Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 26 : suami takut istri


__ADS_3

" WAH!!! Akhirnya perut ku terisi kembali ..oh ya! Bibi, Bungkus satu ya ! "Panggil ilona pada bibi yang sedang memasak " baik Nona nanti mampir lagi ya" saut bibi tersebut


Selesai menerima makanan tersebut Ilona dan Arthur langsung pergi dari tokoh kecil itu, sesaat di perjalanan. Ilona pun melirik pada Arthur yang dari tadi diam sesudah keluar dari tokoh.


,Dirinya pun bertanya "apakah makanan di sana enak" dan langsung di Jawab oleh Arthur "lumayan" padahal sangat jelas bahwa dirinya menyukai semua menu makanan yang ada di sana.


[ Hehehe aku tau kau menyukainya bodoh ] batin Ilona , dengan tangan di silangkan ke dada.sembari terus- menerus memandangi Arthur.


Tiba-tiba, Arthur melihat sebuah balon di seberang jalan.dirinya pun merasa bahwa Liu akan menyukai balon tersebut. sama seperti anak pada umumnya dan memutuskan untuk membeli salah satu balon berwarna putih dan hitam.


" Aku akan ke sana dulu kau tunggu saja di sini " ucap Arthur dengan menunjukkan jarinya ke sebarang jalan dengan adanya penjual balon dan mulai berjalan ke seberang untuk membelinya.


Arthur yang sedang fokus memikirkan liu malah tidak memperhatikan jalanan yang ada di sebelah kirinya, dengan terus berjalan tanpa melihat sekitarnya sekali pun.


" Tante....." Panggil seorang anak kecil dari belakang ilona, dirinya yang mendengar suara tersebut la membalikkan badannya. Terlihat bocah kecil dengan pakaian berlubang-lubang di setiap sisinya.


" Apa ? " Saut ilona,lalu menatap bocah kecil tersebut dengan tatapan sinis dan berubah menjadi lembut.dirinya pun menjongkok menyelaraskan tinggi bada bocah tersebut.


Bocah kecil itu pun langsung menunjuk pada Seberang jalan membuat pandangan Ilona kembali pada Arthur " Tante, Apakah pria itu akan mati ? " Tanyanya.


Terlihat dari kejauhan mobil berwarna merah melaju cepat sedang kan Arthur berjalan dengan perlahan dan hampir sampai ke seberang jalan, mobil tersebut tidak ada tanda-tanda akan memperlambat lajunya


"DUG!!"


hati Ilona seakan berhenti berdetak, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang,Napasnya yang dari tadi tenang tiba-tiba berubah menjadi menggebu -gebu , dirinya pun mulai gemetaran di sekujur tubuhnya,


bayangan-bayangan samar Mulai memenuhi otaknya ,Sakit sangat menyakitkan. Rasanya kepalanya seperti sedang di pukuli oleh palu dengan paku yang menancap pada otaknya dengan perlahan hampir menembus kepalanya.tiba-tiba hidup Ilona mimisan dengan pandangan yang mulai kabur


"AKKKKKKK HENTIKAN!!!! " jerit ilona sembari menarik rambutnya. Sedang kan bayangan-bayangan tersebut sama sekali tidak bisa Ilona lihat ataupun di hilangkan dari otaknya karena yang ia ingat adalah gambaran hitam dan putih.


[ KEMBALI KE RUMAH SAKIT ]


Liu yang sedang menggambar tiba-tiba di kejutkan dengan kehadiran Reina dan Regina yang berlari lalu langsung memeluk Liu, yang lebih mengejutkan dirinya adalah kakak dan Neneknya berserta Lina dan Arza datang lagi untuk menjenguk dirinya.


" Hei Reina, Regina kena- " ucap Arza yang melihat kedua anaknya memeluk Liu dan tiba-tiba langsung di pukul Lina pas pada perutnya sampai-sampai dirinya menggeliat di lantai akibat rasa sakit .

