
Pagi yang cerah dengan kicauan burung dan terik matahari yang hangat masuk pada sela-sela jendela , suara alarm berbunyi keras menggema memenuhi kamar Ilona dan Arthur yang saat ini melewati malam mereka.
" Mmm..apa sudah pagi ?" Gumam Ilona yang mengigau setelah bangun tidur.
" Sudah bangun. lepas kan sekarang... " pinta Arthur sembari menatap Ilona.
Yang rupanya di peluk dengan erat oleh Ilona sepanjang malam tanpa di biarkan lepas, melihat Arthur yang setengah telanjang memperlihatkan dada yang berotot di dukung dengan cahaya yang menyinari seluruh tubuh Arthur
sampai-sampai terlihat seperti sebuah Malaikat di mati ilona saat ini, Sontak. saja Ilona melepaskan pelukannya pada Arthur. Yang memasang wajah datar padanya
" A-Ak...Aku bukan begitu,sialan jangan melihat ku seperti itu " kesal Ilona
melihat Arthur dengan tatapan yang berkata- kau duluan yang memperingati dan kau duluan yang melanggarnya-
" Sudahlah.." Arthur pun pergi dengan cepat dan meninggal kan Ilona "ibu.... menyuruh ku untuk makan bersama mu kali ini " ucap Arthur lagi memberitahu kan pada ilona.
[ Perkataannya kali ini sedikit lebih panjang juga..Akkkkkkkkk malu banget sumpah! ini lah sebabnya aku tidak ingin tidur seranjang Adjbshshwbahid !!!!]batin Ilona yang malu setengah dirinya mengingat ancaman malam tadi dengan memukuli bantal guling sangking malunya dirinya
saat mengingat dirinya sendiri yang memperingati namun malah dia sendiri yang melanggar ucapannya.
[ tenang Ilona tenang. baiklah sekarang ayo ganti baju dulu jangan di pikirkan lagi ya.. otak bangsat ]
Tanpa basa-basi lagi dirinya mulai beranjak dari ranjang dan teralihkan oleh lemari besar berwarna putih hitam dengan corak bunga mawar ,
saat dirinya memperhatikan Lemari tersebut dirinya melihat tanda Nama yang berkata -Ilona-Dengan cepat dirinya berjalan dan membuka lemari tersebut lalu tercengang seketika melihat pakaian yang begitu banyak dan mewah dalam waktu semalam.
[ Wow!!....]
Indah, sangat indah pakaian yang begitu banyak di lemarinya sangat lah cantik dan mewah berkilauan sampai-sampai tangannya gemetar meraih salah satu pakaian tersebut.
[ ..itu.. apa harganya sama seperti pakaian di tokoh sialan itu ya..]Ucap batin Ilona yang mulai merasa mual.
sepertinya Ilona masih Truman sampai-sampai merinding di sekujur tubuhnya saat mengingat harga dari pakaian pengantin yang ia beli bersama bibi Ajeng.
[ Beberapa menit kemudian ]
" Itu letak kan di situ ya di situ bagus "
" Ini ke mana Nyonya ? "
" Di situ saja. "
Saat ini Ilona sangat lah terkejut melihat pelayan yang sangat kompak merubah dekorasi ruang makan maupun tamu di rumah Zadintura.tidak terlalu jauh dari sana terlihat Marvin yang sedang memarahi salah satu pengawal.
" oh itu Marvin!! Syukurlah...aku memiliki teman... kalau di pikir-pikir kapan aku punya teman? " ucap Ilona yang bingung dengan perkataannya sendiri.
Ilona pun dengan cepat berlari menuju Marvin yang sedang memarahi salah satu pengawal ,
" MARVIN WOIIIII !!!! " Teriak Ilona memanggil Marvin padahal jarak Marvin dan Ilona sangat lah dekat sangat dekat sampai-sampai bisa di raih dengan tangan.
" Nona ...aku tidak tuli " balas Marvin sembari menggosok telinganya yang terasa sedikit berdengung." Hehehe aku tau Main yuk.. "ajak Ilona karena merasa sangat Bosan.
Marvin pun menolak permintaan Ilona karena ia tau apa yang akan mereka mainkan setelah ia menyetujui hal itu.pasti terkabar bahwa dirinya akan masuk rumah sakit dalam waktu singkat.
" Cih..membosankan " kesal Ilona mendengar Marvin menolak permintaan darinya.
Pandangannya teralihkan lagi oleh pengawal yang di marahi Marvin di lihat-lihat pengawal tersebut sedikit lebih muda dari Marvin dan Dirinya melihat dari mukanya yang seperti masih anak sma.
