
Ilona yang mendengar itu lantas shock dengan perkataan bocah kecil itu,sesaat dirinya melihat ke arah ibu Fasila terlihat raut wajah kesal membuat bocah kecil itu mundur dari suaminya,
" Aku tidak bisa.lusa aku ada urusan di kantor dan tidak bisa aku lewatkan" Jawab suaminya.
kenapa semua keluarga ini terlihat sangat membenci bocah kecil berusia 7 tahun itu ? itulah yang Ilona pikiran saat ini juga, Dirinya yang sudah mendengar tolakan suaminya la pergi ke atas dengan kepala yang menunduk ke bawah sembari menaiki tangga.
Ilona yang melihat itu merasa sangat terganggu dengan kebencian terhadap bocah Seumuran 7 tahun tersebut. Tapi, saat ini dirinya lebih merasa suhu panas yang menyengat karena dirinya masih memakai gaun pengantin yang besar dan mewah.
[ Ok selesai memindai.gak apa-apa kan ? kalau aku bicara sekarang ]Ucap batin nya yang dari tadi memperhatikan keluarga ini .
"Itu..apakah aku sudah boleh berganti pakaian ? " Tanya Ilona yang sudah berkeringat akibat suhu yang sangat panas dengan baju pengantin yang di selimuti oleh bahan kelambu putih.
" Astaga!. Bagaimana kami melupakan mu. Ini terlihat sangat panas pasti ,heiii anak durhaka! bawa istrimu ke atas sana!! " Sebut ibunya pada suami Ilona yang masih saja berdiri tegap tidak bergeming.
ia pun berjalan menuju Ilona setelah mendengar ibunya dan langsung saja mengendong Ilona layaknya seorang putri membuat sekeluarga senyum- senyum sendiri , tapi Bagi Ilona ini adalah penghinaan terhadap dirinya sendiri.
[ Sialan!!! Kenapa aku di gendong seperti ini Bangsat!! ] Kesal Ilona yang tidak terima di gendong layaknya tuan putri ke atas. Dengan menatap kesal suaminya
Mereka berdua pun mulai tidak bisa melihat ibu dan ayah berserta yang lainnya lagi.setelah naik ke atas Langsung saja Ilona meminta di turunkan sekarang juga .
" Aku bukan sakit turunkan sekarang juga" pinta Ilona terhadap suaminya itu.
Suaminya pun dengan patuh menurunkan Ilona secara perlahan , dirinya langsung berjalan meninggalkan Ilona." Cih... sialan " umpat Ilona pada suaminya dari belakang secara kecil.
Tanpa ia duga suaminya pun langsung melihat ke arah belakang sesudah Ilona mengumpat dirinya tadi , membuat Ilona terkejut.
[Apa! Kedengaran ya ?] Gumam batinnya yang masih berjalan mengejar suaminya yang sangat cepat berjalan dengan kedua kakinya yang panjang,
Namun, sebenarnya dirinya juga berjalan dengan cepat karena tinggi badan Ilona sekitar 176 cm sedangkan Suaminya sekitar 189 cm menurut perhitungan Ilona saat melihat perbedaan tinggi dirinya dan suaminya.
Ilona juga berpikir Kenapa banyak sekali tangga yang dilewati Namun, masih saja belum sampai pada tujuan." dia bukan anak ku. " ucap tiba-tiba suaminya yang menjawab rasa penasaran Ilona
Mereka pun sampai pada kamar yang sudah di hiasi bunga-bunga mawar dan lainya Membuat Ilona berpikir hal lain , setelah mereka masuk dan melihat kasur tidur yang berbentuk love oleh mawar.
" Jadi siapa anak tadi ?" tanya ilona agar tidak memikirkan hal yang tidak-tidak lagi , dan duduk di kasur.
Tangan Ilona mulai meraih riasan tersebut dan mengacak-acak riasan di kasur sembari tersenyum pada suaminya,sedangkan saat ini Suaminya melirik tangan Ilona.
" Anak dari selingkuhan kakakku" jawab suaminya singkat
Ilona juga teringat satu pertanyaan lagi padanya, dirinya ingin tahu Nama suaminya itu agar tidak kena marah mama Fasila Nanti.
" Namamu ? "Tanya Ilona lagi setelah menghancurkan riasan berbentuk love di kasur dan tersenyum." ARTHUR" jawab Arthur singkat dan berjalan ke luar dengan pintu yang tertutup perlahan.
[ Arthur ya... Arthur apa ayahnya suka catur ? ] Gumam batinnya mengingat Nama suaminya ini.
Ilona pun merasakan sedikit angin sepoi-sepoi dari arah jendela la tersenyum miring setelah melihat itu. Dirinya langsung saja mengotak-atik lemari pakaian yang ada di kamar tersebut Namun , semua pakaian hanya ada pakaian laki-laki.
Ilona menyimpulkan pasti ini semua pakaian Arthur melihat dari bajunya saja sudah dipastikan mahal sekali .
Langsung saja Ilona memakai pakaian tersebut dan ingin kabur dari jendela melewati pohon beringin yang sangat tinggi di samping jendelanya.
