
Ilona pun bertanya pada ibu Fasila kemana anak kecil laki-laki kemarin membuat suasana makan malam ini menjadi hening lagi.
" Itu.... Maaf " pinta maaf Ilona setelah melihat suasana menjadi hening seketika. "Tidak apa." balas ibu Fasila dan menyuruh pelayan untuk memanggil anak laki-laki tersebut untuk makan di bawah.
Hening, sangat Hening setelah pelayan pergi dan meninggalkan mereka untuk memanggil anak laki-laki tersebut.
" Itu.... meski aku tidak berhak mengatakan ini Namun... kenapa kalian terlihat membenci anak laki-laki itu ? "Tanya Ilona yang kepo setengah mati.
Ibu Fasila pun tersenyum pada Ilona " akan ku jelaskan.. "Ibu Fasila pun menceritakan siapa bocah laki-laki itu secara rinci pada Ilona. dengan di mulai dari Nama Anak itu
LIU. Namanya adalah Liu dia adalah anak dari selingkuhan kakak laki-laki Arthur yang bernama AREKSA putra kedua Zadintura yang sudah tiada akibat kecelakaan.
Areksa meninggal bersama dengan selingkuhannya, sedang kan istri sahnya juga meninggal karena bunuh diri dengan melompat dari ambang pintu setelah mendengar Areksa berpaling dari darinya.
Keluarga istri Areksa yang tidak terima hal itu la hampir membunuh Areksa pada saat itu dan terjadilah dendam permusuhan pada keluarga istri Areksa dan keluarga zadintura
istrinya bernama ASLIA wanita cantik dan pintar,maupun sudah bisa membuat cabang rumah makan besar dan pintar dalam bidang perusahaan.Sedang kan selingkuhan nya adalah KIARA .tapi setelah kecelakaan itu
mereka pun tau bahwa selingkuhan Areksa memiliki anak dan mencari lokasi rumah selingkuhan Areksa, saat mereka menemukan Liu ia sudah hampir mati kelaparan karena di tinggal selama 1 hari oleh ibunya sendiri.
Untung saja Lina ikut bersama dengan mereka dan cepat menyusui Liu tepat pada waktu nya , Kalau tidak. bisa saja Liu meninggalkan pada usia yang begitu sangat muda saat itu
Mereka juga menanyakan pada tetangga setempat Namun, mereka juga baru tau bahwa selingkuhan Areksa mempunyai anak laki-laki .
Ibu Fasila sempat mengajukan pertanyaan pada penduduk di sana sayang.mereka langsung menolak Liu untuk mengadopsi atau merawat Liu kecil .
keluarga zadintura juga ingin tahu apa anak tersebut adalah anak dari darah daging Areksa Namun, tes menyatakan bahwa Liu bukan anak dari Areksa
melainkan anak dari pria lain, yang mengejutkan lagi bahwa selingkuhan Areksa adalah pelacur yang sudah tidur dengan begitu banyak pria.
Yang membuat mereka tidak tahu siapa ayah kandung dari liu melihat seorang bayi yang tidak ada seorang pun yang ingin mengasuh Liu keluarga zadintura pun mengajukan diri ingin mengadopsi Liu .
Mereka menamai Liu karena tidak tau nama anak itu, karena ibunya sudah meninggal membuat mereka tidak tau Nama anak laki-laki Kiara.
maupun tetangga Kiara yang baru tau bahwa Kiara memiliki anak ,Itulah mengapa Liu menyebut Arthur ayah karena Arthur lah yang mengadopsi Liu dan menamainya.
" Astaga...." Kaget Ilona yang mendengar penjelasan dari ibu Fasila betapa rumitnya cerita yang dirasakan oleh mereka pada saat itu.
" Sebenarnya kami tidak membencinya. Tapi entah mengapa setiap kali aku melihat wajah bocah itu. aku merasa sangat marah" ujar Areksa sembari mengaduk makanan miliknya.
Memang Liu sangat mirip dengan selingkuhan dari Areksa dengan mata berwarna merah dan rambut berwarna putih bertolak belakang Dengan keluarga zadintura yang memiliki rambut berwarna hitam dengan mata berwarna biru laut
mungkin saja membuat keluarga zadintura merasa jengkel dan marah pada bocah kecil yang tidak tau apa-apa."Sudah jangan di bahas"potong ayah Darien tidak ingin membuat suasana hening lagi.