" Dia siapa ?"tanya Ilona pada Marvin karena ingin tau siapa orang yang ada di Depannya
" MORO pengawal yang baru masuk di anggota kami, bisa di bilang junior kami yang paling muda di melakukan kesalahan terus-menerus padahal aku selalu memperhatikan dia ."Jelas Marvin sembari menghembuskan nafas panjang
sedang kan Mora menundukkan kepalanya pada Ilona sebagai tanda salam,sontak,saja Ilona tertawa lepas mendengar Nama Moro entah karena apa Ilona tertawa. padahal Nama Mora biasa saja saat di dengar, Sedang kan, saat ini Mora menahan malu dengan muka yang sudah memerah
" Apa ? " Bingung Marvin yang tidak mengerti mengapa ilona tertawa setelah mendengar Nama Moro.
" Aku pergi dulu..." Ucap Mora pamit pada Ilona dan Marvin dengan berlari secepat mungkin menutup wajahnya yang sangat merah menjauhi Marvin dan Ilona.
Marvin pun tidak bisa lagi mencari alasan untuk lari dari Ilona la. Langsung berkata untuk menyusul moro dengan alasan moro meninggalkan barangnya.
" ..kau meninggal kan ku..."
Sangat sunyi dan tidak ada orang yang mau bermain dengannya saat ini, sedang kan Arthur dari mereka bangun tadi sudah pergi kerja dengan cepat.
dan ibu-ayah pergi sebentar ke luar, Lina dan Arza entah kemana tetapi pasti tidak ada di rumah lalu anak-anak pergi sekolah sekarang tinggal....tidak ada lagi orang di rumah kecuali parah pelayan dan dirinya.
[ Mau pergi kemana ya. Tapi..aku tidak tau jalan di sini.. andai saja bar Refaeli dekat dari sini ] batin Ilona yang berpikir agar bisa mengisi waktu luangnya.
__ADS_1
" Aku punya ide.. hehehe" Dan tiba-tiba muncul di pikirannya untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa kita tebak untuk sementara waktu ini.
[ Di sisi lain ]
Terlihat Arthur yang sedang sibuk mengerjakan berkas-berkas yang menumpuk di kedua sisi kanan dan kirinya dengan komputer di depan.
" Tuan.. ini berkas yang harus anda tanda tangani " Ucap pria yang ada di sisi Arthur dengan membawa setumpuk kertas di tangan kanannya.
" Letak kan " jawab Arthur singkat sembari mengerjakan semua berkas-berkas yang terlihat sangat lah banyak.
Pria tersebut adalah assisten Arthur , GAVIN yang selalu ada jika Arthur tidak bisa datang atau ke luar negeri untuk beberapa urusan bisnis di sana .
" Tuan . Kenapa hari ini anda seperti sedang sangat terburu-buru? " Tanya Gavin bingung
Karena biasanya Arthur selalu mengerjakan semua pekerjaan dengan Santai sampai jam 3 malam sekalipun, dirinya tidak lah terburu-buru dan tetep tenang Namun, saat ini kenapa ia terlihat sangat la terburu-buru sekali.
" Istri ku menunggu.. " jawab Arthur membalas kebingungan Gavin dari tadi.
"oh!....istr-APA!!!! "
Gavin pun terkejut mendengar bahwa Arthur ternyata sudah menikah tanpa mengundang dirinya ke pernikahan bosnya sendiri sungguh hati kecil Gavin sedikit kesal .
"Tega..kau Sialan. tidak mengundang asisten mu yang selalu mengerjakan tugas mu selama 3 Minggu ini " kesal Gavin karena tidak di undang.
" Bicaramu! Di jaga " tegas Arthur mendengar dirinya di sebut sialan
" maaf.."
di ingat-ingat lagi rasanya dirinya pernah di sebut persetan oleh seseorang Namun,siapa? Ya. Itulah yang ia pikirkan Arthur sepanjang waktu ini .
[ Rasanya sungguh aku pernah mendengar hal itu dari seseorang. Namun, siapa ? ]
[ pukul 10:15 siang' ]
Klakson mobil yang berhenti di depan kediaman keluarga zadintura yang memperlihatkan Lina dan Arza keluar dari mobil. setelah sopir mobil keluar membukakan pintu untuk Lina dan Arza yang membawa begitu banyak barang belanjaan
" Darl-..ADUH!!" Ucap Arza yang ingin memanggil istrinya dengan sebutan Darling Namun, langsung saja di pukuli tepat pada wajah Arza dengan tas belanja
" Jangan memanggilku seperti itu di depan anak-anak nanti. sungguh sangat menjijikkan " kesal Lina dengan tatapan Dingin
Tak lama juga dari itu mobil berhenti di belakang mobil Lina dan Arza yang memperlihatkan anak-anak keluar dari sana setelah mereka sekolah.
