Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
BerangKat


__ADS_3

Sayup-sayup terdengar suara ayam jantan ber kokok dari ke jauhan


Menanda kan sang mentari pagi akan segera hadir menyapa bumi ini,


Di susul suara adzan yang ber kumandang dari ke jauhan.


Aku pun ber gegas bangun dan menuju ke belakan untuk mandi


Nampak nenek dan ke dua adik-adik ku telah ber pakaian dengan rapi mereka tengah duduk di sajadah masing-masing,


Rupanya mereka sudah bangun dari tadi


ketika aku masih ter lelap dalam mimpi,


Tadi malam mata ku sulit banget untuk di pejam kan


Hingga larut malam aku masih terbangun


Entah jam berapa aku baru terlelap.


Entah kenapa hati ku merasa tak tenang


Mungkin kerna hari ini adalah hari yang aku nanti-nanti kan,


Mungkin kerna aku tak pernah bepergian jauh dan ber pisah dari keluarga ter cinta.


Setelah mandi dan ber wudhu


aku pun segera ber pakaian dengan rapi


lalu ber gegas menyusul mereka menggelar sajadah,


Kami pun shalat subuh ber jama'ah


Usai shalat seperti hari-hari biasa kami sarapan pagi ber sama


Namun bagi ku terasa sangat lah ber beda ada rasa sedih yang tak dapat ku ungkap kan


Apakah mereka juga merasa kan nya


Entah lah? Hati ku berkata.


Sedang asik-asik nya makan tiba-tiba


Tok tok tok.


Bunyi orang mengetuk pintu


" Assalamualaikum mak !"


Salam tante Jainab.


" Wa alaikumssalam "

__ADS_1


Jawab kami serempak.


Anda bangkit dari duduk nya dan membuka kan pintu


" Masuk cil, makanan !"


Kata Anda mempersilah kan tante Jainab untuk masuk ke dalam dan ber gabung makan ber sama kami.


Tante Jainab pun masuk dengan membawa tas dan rantang di tangan nya,


Ia duduk di sebelah ku sambil ber kata:


" Alhamdulillah acil kada talambat "


Ia pun membuka rantang yang di bawa,


Yang ter nyata isinya sayur dan lauk pauk nya.


" Ulun handak umpat makan


di sini mak ai salajur


malapasakan Yana ! Bolehai kalo?"


Kata tante Jainab sambil ter tawa.


Aku pun berdiri dan ke dapur mengambil piring buat tamte Jainab.


" I ih boleh banar! kada papa jua


rami lagi kami mun ikam disini


nyaman kada talalu barasa sunyi


karna di tinggalakan Yana"


Kata nenek.


Yang membuat hati ku semakin terasa sedih.


Kami pun kembali sarapan ber sama,


Usai sarapan mobil yang akan membawa ku ke kota pun datang men jemput


Aku pun ber pamitan sambil memeluk dan mencium punggung tangan nenek dan tante Jainab se cara ber gantian.


Sebelum berangkat aku memeluk ke dua adik-adik ke sayangan ku


sambil ber kata:


" Ding jaga diri bai-baik lah


jaga nenek jua, belajar yang

__ADS_1


rajin lah sakira kaya di urang jua,


wan habari tarus kaka ding lah !".



" Inggih ka, pian jua ba hati-hati


di nagara orang, kami di sini


hanya kawa mendo'a kan haja "


Kata mereka ber dua, sambil membalas pelukan ku begitu erat seakan tak rela melepas ku pergi.


Tiba-tiba tante Jainab memeluk ku dan memberi kan tas yang di bawa beliau tadi ke pada ku sambil ber kata:


" Nak, bila hudah sampai


di kota habari kami nak lah!


Wan ganang jua acil


si Rayhan ."



" Inggih cil, in shaa Allah


bila sudah sampai langsung


ulun habari"


Jawab ku sambil masuk ke mobil


Di dalam sudah banyak


mereka calon teman-teman sepekerja ku nanti.


Mobil pun berjalan perlahan aku menatap mereka sambil melambai-lambai kan tangan hingga mereka tak terlihat lagi


Mobil pun melaju menyusuri jalanan kampung.


" Selamat tinggal kampung


ter cinta tempat aku di besar


kan,


kelak aku akan kembali


ke sini dengan membawa


ķesuksesan "

__ADS_1


Ucap ku lirih.


__ADS_2