
Tak lama dari mereka naik mobil handphon Arthur berbunyi dengan keras sampai senyum Arthur kembali datar, tanganya mencari handphon di kantong celananya.
" Ada apa ? "
[ Maaf tuan, tapi bisakah kau segera pulang. ini sangat darurat! ]
" Apa yang terjadi !? "
[ Cepatlah TUAN!!!! ]
saat ini setelah Arthur mendapatkan telepon dari Marvin dirinya sangat lah khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan sama seperti dulu.
" Jalan kan dengan cepat. "perintah Arthur pada sopir mobil untuk
mengemudi lebih cepat,
" Baik tuan "
mobil melesat tajam dengan kecepatan tinggi menuju rumah zadintur, entah mengapa hati Arthur sangat gelisah setelah mendengar teriakkan Marvin yang begitu sangat putus asa
Mereka pun sampai pada rumah Zadintura Namun, Susana sangat lah sepi. tidak seperti biasanya, di depan sana terlihat Marvin yang mondar-mandir ke sana-kemari menunggu Arthur. setelah dirinya melihat Arthur, dengan cepat Marvin berlari menuju Arthur.
" Tuan cepatlah lihat kejadian langka ini cepat! " Pinta Marvin menyeret dirinya kedalam la langsung di lepaskan setelah melihat tatapan Arthur yang mencekam. "langka ? Apa."
" lihat tuan "Di saat ini Arthur hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keluarganya yang sudah terinfeksi virus Ilona.
" Heii menantu, kali ini aku yang akan memenangkan permainan bodoh ini." ucap ayah Darien yang biasanya tidak terlalu terbuka pada seseorang Namun, malah bermain kartu dengan Ilona.
" Hehe jangan senang dulu ayah " ujar Ilona yang sudah memikirkan kartu apa yang ia akan pakai nanti.sedang kan ibu Fasila dan yang lainnya sudah kalah dan menyerahkan pada Ayah Darien.
Karena Susana yang begitu tegang mereka tidak menyadari Arthur pulang sama seperti yang lainnya tadi, di tambah karena ayah Darien kepala keluarga yang sangat dingin. malah sangat ingin bermain dengan Ilona yang ke 3
" Ehem .. Ehem ..apa yang kau lakukan saat ini ayah. " ucap Arthur yang menatap datar ayahnya itu." Aku hanya bermain Ehem..Ehem itu.. " gugup ayah Darien karena melihat tatapan anaknya yang berkata
Jagalah sikap mu Ayah, Mereka pun serentak melihat ke arah Arthur, saat ini Arthur melihat mereka dengan sangat menyesal kerena berlebihan berpikir tadi,
" INI !! " ucap Ilona menyodorkan salah satu kartu yang menandakan bahwa Ilona yang menang , " apa ku curang ! ' kesal ayah Darien karena tidak mau kalah oleh Ilona yang ke 4 kalinya
" Ya kalah,ya.kalah Ayah " remeh Ilona karena ayah Darien menyebut dirinya curang
Permainan kartu pun di tutup dengan kemenangan telak bagi Ilona yang tak terkalahkan. mereka pun memutuskan untuk bubar karena perintah Arthur yang seperti kepada keluarga saat ini .
Sedang kan Ilona saat ini di tarik oleh Arthur ke atas menuju kamar " apa lepaskan! ?" Bingung Ilona melihat Arthur yang menarik pergelangan tangannya.
Setelah mereka sampai di atas Arthur memberikan susu tersebut pada ilona , sontak. Saja Ilona mengenali kantong keresek tersebut la tersenyum dan tertawa bahagia melihat susu paman Feng.
[ Akhirnya dia tertawa.. ]
"A-Apa kenapa kau senyum.menakutkan sekali " ucap Ilona melihat Arthur tersenyum
[ Apa aku tersenyum? ]Sedang kan Dirinya sendiri tidak tau bahwa ia sedang tersenyum pada Ilona.
dirinya juga heran kenapa bisa tersenyum padahal sejak kecil dirinya Hanya diam saat menonton film lucu sedangkan kakak-kakaknya tertawa lepas.
Ilona pun dengan cepat meletakkan susu tersebut di lemari miliknya seperti tidak ingin ada yang mengambil sedikit pun barang berharga yang ia simpan.
Karena sudah sore Ilona berjalan ke kamar mandi mendahului Arthur yang masih berpikir apa ia tersenyum tadi .
[ Apa yang dia pikirkan sih! ] Batin Ilona yang bingung melihat Arthur ngelamun. Beberapa menit Ilona mandi akhirnya dirinya keluar dari kamar mandi dengan menyanyikan lagu khas milik nya .
