Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress

Mbak Ilona Sih Tukang Pembuat Onar + Stress
Chapter 32 : sakit tak berdarah buat Gavin


__ADS_3

" Ilona apa yang sedang kau lakukan di sini ? " Tanya Arthur sembari mendekati ilona


" Gak ada, sampai jumpa " jawab Ilona dengan singkat sembari berjalan meninggalkan Arthur.


Tentu saja semua orang yang melihat itu terkejut dengan sikap ilona yang acuh dan dingin, terlebih lagi di depan CEO perusahaan Darzatur yang Tampan dan menawan


Siapa wanita yang tadi kami caci maki, batin semua orang yang panik melihat CEO mereka mengenal Ilona. terlebih lagi mereka pernah mendengar rumor bahwa CEO Darzatur sangat dingin dan suka memecat orang yang tidak kompeten menurutnya


[ ...apa yang harus aku lakukan ] batin Arthur yang melihat Ilona berjalan menjauh dari dirinya,


matanya pun tertuju ke tangan ilona yang membawa bekal untuk dirinya membuat Arthur merasa tidak enak jika Ilona pergi begitu saja.terlebih lagi Ilona adalah istrinya sendiri dan pasti jika Ilona pergi dengan bekal yang masih ada.


Pasti ada seseorang yang sudah menyiapkan sapu dan tangan yang di poles hingga siap di pakai jika dirinya pulang nanti.


Tiba-tiba terlintas di benaknya. saran dari kakak playboy itu yang tidak lain Adalah Arza, dengan cepat Arthur berlari dan langsung berlutut lalu memeluk Ilona dari belakang dengan napas yang masih terengah-engah


" Jangan pergi.. " ucap Arthur yang melarang Ilona pergi dengan suara yang terdengar sangat lembut sembari terus memeluk pinggang Ilona


"A-a-Apa yang kau lakukan lepaskan Sialan.Akkkkkk!!! lepaskan mesum" teriak ilona yang berusaha melepaskan pelukannya dengan cara mendorong kepala Arthur lalu berusaha berjalan membuat pose mereka berdua menjadi sangat aneh


Gavin yang melihat itu hanya diam terperangah sampai-sampai mulutnya tidak bisa tertutup lagi tidak terkecuali orang-orang yang mendengar rumor bahwa Arthur adalah CEO yang dingin


Tapi sekarang melihat kejadian di depan mereka saat ini bisa di simpulkan bahwa Arthur berbeda dengan yang di rumor kan


Sedang kan Gavin tidak menyangka melihat Arthur yang ia kenal sangat menjaga Sifatnya dan terkenal dengan kedinginan nya . Malah seperti seorang anak kecil yang tidak ingin lepas dari ibunya.


" Kumohon jangan pergi " larangan Arthur lagi dengan ekspresi yang terlihat seperti anjing kecil yang mengemaskan sembari memohon pada tuanya


" Akkk iya-iya aku tidak akan pergi. jadi lepaskan aku !!" balas Ilona dengan pipi yang sudah memerah sembari masih saja mencoba melepaskan diri dari pelukan Arthur


Arthur pun melepaskan pelukannya dan berjalan di belakang ilona sembari menundukkan kepalanya ke bawah, melihat Arthur saat ini pasti orang-orang mengira Arthur habis kena marah oleh ibunya

__ADS_1


" Heii ke mana ? " Tanya Ilona pada Gavin dirinya merasa Gavin tau gedung ini " ah ! Saya akan memandu anda " jawab Gavin dan berjalan duluan ke lift untuk memandu Ilona ke ruangan Arthur


Sesaat Ilona dan Gavin berjalan duluan, Arthur pun berhenti dan kembali ke mode dinginnya lalu membalikkan tubuhnya dan menatap sinis mereka yang telah mencaci maki Ilona.


Tatapan Arthur saat ini berkata mereka akan menanggung Apa yang mereka lakukan pada Ilona, sedang kan orang-orang yang melihat tatapan Arthur hanya bisa diam menundukkan kepalanya


Arthur pun kembali berjalan menyusul Ilona dan Gavin yang ingin masuk lift, di perjalanan Arthur pun menatap kedua tangannya


" Kecil..." Gumam Arthur yang merasa pinggang Ilona sangat ramping dan kecil untuk di peluk


Arthur pun melangkah kan kakinya lebih cepat lalu memeluk Ilona lagi, membuat orang-orang terkejut kembali tidak terkecuali Gavin yang kaget dengan gerakan Arthur yang tiba-tiba menerkam Ilona


[ hangat.. ] batin Arthur yang sudah memeluk Ilona. sedang kan, Ilona berusaha mati-matian untuk melepaskannya


[ DI RUANGAN ARTHUR ]


"heiii bangsat lepaskan "pasrah Ilona yang sudah menyerah untuk melepaskan bekapan Arthur,


" Ku hitung sampai satu. kalau kau tidak melepaskan pelukanmu aku akan memukul mu dengan tinjuku atau dengan kakiku " Ancam Ilona


Dengan cepat Arthur melepaskan pelukannya karena tidak ingin lagi merasakan tendangan Ilona saat itu. terlihat lagi sakitnya masih saja berdenyut di rusuknya padahal sudah sudah cukup lama setelah kejadian .


