Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 28 : mbak Ilona Waktu kecil sekecil biji cabe


__ADS_3

" Tengkleng! "


Bunyi lonceng pintu yang berdentang di saat semua orang tengah sibuk dengan urusan masing-masing di bar Refaeli. Yang masih memiliki banyak pelanggan membuat bar Refaeli menjadi tokoh Favorit parah pegawai kantor.


" Woi Feng lama tidak berjumpa " panggil seorang pria paruh baya yang terlihat seumuran dengan paman Feng


Mendengar seseorang memanggil namanya Paman Feng pun menengok ke belakang dan tiba-tiba membuat ekspresi kesal pada orang yang ada di depan dirinya saat ini. Siapa pria paruh baya itu sampai-sampai paman Feng seperti sangat membencinya


" Hei hei jangan melihatku seperti itu dong..kita kan sudah lama tidak bertemu, ngomong-ngomong kamu masih belum nikah ya? " Tanya pria paruh baya tersebut seperti sengaja untuk menekan tombol kekesalan paman Feng


Sunyi sangat sunyi setelah pria paruh baya tersebut mengatakan bahwa paman Feng Belum menikah padahal tadinya tokonya sangat heboh dan menyenangkan namun. tiba-tiba menjadi Susana mencekam


" KU PATAHKAN LEHER MU BANGSAT!!!!SINI KAU SIALAN !! AKU AKAN MEMBUNUH MU TANPA RASA SAKIT!!!" Teriak om Feng, dengan dua pegawai yang sigap mencoba menghentikan paman Feng yang ingin memukul pria paruh baya tersebut dengan botol kaca


" Ya ampun ganas banget kau ini " ucap pria paruh baya tersebut sembari bersembunyi di Balik meja yang di gulingkan membuat meja tersebut seperti tameng untuk menghindari pukulan paman Feng


[ BEBERAPA MENIT DARI ITU ]


" Jadi kenapa kau datang ke sini GERSON ? " Tanya om Feng dengan ekspresi yang sangat tidak terima dengan kehadiran orang yang ada di depan dirinya.


" Aku hanya ingin menemui murid nakal ku saja. tapi di mana dia ? " Tanya Gerson sembari mencoba mencari ilona


Gerson adalah guru seni bela diri Ilona yang membuat Ilona bisa menguasai seni bela diri taekwondo dalam 3 tahun saja .Sudah pasti om Feng membenci Gerson karena sudah mengajari Ilona taekwondo untuk menjadi wanita bar-bar dan tomboi seperti sekarang


" Dia sudah menikah " jawab Om Feng sembari tersenyum cerah


" Jangan menipuku. Aku memang bodoh tapi tidak terlalu bodoh Sialan " ucap Gerson tidak percaya apa yang ia dengar saat ini


Dengan cepat paman Feng mengambil dompetnya dari kantong celananya dan memberikan sebuah poto kecil yang memperlihatkan Ilona dan Arthur pada Gerson untuk tanda bukti bahwa ilona benar-benar menikah dengan seseorang


Namun, tetap saja Gerson hanya tertawa lepas melihat Poto yang di berikan paman Feng lalu mengira bahwa itu hanya editan belaka untuk mempermainkannya


" Tapi tunggu sebentar ini beneran kan ? Tidak di edit kan ? Apa mata ku yang kabur ? " Ucap Gerson yang sebenarnya hanya menebak


Di balas anggukan kecil dari Om Feng membuat Gerson pingsan di tempat karena dirinya sebenarnya masih tidak percaya bahwa Ilona bisa menikah dengan seorang pria tampan dan kaya raya . Terlebih lagi dengan sifatnya yang seperti setan


" ...sudah lah jangan banyak drama" kesal om Feng melihat Gerson pingsan di depan dirinya. Namun, tidak ada jawaban sedikit pun dari Gerson


Sebenarnya Om Feng mengira bahwa Gerson temannya sedang mempermainkan dirinya saat ini. Namun, setelah beberapa detik Gerson tidak menjawab panggilannya. dirinya pun langsung melihat Gerson yang masih tidak sadar kan diri


" Dasar!! kau benar-benar pingsan" ucap om Feng


sembari mencoba untuk menyadarkan Gerson dengan cara menamparnya sangat Karas.sampai- sampai terdengar sangat renyah di telinga


[ DI KEDIAMAN ZADINTURA ]


terlihat mobil mewah yang berhenti memperlihatkan seluruh anggota keluarga zadintura termasuk Ilona yang cemberut karena di larang untuk menyetir mobil oleh Arthur.


Mereka pun berjalan bersama pasangan masing-masing seperti ayah Darien dan ibu Fasila yang bergandengan tangan. Arza dan Lina yang memamerkan keromantisan mereka di hadapan anak-anak Namun, di pukul keras oleh Lina


Sedang kan, saat ini dua sejoli kita sama sekali tidak memperdulikan dirinya masing-masing karena Ilona menjauh cukup jauh dari Arthur dengan pembatas Liu yang ada di tengah- tengah mereka berdua .


