
Sesampainya di villa, dirinya langsung duduk di sofa dan terus menerus memikirkan harga pakaian dari tokoh tadi. jika di jual akan dapat berapa mahal.
" Nona saya akan ke dapur sebentar " pamit bibi Ajeng pada Ilona, dirinya yang melihat Ilona kelelahan berniat untuk membuat susu yang ia suka.
" Iya. Bibi jangan terlalu sopan padaku. kau sudah ku anggap seperti ibu ku sendiri." ucap Ilona yang tidak terima melihat bibi Ajeng terlalu sopan padanya
Bibi Ajeng pun terharu. dan mulai menangis mendengar bahwa Ilona sudah menganggap dirinya sangat lah penting.terlebih lagi seperti ibunya. " AKKK!!! bibi. Kenapa menangis ? " Bingung Ilona
"Terima kasih sudah menganggap bibi seperti ibu mu Ilona..."
Setelah bibi Ajeng berterima kasih pada Ilona, dirinya. melangkah kan kakinya menuju dapur untuk membuat susu.
Sedang kan , saat ini Ilona malah kebingungan kenapa bibi langsung berterima kasih padanya,Sekilas dirinya tertarik pada barang-barang yang di beli tadi. Ilona pun melangkah kan kakinya dengan mengendap-endap menuju tas-tas belanja
" Tadi. bibi beli apa ya?. " Gumam dirinya sembari mengotak-atik satu dengan satu tas. Meski jumlah tas sangat lah banyak
Saat dirinya membuka salah satu dari tas yang agak besar.Ilona pun tersenyum puas. Kerena di dalam tas tersebut. berisi kue berserta pisau untuk membela kue, yang di hiasi dengan banyak toping coklat dan stroberi .
"Hehehe ini.Surga yang ku Maksud "
Dirinya juga tidak lupa mengecek bibi di dapur. karena ilona sudah di larang untuk menyentuh tas-tas belanja sebelum hari pernikahan ..
" Larangan adalah perintah bagi Ilona ini kan hehehehe.."
Tapi, Bukan Ilona kalau patuh begitu saja, dirinya la langsung. membawa kue tersebut ke belakang. untuk ia Makan sendirian tanpa harus di makan esok .
" Wah!! Lumer banget " puji Ilona pada kue sembari memakan kue tersebut mengunakan tangan.
Saat dirinya sedang menikmati kelezatan kue tersebut . Rasanya ada yang aneh ketika dirinya memakan kue untuk yang ke terakhirnya .
" Eh! Apa ini ? " bingung Ilona sembari memasukkan jari tangan nya mengambil sesuatu yang aneh
Tiba-tiba, Salah satu pengawal dan bibi Ajeng menemukan Ilona. tapi membuat Ilona terkejut dan menelan benda aneh tersebut.
" NONA!!!! "
" Aakkkkkkk keget "
" DEG !! "
__ADS_1
Suara tegukan Ilona yang menelan benda aneh tersebut karena Reflek kaget di panggil dengan tiba-tiba
[ Yah!.. ke telan... ]
" I-iya bibi.."
"Nona Ilona.di mana cincin berlian yang ada di tengah-tengah kue ini? " Tanya bibi Ajeng melihat kue yang tak tersisa sedikit pun
" Cincin ..? "
Ya. Pasti kalian tau apa yang di telan oleh Ilona tadi .
" Nona apa kau makan semuanya sendiri ? " Tanya pengawal yang melihat tidak ada lagi kue yang tersisa " ya " jawab ilona enteng. sembari menjilati ujung jempolnya yang tersisa sedikit krim kue.
Pengawal itu pun bertepuk tangan setelah tau Ilona bisa menghabiskan kue sebesar itu dalam waktu singkat.
" Nona apa ada yang aneh saat kau memakan kue tadi ? " Tanya bibi Ajeng lagi sesudah menatap sinis pengawal tersebut , di balas anggukan dan iyaan dari Ilona.