__ADS_1


Sedang kan, ibu Fasila dan ayah Darien hanya menggelengkan kepalanya melihat putranya yang begitu konyol dan kedua bocah kembar tersebut malah tertawa lepas melihat ayahnya , mereka berdua mengira bahwa Arza sedang bermain di hadapan mereka berdua.


Lina pun tersenyum melihat kedua malaikat tertawa lepas dan


memutuskan untuk mencobanya lain waktu di hadapan kedua anaknya," Ha-Halo .. " ucap Liu sembari menundukkan kepalanya pada ayah Darien dan ibu Fasila sebagai tanda hormat.


Melihat itu Ayah Darien dan ibu Fasila hanya terdiam membuat suasana di ruangan tersebut menjadi sedikit canggung, Namun, Lina dengan sigap.mulai berjalan dan mengajak Liu berbicara sedikit dengan dirinya.


"Liu Apa kau bisa menjawab pertanyaan dari onti " tanya Lina, onti adalah sebutan Liu untuk Lina sama dengan Tante atau bibi tapi Lina menyarankan untuk memanggil dirinya Onti saja


" Tentu saja!, aku pintar dalam menjawab pertanyaan. di sekolah kata ibu Citra, aku memiliki kecerdasan" jawab Liu dengan semangat karena merasa baru kali ini dirinya berbicara dengan Lina,


Liu yang menunggu pertanyaan dari Lina dengan senyuman harapan sedang kan, Lina terdiam. Ldirinya mengira bahwa Lina akan memberi pertanyaan tentang pelajaran kelas tinggi padahal Lina saat ini sedang mempertanyakan kejadian kenapa banyak sekali memar di tubuh Liu


" jadi...kenapa kau merahasiakan penyakit mu dari kami " tanya Lina membuat senyuman Liu luntur seketika, dirinya pun langsung menjauh dari Lina dan mulai menundukkan kepalanya ke bawah


Mulai lagi rasa canggung di antara Lina dan Liu maupun ayah Darien dan ibu Fasila yang duduk diam mendengarkan.sedang kan, Arza dan kedua anaknya pergi untuk membeli es krim sesudah di suruh oleh lina.


" Liu, tidak apa. ayo ceritakan saja ya. Onti dan nenek ingin mendengar perkataan mu kenapa kau merahasiakan penyakit mu dari Kami semua kami sekarang tidak marah kok benar kan ibu,ayah" ujar Lina lagi, dengan membujuk Liu


Tapi tiba-tiba Liu menarik kerah baju Lina membuat Lina terhenti dan mulai tersenyum lembut, Akhirnya pun Liu memberanikan dirinya untuk berbicara dengan Lina tentang kenapa dirinya menyembunyikan penyakitnya dari mereka .


" Kata pengasuh Riya. aku tidak boleh berbicara tentang ini pada kalian.." jawab Liu dengan Nada kecil, namun masih bisa di dengar oleh mereka." Oh begitu baiklah anak pintar " ujar Lina sembari mengelus rambut Liu


Sontak saja Liu menjauhkan kepalanya dari Lina sembari memegangi Atas kepala karena tiba-tiba Lina mengelus atas rambutnya ,dirinya sangat terkejut dengan sentuhan tiba-tiba Lina yang selalu mengacuhkan dirinya.


Namun, setelah Liu berpikir lagi Hanya Ilona yang pertama kalinya menyentuh dirinya, terlebih lagi Liu tidak merasa kaget ataupun takut tapi merasa tenang ketika Ilona yang menyentuh dirinya.


[ Ah!.. Astaga aku lupa ] batin Lina yang sebenarnya tidak sengaja mengelus rambut Liu karena sudah terbiasa mengelus rambut Reina dan Regina ketika mereka berdua patuh dan baik pada dirinya.


" J-jadi mari kita ke pertanyaan terakhir. Itu..Liu, kenapa di tubuh mu banyak sekali memar " tanya Lina lagi," itu Rahasia tidak boleh ingkar dengan pengasuh Riya " jawab Liu


Lina pun memberhentikan pembicaraannya dengan Liu karena sudah menjawab rasa penasarannya, dirinya pun duduk di samping ibu Fasila. Lalu melirik dengan tatapan isyarat.


