
" Bukan mas sayang
tapi Jebri yang melakukanya"
Jawab mas Nathan
" Tapi atas perminta'an mas kan?"
Tanyaku
" Iya sayang, mas yang nyuruh
dia buat belikan dan menatanya
disini, mas lakuin ini semua
biar bidadarinya mas ini merasa
nyaman dan tak terlalu kesepian
kalau mas sedang gak dirumah"
Jawab mas Natahan.
Sedang asik-asiknya melihat-lihat seluruh ruangan
" Taraaa"
" Astagfirullahal ajim!"
Pekiku sambil memeluk mas Nathan dengan eratnya
kerna tiba-tiba saja mas Jebri muncul dihadapan kami.
" Dasar Jebra!
Kenapa sih sukanya ngagetin
kaya gini, gimana kalau sampai
jantungku atau istriku copot
apa kamu mau tanggung jawab
hah!"
Bentak mas Nathan sambil melototkan mata padanya.
" Sorry Jon!
Kata mas Jebri
Akupun segera melepas pelukanku dari mas Nathan
" Menyebalkan!"
Gerutu mas Nathan.
" Gimana kerja'anku Jon,
baguskan?"
Kata mas Jebri lagi
" Iya bagus,
tapi gak gini juga kali Jeb"
Jawab mas Nathan cemberut
" Iya sorry Jon,
tapi aku tetap bakalan dikasih
bunos kan?"
Kata mas Jebri lagi.
" Tergantung"
Jawab mas Nathan
" Tergantung apa Jon?"
Tanya mas Jebri
" Tergantung pada nyonyaku,
dia suka atau tidak
sama semua pekrja'anmu ini Jeb"
Jawab mas Nathan lagi
" Kok gitu sih Jon?"
Kata mas Jebri
" Nyonya cantik tolongin aku dong"
Kata mas Jebri memohon padaku
Yangku jawab dengan anggukan
" Tu liat Jon nyonyamu
mengangguk tanda setuju"
Kata mas Jebri pada mas Nathan
" Iya bawel! Dari tadi dah
kutransfer kamunya aja
yang gak cek"
Jawab mas Nathan.
Mendengar itu mas Jebripun segera mengambil Hp dan membukanya
" Gimana Jeb, masukan?"
Tanya mas Nathan.
" Iya, Terima kasih Jon!!
Kamu memang bos
yang paling .......Jon"
Kata mas Jebri sambil senyam senyum
" .. ....Apa Jeb?"
Tanya mas Nathan
" Adalah!
ya sudah aku balikdulu Jon,
kalau aku kelama'an disini
bisa-bisa kamu batal.......
sama nyonya cantikmu
semalaman"
Kata mas Jebri sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya
" Dasar Jebra!"
Kata mas Nathan sambil melempar gompalan tisue kearah mas Jebri
" Assalamualaikum"
Pamit mas Jebri sambil berlari keluar dan masuk kemobilnya dan menjauh
Setelah menutup pintu kamipun naik kekamar dan...........hingga tertidur pulas
Tak terasa mentari pagipun mulai menyapa bumi
Aku dan mas Nathan sudah terbangun dari tadi setelah mengerjakan shalat subuh berjama'ah dan berdo'a seperti biasa aku mencium punggung tanganya dan dibalas dengan sebuah kecupan
Setelah melepas mukena melipat dan meletakan sajadah kami kemeja
" Dedek mau kedapur dulu ya,
mas mau dibikinin apa
buat sarapan?"
Tanyaku pada mas Nathan
" Iya sayang hati-hati jalanya,
terserah sama bidadarinya
mas aja mau masak apa
pasti mas suka"
Jawab mas Nathan sambil membuka laptopnya
Akupun bergegas turun menuju dapur menyalakan tungku dan merebus air
Sementara menunggu air matang aku melangkah menuju kulkas dan membukanya yang ternyata telah terisi penuh dengan berbagai bahan makan dan minuman, sperti sayuran buah-buahan dan lauk pauk mentah
__ADS_1
.