Tak lama dari itu Liu datang dengan menundukkan kepalanya pada mereka dan berjalan lagi Namun, di lihat-lihat tidak ada kursi duduk untuk dirinya, Liu hanya diam karena dirinya saat ini memang bukan bagian keluarga zadintura..
Ibu Fasila pun menatap pada pelayan , pelayan tersebut pun mengangguk dan langsung saja berjalan setelah menerima isyarat tatapan dari ibu Fasila.
[ Ya.. ceritanya memang sangat tragis Namun, aku masih bingung kenapa mereka membenci anak yang bahkan tidak ia pinta ingin dilahirkan. wajah nya saja gemoy banget begini Mmmmmm...] Batin Ilona melihat wajah Liu yang sungguh memang sangat lah imut dan patuh ,
......................
tak lama kemudian pelayan yang di suruh oleh ibu Fasila pun datang membawa kursi duduk untuk liu
" Itu...nyonya. di mana ini, di letakkan ?" tanya pelayan tersebut Namun, tidak ada yang mengangkat suara la Acuh dan melanjutkan makan.
" Di sini! " balas Ilona menunjuk pada samping nya padahal ada suaminya yang ada di samping dirinya.
mereka pun tidak masalah dengan keputusan ilona karena tidak ingin berinteraksi dengan Liu,Pelayan tersebut pun berjalan dan meletakkan kursi duduk pada samping Ilona membuat liu dia tengah-tengah ilona dan Arthur.
" Ilona makanlah dengan banyak ya. Ini makan lah ikan." Ucap ibu Fasila lembut dan menyodorkan makanan pada Ilona "terima kasih ibu.. " balas Ilona dengan senang setelah melihat ibu Fasila tidak marah padanya.
Ilona yang sedang menikmati makanan di depannya la sadar bahwa Liu Sama sekali tidak menyentuh makanan yang ada di depan dirinya,muncul sebuah perasaan yang ingin memberikan ayam miliknya pada liu.
__ADS_1
" Ini "
" Ini "
Ucap Ilona dan Arthur secara bersamaan dengan menyodorkan ayam dan sayuran pada Liu yang tidak menyentuh makanan di depan " t- terima kasih" balas liu dengan gugup dengan pipi dan telinga yang memerah.
[ Ya ampun kenapa kau juga ikut-ikutan sih! ] kesal Ilona melihat Arthur yang juga menyodorkan makanan pada Liu.
Mereka pun Makan dengan riang gembira di saat ini,sedang kan Ilona dan Arthur berlomba-lomba Menyodorkan makanan pada Liu
" Paman curang.. " kesal Reina melihat pamannya tidak mengambil kan makanan untuk dirinya begitu juga Regina yang cemberut " ini " balas Arthur memberikan sayuran untuk Mia
" Aku tidak suka sayur!!!.. hiks.. paman jahat .... hiks.." Reina pun menangis karena di berikan sayuran oleh Arthur
" Apa ? Kenapa menangis ?"bingungnya
Sedang kan Arthur kebingungan melihat Mia menangis setelah di berikan sayuran, padahal Liu tidak mempermasalahkan hal ini dan suka-suka saja memakannya.
Ilona yang melihat itu hanya menahan tawa untuk kelakuan suaminya itu, Arthur merasa anak-anak juga menyukai sayuran rebus sama seperti Liu maupun dirinya .
" Hahah sudah-sudah Reina jangan menangis paman Hanya tidak tau kau tidak suka sayuran ..cup-cup sudah jangan jadi anak cengeng seperti ayah mu kau mau jadi anak kuat kan? "
ucap Lina sembari menenangkan Reina yang menangis. Regina yang melihat saudaranya itu menangis la menangis juga
" Aduh... Maaf ibu ayah aku akan ke luar dulu sebentar " pamit Lina yang ingin menenangkan Reina dan Regina " tidak apa-apa tenang kan lah dulu mereka " balas Ibu Fasila mengijinkan Lina.
sedang kan ayah Darien mengangguk sebentar lalu menikmati makanannya lagi dengan tatapan datar tanpa memperdulikan sekitar.