Dengan cepat Lina pun bertanya pada Liu kemana dua pengantin baru itu, yang dari tadi ia tidak melihat Kemana mereka berdua. Liu pun mengatakan bahwa Ilona dan Arthur sedang mencari makanan Namun, masih belum kembali dari tadi padahal mereka sudah pergi sangat lama.

__ADS_1


Pintu pun terbuka dengan Reina dan Regina yang membawa es krim di kedua tangannya lalu berteriak memamerkan es krim miliknya melihat itu Lina langsung menatap tajam pada Arza Yang sedang keringat dingin melihat tatapan Lina yang seperti akan membunuh dirinya


" Ini DI.SI.TA." ucap Lina menarik salah satu es krim dari dua bocah kembar tersebut , dirinya sudah melarang jangan memakan Dua es krim nanti bisa membuat sakit. Namun, ayahnya masih saja memberikan dua es krim pada Reina dan Regina.


Dirinya pun melirik Liu yang menatap es krim tersebut, dan mulai berjalan lalu memberikan salah satu es Krim berwarna putih dengan rasa susu dengan toping coklat pada Liu. namun, mereka semua di kejutkan dengan Balasan Liu melihat es krim tersebut.


" Apa ini ? " Tanya Liu dengan polosnya, melihat Lina memberikan es krim pada dirinya.


" Adik Liu tidak tau. ini es krim Rasanya dingin dan manis cobalah! ini sangat enak loh " ucap Reina, Liu pun menatap Regina dan di balas dengan anggukan kepala oleh Regina sebagai tanda bahwa es krim ini sangat enak persis seperti yang di katakan oleh Reina


Dirinya pun mengambil es krim tersebut dari tangga Lina sedang kan, yang satunya langsung di buang oleh Lina melewati jendela. liu pun menggigit es krim tersebut dengan suapan besar


" Di- dingin ! " Ucap Liu yang tiba-tiba mengeraskan suaranya,


terlihat sangat jelas dirinya terkejut dengan sensasi rasa es krim tersebut sembari terus mengunyah es krim itu dengan pipi yang berubah menjadi merah muda akibat dingin es tersebut saat di dalam pipinya,


dirinya pun mulai memakai es tersebut dengan pelan , takut akan habis. Sedang kan saat ini Ayah Darien dan ibu Fasila sangat marah setelah melihat Liu seperti baru pertama kali melihat dunia.


Mereka berdua pun bersumpah akan membalas perlakuan Pengasuh itu yang sudah meremehkan dan memberlakukan bagian dari keluarga zadintura seperti sebuah cicak baginya


"Oh!. Ibu, ayah kalian sudah di sini " ucap Arthur membuat mereka semua kaget karena tidak ada tanda-tanda Arthur masuk ke ruangan tersebut sama sekali tidak ada sedikit pun.


" Hehehe ibu~ " ucap Ilona yang tiba-tiba keluar dari belakang Arthur. bisa di bilang dirinya tertutupi oleh tubuh besar Arthur


Tanpa basa-basi lagi ilona pun langsung berjalan sembari memberi makanan yang ia bawa tadi kepada Liu, sebaliknya Liu senang melihat Ilona yang dari tadi belum kembali dan sekarang ada di hadapannya,


" Kemana saja kau ? " Tanya Arza kepo " makan " jawab Arthur singkat membuat kakaknya hilang rasa keponya " ....aku kakak mu loh, bisa kan jawab aku dengan kata-kata panjang sedikit saja " kesal Arza yang dari dulu adiknya selalu berbicara sedikit pada dirinya.


...----------------...


hiks sedih juga ya kalau ada bocah yang di perlakukan seperti Liu di dunia nyata.


maklumlah author sebenarnya suka anak kecil


jangan lupa like dan tekan tombol vote hehehe becanda kok kalian gak perlu vote karena author suka kalian yang udah baca karya Author apa adanya

__ADS_1


__ADS_2