
" permisi semuanya !! " Ucap ilona sembari menepuk tangannya, membuat perhatian Mereka semua Mulai memandangi Ilona, Ilona pun tersenyum setelah perhatian mereka tertuju pada dirinya
" Ada apa Ilona ? " Ucap ibu Fasila setelah melihat Tingkah laku Ilona yang seperti pembawa acara sembari terus menatap Ilona dengan lembut.
" Jadi apa yang kalian benci dari Liu ?" Tanya Ilona Langsung membuat semuanya yang ada di ruangan tersebut terdiam seketika maupun Arthur yang tiba-tiba tersedak air yang ia beli saat ingin ke rumah sakit tadi.
[ BEBERAPA JAM KEMUDIAN ]
Lina, Ibu Fasila, dan Ilona, saat ini sudah di luar ruangan dengan menjelaskan semuanya pada ilona yang dari pertama kali bertemu sudah salah paham pada keluarga zadintura.
Sebenarnya mereka sama sekali tidak membenci Liu malahan mereka selalu membelikan peralatan yang di butuhkan Liu untuk sekolah, dan selalu memberikan uang dengan Jumlah yang cukup besar padanya untuk uang jajannya.
namun, sayang Riya merampasnya dan membuat Liu salah paham. bahwa Liu di benci oleh keluarga Zadintura karena hanya anak adopsi.
Mereka bahkan sudah menyuruh banyak para pelayan untuk terus memperhatikan Liu tapi sebaliknya mereka semua sama sekali tidak memerhatikan Liu sejak dirinya masih kecil,
setelah mengetahui itu mereka memecat satu demi satu pelayan yang melanggar perintah, karena sudah curiga kenapa tidak ada kabar tentang Liu .
Tapi tetep saja biang keroknya adalah Riya yang terus menyebarkan gosip dan kejahatan bahwa Liu adalah anak pungut dan di benci oleh keluarga Zadintura. Mereka pun pasti Mulai semena-mena lagi pada Liu.
Alasan mereka tidak menjenguk Liu atau menatap Liu adalah Karena penampilannya yang mirip dengan ibunya membuat mereka semua merasa tidak enak memandangi Liu Atas perilaku setan ibunya.
" Oh... Astaga aku benar-benar minta maaf..tapi kenapa ibu menatap Liu dengan tajam saat aku pertama ke kali di sini ? " tanya ilona pada ibu Fasila yang ada di samping dirinya
" Oh itu..mmm.. karena aku takut nanti kau akan marah setelah tau bahwa Liu adalah anak angkat Arthur, terlebih lagi Liu memanggil Arthur dengan sebutan Ayah. Bisa saja kan kau akan salah paham dan marah pada kami"
"JEDERRR!!!"
seperti suara guntur yang melewati Ilona hati Ilona yang menganggap bahwa ibu Fasila jahat pada Liu, dirinya pun langsung sujud meminta maaf pada ibu Fasila karena sudah menuduh ibu Fasila tanpa tau kebenarannya.
[ DI DALAM RUANGAN LIU ]
Canggung sangat Canggung, hanya Arza atau ibu dan Lina lah yang selalu mengisi pembicaraan namun sekarang ini di hadapan kedua patung es ini Arza tidak bisa berkutik sedikit pun.
dirinya sudah mengira lebih dulu bahwa suatu saat pasti akan datang Waktu seperti ini. Sedang kan, Liu dan Reina, Regina sedang bermain bersama-sama membuat dirinya merasa dikucilkan di hadapan kedua patung es ini.
Namun, petir apa yang menyambar Arthur " kenapa wajah mu ? " Tanya Arthur pada Arza duluan yang melihat memar di pipinya
Tentu saja, ayah dan kakaknya terkejut sampai-sampai Ayah Darien memandangi Arthur dengan tatapan " siapa kau " setelah mendengar Arthur yang sedingin es melebihi ayah Darien berbicara duluan pada Arza untuk pertama kalinya.
" Astaga...kau Arthur kan ? " Tanya Arza yang masih tidak percaya pada apa yang ia dengar" kau kira aku ini apa " Jawab Arthur kesal
" Oh maksud mu ini, ini karena di pukul istri ku kau tidak akan tau rasanya di pukul oleh seorang istri lagi Pula istri mu tidak galak bukan? Malahan ku lihat-lihat perilakunya imut dan menggemaskan " ucap Arza merasa iri pada Arthur.