" kenapa mereka menangis? " Bingung Arthur melihat Reina dan Regina menangis karena Dirinya.
" Mereka tidak suka sayuran biasanya semua anak kecil juga begitu " Jawab Ilona dan langsung melanjutkan makan "oh!..." Arthur pun mengerti setelah di jelaskan
La. Melihat pada Liu " a-aku.. Suka " balas liu setelah melihat tatapan dingin Arthur ,Memakan sayuran yang ada di piringnya dengan sekali makan.
Padahal memang Liu juga tidak terlalu suka pada sayuran dirinya lebih memilih memaksakan makan sayuran agar tidak di benci Arthur dan yang lainnya.
...----------------...
"TANGG!!!!! "
terdengar pecahan kaca pot bunga dari lemparan Sasa, karena kesal melihat Ilona yang mendapat kan suami yang sungguh sangat tipe idealnya
"IBU KENAPA ILONA SELALU SAJA MENADAPAT HAL-HAL YANG TIDAK AKU BISA DAPAT KAN,KENAPA!!! KENAPA IBU KENAPA!!! " Teriak Sasa Frustasi melihat Ilona mendapatkan suami yang sangat tampan di tambah sangat kaya.
" Tenanglah Sasa sayang , tenang ya. " ucap ibu Monalisa menyuruh anaknya tenang." Tenang seperti apa ibu, kata ibu dia pria tua yang keriput. tapi lihat tadi kan ibu,dia sungguh sangat lah tampan .. hiks ..ibu selalu saja berbohong"
Sasa pun dengan manja.menangis memeluk ibunya itu dan berkata ingin sekali seperti Ilona dirinya berniat meminta ibunya itu untuk mengambil suami Ilona sebagai suaminya nanti.
" Ibu juga tidak tau kenapa bibi Ajeng berbohong pada kita " kesal Monalisa mengingat perkataan bibi Ajeng yang berkata bahwa calon suaminya nanti akan orang tua namun,kaya.
Monalisa yang juga berniat menikah kan Sasa dengan Arthur Namun bibi Ajeng berkata bahwa Arthur adalah orang tua membuat Sasa jijik dan ingin Ilona saja yang menikah dengan pria tua itu.
" Ibu ...aku ingin Suami Ilona ya. " Pinta Sasa manja pada ibunya seperti meminta barang" tidak bisa.. Ilona sudah menandatangani kontrak pernikahan itu " jelas Monalisa pada Sasa
Membuat Sasa menangis lebih keras,mendengar pertama kali ibunya menolak permintaannya yang sangat ia mau. " ibu kenapa, aku ingin dia kenapa hiks.. " tanya Sasa dengan kesal pada ibunya
" Tenanglah sayang.ibu pasti akan mendapatkan apa yang kau mau " balas Monalisa dan tersenyum licik dengan mengelus rambut Sasa
" Benarkah? "
" Ya . Tentu saja kita akan menikah kan dirimu dengan pria manapun yang kau mau .tidak ada yang tidak bisa kau dapatkan. Lagi pula ibu memiliki senjata untuk melawannya." balas Monalisa membuat Sasa senang dan tersenyum manis lagi.
Rencana mereka akan menyelidiki dulu siapa pria yang menikah dengan Ilona dan berniat menemui bibi Ajeng karena membohongi mereka berdua.
" Pasti akan ku.hancurkan bocah bajingan itu " umpat Monalisa pada ilona "akan ku bantu ibu. membunuh adik itu juga"
__ADS_1
La, tersenyum dan tertawa setelah mereka memikirkan apa yang akan mereka perbuat pada Ilona.karena mendapatkan hal yang berharga dari pada mereka.
[ Tunggu saja kau Ilona!!..kau sudah mengambil hak ku !]Batin Sasa yang akan membuat Ilona menjadi hancur. sehancur-hancurnya karena mendapatkan semua yang ia miliki
[ DI SISI LAIN BUMI ]
" Aduh... kenapa telinga ku gatel sekali ya. Apa ada yang membicarakan ku ? " Gumam Ilona sembari memasukkan jari ke telinganya.
