
" Oh ya hampir lupa,
ini nyonya ada titipan si Jon
buat anda"
Kata mas Jebri sambil menyerahkan sebuah- bungkusan kepadaku
Setelah menerimanya akupun bergegas masuk kedalam rumah dan langsung menchat ka Enny
" Kak asisten mas Nathan
sudah datang kapan kita
ketemuan dan diman?"
Tanyaku.
" Kita ketemuan di cafe melati
yang aa dijalan G,
ini kaka segera OTW kesana"
Balas ka Enny.
Setelah membaca balasan dari ka Enny akupun segera membuka bungkusan yang tadi diserahkan mas Jebri yang ternyata isinya selembar baju kaos dan celana panjang pria beserta masker dan topi
Rupanya mas Nathan sudah mempersiapkanya untuku
Akupun segera mengenakan baju kaos serta celana panjang itu dan benar saja ketika kulihat dicermin diriku sudah berubah menjadi seorang pemuda berambut panjang
Akupun mengikat rambut dan menggulungnya setelah kurasa rapi akupun menutupnya dengan topi dan tak lupa memakai masker untuk menutupi sebagian wajahku ini
Setelah selesai bersiap-siap aku segera keluar menemui mas Jebri
" Mas yok kita berangkat"
Kataku sambil mengunci pintu
Iapun menoleh kearahku dan memandangiku dari kaki hingga kepala
" Masih kurang sedikit"
Kata mas Jebri sambil berdiri lalu berlari menuju mobil dan mengambil sesuatu disana
Setelah itu mas Jebripun kembali mendekatiku
" Ini coba dipakai
siapa tau cocok
buat kaki nyonya"
Kata mas Jebri sambil menyerah kan sepasang sepatu kepadaku
" Iya mas, terima kasih"
Jawabku sambil menerimanya
Setelah itu akupun segera memakainya
" Per fect"
Kata mas Jebri tersenyum sambil mengacumgkan jempolmya padaku
" Kita berangkst sekarang mas"
Kataku sambil tersenyum
" Baik nyonya"
Jawab mas Jebri sambil melangkah keluar pagar dengan di ikutiku
Setelah mentup pintu pagar kamipun masuk kedalam mobil
" Janji ketemuan
dimana nyonya, eh tuan?"
Tanya mas Jebri sambil tersenyum
" Kata ka Enny tadi
di cafe melati yang ada
di jalan G mas"
Jawabku
" Oke kita berangkat"
Kata mas Jebri
Mobilpun berjalan pelan melewati jalanan perumahan hingga ahirnya sampai dijalan raya mobilpun melaju menuju arah jalan G
Kira-kira setengah jam perjalanan ahirnya kamipun sampai didepan cafe melati
Setelah memarkirkan mobil mas Jebri membuka kan pintu mobil untuku
Setelah itu kamipun melangkah masuk kedalam cafe
" Ternyata cafe ini cukup ramai ya"
Kataku
" Iya tuan muda"
Jawab mas Jebri sambil menatapku mungkin ia terkejut mendengar suaraku yang telah ku rubah
Akupun melihat-lihat sekeliling mencari keberada'an ka Enny
Ternyata dia duduk disebuah meja disudut ruangan sebelah kanan cafe ini
" Itu dia orangnya"
Kataku sambil menunjuk kearah ka Enny
Kamipun segera kesana dan mas Jebri duduk dimeja yang bersebelahan dengan meja ka Enny
Sedangkanku mendekatinya dan duduk disana
" Ma'af tuan,
kalau bisa tolong
cari meja yang lain"
Kata ka Enny tiba-tiba
" Memangnya kenapa
saya tak boleh disini
duduk bersama
dengan anda nona?"
Tanyaku pura pura tak mengerti
" Sekali lagi saya mohon ma'af
kerna meja ini sudah saya pesan
husus buat saya dan
teman-teman,
jadi tolong tuan cari saja
meja lainya yang masih kosong,
kerna teman saya sebentar lagi
datang kesini"
Jawab ka Enny
Namun aku tetap duduk tak bergeming dan
" Kak ini ulun Yana alias Astu"
Bisiku
" Astaga ma'af mas
saya kira tadi orang lain"
Kata ka Enny lagi
" Kenapa kakak ngajak ulun
ketemuan disini
tentu bukan hanya sekedar
melepas rindu saja kan?
