Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Meminta ijin


__ADS_3

" Bukan mas sayang


tapi Jebri yang melakukanya"


Jawab mas Nathan


" Tapi atas perminta'an mas kan?"


Tanyaku


" Iya sayang, mas yang nyuruh


dia buat belikan dan menatanya


disini, mas lakuin ini semua


biar bidadarinya mas ini merasa


nyaman dan tak terlalu kesepian


kalau mas sedang gak dirumah"


Jawab mas Natahan.


Sedang asik-asiknya melihat-lihat seluruh ruangan


" Taraaa"



" Astagfirullahal ajim!"


Pekiku sambil memeluk mas Nathan dengan eratnya


kerna tiba-tiba saja mas Jebri muncul dihadapan kami.


" Dasar Jebra!


Kenapa sih sukanya ngagetin


kaya gini, gimana kalau sampai


jantungku atau istriku copot


apa kamu mau tanggung jawab


hah!"


Bentak mas Nathan sambil melototkan mata padanya.


" Sorry Jon!


Kata mas Jebri


Akupun segera melepas pelukanku dari mas Nathan


" Menyebalkan!"


Gerutu mas Nathan.


" Gimana kerja'anku Jon,


baguskan?"


Kata mas Jebri lagi


" Iya bagus,


tapi gak gini juga kali Jeb"


Jawab mas Nathan cemberut


" Iya sorry Jon,


tapi aku tetap bakalan dikasih


bunos kan?"


Kata mas Jebri lagi.


" Tergantung"


Jawab mas Nathan


" Tergantung apa Jon?"


Tanya mas Jebri


" Tergantung pada nyonyaku,


dia suka atau tidak


sama semua pekrja'anmu ini Jeb"


Jawab mas Nathan lagi


" Kok gitu sih Jon?"


Kata mas Jebri


" Nyonya cantik tolongin aku dong"


Kata mas Jebri memohon padaku


Yangku jawab dengan anggukan


" Tu liat Jon nyonyamu


mengangguk tanda setuju"


Kata mas Jebri pada mas Nathan


" Iya bawel! Dari tadi dah


kutransfer kamunya aja


yang gak cek"


Jawab mas Nathan.


Mendengar itu mas Jebripun segera mengambil Hp dan membukanya


" Gimana Jeb, masukan?"


Tanya mas Nathan.


" Iya, Terima kasih Jon!!


Kamu memang bos


yang paling .......Jon"


Kata mas Jebri sambil senyam senyum


" .. ....Apa Jeb?"


Tanya mas Nathan


" Adalah!


ya sudah aku balikdulu Jon,


kalau aku kelama'an disini


bisa-bisa kamu batal.......


sama nyonya cantikmu


semalaman"


Kata mas Jebri sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya


" Dasar Jebra!"


Kata mas Nathan sambil melempar gompalan tisue kearah mas Jebri


" Assalamualaikum"


Pamit mas Jebri sambil berlari keluar dan masuk kemobilnya dan menjauh


Setelah menutup pintu kamipun naik kekamar dan...........hingga tertidur pulas


Tak terasa mentari pagipun mulai menyapa bumi


Aku dan mas Nathan sudah terbangun dari tadi setelah mengerjakan shalat subuh berjama'ah dan berdo'a seperti biasa aku mencium punggung tanganya dan dibalas dengan sebuah kecupan


Setelah melepas mukena melipat dan meletakan sajadah kami kemeja


" Dedek mau kedapur dulu ya,


mas mau dibikinin apa


buat sarapan?"


Tanyaku pada mas Nathan


" Iya sayang hati-hati jalanya,


terserah sama bidadarinya


mas aja mau masak apa


pasti mas suka"


Jawab mas Nathan sambil membuka laptopnya


Akupun bergegas turun menuju dapur menyalakan tungku dan merebus air


Sementara menunggu air matang aku melangkah menuju kulkas dan membukanya yang ternyata telah terisi penuh dengan berbagai bahan makan dan minuman, sperti sayuran buah-buahan dan lauk pauk mentah

__ADS_1


.


