Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 9 : tatapan maut mbak ilona


__ADS_3

Itu... Marvin maaf . " Pinta maaf Ilona pada Marvin. karena merasa bersalah sekali padanya terlebih lagi dirinya lupa dengan wajah Marvin yang cukup tampan


" Tidak Apa Nona. Saya sudah terbiasa dengan perilaku Nona" balas Marvin dengan muka datar Yang terlihat sangat jelas berbohong pada dirinya


" Kau sama sekali tidak berbakat berbohong Marvin" ungkap Ilona melihat wajah datar Marvin yang meresahkan di matanya


" Oh!.. sangat jelas ya. " Jujur Marvin. membuat Ilona diam seketika.


Tak lama dari itu, bibi Ajeng pun keluar dari ruangan tersebut dengan membawa semacam obat di tangan kanannya , Ilona sih mahluk sering kepo pun mendekati bibir Ajeng dan terus menerus bertanya obat apa yang ia bawa di tangan kanannya


" Obat pencuci perut " jawab bibi Ajeng singkat pada dirinya, ia pun menggenggam tangan Ilona untuk pulang ke villa


[ Ya. Ampun...]


...----------------...


Malam nya cincin tersebut sudah keluar Namun, di rahasiakan oleh Ilona karena malu pada dirinya sendiri.bibi Ajeng juga sempat berbicara buang saja cincin itu dan Jangan di ambil


Tetapi, ini Ilona . Dirinya rela berbohong untuk mengambil cincin itu dan berniat untuk menjualnya lagi jika dirinya sudah melarikan diri dari pernikahan.


" Aduh... Leganya " ucap Ilona sembari mengelap air di rambutnya setelah ia mandi


Tak jauh dari sana terlihat Marvin sedang berlatih di luar menendang dan berkelahi dengan teman cowoknya .


Jiwa bar-bar Ilona pun bangkit. setelah di diamkan selama 5 hari ini , dirinya pun langsung saja berjalan menuju tempat Marvin dan yang lainnya berlatih


"Ehem.. Ehem.. "Ilona berdehem


Pengawal yang lain berserta Marvin pun melihat serentak ke arah Ilona yang sudah ada di pintu ,Ilona pun berjalan ke arah Marvin dan mulai mengatakan bahwa dirinya juga ingin berlatih berkelahi. Ya. Tentu saja mereka kaget mendengar itu.


" Tapi Nona an- " ucap Marvin di potong oleh Ilona" Isss!!!! Diam " kesal Ilona karena Marvin hampir melarang dirinya untuk berlatih bersama mereka.


Ilona pun mulai menantang Marvin berkelahi karena sudah agak akrab dengannya.Tetapi, bagi Marvin ini adalah kesempatan emas untuk membalas dendam.Namun, dirinya sadar bahwa dirinya hanyalah pengawal pribadi.


" Woiii kenapa kau diam saja ayo maju Marvin " tantang Ilona pada Marvin


" Maaf Nona. tapi saya tidak bisa menyakiti perempuan. " tolak Marvin sedang kan hatinya bertolak belakang dari ucapannya

__ADS_1


karena dia sadar dari. jika dirinya tidak lah menjadi pengawal.sudah lama Ilona di tantang oleh dirinya karena sifat ilona yang membuat resah bagi orang yang masih waras


" Gak seru ah... Marvin . Kalau begitu kau kesini " tunjuk Ilona pada pengawal di samping Marvin


Tetapi, mereka sama saja dengan Marvin yang menolak untuk berkelahi dengannya , karena kesal tidak ada yang mau bermain dengannya Ilona pun mengancam mereka.


" Heiii kalau kalian tidak mau maju aku yang akan maju " ancam Ilona dengan muka marah sembari tersenyum menakutkan


membuat para pengawal merasa harus lari dari tempat ini sekarang juga,Tetapi salah satu dari mereka mengangkat tangan dan berjalan menuju Ilona dengan tatapan gagah tubuh yang tegap , siap ingin berkelahi dengannya



"Oh! Omo... " ilona bahagia melihat orang yang ingin maju melawan dirinya tidak memperdulikan genre.


Namun di hentikan oleh Marvin karena. tidak ingin Ilona terluka, sebaliknya Ilona sudah siap mengatur kuda-kuda untuk bertarung seperti biasanya.


