
Suara kicauan burung dengan angin sepoi-sepoi menerbangkan rambut hitam Ilona yang sedang tidur di tempat duduk ,
" Tak tak tak "
Terdengar Langkah kaki samar yang mendekati Ilona yang sedang tidur pulas di atas kursi duduk dengan di atasnya pohon yang bergerak di tembus angin
" Ilona sayang bangun, hari sudah Sore kau tidak merindukan ku ? "
Suara yang begitu lembut berdengung di telinga Ilona, dirinya pun membuka matanya dan terlihat sosok wanita berambut panjang sedang mengelus rambutnya.
" Siapa ? " Tanya Ilona bingung melihat orang yang mengelus rambutnya
" DASAR ANAK INI KAU TIDAK MENGENALI IBUMU ! "ucap sosok tersebut dan tidak lain adalah ibunya sembari menjitak kening Ilona
Ilona pun tersadar bahwa didepannya saat ini adalah ibunya dirinya pun beranjak dari kursi yang dibuat menjadi tempat tidur dan dengan cepat memeluk ibunya
" Hehehe maaf ibu " ucap Ilona kecil cengengesan
" Dasar kau ini ya. Untung saja anak ibu sangat imut " ucap ibunya sembari mencubit kedua pipi ilona
Mereka berdua pun menghabiskan waktunya bersama dengan cara bermain dan piknik di taman yang tidak jauh dari tempat Ilona tertidur di kursi duduk tadi
" Ah! Sudah waktunya, kalau begitu ibu pergi sebentar ya. nanti ibu ke sini lagi ok " ucap ibu Ilona
" Ok. aku akan menunggu di sini janji ya jangan terlalu lama " ucap Ilona kecil menunjukkan pada kursi yang ia tiduri tadi
"Iya janji, kalau begitu tunggu sebentar "
Ibunya pun mulai melangkah kan kakinya ke arah berlawanan dengan Ilona kecil sedang kan saat ini muncul kabut hitam yang mulai mengelilingi tubuh ibunya yang berjalan menjauh dari Ilona kecil.
Ibu lama sekali ?
Kapan ibu datang?
Ibu bukankah kau bilang tidak akan lama ?
Aku takut.. kenapa ibu belum pulang ?
Tidak aku harus menunggu di sini
Ibu.. kumohon cepatlah.
Apa ibu berbohong ?
__ADS_1
Aku di tinggalkan ?
Apa aku anak nakal ?
Ibu kan sudah berjanji tidak akan lama
Ibu... hiks kenapa kau berbohong
Kenapa kau lama sekali ..
" ILONA !!!!! BANGUN!"panggil Arthur sampai Ilona tersadar dari mimpinya " ada apa kau baik-baik saja, apa kau bermimpi buruk ? " Ujar Arthur lagi sembari membantu ilona berdiri
" Eh! Apa ini ? " Bingung Ilona melihat air di tangannya dengan napas yang terengah-engah
" Kau tiba-tiba berteriak dan menangis." Jelas Arthur membuat Ilona tambah kebingungan padahal dirinya hanya memimpikan ibunya
Arthur pun langsung menyarankan untuk Langsung pulang karena melihat kondisi Ilona yang terlihat syok di matanya, Tentu saja Ilona menerima dengan senang hati karena dirinya tidak merasa mengantuk lagi
" kalau begitu aku akan menelepon Marvin sebentar " ujar Arthur di balas dengan anggukan kepala oleh ilona
Arthur pun beranjak pergi dari ruangan sesudah mengambil handphone di kantong celananya , sedang kan Ilona merenung mengingat mimpinya tadi
" ha.. mungkin aku lagi kangen ibu ? " gumam Ilona sembari terus menerus melihat ke luar jendela kaca yang ada di ruangan tersebut
[ harum...]