Tak lama dari itu setelah mereka makan dengan riang, pintu di dorong
memperlihatkan Arthur yang masuk dengan tubuh yang beralas kain kecil menutup bagian selangkangannya .
" Apa yang kau lakukan ? " Bingung Ilona melihat Arthur telanjang dengan beralas kain
Saat ini suasana menjadi hening karena Arthur tidak menjawab sedikit pun , dengan dada yang berotot dan tubuh yang tinggi ditambah telanjang,
membuat Ilona Sadar bahwa saat ini adalah malam pertama mereka.
[ Sial.....]
" Aku juga tidak tau. Arza yang meminta ku berpakaian begini" balas Arthur dengan muka datar
" Maksud mu kau di suruh kakak Arza ? " tanya Ilona lagi
" Ya. " Balas Arthur singkat.
" Apa kau tau malam pertama? " tanya Ilona pada Arthur karena mempunyai firasat bagus
" tidak.. tapi aku pernah mendengar bahwa kedua pasangan akan tidur bersama.Sebagai tanda pernikahan" Jawab Arthur sembari mengingat apa yang ia dengar dari seseorang.
Sontak, saja Ilona tertawa lepas melihat betapa polos nya suami yang ia Nikahi. saat ini dirinya bahkan tidak tau apa yang di sebut Malam pertama dan Hanya menjawab tidur bersama ,
Padahal tampangnya seperti pria yang tahu segalanya karena otot-ototnya yang terbentuk sempurna membuat tubuhnya besar dan kuat.
sungguh betapa beruntungnya Ilona mendapatkan suami yang tidak tau apa itu malam pertama,Sedang kan Arthur sangat kebingungan kenapa tiba-tiba Ilona tertawa melihat dirinya.
[ Apa aku sangat aneh ?...]Batin Arthur kebingungan
" Haha aduh-aduh! perutku " ritih Ilona yang merasa sakit karena tertawa terlalu keras Membuat perutnya keram .
Ilona pun beranjak dari tempat tidur.dan berjalan mendekati Arthur, la berbisik lembut di telinga Arthur
" Kau tidur di lantai ya.. kumohon ya Arthur.. sekali ini saja plisss yaa" bisik-bisik Ilona pada telinga Arthur dan menjauh darinya.
" Tidak " tolak Arthur pada permintaan Ilona " tidur di sini! Kumohon ya ayolah!.." ucap Ilona tidak mau kalah
Ilona pun saat ini berpikir keras agar mereka tidak tidur seranjang malam ini, sedang kan Arthur sudah berbaring di ranjang tidak memperdulikan Ilona dan bersiap-siap untuk tidur
" woiii jangan tidur di ranjang sialan !!! " Kesal Ilona menarik pergelangan tangan Arthur agar segera menyingkir dari ranjang
" Ini rumah ku.. " balas Arthur membuat Ilona tidak bisa berkata- kata lagi karena memang kenyataannya.
" Cih!.. persetan kau " kesal Ilona tiba-tiba muncul di pikirannya untuk berbagai ranjang tanpa ada yang salah satu menyentuh sedikit pun.
Ilona pun menjelaskan pada Arthur apa yang ia pikirkan saat ini .Arthur pun setuju dengan menganggukkan kepalanya Atas keputusan ilona untuk berbagai ranjang yang berbatas bantal panjang untuk tidak melewati batas tempat mereka.
" kalau kau melewati batas ini ku pukul kau! Sampai lumpuh" ucap Ilona menatap sinis memperingati Arthur " tidak akan" balas Arthur singkat dan tidur duluan tanpa memperdulikan Ilona
[ Awas saja kalau melewati batas, aku benar-benar akan bunuh membunuh mu.] batin Ilona yang masih curiga pada Arthur
Mata Ilona pun mulai mengelap berat dan mulai tertutup perlahan dengan pandangan terakhir lampu yang menyala terang di atas langit-langit berwarna kuning emas .
[ Selamat tidur dirik-..ku..]
...----------------...
__ADS_1
...ok selesai seperti biasanya besok Author Nantikan like dan komen-komen yang author sayangi bya-bya sampai jumpa lagi besok setelah 2 chapter ini...
🤗