Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 36 : kejadian yang buruk


__ADS_3

" Hah...." Arza menghela napas panjang setelah mereka duduk di sofa sedang kan anak-anak sudah pergi bermain di tempat khususnya


" Ada apa Arza ? " Tanya Lina yang peka bahwa kekasihnya ini sedang tidak merasa baik


" Mm .. suasananya menjadi sepi setelah dua sejoli itu pergi atau hanya perasaan ku saja ya ? " ujar Arza jujur


" Hahahaha kau benar, aku juga merasa begitu benarkan ibu ayah "


Ibu Fasila dan ayah Darien pun setuju dengan perkataan Lina dan Arza. memang mereka menjadi lebih banyak bicara setelah Ilona datang ke rumah ini. bahkan mereka bisa melihat sosok ayah mereka yang selalu menjaga sikapnya namun,


Malah menjadi tidak terkendali ketika sedang bersama Ilona ini terjadi beberapa hari yang lalu. di mana Ilona dan ayah Darien bertengkar hebat dan pada akhirnya tertawa karena permainan kartu mereka .


" KYAAAKKKK IBUUU!! "


Namun , saat ini mereka yang sedang bersantai di sofa pun langsung di kejutkan dengan teriakkan keras dari anak-anak Membuat Arza dan yang lainnya langsung berlari kencang bagikan kilat


pelayan yang mendengar itu juga berbondong-bondong ke tempat bermain anak-anak , Mereka dapat menyimpulkan bahwa pemilik suara tersebut adalah Regina karena ketika gadis kecil pendiam itu berteriak atau marah maka Suaranya akan keras seketika


" Sayang ada apa ? " Tanya Lina dan langsung memeluk Regina yang terduduk di depan pintu masuk bermainnya


Jari manis kecil tersebut gemetaran hebat menunjuk ke arah ruang bermainnya Lina dan yang lainnya langsung menengok ke arah gadis kecil tersebut menunjukkan jarinya


Pemandangan yang mengerikan di depan mereka saat ini sangat ingin membuat muntah dan ketakutan di mana mayat seorang laki-laki dengan tubuh yang di cincang dan kepala yang menghadap ke arah mereka


Lina yang melihat itu sontak saja menutup mata anaknya yang masih gemetaran hebat dirinya saja langsung sesak nafas melihat mayat tersebut apalagi anaknya yang masih kecil ini


namun, mata mereka memandang jauh di mana Liu yang sedang mendekap tubuh Reina yang ketakutan sedang kan Liu gemetaran hebat dengan bola mata yang berubah merah menahan air matanya


melihat itu Arza langsung masuk dan memeluk mereka berdua. dirinya tidak ingin anak anak Trauma dengan kejadian ini Namun sayang mereka telah Trauma melihat reaksi Liu yang masih tidak bersuara sedikit pun


" Hiks ayahhh Reina takut waaaaa takut ayah takut " tangis Reina sembari menanamkan kepalanya ke dada Arza


" Cup cup sayang tidak apa-apa ok ini hanya boneka seram " ucap Arza yang menenangkan Reina yang masih menangis histeris sama dengan Regina yang menangis hebat di pelukan Lina


" SIALAN KAU BRAMM!!!!!!" teriak ayah Darien membuat Suasana menjadi semakin ricuh. sedang kan, mayat tersebut sudah di tutup dengan kain untuk menghindari jika anak-anak akan melihat lebih detail

__ADS_1


Ibu Fasila langsung menenangkan suaminya Agar tidak memperkeruh keadaan yang semakin mencekam lebih baik memperhatikan keadaan anak-anak dulu , mereka langsung saja membawa anak-anak masuk ke kamar bersama-sama


" Liu ? " Panggil Arza yang memang dari tadi tidak mendengar sedikit pun isakan ataupun teriakan dari liu


Saat melihat kondisi Liu merasa menjadi semakin panik , Liu gemetaran hebat dengan bola mata memerah wajahnya seakan seperti mayat hidup bibirnya benar-benar pucat biru tubuhnya kaku tidak bergerak.


" CEPAT AMBILKAN INHALER LIU CEPAT!!! SEKARANG JUGA!!" Teriak Arza, dan dalam beberapa detik saja pelayan yang di suruh Arza datang membawa apa yang di perintahkan Arza


Akhirnya Liu bernapas dan langsung menangis menutupi wajahnya dirinya teringat terus-menerus dengan sorot bola mata mayat laki-laki itu sedang menatap dirinya dengan lekat


Ayah Darien memijat keningnya yang merasa akan meledak menahan amarah yang bergejolak di dadanya , berani-beraninya Bram menyerang cucu -cucu kesayangannya


Bram adalah ayah dari asya yang memiliki dendam kesumat dengan keluarga zadintura karena Areksa berselingkuh dengan wanita lain menyebabkan kematian anaknya dirinya marah dan akan membalas kematian anaknya