" Aduh!! Anak ayah sudah besar sampai bisa seberat ini bisa- bisa tangan ayah patah " Usil Arza pada Lia yang ia gendong" A-aku tidak beyat .. hiks " la. hampir menangis setelah di Jahili oleh ayahnya itu.
Melihat keharmonisan keluarga kecil tersebut rasanya saat ini Liu juga ingin mendapatkan kedua orang tua yang begitu menyaingi dirinya.Namun, ia sadar bahwa dirinya tidak akan pernah akan mendapatkan hal tersebut.
Lina pun sadar bahwa ada Liu di belakang mereka dan langsung menyuruh Liu agar segera ke dalam bersama mereka.
Namun, tak mereka sangka saat ini. di kedua mata mereka Ilona sedang bermain kartu bersama para pelayan berserta pengawal lainnya yang bersorak menyemangati orang yang sedang bermain dengan Ilona
" AKU MENANG!!!!! " Teriak Ilona dengan mengangkat tangan kanannya ke atas dengan kaki yang di letakkan di meja bermain.
"TINGA!!!!!"
Suara Nampan yang di pukul oleh seseorang wanita sebagai pertanda ronde berlanjut dengan seseorang yang kalian oleh Ilona. heboh sangat heboh karena ada yang tertawa dan bersorak hampir seperti sebuah pesta besar
" Ya...kau ini.kita kalah lagi kan ! " Kesal orang yang menyemangati lawan Ilona
" maaf..."
Mereka masih tidak menyadari Lina dan Arza yang sudah pulang Namun, masih saja melanjutkan permainan kartu tersebut.
baru kali ini mereka menikmati hari yang menyenangkan setelah ilona muncul di kediaman yang sangat sepi dan harus menjaga sifat di kediaman atau nanti akan di pecat oleh kepala keluarga zadintura bisa di bilang ayah Darien yang menyukai rasa sunyi.
" SIAPA LAGI KALI INI" teriak Ilona menantang seseorang
"AKU!!! " saut seorang pelayan yang terlihat seumuran dengan Ilona , "OK KAU AYO MAJU" terima Ilona dengan senang hat
"AYO KALAH KAN DIA!!!!"
"AYO AYO! KALAH KAN KALAHKAN"
" SEMANGAT KAWAN KALAHKAN NONA ILONA "
mereka pun kembali bersorak dengan melemparkan sebuah air dan kertas warna warni sampai-sampai membuat lantai dan segalanya berantakan total layaknya seperti kapal pecah
" Ehem!! Ehem! " Arza berdehem
__ADS_1
Dengan kompak seluruh orang yang bersorak terdiam dan melihat ke arah Lina dan Arza kerena merasa mengenali Suara mereka.
" Apa yang kalian lakukan! " Ucap Lina tersenyum manis Namun , terlihat menakutkan sedang kan orang-orang yang lain terdiam serentak tidak terkecuali Ilona yang kaget.
[ Beberapa jam kemudian ]
Ayah Darien dan ibu keluar dari mobil dengan di kawal oleh dua orang di sisi mereka.terlihat ayah Darien sangat perhatian dengan ibu Fasila dengan memegang tangan Ibu Fasila dengan lembut.
" Cepat lah Nanti Ilona kesepian karena tidak ada orang yang ada di rumah. tapi sepertinya anak-anak sudah pulang akk sudah ayo cepat " ucap ibu Fasila yang khawatir dengan Ilona
"Jangan terlalu memanjakan menantu baru itu , itu bisa membuat ku sedikit cemburu" ucap Ayah Darien sembari mulai memeluk ibu Fasila
" kau sudah tua bodoh!" lah langsung di geplak oleh ibu Fasila
Mereka pun berjalan ke pintu dengan di bukakan pintu oleh pengawal yang selalu ada di kedua sisi mereka Namun..
......................
" AYOLAH ILONA BIARKAN AKU SEDIKIT MENANG" kesal Arza yang sudah 6 kali kalah oleh Ilona sedang kan Lina sudah menyerah karena kalah untuk yang ke 8 kalinya.