Melihat Arthur dan ilona saat ini ibu Fasila maupun yang lainnya hanya merasa kasihan pada Arthur.

__ADS_1


"SELAMAT DATANG TUAN DAN NYONYA BESAR "Sambut riang parahpembantu yang berbaris sejajar untuk menyambut Anggota keluarga zadintura yang terhormat


......................


" Tes "


Suara tetesan darah yang jatuh di lantai dari hidung Ilona yang tiba-tiba mengeluarkan darah. setelah beberapa langkah dirinya berjalan dari pintu masuk . Dengan cepat Ilona menutup hidungnya agar menyumbat aliran darah yang terus keluar dari hidungnya.


[ Oh.. sudah saatnya ya ? ] Batin Ilona yang melihat tangan kanannya yang penuh dengan bercak darah. sedang kan, tangan kirinya masih memegangi hidungnya


Salah satu pembantu wanita yang melihat Ilona mimisan lantas berteriak histeris membuat suasana menjadi heboh hanya karena Ilona mimisan saja. Ibu Fasila dan lainnya yang melihat itu lantas terkejut juga


" Ilona apa yang terjadi ? " Tanya Arthur yang langsung sigap menghampiri Ilona " sudah lah aku baik-baik saja. Ini akan berhenti beberapa waktu nanti " balas Ilona yang mulai berjalan ke sofa.


"CAPAT PANGGILKAN DOKTER CEPAT "


"APA YANG KAU LIHAT JANGAN BENGONG SAJA CEPAT AMBILKAN AIR DAN KAIN "


" BAIKKK !!! "


" CEPAT LAH NANTI NONA KESAKITAN CEPAT !!!! "


semua pelayan yang sangat heboh layaknya seperti sebuah pasar besar mencari kain dan air maupun memanggil dokter untuk datang secepatnya malah membuat kepala ilona pusing karena kehebohan mereka yang berlebihan


Ilona pun dudu tegak, sedikit condong ke depan dan menutup kedua hidung Nye dengan cara mencubit hidung selama 5 menit dan di ulangan membuat hidung ilona segera berhenti mimisan


" Sudah kan! sudah ku bilang ini akan berhenti sebentar lagi, Dasar perlakuan kalian sangat berlebihan " ucap Ilona dengan memegangi kepalanya yang terasa berdenyut


Namun, ilona Langsung menolak keras untuk di periksa ke dokter ataupun memanggil dokter ke sini dirinya berpikir untuk apa membuang uang hanya karena mimisan tiap Minggu yang ia derita


" Ilona apa kau merasa sakit atau pusing ? " Tanya ibu Fasila dengan mimik wajah sangat khawatir pada menantunya " kakak ..." Ucap ketiga bocah yang mulai memeluk Ilona


Melihat reaksi mereka Ilona pun. Tertawa lepas sampai-sampai mengeluarkan air mata. di hadapan semua orang yang sangat khawatir pada dirinya, tapi semuanya terdiam melihat Ilona tertawa lepas


Mereka pertama kalinya melihat tawa yang begitu indah di pandang mata. sedang kan, saat ini Arthur tersenyum melihat ilona tertawa dan malah membuat mereka merinding seketika melihat senyuman Arthur yang seperti ingin membunuh seseorang.


[ KEMBALI KE BAR REFAELI ]


" .... jadi bagaimana Nasib pemuda yang di nikahi Ilona" tanya Gerson yang merasa kasihan pada Arthur Karena sudah menikah dengan Ilona


"dia tidak apa-apa.. tapi mungkin beberapa tahun lagi Ilona akan di ceraikan " ucap paman Feng sembari turus membuat minuman untuk mereka berdua.


Mereka pun menghela nafas panjang secara bersamaan dan mulai meminum bir yang di berikan oleh paman Feng tadi. Gerson pun menayangkan satu pertanyaan pada paman Feng bagaimana masa lalu ilona waktu kecil -


Namun, Langsung di tolak oleh dirinya karena sesuatu yang tidak bisa ia katakan pada seseorang tidak terkecuali Ilona yang sebenarnya berhak tau apa yang terjadi


" ...kau ini pelit sekali " pasrah Gerson setelah di tolak mentah-mentah oleh paman Feng


" Bukannya pelit.tapi belum saatnya aku mengatakannya pada seseorang seperti mu " ucap paman Feng sembari meminum bir di tangannya


" Tengkleng "


Pintu di dorong lagi memperlihatkan seorang pemuda yang sangat tampan hampir sebanding dengan ketampanan Arthur. Pemuda itu pun masuk ke bar Refaeli membuat semua perhatian pelanggan tertuju pada pria tersebut

__ADS_1


" Siapa dia kau kenal ? " Tanya Gerson pada om Feng " manaku kenal bodoh. ini saja aku baru pertama kalinya melihat dia di tokohku " Jawab om Feng


"Permisi apa kau paman Feng " tanya pria tersebut pada Gerson membuat Om Feng kesal karena di samakan dengan mahluk yang ada di depan dirinya " ...aku di sini " panggil om Feng


Pria tersebut pun langsung membeku karena salah orang lalu mulai tersenyum kembali ke arah paman Feng. " pertama- tama.Nama Saya ALEXANDER anda bisa memanggil saya Alex " ucap pria tersebut yang sudah duduk di samping Gerson.