Padahal dulu Bram adalah sahabat dekat ayah Darien tapi setelah kejadian itu mereka seperti singa dan ular yang selalu bertengkar Hebat. bahkan pernah Bram mengancam bahwa nyawa di balas dengan nyawa


" Sayang kau tidak apa-apa ? " Tanya ibu Fasila yang khawatir dengan kondisi suaminya


" Aku tidak apa-apa , kau tenang saja ok. Lebih baik kamu istirahat dan jangan terlalu memikirkan ini, aku tidak mau kau Sakit" balas Ayah Darien.namun , sorot matanya tidak berkata begitu


" Baik ibu , ayo kita tidur. Liu juga kita tidur sekamar Malam ini " ajak Lina dan di balas anggukan dari ketiga bocah tersebut


[ BEBERAPA JAM KEMUDIAN ]


Semuanya mulai tenang seperti sedia kala anak-anak sudah tidur pulas di ruangan yang Sama dengan Lina sedang kan ibu Fasila sudah di kamarnya karena ayah Darien Takut jika istrinya sakit .


polisi sedang menangani kondisi mayat tersebut dan akan menyelidiki lebih dalam lagi , meski sebenarnya ayah Darien sudah tau siapa dalang dari semua ini, tapi dirinya tidak ambil pusing


Ia akan membalas berbuat mantan sahabatnya itu dengan perbuatan yang setimpal dengan yang ia lakukan pada ketiga Cucunya itu berani-beraninya Bram melawan Darienza zadintura ia sudah mengambil langkah yang sedikit mengusik ketenangannya


[ KEMBALI KE ARTHUR AND ILONA ]


Arthur terus mencari keberadaan sang kekasihnya itu. tapi tidak menemukan sedikit pun jejak dari Ilona dirinya pun langsung lari dan lari lagi dengan beralaskan handuk yang menutupi setengah badannya


" Sial!! Di mana kau Ilona .. kumohon " ucap Arthur yang tadinya bernada tinggi menjadi semakin melemah

__ADS_1


Sungguh kenapa sangat susah mencari Ilona ? Padahal Arthur sering bermain petak umpet bersama anak-anak dan selalu menemukan tubu kecil mereka tapi ini Ilona yang Segede bahunya malah sangat sulit di cari


Suara ricuh di luar sangat menjengkelkan kenapa di saat seperti ini harus ada orang-orang yang menghambat proses pencarian Ilona tapi tunggu apa mungkin Ilona sedang ada di kerumunan tersebut ?


Arthur langsung lari lagi ke luar dengan di iringi tatapan kagum setiap ia berjalan tentu .saja tubuh Arthur sangat menggoda otot-ototnya yang terbentuk sempurna hingga setiap mata yang melihat itu tidak dapat di Aliah kan lagi kemanapun


" Apa kau melihat orang ini ? " Tanya Arthur di balas dengan gelengan kecil


" Apa ku pernah melihatnya di sini ?"


" Tidak "


" Kau pernah melihatnya ? "


" Tidak "


Kepala Arthur semakin pusing mencari keberadaan Ilona. kini dirinya sedang ada di luar hotel dirinya tidak memperdulikan orang-orang yang sedang menatap kagum tubuhnya dan ada juga yang menatap aneh Arthur


Hah... sungguh mencari keberadaan Ilona sangat lah Sulit kini dirinya hanya perlu bertanya dan bertanya.. hilang sudah Arthur Zadintura yang terkenal dingin dan misterius kini hanya ada Arthur bucin


" Apa kau pernah melihatnya matanya berwarna pink kecerahan tingginya sebahu ku ? ini potonya. " tanya Arthur lagi pada seorang lelaki yang ada di kerumunan tersebut


" Mmm... kayaknya pernah lihat deh tapi di mana ya !? " Gumam lelaki tersebut sembari menggaruk pipinya yang tidak gatal


" Apa di mana !? Kau pernah melihatnya di mana ? " Tanya Arthur lagi


Mati lelaki tersebut tiba-tiba melotot dan seperti menemukan sesuatu yang pria tampan ini cara dirinya pun Langsung diam seketika


" Heii di mana jawab aku ? " Panggil Arthur karena dari tadi lelaki di depannya ini hanya diam


" Mmmm...itu kayaknya dia yang Lo cara saat ini " tunjukan lelaki tersebut mulai ke atas di ikuti mata Arthur yang mulai melihat ke atas


" Astaga.... "


Saat ini Arthur hanya bisa terperangah sedang kan tubuhnya membeku melihat Ilona, astaga rasanya jiwanya akan melayang seketika melihat pemandangan yang ia lihat saat ini

__ADS_1


__ADS_2