Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 29 : minuman Enak yang dibuat suami tercinta untuk mbak Ilona


__ADS_3

Dengan cepat paman Feng mengendong Ilona tidak terkecuali bonekanya yang terlempar dari tangan kecilnya, dirinya pun langsung mengambil baju yang Paling kecil dan memakaikannya pada Ilona kecil


" Astaga kau ini. buka mulut mu " ucap paman Feng yang ingin melihat gigi mana yang patah karena dirinya.dengan patuh Ilona kecil pun membuka mulut mungilnya, terlihat gigi tengah yang patah oleh paman Feng remaja


Feng remaja pun mengikat rambut panjang Ilona yang terurai ke depan Agar tidak menakutkan lagi. lalu memberikan susu hangat untuk Ilona sembari mengobati dahinya yang benjol besar.


" Kenapa kau kesini malam-malam begini Ilona. " Tanya Feng remaja setelah selesai mengobati dahi Ilona kecil " aku bocan .. " ucap Ilona kecil sembari menghindar tatapan om Feng


" Jangan menipuku. Kau tau anak kecil yang suka berbohong akan mati di terkam anjing " jahil Feng remaja pada Ilona kecil agar mengakui kebohongannya


" A-aku kabul.. buas! " jawab Ilona kecil yang takut akan di terkam anjing dengan memejamkan matanya mengira bahwa pamannya akan marah pada dirinya


Feng Remaja pun menghela nafas panjang karena tebakannya tepat sasaran dan langsung menjitak kepada Ilona yang masih benjol membuat Ilona kecil hampir menangis lagi


" Paman Feng dahat ... " Ucap ilona kecil yang kesal pada pamannya sembari menutupi jidatnya agar tidak di jitak Feng remaja


" Mangkanya jangan suka berbohong pada orang yang lebih tua darimu. dasar kecil " ucap paman Feng yang masih tidak puas mempermainkan Ilona kecil yang imut." Aku akan besal nanti ungu aja paman " cemberut Ilona kecil.


Mereka berdua pun saling mengejek satu sama lain dan tidak ada yang mau mengalah pada malam itu. Tidak mereka kira jarum jam bergerak pas pada jam 2 Malam


" Paman.. alau paman udah besal Dangan ikah dulu ya " ucap Ilona kecil sembari mengajukan jari kelingkingnya " aku sudah besar kau yang masih kecil bodoh "


" Alau itu bagaimana alau aku udah Ikah paman Balu Ikah janji " ucap Ilona kecil yang sebenarnya tidak ingin Pamannya pergi" baiklah paman akan menikah jika Ilona sudah menikah duluan " balas Feng Remaja dan tersenyum lembut.


Mereka pun membuat janji masing-masing pada malam itu dan sampailah pada saat ini. janji tersebut sudah bisa di penuhi


"oh begitu... SIALAN! KAU FENG ITU ANAK KECIL LOH "kesal Gerson setelah mendengar cerita pertama kalinya Ilona datang ke sini " Mau bagaimana lagi aku terkejut. jadi ku banting pintunya " balas om Feng


" Jadi gimana. kau belum menikah kan..padahal Ilona sudah menikah " ucap Gerson yang teringat dengan cerita Ilona dan Paman Feng yang membuat janji


Dan terjadinya Puku memukul dari mantan preman dan pelatih taekwondo di bar Refaeli. yang tadinya rapi Malah menjadi tempat pergulatan antara paman Feng dan om Gerson


[ DI SISI LAIN BUMI ]


Ilona saat ini sedang duduk di teras dan asyik bengong sama sekali tidak melakukan apapun karena di larang keluar sampai-sampai dirinya di larang bergerak selangkah pun dari kamar


" Sialan Arthur " umpat Ilona yang mengingat Arthur memanggil seluruh pelayan untuk menjaga Ilona dari bawah kamarnya hingga luar kamarnya. sampai-sampai WC pun di jaga oleh mereka


" CEKLEK "


