
" Arthur bisakah kita mampir di bar paman dulu.. " ujar Ilona dengan pandangan mata mengarah ke jendela mobil
" Baiklah. " Balas Arthur dan memberitahukan sopir untuk menuju lokasi bar Refaeli yang tidak jauh dari perusahaan Arthur.
Tidak sampai cukup lama mereka tiba di bar Refaeli sesudah memberhentikan mobilnya di depan bar paman Feng, paman Feng yang melihat mobil mewah berhenti di depan tokonya lah ingin marah karena di depan tokonya bukan tempat parkir mobil.
Namun, setelah melihat Ilona dan Arthur keluar dirinya pun tersenyum manis dan menyambut keponakannya yang sudah menikah
"Ilona ! " Panggil paman Feng sembari berjalan mendekati Ilona
" Paman ! "
Ilona pun langsung memeluk Pamannya karena dirinya sudah sangat kangen dengan Paman jomblonya yang selalu ia lihat setiap pagi. namun, setelah dirinya menikah dengan Arthur malah semakin jarang untuk melihat wajahnya
" Astaga. kau tidak memberitahuku Paman bahwa kau akan ke sini " ucap paman Feng dengan mencubit kedua pipi ilona
" Hehehe aku tidak tau harus memberitahu paman bagaimana " jawab Ilona yang memang tidak memiliki handphone untuk menghubungi Pamannya
" Kalau begitu ayo masuk dulu, cuacanya sedikit Dingin karena akan memasuki musim dingin. Arthur ayo " ucap paman Feng yang juga mengajak Arthur masuk ke barnya
Mereka bertiga pun masuk dan langsung di sambut ramah oleh para pelanggan setia paman Feng tidak terkecuali pegawai yang juga sudah kenal dengan Ilona,
melihat seseorang yang Ilona kenal dirinya pun berlari sembari membalas satu persatu pelanggan yang ingin bertepuk tangan dengan dirinya. Arthur yang melihat Ilona tertawa lepas hanya tersenyum memandangi Tawa ilona yang manis
"Ehem! Awas nanti wajah ilona bolong " sindir paman Feng yang hanya diam melihat Arthur memandangi wajah Ilona sedang kan Ilona Sama sekali tidak sadar
" T-tidak aku hanya bahagia jika dia tertawa " jawab Arthur dengan wajah yang memerah padam
" Iya iya aku tau.. jadi bagaimana, sudah ada perkembangan dengan hubungan kalian ? " Tanya paman Feng kepo, sedang kan Arthur hanya diam memikirkan apa hubungannya sudah berkembang
" Mmmmm.. kurasa tidak " jawab Arthur jujur
Paman Feng pun langsung menepuk jidatnya karena sudah menebak bahwa hubungan Arthur dan Ilona pasti tidak akan berkembang terlebih lagi sifat Ilona yang tidak peka tingkat dewa sedang kan Sifat Arthur yang tidak..
Sudahlah dirinya pusing untuk memikirkan hubungan mereka sedang kan Dirinya saja belum menjalin hubungan dengan seseorang membuat paman Feng tidak tau bagaimana memberi saran untuk Arthur dan ilona
" TENGKLENG "
lonceng berbunyi memperlihatkan Gerson yang menggigil kedinginan karena cuaca yang tiba-tiba dingin sembari memeluk dirinya sendiri , Ilona yang melihat Gerson pun langsung tersenyum bahagia sekali
Dirinya pun berlari sembari menyebut nama gurunya itu namun setelah itu..
" TANG!!!!"
__ADS_1
Bunyi nampan yang jatuh ke lantai karena tidak sengaja terlepas dari tangan salah satu pegawai bar Refaeli setelah melihat Ilona yang menendang tinggi ke kepala Gerson.Namun, Langsung di tahan dengan tangan oleh Gerson
"Wah wah murid satuku ini sudah berkembang ternyata, bahkan tendangan membuat tangan ku kesemutan " puji Gerson sembari mengibaskan tangannya
Semua orang melongo melihat Ilona yang tiba-tiba menendang ke arah kepala Gerson, bahkan Arthur yang melihat itu terdiam sembari mengosok perutnya. Karena pernah di tendang oleh Ilona
" Hehe tentu dong Ilona gitu," ucap Ilona yang mulai sombong dan langsung memeluk Gerson karena kangen dengan gurunya
"Dasar bocah ingusan ini, kau hampir sudah sebesar ku.dulunya kau seperti biji kacang " ucap Gerson mengingat Ilona yang berlatih dengan tubuh yang kecil tidak seperti teman-temannya
" guru kenapa tidak memberitahuku kalau kau sudah pulang" kesal Ilona karena dirinya sebenarnya ingin menyambut kepulangan gurunya dengan sebuah hadiah namun, sekarang ini dirinya bahkan tidak membawa uang.
" Hahahaha maaf-maaf , ngomong-ngomong mana suamimu ? " Tanya Gerson sembari celingak-celinguk mencari Suami Ilona padahal Arthur di depan dirinya sedang duduk bersama Feng
Paman Feng pun menunjuk ke arah Arthur memberitahukan pada Gerson bahwa suaminya Ilona ada di depan dirinya , Gerson yang tersadar pun langsung memegangi dadanya karena mengira bahwa Suaminya Ilona pasti tidak setampan yang ia kita.
" Kau bercanda kan ? " Tanya Gerson pada Feng di balas angkatan bahu yang mengatakan dirinya tidak berbohong
" Ehem.. saya Arthur " ucap Arthur yang ingin berjabat tangan dengan Guru Ilona
" Ah i-iya..saya Gerson guru bela diri Ilona " jawab Gerson dan berjabat tangan dengan Ilona
Ilona yang melihat itu pun langsung berbisik pada paman Feng dan menanyakan kenapa sikap Gerson tiba-tiba berubah yang bisanya selalu menyombongkan dirinya namun malah sopan mendadak.