__ADS_1
Arthur pun langsung menarik kaos bajunya yang berwarna hitam ke atas terlihat memar besar di rusuk Arthur melebihi memar di wajah Arza dan langsung membuat Arza terdiam membeku.
Ayah Darien yang merasa mulai bisa mengikuti pembicaraan anaknya pun juga mulai membuka bajunya memperlihatkan punggung belakangnya yang memar sedikit lebih kecil dari Arthur .
Krik...krikk..krikk
Mereka membatu bersama setelah tau bahwa mereka sebenarnya mengalami nasib yang sama persis, tapi yang lebih ayah dan kakaknya khawatirkan adalah Arthur, mereka merasa bahwa Arthur tidak akan hidup lama jika seperti ini terus.
".WAHAHHAHHAHA!!! Sungguh kalian juga...jadi istri ku lebih baik dong WAHHAHAHAH !!! " ucap Arza yang mulai sombong pada ayah dan Adiknya sembari berguling di lantai,dirinya merasa lebih baik dari mereka berdua karena ukuran memarnya lebih kecil.
" Is-istriku lebih baik, dia tau tempat makan yang enak " ucap Arthur tidak mau kalah.
" istri ku jauh lebih baik darimu, dirinya sangat lembut seperti kapas di juga selalu khawatir padaku itu berarti dia sangat mencintai ku " ujar ayah Darien juga yang tidak mau kalah dari kedua anaknya di tambah kata-katanya yang sedikit banyak.
Seperti sebuah batu raksasa yang menimpa Arthur dan Arza setelah mendengar kata-kata " mencintai " dari mulut ayahnya yang tidak mau istrinya kalah,
Arza merasa bahwa Lina tidak mencintai dirinya lagi karena terus memukuli dirinya [ padahal Lina bermaksud untuk membuat kedua anaknya tertawa lepas ]
Sedang kan, Arthur ...[ Dirinya tidak tau apa Ilona mencintai dirinya karena pernikahannya sebatas paksaan di tambah kontrak.]
" Ehem!. Itu kenapa memar mu lebih besar dari kami Arthur ? Apa yang kau lakukan hingga Ilona memukul mu ? " Tanya Arza untuk mengalahkan pembicaraan karena pasti akan kalah oleh ayah Darien.
" Dia tidak memukul ku, tapi..dia menendang ku " ucap Arthur dengan lantang, saat mendengar itu Ayah Darien dan Arza merasa kasian pada Arthur la menepuk pundaknya dengan pelan sebagai tanda kasihan.
Flashback ON
Dengan Napas yang terasa sesak Ilona mencoba berdiri dengan di dampingi rasa sakit yang menyengat di seluruh kepalanya, dirinya mencoba bangkit dan menolong Arthur yang masih berjalan dengan pelan
Padahal sedikit lagi akan tertabrak mobil itu, dengan cepat Ilona bangkit dan berlari. Hampir sedikit lagi mobil tersebut menabrak Arthur dengan suara klakson mobil yang Menggemah hebat di jalanan
[ Tidak!, ini Tidak akan sampai ..] batin Ilona yang merasa bahwa ambang kematian Arthur sedikit lagi akan menjemputnya, tiba-tiba muncul ide di benak pikirannya.
Dirinya pun mengubah postur tubuhnya dan melompat dengan kaki yang sudah mencapai rusak Arthur. lalu "BOM!! " Arthur terpental bersama Ilona yang sudah menendang Arthur
Layaknya seperti bola kaki, sedang kan mobil tersebut berhenti mendadak dengan seorang wanita yang keluar dari mobil tersebut.
" i-ilona ke- kenapa ? AKK kurasa tulang rusuk ku patah " Tanya Arthur sembari memegangi rasa sakit di rusuknya.
" APA KAU GILA!!! YA KALAU KAU INGIN MATI , MATI SAJA JIKA TIDAK ADA AKU DASAR BODOH!!!! MOBIL SAJA TIDAK BISA KU LIHAT !!! " Maki ilona pada Arthur dengan napas yang tidak beraturan yang terbaring bersama Arthur.
Melihat Ilona dengan napas yang ngos-ngosan di tambah hidungnya yang mengeluarkan darah langsung saja dirinya meminta maaf pada ilona sekaligus berterima kasih padanya karena sudah menyelamatkan dirinya dari ambang kematian sembari masih dudu di tanah.
