
" SIALAN KAU!!!! HANYA PAMAN FENG SAJA YANG BOLEH MENJITAKU " Ilona pun memukuli Arthur di bagian rusak, membalas perbuatan Arthur pada dirinya.
" Ak... Ma-Maaf " ucap Arthur meminta maaf sembari memegangi bagian yang di pukul Ilona
Mereka berdua pun memutuskan untuk menginap di rumah sakit menemani Liu. sedang kan, sisanya sudah pulang dan akan datang lagi besok pagi. Sebenarnya hanya Ilona yang mau Tinggal di rumah sakit namun, Arthur malah ikut-ikutan menemani Liu.Khawatir pada Ilona.
" Lagian kenapa kau ikut-ikutan menemani Liu, Dasar tiang listrik " kesal Ilona karena dirinya sudah membuat rencana untuk tidak tidur sekamar bersama Arthur Namun, Arthur malah ingin ikut menemani Liu "...Dia anak ku " jawab Arthur
" ayah mana yang membiarkan anaknya di sakiti begini, kalau aku menjadi Ayah. Akan ku bunuh siapapun yang menyakiti anakku cih.. membuat ku marah saja " sindir Ilona membuat Arthur terdiam tidak berkutik,
melihat Arthur terdiam Dirinya merasa bersalah pada Arthur karena sudah menyindirnya. Merasa tidak enak lagi bicara pada Arthur di sebabkan dirinya hanya terdiam karena perkataannya." Maaf....aku salah bicara " minta maaf Ilona Namun dengan nada tidak ikhlas.
" tidak apa-apa aku memang salah kenyataannya memang begitu " jawab Arthur , dia tau bahwa selama ini dirinya sangat tidak memperdulikan Liu akibat pekerjaannya yang begitu padat.
Tapi sebenarnya ada orang yang melepas tanggung jawabnya pada pekerjaan dan malah menumpahkan semuanya pada Arthur , " hcuh!!! Hidung ku gatel sekali"ucap Arza.
Tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh dan hancur dari ruangan Liu membuat Ilona berdiri dan mengecek apakah Liu baik-baik saja, pintu di dobrak oleh Ilona dengan kakinya sampai membuat Liu terkejut
saat ini Liu sedang berusaha mengambil air minum. namun, terjatuh karena tangannya terlalu pendek, di sebabkan jarak di antara ranjang dan meja di sampingnya. Membuat gelas yang ia ingin ambil terjatuh ke lantai.
Ilona pun mulai menceramahi Liu agar meminta bantuan pada orang-orang dan jangan berusaha sendiri,terlebih lagi dirinya saat ini sedang masa pertumbuhan bisa membuat dirinya terbiasa sendiri
itu juga bisa berdampak pada masa depannya Bahwa nanti dirinya merasa hanya dia seorang di dunia dan tidak memerlukan seseorang untuk membantunya meski beberapa Sulit masalahnya. sedang kan Arthur yang entah kapan sudah membawa air untuk liu minum
Ilona pun langsung mengambil air di tangan Arthur dan langsung memberikannya pada Liu.dengan senang hati Liu menerimanya karena dirinya memang sudah sangat haus "Te-Terima kasih" ucap Liu sesudah meminum air tersebut sampai habis,sangking hausnya
Liu pun bertanya pada Ilona,kenapa mereka masih di sini. padahal tadi semuanya sudah pulang " kau ini ya Dasar,kakak mu ini sedang khawatir pada mu loh, tentu saja aku akan menemanimu sampai kau sembuh" ucap Ilona membuat Liu terharu.
Ilona yang kegemesan sendiri melihat Liu tersenyum malu-malu dan langsung saja mencubit hidung Liu " hahhha kau ini lucu sekali!!" Puji Ilona, membuat Liu memerah seperti buah tomat lagi.dirinya yang merasa kehabisan nafas berusaha melepaskan cubitan Ilona
" Hahaha maaf-maaf kau sangat imut jadi membuat ku ingin mencubit mu lagi " jahil Ilona pada Liu , sedang kan Arthur di kacangi. Dirinya yang merasa tidak berguna pun keluar meninggalkan Ilona dan Liu ,
sesaat kemudian Arthur mengambil handphonenya dan memanggil seseorang dari balik pintu ruangan liu
[ KEMBALI KE KEDIAMAN KELUARGA ZADINTURA ]
mereka hanya duduk di sofa tamu sembari sibuk dengan masalah masing-masing seperti ayah Darien yang dari tadi sibuk membaca koran miliknya sedang kan Lina dan ibu Fasila bermain dengan Reina dan Regina
Tak lama kemudian pintu di dorong yang membuat pintu terbuka lebar. "ARTHUR!" Panggil Ibu Fasila yang mendengar suara pintu terbuka"Arthur - Arthur , ini aku ibu. anak kesatumu yang paling kau cintai " ucap Arza setelah mendengar ibunya memanggil dirinya Arthur.