" Da da du du ala ala ya ampun segar sekali.." ucap Ilona sembari mengelap air yang menetes di rambutnya. melihat Arthur yang duduk sambil bengong, Ilona pun memikirkan hal jahat pada dasarnya
"WOIIIIIIIII " Teriak Ilona yang berniat mengejutkan Arthur Namun, Arthur tidak bergeming sedikitpun dan malah mengabaikan Ilona.
" Apa? " Bingungnya, dengan kelakuan Ilona" Haha T-tidak ada hanya ingin bermain saja hehe"elak Ilona,melangkah kan kakinya ke arah pintu .
Dirinya pun keluar dan berniat
menjelajahi seluruh pelosok Rumah mewah ini. karena sudah di beri ijin oleh ibu Fasila untuk melihat-lihat sekitar rumah zadintur bersama Arthur , tapi dirinya malah keluar sendirian.
[ Astaga.... sungguh rumah ini sangat lah mewah meski aku melihatnya berulangkali Aku pasti tidak akan terlalu bosan ] puji Ilona , celingak-celinguk melihat atap dan lorong yang mengkilap.
Namun, rasanya saat ini dirinya teringat sesuatu yang terlupakan Namun, entah apa yang ia lupakan, rasanya sungguh sangat mengganjal di hati, sangat- sangat penting tapi tidak dapat ia ingat .
__ADS_1
" Mmm...apa ya. Sungguh otak sialan ini tidak bisa kah. berkerja sama denganku sekali saja." Kesal Ilona karena tidak dapat mengingat apa yang ia inginkan.
" AKK!!"
tiba-tiba Ilona menabrak bocah kecil Liu karena ngelamun sedang kan liu sedang bermain bola kecil di lorong paling belakang karena saat ini Ilona
sebenarnya sudah tersesat di rumah besar zadintur
Namun, dirinya tidak sadar bahwa dirinya sedang tersesat dan berputar- putar terus di lorong sembari mengingat hal penting yang ia harus Lakukan.
" Aduh!!! Maaf maaf apa kamu baik-baik saja " panik ilona melihat Liu yang terbaring karena di tendang oleh Ilona.Dirinya pun membantu Liu berdiri lagi.
Di lihat lagi wajah Liu memang sangat lah imut lebih imut dari Mia dan Lia meski mereka memang sangat imut juga Tapi tidak lah seimut Liu.
" A-aku tidak apa.. " balas liu yang terlihat sangat panik , sepertinya dirinya takut akan di marahi oleh Ilona," Heii bocah apa kau takut padaku ? " Tanya Ilona karena melihat Liu seperti panik saat bertatap dengan dirinya.
Liu pun menggeleng kan kepalanya. yang berarti tidak , padahal jelas sekali bahwa ia takut pada Ilona dengan gerak-gerik tubuhnya maupun matanya yang terlihat sangat panik akan sesuatu.
[ Mmmm.... katanya besok dia akan.. Acara ? ..oh ya besok acara Drama di sekolah nya dan orang tua harus datang. tapi Arthur tidak mau..]
Ilona berpikir bagaimana besok ia akan mengadakan Drama di sekolah tanpa di dampingi oleh orang tua, Rasanya ia juga merasakan bagaimana orang tua tidak datang saat acara penting bagi seorang anak ..
" Itu...Nona..apa aku boleh pergi" tanya Liu yang ingin segera pergi dari hadapan Ilona" tidak boleh.. " balas Ilona yang tidak ingin Liu pergi karena dirinya saat ini sangat Bosan sendirian.
Dirinya pun menarik Liu ke sesuatu ruangan yang ada di dekat mereka berdua."Heii ini tempat apa ? Sangat berantakan" Tanya ilona kepo sembari ingin lebih dekat dengan Liu " ini kamar ku .." jawab Liu
Ya. Tentu saja Ilona kaget karena tempat tidurnya dan ruangannya sangat lah berantakan seperti gudang yang tidak terpakai lagi.
dirinya juga merasakan bahwa tidak ada tanda-tanda orang yang membersihkan sedikit pun di ruangan ini.
" Apa ! Yang benar saja. ini kamarmu " tanya Ilona lagi untuk memastikan bahwa dirinya salah mendengar perkataan Liu ,lalu di balas anggukan kepala dari Liu
[ Astaga yang benar saja. ini sih sudah sangat keterlaluan ] kesal Ilona karena melihat tempat Liu
Ilona pun berniat menjenguk Ibu Fasila dan untuk sedikit protes padanya karena melakukan hal yang tidak bisa ia terima lagi .
Dengan cepat dirinya menuju tangga dan menuruni tangga dengan meluncur dari dinding pagar tangga yang cukup besar untuk di duduki sembari terus meluncur dengan cepat ke bahwa
pada saat mereka meluncur bersama, Arthur yang entah dari mana sedang ingin turut tangga malah bertemu Ilona yang sedang meluncur cepat ke bawah dan hanya menggeleng kan kepalanya.
