali melotot pada sosok anak yang ada di samping citra yang tidak lain adalah anak yang menggangu Regina dan berakhir bertengkar dengan Reina.


Anak tersebut adalah Bayu dirinya masih saja berkeringat dingin sembari mencekam lengan baju citra. karena melihat tatapan Arza padanya, anak mana yang tidak takut setelah melihat orang tua melotot besar padanya.


" Sayang kalau kau menatapnya seperti itu akan ku congkel matamu" ancam Lina yang melihat wajah pucat Bayu , dirinya sudah menebak meski tidak melihat langsung bahwa Arza memelototinya


" Tapi saya di----"


" Tidak " jawab Arza dengan cepat dan seketika tersenyum manis pada anak yang ia pelototi nya beberapa waktu tadi


Sedang kan, citra sedikit kaget dengan perkataan yang Lina lontarkan. Dirinya tadi mengira bahwa Arza dan Lina pasti tidak akan pernah bertengkar melihat Betapa riangnya sih kembar


Citra pun melirik pada Ibu Fasila dan ayah Darien yang terlihat sudah biasa dengan pertengkaran Lina dan Arza karena, mereka malah semakin bucin setiap harinya jadi ibu Fasila tidak terlalu terganggu


" Mmm.. maaf tapi dari tadi saya tidak melihat tuan Arthur ? " Tanya citra yang dari tadi tidak melihat keberadaan di sejoli itu


" Astaga Arthur dan Ilona !! " Ucap ibu Fasila yang tersadar bahwa anaknya dan menantunya itu belum pulang , Dirinya pun melirik jam di dinding terlihat pukul 6 :43 WB Malam, dirinya pun langsung panik dan mengambil handphonenya


Terlihat 10 balasan telepon yang tidak terjawab dari ibu Fasila saat Arthur menelepon dirinya , tiba-tiba perasaan tidak enak membuat dirinya mulai panik namun, Langsung di tenangkan oleh Ayah Darien


" Sayang tenang ya.. mungkin Arthur sedang dalam perjalanan " ucap ayah Darien dengan lembut


" Ta-tapi perasaan ku tidak enak apa jangan-janga---"


"Ishh diam tidak boleh berbicara seperti itu Arthur dan Ilona baik-baik saja " Ucap ayah Darien menenangkan kekhawatiran istrinya


Melihat kondisi ibu Fasila saat ini. Lina dan Arza saling berpandangan dan mengangguk mereka berdua sudah sepakat untuk tidak memberitahukan bahwa Arthur menelepon ke mereka juga bisa-bisa nanti ibu Fasila langsung drop


Citra yang melihat mereka hanya diam membisu tidak bisa berkata-kata lagi. mungkin ini kesalahannya karena dirinya yang datang membuat ibu Fasila tidak sempat mengikat telpon dari anaknya.

__ADS_1


TIN!! TIN!!


mendengar klakson mobil ibu Fasila yang gemetaran pun langsung mengusap air matanya dan berlari di ikuti oleh yang lainnya juga, pintu pun di Bukakan oleh pelayan memperlihatkan mobil Arthur


Akhirnya ibu Fasila bisa menghela nafas lega setelah melihat mobil Arthur namun sesaat kemudian ibu Fasila mengernyit bingung kenapa cuma sopirnya yang pulang di mana Arthur dan Ilona ?


Sopir pribadi Arthur pun tanpa basa-basi langsung menghampiri ibu Fasila karena dirinya tau kondisi nyonya itu setelah kejadian Areksa dulu membuat mental maupun fisiknya menjadi menurun Drastis


" Nyonya tua muda Arthur sedang menginap di hotel, mereka akan pulang besok pagi " ujar sang sopir tersebut


Untuk yang kesekian kalinya ibu Fasila pun menghela nafas lega begitu juga dengan Arza dan Lina yang langsung sigap mengendong kedua anaknya itu ketika berlarian ke luar


" Baiklah kau istirahat lah " ucap Arza menyuruh sopir tersebut untuk beristirahat di kamarnya


" Hah ! Jadi paman liburan di hotel " kesal Reina karena dirinya tidak terima jika tidak di ajak liburan


" Bukan liburan sayang mungkin ada hal khusus " ucap Lina dengan senyuman penuh arti pada Arza begitu juga dengan Arza merasa saling tersenyum dengan arti terserat di dalamnya


Citra yang merasa terabaikan pun langsung menyuruh Bayu untuk minta maaf dan pulang bersamanya karena sudah malam juga tidak baik bagi mereka berdua untuk pulang malam begini sebelum hari semakin malam mereka lebih baik pulang .


" Itu.. maaf Reina dan juga regina aku minta maaf karena menggangu kalian " pinta maaf Bayu dengan mata yang berkaca-kaca


" Dak papa sih aku juga minta maaf karena memukul mu dengan keras tapi untung aja aku menang " ucap Reina dengan bangga,


Tunggu kapan Reina bisa bicara begitu ? Arza dan Lina belum pernah mengajarkan Reina untuk berbicara gaul bahkan jika mereka keceplosan berbicara gaul mereka akan menurunkan suaranya agar tidak terdengar ah.. sekarang mereka tau di mana Reina mencontohnya


" Aku juga tidak apa-apa , tapi jangan nakal lagi ya " ucap Regina juga


Mendengar permintaan maaf nya di terima Bayu pun tersenyum cerah dan langsung menengok pada citra dengan tatapan mengatakan bahwa dirinya sudah bermaafan pada Reina dan Regina. Di balas senyuman dan anggukan kecil


" Tidak akan.aku kapok di pukul Reina sakit sekali " ucap Bayu jujur sembari mengelus pipinya yang bengkak sedangkan orang-orang terdekat tertawa gemes mendengar kata-kata bayu


" Kalau begitu kami pulang dulu " pamit citra sembari menundukkan kepalanya dengan sopan berserta Bayu yang mengikuti gerak citra meski dirinya tidak tau kenapa harus membungkuk


" Iya lain kali ke sini lagi ya " ucap ibu Fasila yang merasa bahwa citra itu baik dan menyenangkan


Mobil yang citra Kendari pun berjalan menyisakan keheningan di antara kediaman zadintura biasanya Ilona yang selalu mengajak bicara ataupun berbuat yang di luar akal sehat


Ruangan tempat bermain anak-anak agak jauh dari kamar dari ruangan mereka jadi membuat suasana menjadi hening seperti waktu Ilona belum menikah dengan Arthur


Tapi setelah adanya Ilona kediaman ini seakan di isi kembali dengan cahaya para pelayan juga merasa hal yang sama. Selama Ilona di rumah tidak ada kata hening di rumah ini. memang Ilona Belum lama di sini


Tapi meski begitu tempramen Ilona sedikit gimana.. atau gaya bicara Ilona yang khas gaul membuat orang-orang di rumah tidak terlalu tertekan dengan kehadirannya itulah. yang menjadi daya tarik Ilona


Tidak terkecuali wajahnya itu ah.. mereka jadi merindukan sosok Ilona Padahal mereka akan bertemu lagi besok tapi rasanya sudah berpisah puluhan tahun dengan gadis bar-bar itu


.

__ADS_1


__ADS_2