Tanyaku sambil berbisik
" Iya tebakanmu benar dek,
kaka ngajakmu kesini memang a"
Belum tuntas ka Enny berkata kerna
" Ma'af tuan muda
ruanganya sudah siap
silahka tuan kesana"
kata mas Jebri yang tiba-tiba berdiri disampingku sambil membungkuk hormat dan
" Kata Jon disini tidak aman
ada sepasang mata
sedari tadi mengawasi
__ADS_1
gerak gerik kalian"
Bisik mas Jebri
" Oke terima kasih"
Jawabku sambil berdiri
" Mari sayang kita kesana"
Ajaku ke ka Enny dengan bergandengan tangan kamipun mengikuti langkah mas Jebri menuju ruangan yang dimaksud
Sebelum masuk mataku tak sengaja melihat Mas Nathan yang sedang duduk dimeja dekat pintu masuk
" Mas Nathan! Rupanya dia disitu,
Pantas saja dia tau kalau ada
seseorang yang
memperhatikan kami,
tapi sejak kapan dia duduk disitu
apa sudah sedari kami
masuk kedalam cafe tadi"
Hatiku bertanya-tanya
Setelah kami duduk disofa
" Tuan muda saya ijin keluar"
Kata mas Jebri sambil melangkah keluar meninggalkan kami dan menutup pintunya
Sekarang tinggal kami berdua diruangan yang cukup luas ini
" Dek apa mereka
bisa kita percaya?"
Tanya ka Enny tiba-tiba
" Tentu saja ,
memangnya kenapa kak?"
Tanyaku balik
" Kaka cuma takut aja
kalau nanti mereka
mengadukanya ke nenek sihir itu,
maka habislah kita dek"
Jawab ka Enny
" Itu gak akan terjadi kak,
ulun yakin mas Jebri
dan mas Nathan gak akan setega
itu sama ulun"
Kataku mencoba meyakinkanya
" Bagaimana kamu bisa
seyakin itu dek?
Bukankah dia cuma
suami pura-puramu
dia juga yang membookingmu
pada si nenek sihir itu
selama lima bulan
dengan bayaran seratus juta dek"
Tanya ka Enny lagi
" Mas Nathan bukan
suami pura-pura ulun kak
kami sudah menikah secara siri
jadi ulun percaya penuh padanya,
dan ma'afin ulun tak memberi tau
kakak tentang pernikahan kami
selama ini,
pada mas Nathan
untuk merahasiakanya
dari semua orang kak"
Jawabku
" Ini beneran kan,
kamu gak lagi bercanda kan dek?"
Tanya ka Enny lagi
Ahirnya kuceritakan semuanya ke ka Enny
Dari awal mas Nathan menikahiku secara siri hingga membeli sebuah rumah yang kami tinggali sekarang dan ingin mengadopsi seorang anak
" Alhamdulillah kalau
begitu adanya,
Kamu beruntung dek,
kaka ikut senang mendengarnya"
Kata ka Enny sambil memeluk ku
" Terima kasih kak,
semua ini juga berkat kakak,
kalau saja waktu itu
tak ada kakak ulun mungkin
sudah berada didalam kubur
sekarang ini dan kakak juga rela
demi menjaga ulun
mengorbankan diri kakak
melayani mas Nathan dimalam itu
sehingga ulun terbebas
dari perbuatan dosa,
kakak bagi ulun seperti
saudara kandung yang selalu siap
menjaga dan melindungi
adik-adiknya dari segala
mara bahaya yang akan
mencelakainya"
Kataku membalas pelukanya
" Sama-sama dek,
kita memang bersaudara dek
walau bukan sedarah
tapi kita saudara senasib,
sepeninggal ka Sopia kemaren
kaka sudah tak punya siapa-siapa
lagi selain kamu dek,
kaka berharap kamu bisa jaga diri
baik-baik
jangan sampai kamu bertemu
dengan si nenek sihir itu lagi dek,
kaka tak mau hal buruk terjadi
sama kamu seperti
yang dialami ka Sopia kemaren
kerna dialah tiga orang teman kita
bisa kabur"
Jawab ka Enny sambil menangis tersedu
__ADS_1
" Siapa kak Sopia kak,
dan kenapa membuat kakak
sesedih ini?"