" Astaga...Ilona " kaget Arthur atas kehadiran Ilona yang mendadak meluncur dari atas sembari memijat keningnya
" YAHOO!!!!!!! HAHHAHA " tawa Ilona karena membuat hatinya sangat tenggang dan bahagia lepas, meluncur ke bawah
" AKKKKKK TOLONG !!! " Sedang kan Liu menangis histeris karena takut setengah mati jika dirinya jatuh dari bekapan Ilona
Sungguh tadi itu sangatlah berbahaya Namun, Ilona terlihat sangat bahagia setelah melakukan hal yang di luar Nalar seperti tadi,
dan...sekarang mereka sudah mendarat tepat sasaran dan tidak ada cedera sedikit pun pada tubuh mereka berdua." Hiks ...itu menakutkan .." Liu pun sedikit menangis karena terkejut atas hal yang di perbuat Ilona.
Ilona yang melihat Liu gemetaran karena terkejut dan takut la langsung panik , lalu menenangkan Liu agar tidak takut lagi," Aduh!! itu... maaf ya.."
Liu pun menganggukkan kepalanya setelah mendengar permintaan maaf Ilona yang membuat dirinya takut la mengusap semua air matanya.
[ Ku kira dia anak yang pendiam dan dewasa. lalu tidak takut sedikitpun, ternyata sikapnya sama seperti anak pada umumnya.. Tapi...kok! imut ya ]
Saat ini Ilona merasa sangat geram ingin mencubit pipi Liu karena dirinya sangat la imut dengan mengusap wajahnya yang di selimuti oleh air matanya.Malah menambah keimutan Liu yang sangat sangat menggemaskan saat ini.
[ Fokus Ilona.fokus... kau saat ini harus fokus pada kemarahan mu yang melihat seorang anak kecil di perlakukan seperti ini...tapi.. ]
Ilona pun tampa pikir panjang la menarik Liu lagi ke ruang kamar ibu Fasila dan ayah Darien berniat ingin protes. dengan menanyakan ke semua pelayan di mana tempat kamar ibu Fasila
Tapi... sebenarnya dirinya ingin di marahi dan di usir agar segera pergi dari kediaman ini dengan melalui amukan Ibu Fasila ,
ya . tentu saja tidak mungkin dirinya ingin membantu seseorang Namun, tidak dapat keuntungan sedikit pun.[ Hehehe.. uang sudah ada dan tinggal Membuat masalah saja kan! ]
" TOK TOK!!!"
Bunyi pintu yang di ketuk oleh Ilona yang sudah siap di marahi dan bebas dari kediaman zadintura sedang kan saat ini Liu bersembunyi di balik belakang ilona , pintu pun di buka dengan kehadiran ibu Fasila.
" Ada apa Ilona ?" Tanya ibu Fasila dengan Nada sangat lembut pada ilona yang membuat Ilona tidak berani marah pada ibu Fasila yang begitu lembut padanya " itu....i-ibu "
__ADS_1
Rasanya saat ini dirinya tidak ingin marah pada Ibu Fasila yang sangat lembut padanya seperti bibi Ajeng yang selalu lembut juga padanya.
Dan memutuskan untuk tidak marah pada ibu Fasila dan memilih mundur Alon-alon ke belakang sebagai tanda menyerah atas keputusan yang ia Nantikan tadi.
"Tidak ibu aku hanya ingin bilang bisakah aku meminjam dapur " alibi Ilona " kau mau memasak ! " Terlukis di raut wajah ibu Fasila bahwa dirinya sangat la kaget
" Ya! ya. aku mau memasak, kalau begitu aku pergi dulu ibu dada.." ucap Ilona yang langsung pergi sembari memegang tangan Liu
Ibu Fasila pun tersenyum manis setelah Ilona pergi menjauhi darinya, saat itu ibu Fasila merasa jika Liu akan mendapatkan sesuatu setelah melihat Ilona dan Liu bersama tadi.
[ .... memang apa aku sedikit berlebihan membenci seseorang anak kecil hanya karena terlihat mirip dengan ibunya.. Astaga.aku memang sudah sangat gila.]
Batin ibu Fasila yang merasa bahwa dirinya sudah sangat bersalah terhadap Liu yang tidak tau apa-apa tentang ibunya maupun ayah kandungnya sendiri.
[ Di sisi lain ]
" Tuan ! " Panggil Marvin setelah melihat Arthur " Apa ? " Balas Arthur yang tidak tau kenapa Marvin memanggil dirinya " tidak ada tuan hanya menyapa hehe "
Marvin pun langsung di potong gaji setelah mempermainkan Arthur yang tidak tau apa yang di maksud Marvin, dirinya berpikir bahwa Marvin membohongi dirinya sebagai tanda penghianat bagi Arthur .