Aku mengabil sepotong ayam dua biji telut bebek sayuran dan bahan-bahan untuk membuat bubur ayam sepesial.


Setelah air matang dan kupindahkan kedalam termos akupun mulai proses memasak bubur ayam


Setelah semuanya matang dan bubur kupindahkan kedalam mangkuk sedang


Akupun menggoreng kerupuk dan emping buat pelengkapnya


Setelah selesai aku menyeduh dua gelas teh hangat dan menata semuanya di nampan hendak kubawa naik kekamar menemui mas Nathan namun


" Biar mas aja yang bawanya


sayang"


Kata mas Nathan tiba-tibasaja sudah berdiri dibelakangku.


" Loh mas, dedek kira tadi


mas masih dikamar"


Jawabku


Setelah menata bubur dan lainya dimeja


Ahirnya kamipun sarapan bubur diruang makan


" Sayang gimana kalau kita angkat


si Dian jadi anak?


biar bidadari mas ini


gak kesepian,


dan biar dia juga punya orang tua


bukan cuma punya seorang nenek


saja, gimana dengan dedek


setuju tidak dengan


usul mas ini sayang?"


Tanya mas Nathan


" Tentu saja dedek setuju,


jujur dedek juga kasian


sama nasib anak itu mas,


tapi bagaimana


dengan neneknya,


apa beliau mengijinkanya mas?


Jawabku


" Semoga saja syang,


kalau beliau mau


beliau juga bisa ikut tinggal disini


sekalian menemani dedek"


Kata mas Nathan lagi.


" iya mas, Aamiin"


Jawabku


Mungkin kerna asik ngobrol hingga tak terasa acara sarapan telah berahir


Mas Nathanpun segera bersiap-siap untuk berangkat kelapangan


" Sayang, mas berangkat dulu ya,


bidadarinya mas baik-baik


dirumah"


Kata mas Nathan sambil melangkah keluar dengan di ikutiku.


" Iya, mas juga hati-hati ya dijalan


jangan ngebut-ngebut"


Jawabku sambil mencium punggung tanganya dan dibalas dengan kecupan


" Duh mesranya,"


Kata seorang tetangga yang taksengaja lewat didepan pagar kami


Kata yang lainya


Mendengar itu kamipun saling pandang dan tersenyum


" Dah mau berangkat pak?"


Sapa mereka pada mas Nathan


" Iya, mari, assalamualaikum"


Pamit mas Nathan padaku dan para ibu-ibu yang tadi menyapanya tadi.


" Wa alaikumssalam"


Jawabku dan ibu-ibu tersebut.


Setelah mobil mas Nathan menghilang


" Mampir mba-mba"


Sapaku pada mereka


" Iya mba, lain kali permisi!"


Jawab mereka sambil berlalu"


Setelah mereka menjauh akupun menutup pintu pagar dan masuk kedalam rumah


Dan mulai mencuci baju dan menjemurnya usai menjemur aku menyapu dan pel seluruh ruangan hingga teras


Setelah selesai aku bersantai duduk-duduk didepan TV


" Astagfirullah!"


Kataku sambil menepuk jidad


Kenapa aku bisa lupa sih kan sebelum pindah kesini aku dah janji kalau dah sampai sini bakalan ngasih kabar ka Enny


Akupun bangkit dan bergegas kedalam kamar dan mengambil HP pemberian ka Enny dan langsung mengaktifkanya


Benar saja setelah HP menyala banyak sekali pesan masuk darinya


" Duh ka, ma'afin ulun"


Bisik hatiku.


Kubaca satu persatu chatan ka Enny


" Dek apa kamu


dah berangkat kerumah baru?"