" istri ku tidak butuh anak seperti mu" kesal ayah Darien pada Arza karena cemburu pada anaknya sendiri yang berkata anak ke satumu yang paling kau cintai membuat ayah Darien kesal mendengarnya
__ADS_1
Memang hubungan Arza dan ayah Darien tidak bisa di bilang baik atau akur disebabkan dari dulu Arza dan Areksa putra kedua selalu menempel dan manja pada ibunya beda dengan Arthur yang lebih tidak mau di manja oleh ibunya ,
"Ayah, apa kau ayahku atau Ayah angkat ku sih. aku hanya mencintai ibuku apa itu salah tidak bukan jadi jangan melarang ikatan ibu dan anak yang sudah di takdir kan ayah" balas Arza, memeluk ibunya.
" Aku ayah angkat mu jadi jangan menempel pada istri ku "ucap Ayah Darien tidak kalah sengit
Membuat keduanya di tarik telinga oleh ibu Fasila yang resah karena di perebutkan oleh suami dan anaknya Reina dan Regina yang melihat itu lantas bersorak Riang dengan menyemangati neneknya yang mencubit telinga Ayah dan kakeknya.
" Ishhhhh Reina,Regina diam" tegur Lina pada kedua anaknya dengan jari telunjuk di tengah bibirnya.
Arza pun berjalan melangkah kan kakinya ke arah Lina dan langsung menciumnya di hadapan anak-anak maupun ibu dan ayahnya, melihat itu ibu Fasila dan Ayah Darien cepat-cepat menutup mata Cucunya
Sontak saja Arza di pukul sekeras mungkin oleh Lina pada bagian perut membuat Arza mengerang kesakitan memegangi perutnya yang terasa sangat pedih dan berdenyut panas."S-Sayang..."ucap Arza dengan nada gemetaran.
"KAU INI!!!! DASAR MESUM SIALAN" tidak puas Lina memukul Arza dirinya pun menyeret Arza ke kamar.
Sedang kan Ibu dan ayahnya tidak peduli sedikit pun karena memang Arza lancang di hadapan anak-anak,
Ayah Darien dan ibu Fasila masing- masing menutup mata cucunya itu. Agar tidak tercemar oleh anaknya yang langsung nyosor saja, " Astaga anak itu, dulu dia sangat tidak mau menikah. sekali menikah malah menjadi seperti mu"
Ibu Fasila yang berpikir bahwa Arza semakin mirip dengan ayahnya, Namun, langsung saja di tepis oleh ayah Darien yang tidak ingin di samakan dengan anaknya.
" Nenek apa yang ibu dan ayah lakukan? " Tanya Reina dengan polos sesudah melihat ayahnya di seret masuk ke kamar.
" kakek apa ayah akan mati?" Tanya Regina pada kakeknya, ayah Darien pun mengangguk yang berarti "ya" Arza akan mati.
" Ayah sangat malang aku akan mengambil bunga untuk kuburan ayah Nanti " ucap Reina dengan senang sembari tersenyum manis membuat adik maupun kakek dan nenek kaget." A-Aku juga akan mengambil bunga untuk ayah " ujar Regina tidak mau kalah.
Mereka berdua pun keluar untuk mengambil bunga sebagai tanda atas kematian ayahnya, sembari berlomba- lomba siapa yang mendapat kan bunga paling banyak , sedang kan ayah Darien dan ibu Fasila masih bengong mendengar cucunya itu
Tak lama kemudian Lina keluar sembari meregangkan seluruh tubuhnya dan langsung bertanya di mana Reina dan Regina , " mereka mengambil bunga untuk ayahnya yang sudah meninggal " jawab ibu Fasila sembari merajut sebuah baju
Lina lantas tertawa kegirangan mendengar Anak-anaknya berlomba- lomba untuk mengambil bunga sebagai tanda kematian ayahnya dirinya tidak bisa berhenti tertawa lepas mendengar cerita ibu Fasila
" hahaha aduh.perutku jadi di mana mereka sekarang?" Tanya Lina sesudah tertawa lepas.
Ibu Fasila pun memberitahukan bahwa mereka berdua berlari ke arah taman , dengan cepat Lina melangkah kan kakinya menyusul Reina dan Regina khawatir nanti terjadi hal yang tidak di inginkan baginya.sore pun berganti menjadi malam yang tenang.