Pintu di dorong memperlihatkan Arthur yang membawa buah-buahan untuk Ilona makan. Dan di sisinya susu yang ia buat sendiri [ belajar ke om Feng ]


Ilona pun menoleh pada susu yang Arthur bawa dan mulai turun dari teras [ susu ya ..tapi kok agak kenal tapi di mana ? ] Batin Ilona yang melihat susu yang Arthur bawa

__ADS_1


" Ini kau harus menjaga kesehatan mu.. jangan banyak berpikir dan jangan ter-" ucap Arthur yang terhenti karena jari Ilona yang mulai muak dengan larangan Arthur


" Sudah-sudah jangan banyak omong lagi " dirinya pun mengambil susu di Nampan dan langsung terkejut dengan sensasi yang ia rasakan saat ini


" Ini........."


" Ada apa ? "


[ Apa rasanya enak ? ] Batin Arthur yang berharap Ilona menyukai susu buatannya sendiri


"HUWEKK!!! Apa-apaan ini Arthur ini susu apa air garam ? Kau ingin membunuhku ya? " Tanya Ilona sembari memuntahkan susu yang ia minum, Arthur pun langsung mengambil susu di tangan Ilona dan langsung mencobanya


Dirinya pun langsung muntah- muntah sama seperti Ilona yang sudah berlari ke WC. karena saat dirinya membuat susu untuk Ilona Malah menambahkan garam 7 sendok besar . padahal ia ingin menambah kan gula tapi malah mengambil garam


Dengan cepat Arthur teringat dengan sisa susu yang ada di dapur takut ada yang akan meminumnya. dirinya pun berlari menuruni tangga menuju dapur rumah Zadintura


Tentu saja semuanya sudah terkapar lemas karena muntah-muntah setelah meminum susu buatan Arthur. yang menjadi korbannya adalah anak-anak dan Arza. sedang kan, ibu Fasila dan ayah Darien membantu Lina yang masih muntah-muntah


" APA yang terjadi pada kalian ? " Tanya ibu Fasila sembari mengosok punggung belakang Lina " susu jangan di minum Huwekkk " ucap Lina memperingati dan langsung muntah lagi.


Yang sebenarnya terjadi


" Wahhhh lihat Regina ada susu buatan paman " ucap Reina yang melihat pamannya membuat susu untuk pertama kalinya


Mendengar kedua Malaikatnya memanggil dirinya Arza pun langsung saja mengambil susu tersebut dan membaginya dengan rata tidak terkecuali Liu yang bengong melihat tingkah Arza


" Yahh mari kita minum 1 2 3" ucap Reina dan langsung saja meminumnya bersamaan dengan Liu maupun Regina


Namun, tiba-tiba mereka muntah, melihat itu Arza pun panik dan langsung ikut mencoba sisa susu. untuk memastikan kenapa anak-anak nya tiba-tiba muntah Dan terjadinya muntah masal di rumah Zadintura


Lina muntah karena juga ikut mencoba susu itu Sama seperti Arza yang memastikan setelah melihat kedua anaknya dan suaminya yang terkapar lemas


" Maaf.... " Lirih Arthur sembari memasang wajah tampa bersalah sedikitpun bisa di bilang wajah andalannya yaitu datar tanpa ekspresi .


Ibu Fasila pun yang mendengar permintaan maaf Arthur la langsung mengeluarkan jurus tangan bajanya pada punggung belakang Arthur sampai-sampai belakang Arthur saat ini mengeluarkan asap


[ BEBERAPA MENIT DARI ITU ]


Semuanya sudah mulai tenang dan tidak muntah-muntah lagi tidak terkecuali Ilona yang turun karena kesal pada Arthur , mereka pun memutuskan untuk tidak akan pernah menyuruh Arthur datang ke dapur


Bisa-bisa Arthur akan membunuh semua anggota keluarga jika dirinya mendekati dapur , sebenarnya dulunya dirinya pernah membuat kakak kedua hampir mati karena masakannya saat dirinya masih kecil [ penjelasan ibu Fasila ]


"... Arthur jangan mendekati dapur lagi mulai dari sekarang " ucap ayah Darien dengan tegas pada Arthur di dampingi dengan seluruh anggukan kepala " ya aku mengerti " ucap Arthur yang terlihat Telah menyesal

__ADS_1


" Paman! Ingin membunuh Reina ya ? " Tanya Reina yang kesal pada Pamannya " tidak.."