" Dek kalau si suami pura-puramu


itu dah tidur kasih tau kaka


alamat kalian ya biar nanti


kalau kaka ada sedikit waktu


bebas dari pengawasan si nenek


sihir kaka bisa jalan-jalan kesana


melepas rindu"


Dan masih banyak lagi chatanya


" Assalamualaikum ka,


ma'afin ulun kemaren-kemaren


lupa ngasih tau alamat baru ulun


dan mas Nathan"


Setelah pesan terkirim


Kukirim alamat rumah ini ke ka Enny dan langsung dibalas


" Dek kita ketemuan yok di luar"


Bunyi pesan ka Enny


" Lah kenapa kaka gak jadi kesini,


apa kerna kejauhan?"


Balasku

__ADS_1


" Bukan, tapi kaka takut


kalau si nenek sihir menyuruh


orang untuk membuntuti kaka


dia bisa tau alamatmu"


Jawab ka Enny


" Tapi kalau kita ketemuan diluar


kan sama aja kak


mereka juga bisa ngikuti ulun"


Balasku


" Iya kalau kamu keluarnya


sebagai Merry dek,


kaka pinginya kamu nemuin kaka


nyamar pakai apa gitu


biar kita sedikit bebas"


Jawab ka Enny


" In shaa Allah kak,


ulun minta ijin dulu


sama mas Nathan


kalau dikasih


entar ulun kasih tau"


Balasku


" Iya dek, kaka tunggu kalau bisa


sekarang atau siang ini dek,


soalnya si nenek sihir lagi sibuk


mencari teman kita yang


kemaren berhasil kabur dek"


Balas ka Enny


" Iya kak, akan ulun usahakan


moga mas Natahan mau


ngasih ijinya kak"


Balasku lagi


" Aamiin!"


Jawab ka Enny


Kukirim chatan ka Enny barusan kenomor HP pemberian mas Nathan dan kuteruskan langsung ke mas Nathan


Setelah pesan terkirim dan dibukanya


Mas Nathan lansung menelponku


" Assalamualaikum, mas"


Sapaku terlebih dahulu


" Wa alaikumssalam sayang,


dedek kenapa kirimin mas pesan


kaya gitu maksudnya apa sayang


tolong dijelaskan biar mas ngerti"


Ahirnya kuceritakan semuanya tentangku dan ka Enny yang berniat kabur dari mami


" Oke sayang mas ijinin


dedek ketemuan sama dia,


tapi ada syaratnya sayang"


Kata mas Nathan


" Apa syaratnya mas?"


Tanyaku


" Dedek gak boleh sendirian,


mas bakalan ngirim si Jebri


buat nemani dedek kesana"


Kata mas Nathan lagi


" Kenapa harus


mas Jebri sih mas?"


Tanyaku


" Kerna mereka gakan ada


yang mengenal si Jebri


dan mas percaya penuh


padanya sayang,


mas yakin dia bakalan bisa


lindungin dedek dari kejahatan


mereka sayang"


Kata mas Nathan diseberang sana


" Iya mas"


Jawabku


" Dedek tunggu bentar ya,


mas tutup telponya


mas mau panggil si Jebri dulu


assalamualaikum"


Tut tut tut


Telponpun terputus aku langsung kirim pesan ke ka Enny


" Kak ulun dah dapat ijin dari


mas Nathan tapi ulun gak boleh


sendirian kesanya


ulun harus ditemenin sama


asesten pribadi mas Nathan


gak papa kan kak"


Pesan langsung dibuka


" Iya gak papa,


yang penting kita bisa ketemu


tapi ingat kamu harus


nyamar dek"


Balas ka Enny


" Iya kak"


Balasku


Tak berapa lama mobil mas Jebri pun datang


Aku segera membukakan pintu pagar


" Masuk dulu mas"


Kataku mempersilahkanya


Iapun masuk


" loh kok mobilnya


ditinggal diluar mas?"


Tanyaku


" Gak papa, biar cepat nyonya"

__ADS_1


Jawab mas Jebri


__ADS_2