Aku mengabil sepotong ayam dua biji telut bebek sayuran dan bahan-bahan untuk membuat bubur ayam sepesial.
Setelah air matang dan kupindahkan kedalam termos akupun mulai proses memasak bubur ayam
Setelah semuanya matang dan bubur kupindahkan kedalam mangkuk sedang
Akupun menggoreng kerupuk dan emping buat pelengkapnya
Setelah selesai aku menyeduh dua gelas teh hangat dan menata semuanya di nampan hendak kubawa naik kekamar menemui mas Nathan namun
" Biar mas aja yang bawanya
sayang"
Kata mas Nathan tiba-tibasaja sudah berdiri dibelakangku.
" Loh mas, dedek kira tadi
mas masih dikamar"
Jawabku
Setelah menata bubur dan lainya dimeja
Ahirnya kamipun sarapan bubur diruang makan
" Sayang gimana kalau kita angkat
si Dian jadi anak?
biar bidadari mas ini
gak kesepian,
dan biar dia juga punya orang tua
bukan cuma punya seorang nenek
saja, gimana dengan dedek
setuju tidak dengan
usul mas ini sayang?"
Tanya mas Nathan
" Tentu saja dedek setuju,
jujur dedek juga kasian
sama nasib anak itu mas,
tapi bagaimana
dengan neneknya,
apa beliau mengijinkanya mas?
Jawabku
" Semoga saja syang,
kalau beliau mau
beliau juga bisa ikut tinggal disini
sekalian menemani dedek"
Kata mas Nathan lagi.
" iya mas, Aamiin"
Jawabku
Mungkin kerna asik ngobrol hingga tak terasa acara sarapan telah berahir
Mas Nathanpun segera bersiap-siap untuk berangkat kelapangan
" Sayang, mas berangkat dulu ya,
bidadarinya mas baik-baik
dirumah"
Kata mas Nathan sambil melangkah keluar dengan di ikutiku.
" Iya, mas juga hati-hati ya dijalan
jangan ngebut-ngebut"
Jawabku sambil mencium punggung tanganya dan dibalas dengan kecupan
" Duh mesranya,"
Kata seorang tetangga yang taksengaja lewat didepan pagar kami
Kata yang lainya
Mendengar itu kamipun saling pandang dan tersenyum
" Dah mau berangkat pak?"
Sapa mereka pada mas Nathan
" Iya, mari, assalamualaikum"
Pamit mas Nathan padaku dan para ibu-ibu yang tadi menyapanya tadi.
" Wa alaikumssalam"
Jawabku dan ibu-ibu tersebut.
Setelah mobil mas Nathan menghilang
" Mampir mba-mba"
Sapaku pada mereka
" Iya mba, lain kali permisi!"
Jawab mereka sambil berlalu"
Setelah mereka menjauh akupun menutup pintu pagar dan masuk kedalam rumah
Dan mulai mencuci baju dan menjemurnya usai menjemur aku menyapu dan pel seluruh ruangan hingga teras
Setelah selesai aku bersantai duduk-duduk didepan TV
" Astagfirullah!"
Kataku sambil menepuk jidad
Kenapa aku bisa lupa sih kan sebelum pindah kesini aku dah janji kalau dah sampai sini bakalan ngasih kabar ka Enny
Akupun bangkit dan bergegas kedalam kamar dan mengambil HP pemberian ka Enny dan langsung mengaktifkanya
Benar saja setelah HP menyala banyak sekali pesan masuk darinya
" Duh ka, ma'afin ulun"
Bisik hatiku.
Kubaca satu persatu chatan ka Enny
" Dek apa kamu
dah berangkat kerumah baru?"
