
Liu yang sudah tidak tahan lagi la langsung pergi setelah Photography mengatakan bahwa poto-potonya berakhir berserta Acara Tahunannya , dirinya pergi karena berniat mengambil buku yang ia tinggalkan di tempat duduknya tadi
[.. kemana Liu?.. ] bingung Lina melihat Liu ke arah belakang, padahal saat itu mereka sudah di mobil untuk pulang" ibu..itu..apa ibu akan meninggalkan adik Liu.."tanya Regina dengan menundukkan kepalanya, la langsung di tutup mulut oleh Reina.
Lina yang melihat anaknya itu seperti tidak ingin dia tau,mereka sebenarnya dekat dengan Liu.la, terpikir perkataannya dulu yang melarang mereka berdua untuk jangan terlalu dekat dengan Liu, takut ayah nya marah.
" Hahaha!! tidak mungkin ibu meninggal kan Liu bukan " balas Lina setelah terdiam karena berpikir sedangkan Reina sudah panik kalau ibunya marah pada mereka berdua.
Regina yang tadinya menundukkan kepalanya la mengangkat kepalanya lagi setelah mendengar ibunya tidak marah padanya.dengan cepat Lina membuka pintu mobil dan menyusul Liu yang berlari ke belakang tadi.
[ Astaga! Liu.. Kemana anak itu.?] gumam Lina, celingak-celinguk mencari Liu yang tidak ada di belakang,padahal tadi dirinya berlari ke sini. Namun, Lina tidak bisa melihat Liu di mana pun.
" Hok! Hohk!!..T-To..Tolong...Siapa pun ..ku mohon..Hohk! siapa pun .. Hiks... sakit.. Hiks.."Terdengar suara Liu yang seperti sedang sangat kesakitan dari balik kursi yang ia duduki tadi, Lina yang mendengar itu berlari mencari asal suara Liu yang terdengar sangat kesakitan,
saat dirinya melihat Liu yang sudah terbaring dengan Napas yang tidak beraturan, muka yang memerah dan terus memegangi dadanya.dirinya langsung saja menggendong Liu yang sudah hampir setengah sadar dan berteriak meminta tolong pada seseorang yang ada di sana.
Melihat Liu hampir kehilangan kesadarannya dengan keringat yang terus mengalir dari tubuhnya padahal seluruh tubuh Liu saat ini sangat lah dingin, Lina yang panik karena baru pertama kalinya dirinya melihat seorang anak kecil kesakitan sedang kan anak-anak nya belum pernah sekalipun sakit.
Membuat dirinya panik setengah mati.melihat Liu yang semakin lemah dan semakin dingin dari saat dirinya mengendong Liu, sampai-sampai Lina batuk-batuk karena dirinya juga sudah lama tidak berlari sejak dirinya masih anak-anak seperti Liu.
[ Di sisi lain ]
"Mphh!!...ibu lama sekali memanggil Adik Liu " kesal Reina yang dari tadi menunggu ibunya tidak kunjung datang"...apa ibu.akan marah padaku.. Hiks.." sedang kan adiknya masih saja takut di marahi oleh ibunya Reina yang melihat adiknya itu la langsung memukul Regina
Dan terjadilah cekcok dari kedua anak kembar tersebut padahal Reina berniat menyemangati adiknya Namun, caranya yang sedikit salah pada adiknya membuat Regina salah paham dan berpikir bahwa Reina sengaja memukul dirinya
Sopir pribadi keluarga zadintura yang melihat Reina dan Regina saling menjambak rambut satu sama lain dan berniat ingin melerai mereka berdua Namun, terkena tendangan Reina pas pada wajahnya,
sopir pribadi tersebut tidak tahan lagi la. membentak mereka berdua untuk diam dan saling meminta maaf antara saudari" adik Reina bukan saudariku ..mphh! " Ucap Reina yang tidak ingin di sebut saudari Regina " kamu juga bukan saudariku.."jawab Regina tidak kalah sengit.
Mereka berdua pun saling tidak mau menatap dengan terus menerus memandangi jendela mobil untuk menghindari bertatap dengan Reina maupun Regina.
setelah mereka saling tidak menatap Reina melihat ibunya yang sedang menggendong Liu yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
__ADS_1
" IBU!!! ADIK LIU!! " Kaget Reina melihat Liu yang sudah pingsan dari kejauhan, dirinya langsung berteriak memanggil sopir mobil mereka meminta bantuan untuk membantu ibunya, dengan cepat mereka berlari menuju Liu dan Lina.
" CEPATLAH!!. PERGI KE RUMAH SAKIT SEKARANG! JUGA"Pekik Lina yang sudah sangat panik dengan napas yang terengah-engah.mobil Langsung melaju cepat ke rumah sakit terdekat yang ada di sana.
Sedang kan Reina dan Regina terus memanggil Nama Liu untuk menyadarkan dirinya yang sudah tidak berdaya di pangkuan Lina ,
sesampainya di rumah sakit Lina langsung mengendong Liu dan berlari masuk sedang kan Reina dan Regina mengikuti di belakang.
Sekelompok Perawat yang sedang kebetulan lewat melihat Lina berteriak memanggil- manggil dokter la langsung sigap membantu Lina ,dan sisanya memanggil dokter untuk memeriksa liu.
"TANG!!!!! "
Suara gelas yang pecah lebur karena terlepas dari pegangan tangan Ilona yang ingin mengambil air untuk memenuhi tenggorokannya yang kering Akibat terus-menerus memakan cemilan padahal susunya sudah ia minum semuanya.