" hidung mu "ucap Arthur yang mulai ingin memberikan kain untuk menghentikan hidup ilona yang berdarah
__ADS_1
" sudah lah aku baik-baik saja " balas Ilona sembari mengambil kain di tangan kanannya Arthur
" Anu .. maaf kan aku,aku salah kau tidak apa-apa kan " ucap wanita Tersebut yang ternyata ibu citra guru dari Liu , dirinya pun langsung membantu Arthur berdiri dan membersihkan baju Arthur yang kotor karena terkena tanah.
" Sudah aku tidak apa-apa "ucap Arthur dan berjalan membantu Ilona berdiri,
" aku..hiks aku benar-benar minta maaf. hiks.. aku pertama kali mengendarai mobil maaf kan aku hiks.. " citra pun menangis sembari meminta maaf pada Arthur
" Kalau kau punya mata dan sudah memiliki SIM, gunakan matamu untuk melihat orang Bodoh! dan juga kalau kau sudah mendapatkan SIM lihat dulu di sekitar. Lihat itu baca " ilona pun menunjuk kan jarinya ke seberang jalan. Terlihat pemberitahuan yang berkata hati - hati kurangi laju kendaraan.
" lihat, kan Dasar bodoh" ucap Ilona kesal
citra pun menangis lagi dan terus menerus menangis membuat semua orang kepo dan berkerumun untuk melihat apa yang terjadi. Tentu saja Ilona langsung meneriaki orang-orang itu
" Ini bukan tontonan pergi-pergi!! " Suruh Ilona dan aneh nya mereka mulai bubar " itu.. kalau tidak masalah aku akan bertanggung jawab tentang kejadian ini "saran citra dan mulai tenang.
Arthur pun langsung menolak dan membuat citra merasa tidak enak tapi dengan entengnya Ilona menyuruh citra untuk ganti rugi dengan datang saja ke alamat zadintura [ berniat ingin cari teman telah lagi penampilan citra lumayan lembut dan tulus]
" Oh ya bocah tadi !! " Ilona pun langsung menoleh ke seberang jalan namun, anak kecil tersebut tiba-tiba hilang di telan bumi
" Ada apa. Bocah ? " Tanya Arthur bingung
" Tadi ada anak kecil di sana, kemana di..apa di malaikat ya ? Tadi dia yang menunjukkan bahwa kau akan di tabrak mobil, kemana bocah itu?" Ucap Ilona sembari menggaruk pipinya yang tidak gatal
Mereka pun pergi meninggalkan citra yang melambaikan tangannya pada ilona dan Arthur, di perjalanan Ilona sangat menantikan teman barunya yang akan datang nanti
Ilona yang setuju Arthur pun demikian setuju juga dengan apa yang ilona katakan, Arthur merasa Ilona ada maksud lain mengajak citra ganti rugi dengan cara datang ke kediaman zadintura.
Flashback Off
" Oh..untung saja Ilona menendang mu. kalau tidak, ibu pasti akan depresi seperti dulu " ucap Arza sesudah mendengar cerita Arthur
" Kau benar " ucap Arthur dengan raut wajah andalannya .
Mereka pun kembali ke awal dengan tidak ada orang yang berbicara lagi , mereka bertiga kehabisan cerita dan malah berujung canggung dan canggung.
Namun, tiba-tiba pintu di dorong dengan kehadiran istri-istri dari tiga laki-laki tersebut, tatapan parah suami sangat lah jelas dengan tatapan yang berkata " Tolong aku "
Ibu Fasila pun langsung mengerti di susul dengan Lina yang mengerti juga sedang kan Ilona...
" Liu mau pergi dengan ku besok " tanya Ilona pada Liu sembari berjalan mendekatinya. Sontak, saja kedua anak kembar tersebut juga ingin ikut bersama Ilona.
Arza dan ayah Darien Mulai kasihan lagi dengan Arthur yang di acuhkan oleh istrinya sendiri terlebih lagi setelah Ilona masuk.bahkan dirinya sama sekali tidak menatap Arthur sedikit pun .
__ADS_1
" Ikut.. ikut ..ikut " sorak riang ketiga bocah itu dengan Liu yang bersorak kecil [ di paksa Ilona ] jadi ikut-ikutan bersorak seperti Reina dan Regina " BAIKLAH AYO KITA JALAN-JALAN SETELAH LIU SUDAH SEMBUH !! " Sorak semangat Ilona setelah mereka semua ingin ikut