[ ... Ilona di mana dia. ] Ucap batin Arthur yang melihat kanan dan kiri mencari keberadaan Ilona
Marvin yang mengerti pun langsung memberi tahu bahwa Ilona saat ini sedang kembali ke atas bersama tuan muda Liu
setelah Marvin memberi tahu dirinya, dirinya langsung saja pergi ke atas menemui Ilona sedang kan, Marvin hanya bengong karena ucapannya yang ngasal ternyata benar.
[ ..di mana dia, Apa...]
Arthur pun langsung berjalan ke arah belakang setelah dirinya menyadari bahwa Ilona pasti akan bersama Liu dan mereka otomatis pasti akan ke atas untuk ke kamar Liu
langkah demi langkah dirinya hampir sampai pada kamar Liu terdengar suara keras dari dalam kamar Liu yang membuat dirinya kaget la langsung membuka pintu
" APA YANG TERJADI !! " ucap Arthur , untuk pertama kalinya dirinya berteriak seperti itu .
Sedang kan, Ilona dan Liu kaget juga setelah melihat Arthur yang berteriak dan membuka pintu dengan keras " A-Ayah.. " Liu pun langsung mendekati Arthur
[ Beberapa detik kemudian ]
" Jadi apa yang kalian lakukan ? " Tanya Arthur setelah melihat Ilona yang sudah berantakan sama seperti Liu
Mereka berdua sudah sangat berantakan dengan jaring laba-laba yang melekat pada rambut mereka padahal Ilona sudah mandi beberapa jam tadi.
" Apa Kau tidak melihat kami sekarang sedang bersih-bersih, kalau sudah melihat pergi sana!"jawab Ilona.
Setelah itu Arthur pun melihat ke seluruh area di kamar tersebut Namun, dirinya mengira bahwa ini adalah gudang yang sudah di tinggalkan .
" Kalau begitu ayo keluar dulu dari gudang ini." saran Arthur setelah melihat gudang yang penuh dengan debu dan jaring laba-laba yang terpajang di langit-langit
" Ini kamar Liu sialan " ucap Ilona memberi tahu bahwa ini tempat tidur Liu " Apa ! " Terlukis sekali di raut wajah Arthur bahwa dirinya saat ini sangat lah terjadi dan berubah marah
Sontak saja Arthur melangkah kan kakinya dan menarik tangan Ilona Lalu mengendong Liu seperti sebuah keluarga kecil dari sudut pandang iblis.
Namun, Ilona Malah melepaskan tangannya karena dirinya sangat risih ketika ada orang yang memegangi dirinya." Lepaskan!,.. aku bisa berjalan! Sendiri" pekik Ilona yang sangat kesal
Dirinya pun berjalan di belakang Arthur mengikutinya hingga ke suatu ruangan di dekat kamar Liu. Saat ini Ilona hanya diam melihat wajah Arthur yang terlihat sangat marah dari belakang.
[ ....dia kenapa ? ]
Dan pada saat ini mereka sampai pada sebuah pintu yang cukup besar namun tidak sebesar pintu kamar dirinya dan Arthur , Liu tiba-tiba langsung gemetaran seperti takut pada pintu tersebut
Ilona yang melihat Liu ketakutan terlihat dari genggaman tangannya yang mengepal erat pada baju Arthur, tubuhnya gemetaran hebat setelah Arthur hampir membuka pintu besar tersebut.
Dengan cepat Ilona memegang tangan Arthur membuat dirinya terhenti" berikan dulu Liu.." ucap Ilona yang terlihat sangat berbeda dari biasanya. Arthur yang melihat itu lantas terkejut dengan perubahan sikap Ilona yang cepat
Arthur pun dengan patuh memberikan Liu ke Ilona ,dengan cepat juga Liu memeluk Ilona dengan erat sembari gemetaran hebat.
yang terlihat memberikan isyarat meminta Ilona untuk segera pergi dari sana, Ilona yang mengerti pun pergi menjauh dari pintu tersebut , sedang kan Arthur sekilas melihat Ilona dari belakang dan kembali fokus menghadap ke pintu.
" Haruskah aku turun tangan "
Arthur pun mengambil handphon dari kantong celananya dan mulai menelfon seseorang dari Nomor yang ia tekan, mata biru yang tadinya berwarna biru muda terkenal pancaran cahaya lampu berubah menjadi biru tua setelah Arthur menundukkan kepalanya.
...----------------...
__ADS_1
...up sampai Chapter 20...
...jangan lupa like atau komputer semangat buat author jika ada yang salah jangan ragu-ragu buat komentar yang mana salahnya 🖐️🤗...