[ KEMBALI PADA DUA SEJOLI ]
Arthur pun saat ini melihat istri dan anak angkatnya yang tertidur bersama, membuat dirinya merasa harus keluar dan tidur di hotel saja Namun, dirinya berpikir lagi
__ADS_1
bagaimana jika Ilona terbangun Dan tidak melihat dirinya Pasti Ilona akan merasa kesepian, padahal itu yang sangat di inginkan Ilona.
ia pun memutuskan untuk tidur di kursi duduk di depan ruangan Liu , dirinya tertidur dengan postur tubuh masih terduduk tegap seakan dirinya masih terjaga padahal Arthur saat ini sudah tertidur lelap.
"Liu di sudah tidur" bisik-bisik Ilona setelah mengintip Arthur tertidur
" Benarkah?" Balas Liu dengan pelan di balas dengan anggukan kepala dari Ilona
" kita mulai " ucap Ilona dengan semangat" ya! " Jawab Liu dengan suara cukup besar dan langsung di tutup mulut oleh Ilona ,mereka berdua pun mengintip lagi.sembari Memastikan Arthur masih tertidur lelap.
mereka berdua pun saling menatap lalu tersenyum bersama " ayo kita Mulai " Ucap Ilona bersemangat, mereka berdua pun bermain lempar bantal dan segala permainan yang Ilona tahu sampai pukul 1 malam
tapi mereka berhenti karena ketahuan oleh suster yang mengecek suara tawa dari ruangan Liu membuat Arthur terbangun, mereka berdua pun di marahi oleh Arthur meski Arthur tidak terlalu marah tapi suaranya terdengar seperti sedang sangat murka.
Malam berlalu dengan cepat di sambut dengan matahari yang hangat masuk di antara dinding-dinding jendela ruang Liu maupun jendela keluarga zadintura, Arthur yang sudah pergi dari pagi mencari tokoh makanan untuk sarapan mereka.
Ilona yang mendengar Arthur bergumam untuk membeli makanan memutuskan untuk ikut juga dengan Arthur dengan senang hati Arthur menerimanya ikut bersama dengan dirinya
" Heii jalan sini " saran Ilona dan langsung di ikuti oleh Arthur
Di hadapan mereka berdua saat ini terlihat tokoh dagangan kecil dan berdebu membuat Arthur merasa tidak enak. Dirinya merasa bahwa makanan jalanan tidak higenis dan tidak layak untuk di makan memutuskan untuk membawa Ilona pergi dari sana
Namun, Ilona dengan cepat menolak Arthur karena kangen dengan makanan tokoh, terlebih lagi harganya yang super murah Cocok untuk dirinya saat masih jalanan.melihat Ilona sangat ingin makan di sana Arthur pun memaksakan diri untuk makan juga.
" Heii Arthur ayo duduk " ajak Ilona yang melihat Arthur terdiam di depan tokoh kecil tersebut" Nona mau pesan apa ? " Tanya seorang pemilik tokoh tersebut " apa saja yang penting enak dan tidak membuat ku mati " jawab Ilona
Pemilik tokoh tersebut pun bingung dan menatap Arthur , Arthur pun meminta semua menu yang ada di tokoh kecil tersebut." Kau gila ya..." Kaget Ilona mendengar Arthur akan memesan semua menu
tak sampai Waktu lama terpampang makanan yang sangat banyak terlihat enak dengan asap panas yang menggebu ke atas.Dengan cepat Ilona memakan satu persatu yang ada di meja
sedang kan, Arthur diam. sama sekali tidak menyentuh makanan yang ada di depan dirinya, Ilona yang melihat itu lantas bingung dan heran dengan Arthur " kenapa kau tidak makan? " Tanya Ilona " aku sudah kenyang" balas Arthur
" Heii kau bangun bersama kami dan tidak keluar rumah sakit dari sore hingga pagi ini .terlebih lagi kau bersama aku dan Liu sepanjang malam lalu bagaimana kau pergi mencari makanan hah! " Tanya Ilona membuat Arthur berkeringat dingin." Oh!..aku tau "kata Ilona.
"tau apa? " Bingungnya sembari menatap Ilona " Arthur apakah kau bisa bilang 'A' sembari bernapas? " ujar Ilona lagi, Arthur pun.dengan patuhnya membuka mulutnya dan berkata 'A' , Dengan cepat Ilona memasukkan makanan pada mulut Arthur setelah dirinya di bohongi oleh Ilona" hahaha kau kena tipu"
Ilona pun tertawa lepas hingga membuat perutnya terasah keram karena terlalu banyak tertawa setelah melihat Arthur yang dengan mudahnya percaya pada dirinya
" ini.. Enak " puji Arthur setelah mengunyah lalu menelan makanan tersebut.
" tentu saja ini juga murah " ucap Ilona bangga pada dirinya sendiri.
__ADS_1
...----------------...
hehehe gak jadi drop masih banyak yang mau author up jadi jangan kecewa dulu ya ☺️