" Apa yang kau lakukan Noe!! Kita sudah di suruh untuk menjadi nona tapi kau!!!" Bentak Marvin melarang pengawal bernama Noe"Dia ingin bertarung kan. sini aku beri sedikit pelajaran " kesal orang itu dengan Ilona selama ini


{ kesal dengan sifat Ilona yang terus lari membuat dirinya tidak tenang selama Ilona masih di sini }


[ Terserah kalau aku masuk penjara. karena membunuh perempuan gila ini. akan ku patahkan satu kakinya. ]


Karena Reflek kaget melihat pengawal tersebut melontarkan kan pukulan padanya, Ilona pun menunduk dan menendang bagian terpenting pria tersebut sampai terdengar suara" pelok " seperti telur pecah yang terdengar sangat renyah .


[ Aduh... Pasti sakit. ]Gumam batin Marvin , karena dirinya juga pernah merasakan hal yang sama dengan Noe.sisanya mereka hanya terdiam, di tambah rasanya mereka juga merasakan apa yang di alami Noe


" Oh! ... Lagi. Siapa lagi " tantang Ilona pada mereka yang masih tersisa karena saat ini hatinya masih belum puas berkelahi.


" Saya ... " Ucap salah satu dari mereka" KAU!!! " Kesal Mervin karena tidak mematuhi perintah nya


Namun, ini Ilona . Tidak akan dirinya mengalah pada siapapun tidak terkecuali perempuan , anak-anak, Kakek dan lainnya .


Kalah.


Kalah lagi.


Kalah lagi dan lagi.

__ADS_1


Kalah lagi lagi dan lagi


hampir kalah semuanya kecuali Marvin yang masih seri dengan Ilona.


Semua nya sudah terkapar tak berdaya,tidak terkecuali Marvin di tanah. sedangkan Ilona bahagia di atas penderita mereka, dirinya malah merasa lega setelah berkelahi dengan pengawal


" Hahahhahhaha bahagia sekali"


Tak lama kemudian bibi Ajeng menjenguk Ilona di luar karena ingin tahu apa yang dilakukan Ilona sampai-samapi tertawa sebahagia itu .


Bibi Ajeng pun memanggil Ilona, Ilona yang mendengar suara bibi Ajeng la langsung berbaring di tanah seperti mereka yang sudah terkapar kalah olehnya.


[ Apa yang dia lakukan!! ]


Teriak batin pengawal Secara bersama tidak terkecuali Marvin dan Noe,Bibi Ajeng yang melihat Ilona mengira bahwa Ilona sakit karena para pengawal, la langsung memarahi semua pengawal pribadi Ilona .


Karena membuat Ilona yang lemah ini menjadi tidak berdaya seperti ini, mereka akan di potong gaji selama sebulan dan akan di adukan ke tuan sebagai tindak hukuman untuk pengawal yang melanggar perintah.


[ Hehehe berhasil deh. maaf ya Marvin dan yang lainnya. ] Ilona pun tersenyum miring pada mereka


sangat terlihat membuat seseorang ingin sekali memukul wajahnya yang meresahkan bagi orang yang melihatnya.


" Tapi Nyonya. Nona ilo- " ucap Noe ingin Cepu pada bibi Ajeng .


Ilona pun melotot dan menatap sinis Noe dari belakang bibi Ajeng.sampai tidak ada yang berani angkat suara lagi karena tatapan maut Ilona yang terlihat mengatakan pada mereka " jika kalian memberi tahu bibi Ajeng, kalian akan mati malam ini juga " membuat mereka mengalah pada ilona


" Apa Noe ? " Tanya bibi Ajeng ingin tahu kelanjutan dari perkataan Noe yang tidak ia lanjutkan karena tatapan maut Ilona.


" Tidak, ada Nyonya. " Balas Noe tidak jadi setelah melihat tatapan Ilona,


Bibi Ajeng pun berbalik menghadap ilona dengan cepat pula Ilona mengubah raut wajahnya seperti tidak terjadi apa-apa lalu menyuruh Ilona masuk. karena sudah malam dan anginnya sedikit kenceng Nanti bisa membuat Ilona


...----------------...


...gak punya ide lagi .. jadi pendek deh ceritanya.tapi gak papa kok nanti Author usahakan untuk memikirkan alurnya,...


...sebenarnya author udah tau endingnya tapi gak tau alur cerita tengahnya ada yang sama gak ? 😌...

__ADS_1


...jangan lupa seperti biasanya ok Kelik like atu ketik komen semangat buat author...


__ADS_2