"TIDAK AKAN !!! " saut ilona tidak kalah sengit dengan sorakan para pengawal dan pelayan yang selalu bersorak menyemangati Lina dan Arza.
Sedang kan anak-anak duduk juga menyemangati mereka berdua .
" Astaga..... " Ucap Ayah Darien dan ibu Fasila secara bersamaan melihat kedua anak dan menantunya yang bermain kartu terlebih lagi keadaan rumah yang seperti gudang kapal pecah dengan genangan air di lantai .
...----------------...
[ Beberapa jam kemudian ]
Saat ini sudah lewat pukul 3 sore saatnya Arthur pulang karena sudah menyelesaikan pekerjaan dengan cepat untuk pertama kalinya dalam hidupnya.
Sedang kan saat ini Gavin menangis terharu karena dirinya sudah di berikan libur untuk dua Minggu atas usahanya yang begitu keras mengantikan Arthur yang tidak masuk ke perusahaan.
" Silahkan tuan .. " ucap pengawal membukakan pintu mobil mewah untuk Arthur , tanpa banyak bicara Arthur pun masuk dengan tatapan datar sembari mengotak-atik hp miliknya .
Dirinya saat ini sangat pusing setelah mengerjakan semua pekerjaan dari pagi hari hingga Sora Hari tanpa henti sedikit pun
Minum pun ia tidak sempat karena fokus pada pekerjaan yang menumpuk di meja miliknya, Tak lama dari mereka berjalan terlihat paman Feng yang ingin menyeberang lalu lintas ,
Arthur yang memilih itu pun langsung memberhentikan mobilnya untuk menanyakan Sesuatu pada paman Feng tentang Ilona, Arthur pun di kawal oleh dua orang di sisi setelah ia turun untuk menjenguk paman Feng
" Oh! Suami Ilona " kaget paman Feng setelah Arthur mendekati dirinya yang terlihat seperti ingin menagih hutang
" ya..saya Arthur " salam kenal Arthur
" Jangan terlalu canggung begitu kita kan sudah kenal . ayo ke tempat ku sebentar jarak nya tidak terlalu jauh dari sini "
Arthur pun dengan patuh mengikuti paman Feng dari belakang menuju bar Refaeli, sesampainya dirinya langsung bertanya Tentang Ilona.
"Jadi kau ingin menanyakan yang Ilona suka ya. " Ucap paman Feng yang sudah duduk bersama Arthur di bar Refaeli.
Arthur pun mengangguk tanda berbicara pada paman Feng " Baiklah jadi ia suka susu dirinya tidak menyukai jus atau makanan masam "jelas paman Feng dengan bangga pada Arthur " susu! " Terlihat di raut wajah Arthur bahwa ia terkejut
" Ya susa Namun aku sedikit menambah kan bubuk kopi agar sedikit pahit dan pisang. sebenarnya aku mencampur semua itu agar ilona berhenti minum susu di bar ku waktu kecil tapi siapa sangka ternyata malah jadi minuman favoritnya.sungguh anak itu sangat aneh " jelas paman Feng agar Arthur tau apa yang di sukai Ilona
terlintas juga ingatan pertama kalinya Ilona ke barnya dengan pakaian yang basah kuyup sembari membawa boneka yang terlihat sangat kacau-balau di hari hujan dan petir yang menyambar di langit-langit
[ di pikir-pikir jantung ku hampiri cupot karena Ilona saat kecil seperti hantu..]
...----------------...
" aku akan pulang dulu . semoga hari mu menyenangkan maaf merepotkan mu " ucap Arthur
Karena hampir sore dirinya pun pamit pada paman Feng, sedang kan paman Feng berkata saat ada waktu luang kau harus ke sini untuk membahas tentang Ilona jika ia perlu bantuan panggil saja Paman Feng.
Arthur pun sekarang mengerti apa yang di katakan Pama Feng dan segera pamit lalu berjalan menuju mobilnya untuk pulang dengan membawa susu buatan paman Feng yang Ilona suka.
[ ku rasa dia akan suka kan ? ]
Terlihat di kaca spion mobil di depan, sudut bibir Arthur naik ke atas membuat senyuman miring.
Sopir mobil yang melihat itu pun tersenyum juga setelah melihat Arthur tersenyum Sedang kan jantung nya hampir copot karena baru pertama kalinya melihat patung es ini tersenyum.
...----------------...
...hari ini Author banyak kan karena mau memenuhi kontrak...
__ADS_1
...dada sampai jumpa lagi besok pembaca Author yang sangat Author sayangi 😘...