" Dek kalau si suami pura-puramu
itu dah tidur kasih tau kaka
alamat kalian ya biar nanti
kalau kaka ada sedikit waktu
bebas dari pengawasan si nenek
sihir kaka bisa jalan-jalan kesana
melepas rindu"
Dan masih banyak lagi chatanya
" Assalamualaikum ka,
ma'afin ulun kemaren-kemaren
lupa ngasih tau alamat baru ulun
dan mas Nathan"
Setelah pesan terkirim
Kukirim alamat rumah ini ke ka Enny dan langsung dibalas
" Dek kita ketemuan yok di luar"
Bunyi pesan ka Enny
" Lah kenapa kaka gak jadi kesini,
apa kerna kejauhan?"
Balasku
__ADS_1
" Bukan, tapi kaka takut
kalau si nenek sihir menyuruh
orang untuk membuntuti kaka
dia bisa tau alamatmu"
Jawab ka Enny
" Tapi kalau kita ketemuan diluar
kan sama aja kak
mereka juga bisa ngikuti ulun"
Balasku
" Iya kalau kamu keluarnya
sebagai Merry dek,
kaka pinginya kamu nemuin kaka
nyamar pakai apa gitu
biar kita sedikit bebas"
Jawab ka Enny
" In shaa Allah kak,
ulun minta ijin dulu
sama mas Nathan
kalau dikasih
entar ulun kasih tau"
Balasku
" Iya dek, kaka tunggu kalau bisa
sekarang atau siang ini dek,
soalnya si nenek sihir lagi sibuk
mencari teman kita yang
kemaren berhasil kabur dek"
Balas ka Enny
" Iya kak, akan ulun usahakan
moga mas Natahan mau
ngasih ijinya kak"
Balasku lagi
" Aamiin!"
Jawab ka Enny
Kukirim chatan ka Enny barusan kenomor HP pemberian mas Nathan dan kuteruskan langsung ke mas Nathan
Setelah pesan terkirim dan dibukanya
Mas Nathan lansung menelponku
" Assalamualaikum, mas"
Sapaku terlebih dahulu
" Wa alaikumssalam sayang,
dedek kenapa kirimin mas pesan
kaya gitu maksudnya apa sayang
tolong dijelaskan biar mas ngerti"
Ahirnya kuceritakan semuanya tentangku dan ka Enny yang berniat kabur dari mami
" Oke sayang mas ijinin
dedek ketemuan sama dia,
tapi ada syaratnya sayang"
Kata mas Nathan
" Apa syaratnya mas?"
Tanyaku
" Dedek gak boleh sendirian,
mas bakalan ngirim si Jebri
buat nemani dedek kesana"
Kata mas Nathan lagi
" Kenapa harus
mas Jebri sih mas?"
Tanyaku
" Kerna mereka gakan ada
yang mengenal si Jebri
dan mas percaya penuh
padanya sayang,
mas yakin dia bakalan bisa
lindungin dedek dari kejahatan
mereka sayang"
Kata mas Nathan diseberang sana
" Iya mas"
Jawabku
" Dedek tunggu bentar ya,
mas tutup telponya
mas mau panggil si Jebri dulu
assalamualaikum"
Tut tut tut
Telponpun terputus aku langsung kirim pesan ke ka Enny
" Kak ulun dah dapat ijin dari
mas Nathan tapi ulun gak boleh
sendirian kesanya
ulun harus ditemenin sama
asesten pribadi mas Nathan
gak papa kan kak"
Pesan langsung dibuka
" Iya gak papa,
yang penting kita bisa ketemu
tapi ingat kamu harus
nyamar dek"
Balas ka Enny
" Iya kak"
Balasku
Tak berapa lama mobil mas Jebri pun datang
Aku segera membukakan pintu pagar
" Masuk dulu mas"
Kataku mempersilahkanya
Iapun masuk
" loh kok mobilnya
ditinggal diluar mas?"
Tanyaku
" Gak papa, biar cepat nyonya"
__ADS_1
Jawab mas Jebri