Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 6 : bulol [ bucin tolol ]


__ADS_3

Sekarang ini Ilona sedang berbaring membaca komik dengan susu yang ada di sampingnya. Sudah 4 hari dirinya di villa Tersebut. Tak lama dari itu bibi Ajeng mengetuk pintu milik Ilona sembari membawa buah-buahan


" Masuk " panggil Ilona menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu


" Nona Ilona.kau bisa sesak jika berbaring tengkurap begitu "Khawatir bibi Ajeng melihat Ilona sembari meletakkan makanan


" Tidak apa-apa bibi. aku sering sekali di rumah seperti ini." Enteng Ilona menjawab bibi Ajeng" Hah... Anak ini " pasrah bibi Ajeng sembari menghela nafas panjang melihat Ilona


Ilona pun membalikkan badannya dan duduk menghadap ke bibi Ajeng." bibi. apa bibi punya anak?" Tanya Ilona menampilkan ekspresi berharap dari dirinya


" Tidak. bibi bahkan belum menikah.." jawab bibi Ajeng tersenyum dengan malu-malu .


Ilona langsung kaget.dan tiba tiba mengingat paman Feng yang juga masih langgeng Belum menikah karena tidak ingin menikah,


paman Feng berkata menikah itu butuh banyak kesulitan untuk menghadapi segala rintangan seperti ekonomi dan kasih sayang maupun konflik yang akan menanti sebuah keluarga nanti.


" Aku kangen paman... " Ucap ilona merendahkan suaranya


Bibi Ajeng melihat Ilona seperti tidak bertenaga. Tidak seperti biasanya, sangat khawatir jika Ilona jatuh dan sakit.dirinya pun keluar dengan menelfon seseorang


[ Di sisi lain ]


" Hiks...Ilona ku dimana ...hiks biasanya bocah itu pasti akan datang ke tempat ku dan ingin minum susu.. paman kangen wajah Ilona WAAAAA!!! Iyona...."


Sedang kan, saat ini paman Feng merana. di tinggal Ilona selama 4 hari , dirinya sangat ingin bertemu dengan bocah Nakal yang sering membuat masalah di bar miliknya.


" Woii! tolong Paman Feng. dia sudah mabuk, cepat bawah dia ke dalam ." suruh pegawai di bar Refaeli melihat paman Feng mabuk


Salah satu pegawai pun. menghampiri paman Feng dan mengambil botol yang di minum oleh paman Feng. lalu


membantu nya berdiri, masuk ke dalam.


" WAAAAA!!! Ilona di mana rio di mana!! " tanya om Feng pada pegawai bernama RIO dengan. menangis dan ingus yang belum di usap sembari menyebut Nama Ilona terus menerus .


" Aduh .. paman mungkin dirinya sudah mati.." jawab Rio Acuh karena tidak ingin bicara pada orang mabuk seperti Paman Feng.


Sontak, om Feng menangis lebih keras lagi " ya..ampun paman. kau sudah tua loh.. jangan menangis terus berisik sekali. " Kesal Rio yang sudah menahan rasa kesalnya pada paman Feng.


" Apa! tua..wajahmu yang tua!. aku masih berumur 35 tahun sialan " kesal om Feng juga pada Rio karena menyebutnya tua .


Terdengar suara klakson mobil di depan, Rio mendudukkan paman Feng ke kursi sebentar. dan melihat siapa yang terus menerus mengunakan klakson mobil yang berisik dari tadi


" iya..ad- "


" BERAK!!!! "

__ADS_1


saat Rio ingin membuka pintu Ilona sudah membuka pintu duluan dengan keras dan mengenai Rio yang ada di balik pintu tersebut


".....sudah ku duga"


" PAMAN!!!...ILONA DATANG PAMAN!!!" panggil Ilona pada om Feng dari dekat pintu


Paman Feng mendengar suara Ilona lah langsung tersadar dari mabuknya dan tiba-tiba berdiri membuat orang yang di sampingnya kaget, dengan cepat om Feng mencari asal suara tersebut


" Ilona di mana kau sayang !!! " Panggil om Feng berlari celingak-celinguk mencari Ilona di mana


" PAMAN !!!! " Saut ilona sembari berlari ke arah paman Feng


saat ini mereka berdua berlari seperti sinetron India dan saling berpelukan setelah mereka saling bertemu " iyona... hiks ... keponakan paman yang nakal"


" Hahaha paman bau sekali " Ejek Ilona pada pamannya, la langsung di cubit pipi oleh om Feng " aduh!.. aduh paman sakit." rintih Ilona kesakitan di cubit pipi


Bibi Ajeng dan yang melihat tingkah mereka hanya terdiam dan menggeleng kan kepalanya melihat Ilona yang selama ini ia tidak tahu, sedang kan Rio pun pergi mengobati hidupnya yang memerah terkena dobarakan pintu tadi.


[ Yang penting. Ilona bahagia.. ] batin Bibi Ajeng melihat ilona tertawa bahagia.


