
Sontak saja. Ilona berdiri dan langsung bertanya pada dokter pria tersebut dengan menatap dokter itu dengan tatapan sangat serius, membuat dokter tersebut salting setelah melihat wajah Ilona yang cantik sekaligus dekat padanya.
Sedang kan, saat ini terasa hawa dingin dari belakang Dirinya," d-dia baik-baik saja sekarang dia hanya sesak nafas karena Asmah yang ia derita.. Mmmm.. mungkin sudah cukup lama dan juga terdapat luka siksaan di sekujur tubuhnya..apa kalian benar-benar keluarganya? "
Dokter tersebut terlihat curiga pada keluarga zadintura setelah melihat luka-luka yang ada di sekujur tubuh Liu "...kami tidak tau itu.." saat ini Arthur terlihat sangat marah setelah tau bahwa Liu di siksa oleh pengasuhnya, dirinya sangat kesal pada dirinya sendiri saat ini.
Ibu Fasila pun langsung menyadari anaknya yang terlihat seperti ingin membunuh seseorang".... Arthur jelas kan sekarang " tatap Ilona pada Arthur membuat yang lain tidak terkecuali Arthur juga ,terkejut dengan tatapan Ilona yang sangat berbeda dari biasanya.
Arthur pun menyarankan Ilona untuk mengikuti dirinya ke luar , Ilona pun dengan patuh mengikuti Arthur.saat ini mereka berdua sudah ada di suatu ruangan tampa adanya orang sedikit pun
" jadi... siapa orang yang melakukan ini pada Liu " tanya Ilona dengan serius" kurasa adalah pengasuhnya yang baru saja Aku pecat " jawab Arthur.
"Mmmm... pengasuhnya ya.. Namanya dan alamat Rumahnya di mana? " tanya Ilona dengan mulut yang tersenyum namun matanya sangat lah bertolak belakang dengan senyumnya."... akan ku tanyakan dulu "
Arthur pun meraih handphonenya di kantung celana miliknya dan menekan sebuah nomor yang bernama kepala pelayan dari layar handphone yang dia tekan, tak lama kemudian,".. baiklah " ucap Arthur yang mengakhiri pembicaraan di headphone miliknya
" Lokasi rumahnya dekat dengan rumah sakit ini, Namanya adalah Riyalita sering di sebut Riya berumur 28 tahun , aku sudah memecatnya. sekarang di berstatus pengangguran dia jug- "La, langsung di hentikan oleh Ilona karena terlalu banyak informasi yang dikatakan
Ilona pun mengangguk karena sudah mengerti"... jadi apa yang kau ingin lakukan ? " Ujar Arthur " itu masalah ku jadi rahasia ku " ucap Ilona sembari tersenyum manis pada Arthur yang menatap dirinya dengan raut wajah datar.
Ilona pun berjalan melangkah kan kakinya ke depan menuju arah ruang IGD. Dengan tangan kanan yang di kepal erat.Dan tidak memperdulikan Arthur yang dia tinggalkan di ruangan itu .
Arthur yang melihat Ilona pergi ke ruang IGD.memutuskan untuk menyusul Ilona juga, sesaat Arthur memandangi wajah Ilona yang terlihat diam dan tidak terlalu marah lagi dirinya pun tersenyum simpul [ Syukurlah..] batin Arthur
Dirinya merasa tenang setelah melihat raut wajah Ilona yang tidak marah lagi, dirinya juga sempat berpikir bahwa Ilona akan datang dan memarahi pembantu yang ia pecat saat itu.
[ SIALAN KAU!! DASAR BAJINGAN, MUKA BABI SIFAT SEPERTI!! ANJING'!! AWAS KAU YA BANGSAT. DASAR ! MENJIJIKKAN!!!] Di balik raut wajah Ilona yang tenang,ada sifat mengumpatnya yang melegenda, khusus Ilona.
__ADS_1
[ DI SISI LAIN ]
"Ibu, kenapa adik Liu tidak bangun- bangun? dia terus tertidur ?" tanya Reina dengan polos sembari mendorong jari tangannya ke pipi tembem Liu" REINA! jangan menggangu Liu ok " ucap Lina menurunkan suaranya, yang tadinya tinggi menjadi lebih rendah.
Sembari menggendong Regina yang terlelap tidur karena terlalu lelah dari selesai Drama.di tambah berlari mengejar ibunya yang panik saat masuk ke rumah sakit tadi. membuat energinya seketika menurun drastis ,
sedang kan kakaknya sama sekali tidak terlihat lelah sedikit pun. bahkan masih bisa berlari kesana-kemari Namun, setelah di bentak oleh kakeknya dirinya pun terdiam " di mana Arthur dan Ilona ? ini sudah lama dari mereka pergi ta-" tanya Ibu Fasila khawatir.
" Jangan di pikirkan.mereka sudah dewasa " potong ayah Darien sembari membaca koran yang dia bawa dari rumah dan langsung saja di pukul belakang punggung oleh ibu Fasila karena sudah memotong pembicaraannya.