[ DI KEDIAMAN ZADINTURA SAAT INI ]
Seperti biasa Arza dan Lina selalu pulang dengan belanjaan yang super banyak.sedang kan, ayah Darien dan ibu Fasila selalu bersama di mana pun dan kapanpun
" Lina bukan kah anak-anak seharusnya sudah pulang ? " Khawatir ibu Fasila melihat jarum jam yang lewat dari jam 12 mereka pulang
" Ibu. Tenang saja mereka pasti akan pulang sebentar lagi " balas Lina melihat ibu mertuanya begitu khawatir dengan anak-anak
memang sejak kejadian Areksa ibu Fasila mudah sekali khawatir dan panik dengan orang-orang sekitarnya, dirinya merasa akan kehilangan lagi jika tidak melihat mereka dengan kondisi sehat sempurna
Tak lama dari Lina berkata begitu terdengar sorakan anak-anak yang begitu antusias setelah pulang dari sekolah, Namun saat ini mereka sangat terkejut melihat keadaan Reina.
" KAMI PULANG ! " ucap Reina dan Regina secara serentak
" Sayang apa yang terjadi ? " Ucap Lina panik dan dengan sigap menyuruh pelayan untuk mengambil kotak obat
Setelah melihat wajah anaknya yang babak-belur.
__ADS_1
" ya ampun cucu nenek kenapa " tanya ibu Fasila sembari mengelus rambut Reina
Sedang kan, Reina hanya tersenyum senang tampa menyadari wajahnya yang memar, Lina pun bertanya dengan lembut pada Regina kenapa kakaknya bisa begini
Regina pun angkat suara dan menjelaskan pada ibunya bahwa kakaknya berkelahi dengan teman sekolahnya yang menggangu dirinya saat bermain boneka kelinci.
Lina dan ibu Fasila pun tersenyum mendengar cerita Reina berusaha melindungi adiknya dari seorang yang ingin menyakiti Regina
" TANG!!!!"
Suara pecahan gelas yang terlepas dari tangan Arza setelah melihat putri tersayangnya babak-belur di wajah,
" ASTAGA!! REINA MALAIKAT KU TERCINTA!!!! " teriak Arza dan langsung berlari mendekati Reina yang sedang di obati " A-A-APA YANG TERJADI!?!? " Ujar Arza yang Khawatir tingkat dewa
" Berkelahi "jelas Lina sembari menghela nafas berat melihat tingkah Arza yang berbicara gagap ketika sedang panik
" APA!!! AYO LAPORAN KE POLISI INI SUDAH TERMASUK PADA PEMBULLYAN PADA PUT-"Dan pada Akhirnya Arza mendapatkan tamparan keras oleh Lina
" Polisi-polisi Otak mu di mana ? ini hanya perkelahian anak-anak dasar bodoh " kesal Lina di iringi dengan anggukan dari anak-anak tidak terkecuali ibu Fasila dan ayah Darien
" TING TONG !! "
bunyi bel Pintu yang berdenting dari luar membuat ayah Darien menatap pelayan yang ada di sampingnya, pelayan tersebut pun seakan mengerti dan dengan sigap berjalan untuk melihat siapa yang Ada di luar.
Tak lama kemudian pelayan tersebut pun kembali lagi setelah melihat siapa di luar sembari menundukkan kepalanya dan berkata bahwa yang datang adalah
" Guru bernama Citra " ucap pelayan tersebut dan berjalan pergi setelah menyampaikan pesan pada Ayah Darien dan yang lainnya.
" Bu guru citra ! " Sorak riang Reina yang langsung berlari setelah mendengar nama citra tidak terkecuali Liu yang baru turun dari tangga karena dirinya saat ini sedang libur untuk menyembuhkan kondisinya
Namun setelah mendengar nama citra dirinya langsung tersenyum cerah membuat ibu Fasila dan lainnya ingin tahu siapa yang bisa membuat Liu tersenyum seperti itu
Mereka pun berbondong-bondong keluar untuk melihat citra itu seperti apa. sedang kan, anak-anak sudah duluan menjenguk citra di luar
[ Di luar ]
" H-halo nama saya citra kelarilia maaf menganggu waktu anda " salam kenal citra sembari tersenyum manis pada semua orang setelah menundukkan kepalanya
...----------------...
...ok hari ini telat up ya 😌...
Jangan lupa like dan ketik komentar semangat atau saran buat Author yang masih pemula
__ADS_1