[ Hehehe kesempatan emas deh . maaf ibu-Ayah dan lainnya, tapi aku lebih suka berkeliaran di jalanan untuk melepaskan stress ku Hehe Nanti aku kembali kok ] Gumam batin Ilona yang sudah siap melompat dari ambang jendela ke pohon beringin.
__ADS_1
Pasti banyak orang mengira, setelah melihat tatapan Ilona pertama kali melihat Arthur bahwa Ilona jatuh cinta pada pandangan pertama padanya jawabnya adalah. tidak,
ia sama sekali tidak menyukai Arthur hanya suka bukan mencintai. suka dan mencintai itu beda dirinya lebih suka pada wajah Tampan Bukan berarti jatuh cinta dengan Arthur.
"CEKLEK ! "
" Ilona apa yang kau lakukan ?" Tanya Ibu Fasila dengan membawa pakaian ganti untuk Ilona , sedang kan Ayah Darien dan yang lainnya terdiam bersama setelah melihat Ilona dengan kaki yang siap melompat
" Itu.. hehehe t-tidak aku hanya mencari angin hahaha " alibi Ilona dan mulai turun dari ambang jendela padahal sudah sangat terlihat jelas dirinya seperti ingin bunuh diri.
" Ilona kemarilah sekarang.. " suruh ibu Fasila memperingati Ilona agar tidak melompat dari sana padahal ia hanya ingin kabur." Ya... Ibu. " balas Ilona berjalan dan mendekati ibu Fasila
Ibu Fasila pun memeluk Ilona dan berkata jangan bunuh diri karena kedinginan anaknya . sedang kan saat ini Ilona merasa sangat bingung dengan perkataan ibu Fasila yang sangat khawatir melihat dirinya ,
la teringat pada bibi Ajeng dan paman yang selalu melihat dirinya seakan ancaman bagi umat manusia, oh. tidak lebih ke ancaman untuk kesehatan mental bagi diri sendiri .
" Itu ...aku sudah memakai pakaian ini tidak apa kan? "tanya ilona mengalihkan pembicaraan karena tidak mengerti dengan perkataan ibu Fasila yang mengira Ilona Ingin bunuh diri, dari ambang jendela
" Mmmmmm .. tidak ku sangka. kau cocok memakai pakaian laki-laki " jawab Ibu Fasila dengan disertai anggukan dari seluruh anggota keluarga kecuali Arthur yang tidak ada Disana
Mereka pun sudah tau Ilona sangat lah cantik dari pertama kali mereka melihat Ilona Namun, mereka tidak menyangka pakaian laki-laki juga Cocok untuknya.
" Itu baju paman.." tunjuk Reina pada Ilona melihat baju Pamannya di pakai oleh ilona.
" Hahaha iya itu baju paman,kalau begitu kami ke bawah dulu. " balas Lina pada anaknya dan berjalan mengendong Regina dan memegang tangan Reina. kembali ke bawah.
" Kau juga sayang! " sebut Lina pada suaminya yang tadi bengong mengira ilona ingin bunuh diri." Ya darling!! " balas kakak Arza membuat istrinya itu jijik setengah mati mendengar balasan suaminya
......................
" Itu Aku kan ke sana ingin kabur la-lalu melompat dan Lari kejalanan dan berlari lagi mencari cowok agar ku pukul dan kem- "
"Ilona sudah-sudah. kami mengerti " potong ibu Fasila melihat Ilona yang berbicara asal-asalan.padahal dirinya saat ini sedang mode jujur.
Ayah Darien pun di suruh keluar oleh ibunya dan jangan masuk setelah mereka selesai berbicara dengan Ilona , dengan patuh ayah Darien berjalan meninggalkan mereka.
Ibu Fasila pun memegang tangan Ilona dan menariknya duduk di ranjang. lalu menceritakan apa yang dinginkan mereka dari dirinya, yang mereka inginkan Adalah cucu. mereka ingin keturunan dari Ilona dan Arthur .
[ Bangsat! malah di suruh punya anak lagi..] umpat batin Ilona setelah mendengar perkataan ibu Fasila yang ingin cucu dari mereka berdua.
" Namun, kalau kau tidak siap tidak apa-apa sayang. kau bisa memberikan cucu untuk kami kapan pun " ujar ibu Fasila. Membuat Ilona lega
"setelah ini kita akan makan untuk menyebutmu jam 3 nanti. Jangan lupa ya harus ke bawah bersama dengan Arthur jam 3"Ujar ibu Fasila
mengingatkan Ilona untuk datang ke bawah jam 3 nanti ,di balas anggukan Ilona ,ibu Fasila pun keluar lalu menutup pintu.
[ Beberapa jam kemudian ]
Hampir jam setengah 3 tepat, pintu pun di dorong oleh Arthur yang masuk dengan pakaian yang sudah berganti. Ilona pun di tatap oleh Arthur dari kaki hingga atas kepala
" Apa ! ? " Tanya Ilona setelah melihat Arthur memandangi dirinya dengan tatapan tajam." Bajuku.. "
__ADS_1
Ilona pun Beranjak dari ranjang dan berjalan menepuk pundak Arthur dan berkata -pinjam dulu sebentar- lalu berjalan meninggalkan Arthur Karena dirinya sudah merasakan perutnya yang sudah keroncongan.
