Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 18 : Terdeteksi mendapatkan Member baru


__ADS_3

[ DI SISI LAIN ]


Ilona yang masih berjalan dengan menggendong Liu yang memeluk dirinya dengan erat sedang kan tubuhnya masih gemetaran hebat, Ilona pun mengelus rambut Liu yang halus dengan tujuan menenangkan Liu


" Liu kenapa ? Apa kau takut akan sesuatu ? " Tanya ilona sembari berjalan menggendong Liu yang masih gemetaran" t-tidak aku tidak takut.. " jawab Liu dengan Nada gemetar


Ilona pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu utama dia sana. Liu pun dengan cepat turun dari bekapan Ilona dan segera ingin pergi setelah dirinya sudah merasa tenang Namun, di larang oleh Ilona dan menyuruh Liu duduk di samping dirinya.


Sangat canggung sangat sangat canggung , Ilona tidak tau apa yang akan ia bicara kan pada Liu karena dirinya Hanya kepo dengan Liu yang tiba-tiba gemetaran setelah Arthur dan dirinya mendekati pintu tersebut.


Tapi tiba-tiba bola berwarna pink memantul mendekati kaki Ilona yang masih tidak tau apa yang harus ia katakan pada Liu , bola tersebut adalah milik Reina dan Regina yang bermain di sekitaran sana


" Boleh Kemana kau pergi hahaha kau tidak akan pernah lolos dari pandangan Ninja Reina super" teriak Reina yang mengejar bola pink yang memantul ke kaki Ilona Sedang kan adiknya mengejar kakak nya dari belakang.


Mereka pun berhenti setelah melihat bola tersebut ada di dekat kaki Ilona , Reina yang tiba-tiba berhenti membuat Regina menabrak Reina dari belakang sampai mereka berdua jatuh ke depan secara bersamaan.


" Aduh!.. kakak kenapa berhenti. hidung ku sakit. hiks.." ucap Regina sembari memegangi hidupnya." Kau yang menabrak aku duluan kan.. hidung ku juga kesakitan ! " Kesal Reina karena dirinya juga kesakitan.


Mereka berdua pun berkelahi dan saling menarik rambut satu sama lain, Ilona yang melihat itu hanya tersenyum karena dirinya sebenarnya menyukai pertengkaran anak-anak


Dan pada akhirnya Liu lah yang memisahkan mereka berdua , sedang kan Ilona hanya duduk sembari melihat siapa yang menang dan pada akhirnya tidak ada yang menang bisa di bilang seri di antara Reina dan Regina.


[ ya...gak seru lagi deh. ]


Ilona pun beranjak dari tempat duduknya dan melangkah kan kakinya ke depan untuk menjenguk 3 bocah yang sedang berbicara tentang siapa yang salah di antara Reina dan Regina


" Heii bocah-bocah apa yang kalian bicarakan ? " Tanya Ilona kepo " itu...bibi. kakak Reina berhenti mendadak dan ... " Ucap Regina yang terhenti dan langsung berlari ke belakang Reina " bibi Regina yang dulunya" ucap Reina tidak kalah sengit!.

__ADS_1


Ilona pun terganggu dengan panggilan mereka pada dirinya dan langsung melontarkan kata-katanya agar Reina dan Regina tidak menyebut dirinya dengan panggilan bibi


" Jadi.. aku dan adik Regina memanggil bibi dengan apa? ..." Tanya Reina cemberut! " panggil kakak dong!... kakak Ilona ok!! " jawab Ilona membuat mereka berdua tersenyum kembali." Jadi apa aku juga boleh memanggil nona kakak?" Tanya Liu malu-malu


Ilona pun tersenyum manis pada Liu yang menandakan bahwa dirinya juga boleh memanggil Ilona dengan sebutan kakak , dan tiba-tiba Reina dan Regina mulai akrab kembali setelah berbicara dengan Ilona, mungkin mereka berdua lupa dengan masalah tadi.


Reina dan Regina langsung berlari lagi mengambil bola yang memantul tadi dan kembali ke arah mereka muncul, Ilona merasa Bahwa tidak ada permusuhan di antara Reina dan Regina pada Liu membuat dirinya merasa sedikit tenang.


[ Tunjukan dulu! ... kenapa aku lega setelah melihat Reina dan Regina akrab dengan Liu ? ...]