Dirinya pun berniat mengambil serpihan kaca yang hancur lebur tadi mengunakan tangan kosong dan langsung di hentikan oleh Arthur agar tidak terluka oleh serpihan kaca tersebut
" biarkan pembantu yang mengurusnya, tanganmu bisa terluka"larang Arthur sembari memegangi tangan ilona
" Terserah aku tidak peduli lepaskan tanganku dulu. Lagi pula aku tidak akan terluka sedikitpun.. hanya anak mama yang terluka jika terkena serpihan kecil begini!" tolak Ilona yang tidak ingin di perlakukan baik oleh Arthur
Dan saat ini terlihat dari mata Arthur bahwa telinga Ilona memerah meski tidak terlalu jelas kemerahannya , Tiba-tiba tangan ilona terkena serpihan kaca yang menjulang ke atas membuat tangan nya mengulurkan darah.
Ilona pun langsung menyembunyikan tangan nya yang luka dari Arthur padahal saat ini Arthur sudah melihat dengan jelas bahwa tangan ilona mengeluarkan darah
"..A-Apa Lihat-lihat ! " Kesal ilona yang malu karena sudah menyombongkan diri untuk tidak akan terluka.
Arthur pun pergi dari hadapan Ilona dan berjalan ke suatu Ruangan membuat Ilona tidak terlalu malu lagi" Si-Sial~ memalukan..Aduh jarinya terus mengeluarkan darah! . ayolah kumohon berhenti ya"
bujuk ilona pada jarinya yang terus menerus mengeluarkan darahPadahal dirinya terus mengusap Lukanya dengan tisu yang ada di dapur,
" ini,..pakai ini." Saran Arthur yang memberikan kotak obat untuk Ilona
" .. oh! terimakasih " Terima Ilona dengan senang hati karena dirinya sudah lelah dengan lukanya yang terus menerus mengeluarkan darah mungkin karena cuaca yang akhir-akhir ini panas membuat luka kecil mengeluarkan darah yang banyak dalam satu luka ringan.
__ADS_1
Arthur pun tetap memandangi Ilona yang sedang membalut lukanya membuat Ilona sedikit resah dengan tatapan datar Arthur yang memandangi dirinya " kenapa kau masih di sini ? " Tanya Ilona heran
"Aku hanya Ing-ingin memandangi mu yang ca-cacat!"ucap Arthur yang berusaha berbicara"APA! " kaget dirinya setelah Mendengar Arthur menyebut dirinya cacat dan hampir membuat Ilona melayangkan tinju pada Arthur
" Maksud ku.. bukan begitu, begini. aku hanya ingin memandangi dirimu yang cantik sa-saja.." jawab Arthur dengan menatap ke luar jendela dan terus mengerutkan keningnya saat dirinya melihat ke jendela.
Ilona pun berbalik dan menatap ke luar jendela yang di lihat Arthur,
Tentu saja Arthur tidak akan mengatakan hal seperti itu karena dirinya sangat lah kaku dan datar saat beberapa hari dirinya di sini dan tiba-tiba Arthur jadi seperti ini oh tidak mungkin bukan .
terlihat di jendela saat ini Marvin dan Arza yang sudah memegang kardus dengan tulisan kata-kata Gombal untuk Ilona. Namun, Arthur malah gugup dan bicara salah saat melihat hiruf di kardus tersebut. Karena ukuran tulisannya yang kecil
Membuat pandangan Arthur sedikit kabur saat melihat huruf-huruf nya dan malah hampir membuat kesalahan tapi saat ini kata-katanya tidak berguna lagi, Ilona sudah melihat Marvin dan Arza yang sudah merasuk Arthur yang polos
Ilona pun melihat ke Arthur, sontak saja Arthur melihat ke arah lain menghindar tatapan Ilona sembari bersiul yang sangat tidak bisa ia lakukan ditambah dengan tatapan datar membuat dirinya sangat lah terlihat seperti orang konyol.
Sedang kan saat ini Arza dan Marvin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Rencana mereka berdua gagal total kerena kekakuan Arthur yang super dingin
" Astaga.. sebenarnya. Adikku meniru siapa ya." Pasrah Arza melihat adiknya
[ Di sisi lain ]
" Hcuh!!... siapa yang sedang membicarakan ku " bingung Ayah Darien yang tiba-tiba bersin padahal saat ini dirinya sangat lah sehat, dan melanjutkan membaca artikel di koran miliknya lagi
" sayang.. kenapa anak-anak belum pulang juga.." ucap Ibu Fasila khawatir
Dirinya merasa bahwa hari ini Lina dan Anak-anak akan pulang terlambat padahal biasanya pulang pada jam seperti ini Namun,
hari ini mereka tidak kunjung pulang padahal sudah pukul 11" mungkin saat ini mereka dalam perjalanan" jawab Ayah Darien Acuh.
" semoga.. mereka baik-baik saja " ucap ibu Fasila untuk sekian kalinya dirinya khawatir pada mereka berempat " sudah berhenti mondar-mandir begitu. Nanti bisa membuat mu pusing" balas ayah Darien yang tidak ingin istrinya sakit
...----------------...
__ADS_1
...Udah!!! makasih banyak ² yang udah like dan komen status karya Author...
...Jangan lupa like dan ketik komentar semangat terus 🤗...