Entah kenapa melihat Arthur seperti ini Ilona merasa kasihan pada Arthur sampai-sampai Ilona bisa melihat telinga kucing yang turun ke bawah, dirinya pun lantas bertanya kenapa Arthur membuat susu


Dan langsung di jelaskan oleh Arthur secara rinci pada mereka semua. bahwa dirinya ingin membuat susu yang biasanya Ilona suku , mendengar itu Ilona pun menutup mulutnya dan memalingkan wajahnya


[ Apa-apaan!!? kok bisa i-imut gitu ] Batin Ilona yang kaget mendengar Arthur membuat susu untuk dirinya karena hanya dirinya suka susu


Melihat Ilona yang berbalik saat ini. mereka mengira Ilona sedang tertawa padahal dirinya saat ini sedang salting berat oleh tingkah Arthur yang lucu membuat telinganya dan Pipinya menjadi merah layaknya sebuah cabe


".. kakak!, Kakak kenapa? " Tanya Regina bingung kenapa Ilona membelakangi semuanya


" Ah ..itu aku hanya..oh iya! aku ada urusan di atas kalau begitu sampai jumpa lagi " ucap Ilona yang langsung berlari dengan Pipinya yang masih sangat merah


" Ayo anak-anak kita tidur dulu. ini sudah malam besok kalian harus sekolah kan " ucap Lina dan langsung di ikuti oleh ketiga bocah kecil tersebut, ayah dan ibu pun juga mulai menuju kamar karena sudah merasakan ngantuk


Sedang kan, Arza yang melihat kedua Malaikatnya dan istri tercintanya sudah pergi. la tersenyum Mering dan mulai mendekati Arthur " Heii dikk, kau tau kau dapat bonus loh " ucap Arza sembari bisik-bisik pada Arthur


Sedang kan, Arthur sama sekali tidak mengerti apa yang Arza katakan


" maksudnya kau tau. ilona sepertinya suku cowok tipe manja dan imut kau bisa mulai dengan memeluknya bagaimana " ucap Arza


yang sebenarnya sudah berpengalaman dalam bidang percintaan karena dulunya dirinya Playboy yang terkenal di sekolah


" Imut..manja .. tapi aku tidak tau cara menjadi imut" Arthur pun mengerti namun dirinya sadar bahwa saat ini dengan tubuh ini juga. dirinya sama sekali tidak imut Malahan seperti ketua Yakuza


"Astaga..kau ini adikku atau teman ku sih.. kan sudah ku katakan seorang wanita itu biasanya lebih suku cowok yang manja dan imut seperti ku " ucap Arza dengan wajah yang Sama sekali tidak imut Malahan keren


" Aku tidak tuh ' ucap Lina yang tiba-tiba ada di belakang mereka berdua dan langsung menyeret Arza ke kamar dengan cara menjewer telinga Arza ,


" Akkkkk aduh-aduh sakit kenapa kau marah ? " Tanya Arza yang bingung kenapa dirinya di jewer sangat keras


Dan pada akhirnya hanya dirinya seorang yang ada di ruang tamu, Arthur pun langsung beranjak dari sofa dan melangkah kan kakinya ke arah tangga


Di perjalanan ke atas Arthur terpikir terus-menerus tentang apa yang kakaknya katakan untuk menjadi imut dan manja pada Ilona, dirinya pun memutuskan mengikuti saran dari kakak playboy itu.


[ Ku rasa akan ku coba.. ]


...----------------...


up seperti biasanya bismillah doa' kan author biar lulus ulangan tampa kendala


sampai jumpa lagi pembaca Author yang masih setia ๐Ÿ˜†๐Ÿ‘

__ADS_1


__ADS_2