Pintu pun terbuka memperlihatkan dua sejoli, Arthur dan Ilona." Ibu apa yang kalian lakukan? " Tanya Ilona setelah melihat poster Ayah Darien dan ibu Fasila yang seperti ingin bergulat" tidak Ada hahaha " elak ibu Fasila " itu karena kalian bodoh"
Dan terjadi lagi pukulan kedua dari ibu Fasila pada ayah Darien untuk yang ke sekian kalinya, Ilona saat ini merasa pernah melihat kejadian ini Namun, dirinya lupa di mana dan lebih memutuskan untuk tidak mengingatnya lagi .
" Kakak! Ilona!! " Panggil Reina dengan melangkah kan kakinya, berlari dan memeluk Ilona. adiknya yang mendengar Nama Ilona pun terbangun sedang kan yang lainnya terkejut setelah mendengar Regina memanggil Ilona dengan sebutan kakak.
Ilona pun melirik pada Liu yang terbaring, dirinya pun melangkah kan kakinya." Heiii bocah bangun dong ini kakak mu udah datang jauh-jauh untuk menjenguk mu, bahkan tadi kakak mu ini, untuk pertama kalinya menyetir mobil mewah" ucap Ilona pada Liu yang terbaring memejamkan matanya
Sontak saja Marvin bersyukur karena masih selamat dari kematian maut setelah mendengar bahwa ilona baru pertama kalinya dirinya menyetir mobil " ...... Marvin jangan beri izin Ilona menyetir lagi" ucap Arthur memperingati
" meski tuan tidak menyuruh saya, sudah pasti akan saya lakukan tanpa perintah..."balas Marvin.
" i -i ilona dia sedang tidak sadarkan diri, jangan di ganggu dulu ya.." saran Ibu Fasila, Ilona pun langsung mencubit hidung Liu membuat semua orang kaget tidak terkecuali ayah Darien yang langsung memberhentikan membaca artikel koran miliknya
" ILONA!!! " kaget semua orang sembari meneriaki nama Ilona," heii. Liu aku ini tidak bisa di bohongi loh. mau berapa lama kau pura-pura tidur..apa aku harus melempar mu dari atas ranjang ini "Ancam Ilona membuat semua kaget lagi .
Liu pun langsung membuka matanya dengan cepat sembari cengar-cengir kepada Ilona. yang menatap dirinya dengan senyum cerah "Ma-Maaf..." Pinta maaf Liu dengan menundukkan kepalanya pada semua orang setelah ketahuan berbohong
__ADS_1
Sebenarnya Liu sudah sadar namun, dirinya takut setelah melihat ibu Fasila dan ayah Darien di sampingnya membuat Dirinya terpaksa berbohong Akibat takut akan di marahi karena menyusahkan mereka
setelah mendengar Regina memanggil Ilona dirinya membuka matanya sedikit dan malah ketahuan oleh Ilona yang dari tadi memandangi dirinya.
"..a-aku benar-benar minta maaf maaf maaf maaf aku sungguh hina maaf " Liu pun membentur kan kepalanya ke lantai setelah turun dari ranjang.
Melihat itu Ayah Darien langsung menyuruh Liu berhenti membenturkan kepalanya ke lantai karena saat ini Liu merasa dirinya sangat hina karena berbohong kepada keluarga zadintura
"... jangan lakukan itu atau kau akan ku usir dari rumah k- "
Dan langsung di pukul sangat keras melebihi tadi oleh ibu Fasila karena kata-kata ayah Darien sangat salah untuk membujuk Liu" Dasar! diam saja kau " kesal ibu Fasila pada ayah Darien " Liu kau tidak boleh melakukan itu lagi ya " ucap Ilona
Pipi Liu berubah menjadi sangat merah seperti sebuah tomat yang terlalu matang. setelah menerima sentuhan dari Ilona ke Pipinya yang lembut
" hahahhah lihat seperti buah cabe wahahhaha kau lucu sekali liu aku ingin mencubit mu" sedang kan Ilona tertawa terbahak-bahak melihat Liu
Beberapa jam kemudian dokter menyarankan Liu Pulang besok karena penyakitnya sudah mulai membaik meskipun dirinya belum sembuh dan mungkin saja Asmah nya kambuh karena dirinya menghirup asap atau marah.
" Itu .. Arthur ! " ucap Ilona memanggil Arthur Namun, dengan suara gugup " Apa ? " Saut Arthur sembari duduk dengan memejamkan matanya " di mana rumah Riya.. please kasih tau ya ! " Pina Ilona dan langsung di tolak oleh Arthur mengikuti saran Marvin.
Ilona pun langsung membuang muka" cih!..Sialan " kesal Ilona pada Arthur " jaga bicaramu. " tegur Arthur setelah mendengar Ilona mengumpat pada dirinya" mulut-mulutku kau tidak berhak melarang ku " dan langsung di jitak membuat dahi Ilona memerah..
" Kau...."
".......itu "
...----------------...
__ADS_1
...udah chapter 24 saja nih mmm....apa end kan saja ya 🤔...