" Siapa kau ? " Tanya om Feng yang terlihat sangat waspada " ah.. maaf anda tidak perlu menatap saya seperti itu " ucap Alex yang merasa tertekan dengan tatapan maut kedua orang ini


Alex pun langsung mengatakan kedatangannya ke sini untuk


mengetahui apakah Ilona ada atau tidak tentu saja Om Feng dan om Gerson terkejut sampai-sampai mereka berdua secara bersamaan tersedak bir karena Alex mencari Ilona


" AH!... Melihat reaksi kalian Ilona tidak ada ya..mmm.. kalau begitu saya pamit dulu. Jika Ilona ada tolong telepon saya " ucap Alex yang langsung pergi seperti di tembus angin meninggalkan bar Refaeli setelah memberikan kartu sekaligus nomor nya


" ....aku salah dengar kan ? " Tanya om Feng pada Gerson " ku rasa tidak" jawabnya


Mereka berdua pun untuk ke sekian kalinya menghela nafas panjang memikirkan bagaimana nasib Ilona yang terlihat akan terjebak dalam parah pria [ firasat om Feng saja ]


" ... kalau begitu bagaimana kalau kau menceritakan sedikit saja bagaimana masa kecil Ilona " bujuk Gerson yang terlihat sangat penasaran dengan masa lalu ilona


Namun, tetap saja jawabannya masih seperti tadi dirinya tidak mau berbicara tentang masa Lalu ilona karena bisa saja membuat Ilona merasa takut akan sesuatu


" kumohon Feng ceritakan sedikit saja. tentang ilona sedikit saja ok... Kalau begitu aku borong semua bir di sini bagaimana ? " bujuk Gerson sembari mencoba memohon pada om Feng


Om Feng pun menghela nafas berat dan setuju bahwa dirinya akan menceritakan sedikit saja. tentang Ilona sejak dirinya pertama kali datang ke bar Refaeli


Hujan yang lebat di dukung dengan Sambaran petir dan kilat pada hari Senin, tanggal 2, jam 12 malam . Terdengar suara tok-tokan pintu dari luar bar Refaeli membuat perhatian om Feng tertuju pada pintu


" Siapa yang Malam-malam begini masih berkeliaran sih. MAAF KAMI SUDAH TUTUP DATANG SAJA NANTI!! " ucap om Feng yang masih berusia 19 tahun


Namun tok-tokan pintu tersebut malah semakin keras dan semakin keras membuat Feng remaja kesal. la melangkah kan kakinya menuju pintu dengan cepat sembari membawa sebuah tongkat bisbol, dirinya membuka pintu


"TEGERRRR !!! "


petir yang menyambar rumah di belakang, sedangkan di depannya saat ini. seorang anak yang basah kuyup sembari memeluk boneka kelinci dan rambut yang terurai ke depan malah terkesan sangat horor.


" AKKKKKKKKKKKKKKKKK " Jerit om Feng dan langsung membanting pintu dengan keras karena terlalu terkejut melihat sosok yang ada di depan dirinya saat ini


[ Astaga!!! Apa aku akan segera mati oleh hantu ? tidak-tidak itu mungkin hanya pandangan ku mana mungkin ada hantu di dunia ini. itu hanya takhayul .. tapi tadi sungguh hantu kan ! ???? "


Namun, tiba-tiba terdengar suara tangisan dari luar membuat Om Feng sadar dengan suara tangisan kecil tersebut, dirinya pun membuka pintu lagi namun secara berlahan.


" Hiks...takit Paman..ahhhhhh!!!" Ucap Ilona kecil sembari memegangi jidatnya yang benjol di tambah gigi kecilnya yang patah oleh hantaman pintu yang keras


" ASTAGA!!! ILONA!!! " teriak om Feng yang melihat Ilona terduduk di tanah yang masih berusia 6 tahun dengan darah yang keluar dari mulutnya karena gigi yang patah


...------------...


...Maaf ya akhir-akhir ini author gak up, ...


mungkin nanti Author gak bisa up tiap hari karena ada ulangan di sekolah


jadi harap di maklumi bahwa author mungkin telat up nya, jangan lupa like dan komen seperti biasanya ya sampai jumpa di lain hari 🖐️🤗

__ADS_1


__ADS_2