" Astaga.... "
Bibi Ajeng sungguh Sudah pasrah menghadapi Ilona dan hanya menghela nafas panjang, sembari memijat keningnya yang terasa pusing. melihat tingkah Ilona
Sedang kan, bibi Ajeng masih berpikir dan belum peka dengan berlian yang di telan Ilona
" Eh!.. tadi kata Nona. cincin nya sudah di telan? " tanya bibi lagi memastikan bahwa ia salah dengar dengan perkataan Ilona
Ilona dan pengawal pun mengangguk serentak , bibi Ajeng yang melihat itu langsung pingsan di tempat dan tak sadar kan diri sangking kagetnya
[ Pukul 1:34 siang ]
Saat ini Ilona langsung di bawa ke dokter untuk mengecek apakah benar Ilona menelan cincin tersebut , benar saja hasil nya. memang dia sudah menelan cincin berlian yang harganya tidak lah indah.
" Nona . Bagaimana ini apa ada yang sakti? " Tanya bibi Ajeng setelah dirinya sadar dan berlari menuju Ilona dengan ekspresi yang sangat khawatir.
" Tidak . "
" Apa perut mu sakit " tanya bibi Ajeng lagi melihat Ilona yang ngelamun dan hanya menjawab singkat padanya.
" Tidak "
__ADS_1
Padahal dirinya lagi memikirkan berapa harga dari berlian dan berniat untuk mencari cara mengeluarkan berlian tersebut dari tubuhnya
" Permisi . wali dari Nona Ilona "
Tanya dokter sembari menunggu jawaban siapa wali dari Ilona
Bibi Ajeng pun langsung mengangkat tangannya dan mengikuti dokter ke dalam ruangan , tinggal Ilona dan pengawal saja saat ini.
Terjadi keheningan di antara pengawal berambut pirang dan Ilona , dirinya pun merasa bosan la berniat mengajak bicara dengan pengawal yang ada di depannya .
" Siapa Namamu?. " tanya Ilona pada pengawal berambut pirang di depannya " MARVIN Nona " jawab Marvin dengan tegas
" Sudah lah. jangan terlalu tegang begitu. sini duduk di samping ku " ajak Ilona pada Marvin seperti sudah kenal lama." B-Baik... " gugup Marvin sembari duduk di samping Ilona
Mereka pun mulai berbincang setelah Ilona berbicara panjang lebar tentang pamannya yang super galak kalau dirinya tidak membayar susu atau berkelahi
Marvin pun.juga tidak lagi terlalu gugup bersama dengan Ilona dan berbincang panjang lebar juga tentang keluarganya yang selalu menaruh harapan besar pada dirinya yang menjadi ketua pengawal bagian 1.
"Ngomong-ngomong kau terlihat tidak asing " bingung Ilona memikirkan kapan dirinya bertemu dengan Marvin
Marvin pun menoleh kan pandangannya ke arah Ilona dengan menatap datar Ilona, dirinya pun mengambil napas panjang-panjang dan mulai membuka mulutnya.
" Saya orang yang di tendang oleh Nona. dan orang yang kena lemparan sepatu nona. di tambah orang yang selalu ada di samping Nona selama 5 hari ini " jelas Marvin dengan tatapan datar . yang terlihat mengungkapkan rasa kesalnya pada ilona
" Wah..kau sungguh sangat sabar.. " ucap Ilona memuji kesabaran Marvin menghadapi dirinya
Sedang kan, masih ada orang yang lebih sabar dari Marvin. tentu saja bibi Ajeng yang selama 5 hari menghadapi tingkah darinya. di tambah masalah cincin
[ Ya.. ampun Ilona. Kenapa aku lebih sering lupa!!! Bulan ini. ]
Ilona pun merasa bersalah. pada Marvin karena melempar dan menendang dirinya tanpa rasa bersalah sedikitpun setelah kejadian itu.dan terlebih lagi dirinya lupa dengan wajah Marvin yang selama 5 hari Selalu ada di samping bibi dan dirinya
...---------------...
...makasih yang udah mampir di karya Author yang gak menarik karena memang cuman buat coba-coba aja setelah melihat teman author yang dapat duet karena buat Novel...
...Jangan lupa untuk like dan komentar semangat buat author sepanjang Chapter mbak Ilona ya....
__ADS_1