
Sayup-sayup terdengar suara ayam jantan ber kokok dari ke jauhan
Menanda kan sang mentari pagi akan segera hadir menyapa bumi ini,
Di susul suara adzan yang ber kumandang dari ke jauhan.
Aku pun ber gegas bangun dan menuju ke belakan untuk mandi
Nampak nenek dan ke dua adik-adik ku telah ber pakaian dengan rapi mereka tengah duduk di sajadah masing-masing,
Rupanya mereka sudah bangun dari tadi
ketika aku masih ter lelap dalam mimpi,
Tadi malam mata ku sulit banget untuk di pejam kan
Hingga larut malam aku masih terbangun
Entah jam berapa aku baru terlelap.
Entah kenapa hati ku merasa tak tenang
Mungkin kerna hari ini adalah hari yang aku nanti-nanti kan,
Mungkin kerna aku tak pernah bepergian jauh dan ber pisah dari keluarga ter cinta.
Setelah mandi dan ber wudhu
aku pun segera ber pakaian dengan rapi
lalu ber gegas menyusul mereka menggelar sajadah,
Kami pun shalat subuh ber jama'ah
Usai shalat seperti hari-hari biasa kami sarapan pagi ber sama
Namun bagi ku terasa sangat lah ber beda ada rasa sedih yang tak dapat ku ungkap kan
Apakah mereka juga merasa kan nya
Entah lah? Hati ku berkata.
Sedang asik-asik nya makan tiba-tiba
Tok tok tok.
Bunyi orang mengetuk pintu
" Assalamualaikum mak !"
Salam tante Jainab.
" Wa alaikumssalam "
__ADS_1
Jawab kami serempak.
Anda bangkit dari duduk nya dan membuka kan pintu
" Masuk cil, makanan !"
Kata Anda mempersilah kan tante Jainab untuk masuk ke dalam dan ber gabung makan ber sama kami.
Tante Jainab pun masuk dengan membawa tas dan rantang di tangan nya,
Ia duduk di sebelah ku sambil ber kata:
" Alhamdulillah acil kada talambat "
Ia pun membuka rantang yang di bawa,
Yang ter nyata isinya sayur dan lauk pauk nya.
" Ulun handak umpat makan
di sini mak ai salajur
malapasakan Yana ! Bolehai kalo?"
Kata tante Jainab sambil ter tawa.
Aku pun berdiri dan ke dapur mengambil piring buat tamte Jainab.
" I ih boleh banar! kada papa jua
rami lagi kami mun ikam disini
nyaman kada talalu barasa sunyi
karna di tinggalakan Yana"
Kata nenek.
Yang membuat hati ku semakin terasa sedih.
Kami pun kembali sarapan ber sama,
Usai sarapan mobil yang akan membawa ku ke kota pun datang men jemput
Aku pun ber pamitan sambil memeluk dan mencium punggung tangan nenek dan tante Jainab se cara ber gantian.
Sebelum berangkat aku memeluk ke dua adik-adik ke sayangan ku
sambil ber kata:
" Ding jaga diri bai-baik lah
jaga nenek jua, belajar yang
__ADS_1
rajin lah sakira kaya di urang jua,
wan habari tarus kaka ding lah !".
" Inggih ka, pian jua ba hati-hati
di nagara orang, kami di sini
hanya kawa mendo'a kan haja "
Kata mereka ber dua, sambil membalas pelukan ku begitu erat seakan tak rela melepas ku pergi.
Tiba-tiba tante Jainab memeluk ku dan memberi kan tas yang di bawa beliau tadi ke pada ku sambil ber kata:
" Nak, bila hudah sampai
di kota habari kami nak lah!
Wan ganang jua acil
si Rayhan ."
" Inggih cil, in shaa Allah
bila sudah sampai langsung
ulun habari"
Jawab ku sambil masuk ke mobil
Di dalam sudah banyak
mereka calon teman-teman sepekerja ku nanti.
Mobil pun berjalan perlahan aku menatap mereka sambil melambai-lambai kan tangan hingga mereka tak terlihat lagi
Mobil pun melaju menyusuri jalanan kampung.
" Selamat tinggal kampung
ter cinta tempat aku di besar
kan,
kelak aku akan kembali
ke sini dengan membawa
ķesuksesan "
__ADS_1
Ucap ku lirih.