Sontak saja dirinya melihat Liu membuat Liu terkejut dengan tatapan itu Ilona yang mendadak memelototi dirinya padanya tatapan Ilona sebenarnya sedang kebingungan dengan dirinya sendiri


" Itu apa aku boleh pergi ..K-kakak " ucap Liu yang ingin pergi" tidak kau tidak bisa pergi sekarang , kau akan tidur dengan ku ya " tolak Ilona yang sudah memikirkan untuk tidur bersama Liu" ti-tidak usah kakak aku akan tidur di kamarku "


Namun, Ilona malah mengacuhkan Liu dan mengendong Liu untuk ke kamar Arthur dan dirinya , Ilona mengendong Liu dengan mudah seperti tidak ada beban sama sekali setelah dirinya mengendong Liu


tapi memang Liu sedikit kecil dari Reina dan Regina padahal mereka terlihat seumuran menurut penjelasan dari ibu Fasila karena pada saat Lina menyelamatkan Liu otomatis pasti Reina dan Regina masih bayi sama seperti Liu.


" Apa kau sudah menyelesaikan semuanya " tanya Arthur pada seorang wanita yang ternyata adalah bibi Ajeng " ya tuan semuanya sudah saya selesai maaf atas kelalaian saya selama ini"


Arthur pun mengangguk sekali dan segera pergi dengan bibi Ajeng yang menundukkan kepalanya ke bawah sebagai tanda meminta maaf dan juga sebagai tanda hormat pada Arthur yang seorang tuan muda.


Di perjalanan ke kamar Arthur sudah memikirkan apa yang akan ia lakukan jika Ilona ada di sana dirinya juga berpikir bagaimana cara mengajak Ilona berbicara agar dirinya tidak membuat masalah jika di depan Ilona .


[ Apa dia sudah tidur...]


Arthur pun melihat jam tangannya yang memperlihatkan pukul 8:34 malam dirinya mengira bahwa Ilona pasti sudah tidur pada jam seperti ini, tidak terasa Arthur berjalan dan sampailah dirinya di dikamar.

__ADS_1


Tangan nya pun meraih gagang pintu dan mencoba membukanya Namun, sayang Ilona sudah mengunci pintu dari dalam hingga Arthur tidak bisa masuk ke kamar...


Tapi tenang saja Arthur sudah memiliki kunci cadangan untuk membuka pintu tersebut, dirinya pun merasa lega karena bisa menebak apa yang akan Ilona lakukan tapi sebenarnya bibi Ajeng lah yang memberitahu dirinya.


[ ...aku sangat lelah..]


Sayang oh sayang pintu tersebut sudah Ilona hadang dengan lemari miliknya dan juga punya Arthur membuat Pintu tidak bisa di dorong Tidak habis pikir Arthur pun pergi ke kamar sebelah karena sudah sangat lelah atas perkejaan dan masalah tadi.


Sadang kan saat ini Ilona tertawa lepas karena kemenangannya atas tempat tidur ini dan Liu hanya diam menatap Ilona yang tertawa dan menari karena bahagia .


"Hehehe Liu kakak mu ini jenius bukan?" Tanya ilona karena sudah memikirkan untuk mengangkut lemari besar tersebut ke pintu" ya... Kakak jenius kok .. " bingung Liu yang dari tadi tidak tau maksud Ilona" baiklah kalau begitu ayo tidur bersama " ujar Ilona menarik Liu


Mereka berdua pun berbaring di kasur dengan Ilona yang memeluk Liu , saat ini Liu merasa hatinya sangat lah hangat dan juga ingin menangis karena di peluk oleh ilona matanya tidak bisa tertidur karena terlalu bahagia.


[ ..Apa semua doa' ku terkabul ...apa ini bukan mimpi.. jika ini mimpi aku ingin mimpi ini tidak berakhir..]


Air mata Liu pun jatuh , matanya yang merah berkaca-kaca atas bekapan Ilona yang sangat ia inginkan di dunia ini ..


[ Kumohon... jangan bangunan aku jika ini mimpi..Hiks.. sakit..aku sangat bahagia terima kasih.. hiks ]


Liu pun mulai menutup kedua matanya yang terasa berat akibat dirinya menangis kedua kelopak matanya mulai menurun dengan pandangan wajah Ilona,


setelah Liu tertidur ilona membuka matanya dan menatap wajah Liu dengan tangan nya lalu menghapus air mata yang tersisa di pipinya dan di bawah matanya


" Selamat tidur Liu.. "


...----------------...

__ADS_1


gak banyak yang author katakan terima kasih semuanya yang udah komen dan like di karya Author


sekali lagi terima kasih 😭☺️


__ADS_2