Tanyaku heran kerna melihat ka Enny menangisinya
" Dek, kamu ingat gak kaka pernah
bercerita awal kaka terjebak oleh
perangkap anak buah si nenek
sihir itu dan waktu kaka mogok
makan hingga sakit berhari-hari
ka Sopia lah yang merawat kaka
dia jualah yang membuat kaka
berdamai dengan keada'an
kami bersama-sama menolong
orang-orang yang mau bebas
dari jeratan si nenek sihir itu
termasuk kamu dek"
Jawab ka Enny masih tersedu
" Lalu gimana nasib
kak Sopia sekarang kak
apa dia juga berhasil
melarikan diri seperti tiga teman
kita itu?"
Tanyaku lagi
" Beliau telah pergi jauh
dari dunia ini dek
demi menyelamatkan
teman-teman kita beliau
jadi korban perdagangan organ
oleh si nenek sihir itu dek"
Jawab ka Enny sambil menangis
" Apa kak! Perdagangan organ?"
tanyaku kaget
" Iya dek, si nenek sihir itu ternyata
bukan hanya seorang mucikari
saja tapi dia juga salah seorang
dari sindikat perdagangan organ"
Jawab ka Enny
" Kakak tau dari mana
kalau kak Sopia telah meninggal
dan salah satu organya
dijual oleh mami?"
Tanyaku lagi
" Kerna kami semua menyaksikan
penguburanya
kalau soal dari mana kaka tau
kalau si nenek sihir itu salah satu
sindikat perdagangan organ
tak perlu kita bahas
tapi yang jelas kaka dapat
dari sumber yang sangat
terpercaya dan bukan cuma satu
organ ka Sopia yang dijualnya
tapi tiga organ sekaligus dek"
Jawab ka Enny
Mendengar itu aku bergidik ngeri
Takbisa kubayangkan bagaimana sakit dan perihnya ka Sopia disa'at nyawanya direnggut secara paksa oleh manusia-manusia biadap itu
" Bagaimana kalau kakak sekarang
ikut dan tinggal bersama kami,
ulun yakin mas Nathan juga gak
akan keberatan dengan kehadiran
kakak dirumah kami,
kerna terlalu berbahaya
kalau kakak masih tinggal disana"
Tawarku
" Terima kasih dek
atas tawaran dan perhatianya,
kamu tak usah menghawatirkan
kaka in shaa Allah
kaka bisa jaga diri dek,
untuk semetara waktu kaka akan
tetap tinggal disana sampai
semua urusan kaka selesai
setelah itu baru kaka pergi
mencarimu dan mungkin akan ikut
tinggal denganmu selamanya"
Jawab ka Enny
" Baik lah kak, kalau kakak maunya
begitu ulun hanya mampu
mendo'akan semoga
kakak disana selalu dalam
lindunganya dan semua urusan
kakak segera terselesaikan
sehingga kita bisa berkumpul
menjalani hidup normal seperti
wanita pada umumnya"
Kataku
" Aamiin!
Kamu juga harus selalu waspada
dan berhati-hati dek
jangan sampai kamu bertemu
dengan si nenek sihir dan
para anak buahnya
kalau pun tak sengaja bertemu
dan kamu tak bisa
menghindarinya
maka usahakan mereka tak
mengenalimu dek"
Kata ka Enny
Setelah sama-sama meluapkan kesedihan kamipun segera mencuci muka dan keluar dari ruangan itu dan disambut oleh mas Jebri setelah berpamitan akupun melangkah meninggalkan mereka menuju mobil dari kejauhan kulihat mas Jebri membikan sejumlah uang ke ka Enny sebagai bayaran telah melayaniku
Agar orang yang membuntuti ka Enny tak curiga terhadap kami
__ADS_1
Setelah ka Enny menerima uang tersebut mas Jebripun segera menyusulku masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan cafe melati.