Di saat ini tiba-tiba perut Ilona mules dirinya pun memutuskan untuk ke wc sebentar sesudah izin pada Arthur maupun paman Feng, dirinya pun lari terbirit-birit kebelakang karena sudah tidak tahan lagi
" Hah ? " Arthur pun hanya diam menatap Gerson karena bingung dengan pertanyaannya
" Oh tidak maksud ku kau baik-baik saja setelah menikah dengan Ilona ? " Tanya Gerson lagi dan langsung di tendang perut oleh paman Feng
" Sudahlah Arthur jangan di pikirkan tentang pertanyaan dari orang gila ini , lebih baik kau minum ini " ucap paman Feng memberikan bir untuk Arthur dengan wajah yang tidak merasa bersalah setelah menendang perut Gerson
Dirinya pun Langsung mengajak Arthur duduk dan tidak memperdulikan kondisi Gerson yang meringkuk kesakitan di lantai, tak lama dari itu ilona datang dengan mengelus-ngelus perutnya yang tidak mules lagi
" Wah kalian minum-minum Tanpa aku ! " Kesal Ilona dan langsung duduk di kursinya yang berada di sebelah Arthur,
Dirinya pun melirik bir yang di minum oleh Arthur dan memintanya pada paman Feng namun langsung di tolak mengingat ilona yang mabuk sembari membawa tongkat bisbol dan memukuli orang yang menyentuhnya
Sejak itu paman Feng tidak pernah mengizinkan Ilona untuk minum sedikit pun , tapi saat ini Ilona yang kesal pun merebut bir di tangan Arthur dan langsung meminumnya sekali tegukan
" ILONA !!! " Bentak paman Feng yang berusaha merebut bir di tangan Ilona. Namun, sayang bir tersebut sudah lenyap di telan oleh dirinya
Arthur yang juga membantu paman Feng menarik gelas di tangan Ilona dan kini tidak bisa berbuat apapun karena sudah tidak bersisa lagi saat dirinya membalikkan gelas tersebut
__ADS_1
Hik
Hik
Mereka pun secara serentak melihat ke arah Ilona lagi dan kini perempuan manis ini sudah mabuk seketika dan mulai cegukan setiap dirinya berbicara atau tertawa
" Hehehe kalian kenapa ada banyak hik! Kok Arthur ada tuju..hik! hehehe paman Feng aku sayang amuu hik! "
Mereka pun hanya bisa menghela nafas berat karena melihat kondisi Ilona yang mabuk parah, paman Feng pun langsung menyuruh Arthur untuk pulang karena Ilona sudah mabuk
" Arthur bawa istri kecil mu dulu atau nanti dia memukuli banyak orang " saran paman Feng di dukung anggukan dari Gerson
" Bahkan aku akan Pulang dulu, Ilona ayo " ucap Arthur pamit pada paman Feng dan Gerson sembari membantu Ilona berdiri dengan melingkarkan tangan kiri Ilona di lehernya
Namun Ilona malah tertawa dan mencoba untuk duduk kembali karena katanya akan ada Keret yang akan lewat setelah itu Ilona pun berteriak histeris dan menjambak rambut Arthur dengan keras membuat kepalanya menunduk
" AKKKKK layangannya akan hik ! putuss hik " Ucap Ilona yang mabuk berat, sedang kan Arthur menahan rasa sakit di kepalanya dirinya yang mulai kesal pun..
mengendong Ilona layaknya Putri membuat pelanggan paman Feng bersiul dan menyoraki Arthur dan Ilona, sedang kan paman Feng dan Gerson hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum melihat Arthur dan ilona.
" Dasar anak muda kalau Feng sih tidak akan merasakan namanya jatuh cinta dirinya saja belum Pernah pacaran kasihan sekali " sindir Gerson dan ingin meminum bir nya namun tidak menyadari Feng sudah mengangkat kursi bersiap-siap untuk memukulnya.
[ DI LUAR BAR REFAELI ]
Arthur yang masih mengendong Ilona ke mobil ingin di bantu oleh sopir pribadinya namun langsung di tolak dan menyuruh untuk membukakan pintu mobil saja
" Mmmm.... Arthur aku ual " gumam Ilona dan langsung memeluk erat pria yang mengendong dirinya saat ini
" harumnya.." gumam Ilona lagi setelah mendekap di dada berotot Arthur
Arthur yang melihat tingkah imut Ilona hanya tersenyum senang karena bisa membantu Ilona yang sedang mabuk sedang kan hatinya berdegup kencang sangka kencangnya sampai-sampai Ilona bertanya
" Heiii ini kenapa berdegup terus jangan bernapas....." Larang Ilona sembari memukuli bagian hati Arthur
" Ilona sakit.. jika kau terus begini aku tidak mau lagi kau datang ke bar " kesal Arthur yang merasakan dada sakit di pukul Ilona. Namun tiba-tiba....
" Huwekkkkkkk "
Ilona muntah di jas hitam Arthur , membuat sopir pribadinya terkejut di tambah dirinya tau bahwa Arthur sangat menjaga penampilannya namun sekarang ini malah berantakan kerena Ilona muntah
" Tuan..." Panggil sopir tersebut sedang kan Arthur hanya membeku di tempat..
...----------------...
__ADS_1
up Chapter 34 maaf jika author gak bisa up setiap saat karena sinyal di sini mau ngajak betumbuk
mungkin nanti up banyak ketika Udah selesai libur sampai jumpa lagi dada