[ Makan lebih penting dari apapun sekarang. ]
...----------------...
Di Bawah semua pelayan sangat sibuk mempersiapkan makanan dan merias meja makan dengan mewah membuat Ilona tidak jadi ke ruang makan .namun, di tarik oleh ibu Fasila setelah melihat dirinya yang akan berbalik pergi ke atas lagi .
Saat ini terpampang ayam dan macam- macam jenis makanan lainnya di meja besar tersebut. membuat Ilona ngiler dan hampir menetes kan air liur nya Namun, segera ia usap agar tidak jatuh.
Satu demi satu tempat duduk di penuhi keluarga ini Reina dan Regina sudah makan duluan sedang kan , mereka menunggu kepala keluarga ayah Darien datang dan juga Arthur yang lupa ia ajak karena lupa.
Tak lama kemudian ayah dan Arthur datang ke meja makan sedang kan Ilona saat ini sedang memandangi makanan di depan tanpa memperdulikan Arthur yang duduk di samping dirinya .
" Untuk penyambutan Ilona memantu baru kami. kita akan makan bersama, Bersulang! " ucap Ayah Darien dengan Nada lembut lalu menjadi lebih keras dengan mengangkat gelas air berwarna merah di depannya.
" Bersulang!! "Balas lagi semua anggota keluarga zadintura mengangkat gelas bersama kecuali ilona yang bengong melihat mereka mengangkat gelas di depan mereka.
Ilona yang tidak tau apa yang mereka maksud, lah langsung saja ikuti mengangkat ayam di depannya karena melihat Reina mengangkat garpu makannya. " Sulang!! " ucap Ilona juga ikut Namun, dengan perkataan yang sedikit salah.
......................
" WAHAHA!!! Ilona apa yang kau lakukan HAHAHA!! aduh perutku HAHHAA!! " tawa lepas kakak Arza melihat Ilona yang mengangkat ayam panggang di depannya.la di cubit lagi oleh Lina membuat dirinya berhenti tertawa
Namun, ia juga menahan tawanya sama seperti Arthur dan ayah Darien. yang memasang wajah datar tanpa terganggu ,Kalau Reina dan Regina, lainnya sudah tertawa terbahak-bahak melihat Tingkah Ilona yang aneh .
[ Akkkkkk SIALAN!!!!! memalukan sekali. Aku kira ini tradisi untuk mengangkat makanan atau minuman ke atass ]
" Haha sudah-sudah Ilona pasti tidak tau jangan buat ia malu lagi " ucap ibu Fasila yang juga tertawa melihat tingkah laku Ilona lalu memperingati mereka agar segera berhenti.
Mereka makan dengan meriah dengan terus menerus menyodorkan makanan pada Ilona sedang kan Ilona menerima semua itu dengan lapang dada karena dirinya memang menyukai makan banyak.
" Ini jus untukmu " ujar Arthur memberikan jus pada Ilona.Namun Ilona tidak menyukai jus la melirik pada susu Reina dan juga Regina.
setelah di lihat-lihat lagi anak laki-laki yang menyebut suaminya ayah itu tidak ada di meja makan.kemana bocah tersebut ? Pikir ilona sembari memakan ayam panggang di depannya
[ Oh! ...iya ada satu lagi bocah laki-laki yang ada kan? Tapi di mana dia ? ] Batin Ilona yang celingak-celinguk mencari anak laki-laki yang memanggil Arthur Ayah.
" Ilona sekarang karena kau sudah masuk bagian keluarga kami Namamu adalah Ilona Zadintura " jelas ibu Fasila pada Ilona
" Itu ...aku tidak suka " jawab Ilona mendengar nama belakangnya di ganti oleh ibu Fasila
Ibu Fasila pun bertanya pada ilona kenapa dirinya menolak nama zadintura , Ilona menolak karena nama tersebut di beri oleh ibu kandungnya yang sudah meninggal.Setelah itu mereka terdiam seketika,
"Ting" bunyi otak ilona yang terpikir sebuah nama yang memasukan nama belakangnya dan nama keluarga zadintura agar kedua nama belakang itu tidak terhapus
" Bagaimana kalau Ilona Zadinturalia aku mengambil nama ibuku sedikit " ucap Ilona sembari tersenyum manis Agar mereka menyetujui keputusannya
Mereka semua pun tersenyum dan setuju dengan apa yang Ilona katakan karena nama itu tidak bisa mereka paksakan pada Ilona
...------------...
...selesai juga up Chapter 14 hampir copot jempol Author karena bingung + milih kata agak susah,...
__ADS_1
...jangan lupa like dan komen semangat buat author yang udah siap menghibur kegalauan para kaum jomblo. gak apa-apa kok author juga jomblo hehe😌...