" Itu... tuan siapa dia ? " Tanya Gavin yang dari tadi jadi nyamuk di antara kedua suami, istri ini


" Ehem..dia istri ku Ilona " ucap Arthur yang memperkenalkan Ilona pada Gavin dan kembali pada mode dinginnya


" Saya Gavin, salam kenal nona Ilona " Ucap Gavin yang juga memperkenalkan dirinya pada Ilona. sembari menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat pada istri bosnya.


Gavin pun langsung memperhatikan orang seperti apa Ilona yang bisa melelehkan es di hati Arthur sampai-sampai bosnya yang ia kenal sangat anti dengan wanita malah terkabar sudah punya istri


[ Mmm .. wajahnya ok, bisa saja Tuan Arthur menyukainya karena wajah, sifatnya..mmmm kurasa cukup baik, pakaian yang digunakan juga tidak terbuka ] batin Gavin yang masuk mode penilaian

__ADS_1


" namamu terdengar cukup sama dengan Marvin ? " tanya ilona tiba-tiba membuat Gavin berhenti dari mode penilainya, dirinya merasa ada kecocokan dengan huruf ' Vin '


" Ah! Itu dia adikku.jarang sekali ada orang yang menyadari Kami adik dan kakak. Kata-kata ' Vin ' adalah nama ibu kami VINALIA " jelas Gavin yang ternyata adalah kakak dari Marvin.


" Kau tidak memberitahuku " ujar Arthur yang baru tau bahwa Marvin dan Gavin adalah saudara terlebih lagi dirinya sudah berkerja dengan Gavin 4 tahun " Kau tidak bertanya " jawab Gavin singkat


Ilona pun langsung memberikan makanan yang ia bawa untuk Arthur karena tidak ingin berlama-lama bersama Arthur yang akhir-akhir ini terlihat berbahaya. Terlebih lagi saat ini dirinya bosen tidak melakukan apapun


" Kalau begitu,aku akan pergi " ucap Ilona yang ingin pergi namun langsung di cegat oleh Arthur yang merasa ilona belum cukup lama di kantor.


" Kau boleh duduk " ucap Arthur yang mencari alasan Agar Ilona tidak pulang cepat" Aku bosan bisa-bisa aku ketiduran loh "


" Tidak apa-apa tidurlah " jawab Arthur sembari berjalan ke mejanya dan langsung mengerjakan pekerjaan yang ia tunda karena Ilona kemari


Mendengar itu ilona pun terpaksa tatap tinggal di sini sembari duduk di sofa dengan tenang menunggu Arthur selesai dengan perkembangannya


[ Ah...... bosannya kapan dia selesai sih ] batin Ilona yang kesal menunggu Arthur menyelesaikan pekerjaannya, tanpa ia sadari matanya mulai mengantuk. sangking bosannya dirinya saat ini hingga akhirnya tertidur di sofa


Arthur pun melirik pada Ilona yang sudah tidur tanpa beban di sofa, dirinya pun tersenyum manis sedang kan Gavin merinding seketika karena pertama kalinya melihat senyuman Arthur selama 4 tahun dirinya berkerja


" Gavin, pesan selimut dan urus karyawan di lantai satu. Pecat mereka semua dan cara pegawai baru " suruh Arthur pada Gavin dan melanjutkan pekerjaannya dengan cepat


" Baiklah... " balas Gavin


dengan cepat Gavin pun mencari handphon di kantong celananya berniat ingin mencari selimut melewati pesanan online Agar tidak terlalu menyusahkan


namun dirinya sama sekali tidak menemukan apapun hingga di beri tahu Arthur bahwa handphonenya terlempar ke keluar gedung oleh dirinya karena panik tadi


Gavin pun hanya bisa tersenyum karena handphon di lempar begitu saja oleh Arthur, dirinya sebenarnya bisa membeli lagi karena gajinya yang begitu besar namun, kenangannya yang tidak bisa ia beli lagi


" Oh ! Kacanya juga di ganti " ucap Arthur yang tersadar dengan kaca yang pecah karena dirinya melemparkan handphon Gavin tadi

__ADS_1


" Ya~ " Gavin pun berjalan keluar dengan pasrah pada nasibnya yang ia terima saja , mau melawan nanti di potong gaji


__ADS_2