Melihat itu bibi Ajeng merasa bahagia juga. melihat Ilona Tertawa dengan paman Feng Dirinya tidak pernah menyangka . bahwa Ilona memiliki sisi kekanakan. ketika bersama dengan pamannya tersayang.


Sebenarnya dirinya setiap hari sudah melihat sisi kekanakannya Namun, bibi Ajeng Tidak menyadari hal itu.....


Ilona yang melupakan bibi Ajeng karena sangking bahagianya bertemu paman tersayang ,la teringat dan langsung menarik bibi Ajeng duduk di kursi yang sering ia duduk saat ingin minum susu buatan pamannya


Sebenarnya tempat duduk tersebut di buat khusus untuk Ilona seorang , oleh paman Feng dan tidak ada seorang pun yang bisa mendudukinya kecuali Ilona.


[Sekitar setengah jam kemudian ]


"APA! AKU TIDAK AKAN MENYERAHKAN KEPONAKAN KU PADA MU"Bentak Om Feng mendengar bahwa Ilona akan di jodohkan dengan pria tua


" Aku bisa menjelaskan." jawab bibi Ajeng dengan tatapan tajam


Sedang kan saat ini Ilona sedang asyik bermain kartu dengan pengawal dan pelanggan setia paman Feng,mereka berhenti ketika mendengar kemarahan paman


" kau ikut dengan ku dulu " pinta bibi Ajeng karena melihat Ilona menatap mereka berdua.


Paman Feng pun patuh dan mengikuti bibi Ajeng keluar, saat ini Ilona sangat kebingungan.Namun, di sadarkan oleh pengawal berambut pirang karena ingin melanjutkan permainan


...----------------...


Tak lama dari itu bibi dan paman masuk dengan tawa di muka paman Feng , dan semakin membuat Ilona kepo


" ...Apa ?... "

__ADS_1


[ Pukul 2:35 siang ]


" GAK MAU AKKKK!!! PAMAN JAHAT" jerit Ilona yang sedang di tarik oleh pengawal miliknya


kedua tangannya berpegangan di pintu dan 5 pengawal sedang berusaha menarik Ilona masuk pada mobil, sedang kan, paman Feng melambaikan tangannya seperti sedang menerima sang anak pergi begitu saja.


" Nona kumohon lepaskan! tanganmu .. lihat ini memerah !!!" suruh bibi Ajeng dengan Berteriak karena khawatir melihat tangan Ilona yang memerah karena berpegangan erat pada pintu


" GAK MAU, KU BILANG AKU TIDAK AKAN PERGI!!! " tolak Ilona tidak mau kalah dari teriakkan bibi Ajeng


[ Beberapa detik kemudian ]


Saat ini Ilona sedang di mobil dengan di dampingi oleh bibi Ajeng setelah kerusuhan tadi di tambah saat ini sudah terlihat lima buah kantong keresek bertuliskan bar Refaeli memperlihatkan isinya adalah susu buatan paman Feng


" Nona apa kamu benci tinggal bersama kami ? " Tanya bibi Ajeng dengan muka yang dibuat dramatis oleh dirinya. membuat Ilona berdetak bisa di bilang tidak tega melihat bibi Ajeng begitu.


Dirinya sebenarnya lebih nyaman tinggal di villa.dengan bibi Ajeng dari pada tinggal di rumah dengan ibu tirinya .Meski sebesar apapun rumah tersebut


tidak akan pernah menggantikan kasih sayang bibi Ajeng yang di berikan pada dirinya selama 4 hari ini.


" Tidak aku sungguh. sangat mencintai bibi dan yang lainnya, tidak akan. aku membenci tinggal bersama kalian " balas Ilona menjelaskan pada bibi Ajeng


" Kalau begitu kau harus menepati janji yang kita buat tadi kan Nona I.LO.NA. sayang." Ucap Bibi Ajeng dengan senyum cerah.


ya . saat ini Ilona lupa bahwa ia sebelum bertemu paman akan berjanji akan menikah dengan pria tua dan tidak akan lari sedikit pun Pada hari pernikahannya


[ Sialan ... ]


Umpat batinnya mengingat janji dengan bibi Ajeng tadi , Ilona pun Pasrah dengan apa yang akan terjadi berikutnya .dirinya tidak bisa melanggar janji tersebut karena berjanji pada bibi Ajeng,


tapi saat ini dirinya lebih baik berpikir untuk melanggar sedikit janji tersebut.


...----------------...


...CUPLIKAN...


...BONUS...


...CHAPTE



...


...ah~ selesai juga Chapter 5, setelah penuh sumpah setia Author buat up demi kalian tercinta yang udah baca karya Author.😘...

__ADS_1


...di tambah perjuangan buat naik pohon + cuaca panas yang akhir ² naik. buat Author kayak ikan panggang di jemur di pohon 😁...


...jangan lupa likenya ya biar Author ypa banyak ² + sampai Chapter Akhir...


__ADS_2