Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Di Cafe Melati


__ADS_3

" Oh ya hampir lupa,


ini nyonya ada titipan si Jon


buat anda"


Kata mas Jebri sambil menyerahkan sebuah- bungkusan kepadaku


Setelah menerimanya akupun bergegas masuk kedalam rumah dan langsung menchat ka Enny


" Kak asisten mas Nathan


sudah datang kapan kita


ketemuan dan diman?"


Tanyaku.


" Kita ketemuan di cafe melati


yang aa dijalan G,


ini kaka segera OTW kesana"


Balas ka Enny.


Setelah membaca balasan dari ka Enny akupun segera membuka bungkusan yang tadi diserahkan mas Jebri yang ternyata isinya selembar baju kaos dan celana panjang pria beserta masker dan topi


Rupanya mas Nathan sudah mempersiapkanya untuku


Akupun segera mengenakan baju kaos serta celana panjang itu dan benar saja ketika kulihat dicermin diriku sudah berubah menjadi seorang pemuda berambut panjang


Akupun mengikat rambut dan menggulungnya setelah kurasa rapi akupun menutupnya dengan topi dan tak lupa memakai masker untuk menutupi sebagian wajahku ini


Setelah selesai bersiap-siap aku segera keluar menemui mas Jebri


" Mas yok kita berangkat"


Kataku sambil mengunci pintu


Iapun menoleh kearahku dan memandangiku dari kaki hingga kepala


" Masih kurang sedikit"


Kata mas Jebri sambil berdiri lalu berlari menuju mobil dan mengambil sesuatu disana


Setelah itu mas Jebripun kembali mendekatiku


" Ini coba dipakai


siapa tau cocok


buat kaki nyonya"


Kata mas Jebri sambil menyerah kan sepasang sepatu kepadaku


" Iya mas, terima kasih"


Jawabku sambil menerimanya


Setelah itu akupun segera memakainya


" Per fect"


Kata mas Jebri tersenyum sambil mengacumgkan jempolmya padaku


" Kita berangkst sekarang mas"


Kataku sambil tersenyum


" Baik nyonya"


Jawab mas Jebri sambil melangkah keluar pagar dengan di ikutiku


Setelah mentup pintu pagar kamipun masuk kedalam mobil


" Janji ketemuan


dimana nyonya, eh tuan?"


Tanya mas Jebri sambil tersenyum


" Kata ka Enny tadi


di cafe melati yang ada


di jalan G mas"


Jawabku


" Oke kita berangkat"


Kata mas Jebri


Mobilpun berjalan pelan melewati jalanan perumahan hingga ahirnya sampai dijalan raya mobilpun melaju menuju arah jalan G


Kira-kira setengah jam perjalanan ahirnya kamipun sampai didepan cafe melati


Setelah memarkirkan mobil mas Jebri membuka kan pintu mobil untuku


Setelah itu kamipun melangkah masuk kedalam cafe


" Ternyata cafe ini cukup ramai ya"


Kataku


" Iya tuan muda"


Jawab mas Jebri sambil menatapku mungkin ia terkejut mendengar suaraku yang telah ku rubah


Akupun melihat-lihat sekeliling mencari keberada'an ka Enny


Ternyata dia duduk disebuah meja disudut ruangan sebelah kanan cafe ini


" Itu dia orangnya"


Kataku sambil menunjuk kearah ka Enny


Kamipun segera kesana dan mas Jebri duduk dimeja yang bersebelahan dengan meja ka Enny


Sedangkanku mendekatinya dan duduk disana


" Ma'af tuan,


kalau bisa tolong


cari meja yang lain"


Kata ka Enny tiba-tiba


" Memangnya kenapa


saya tak boleh disini


duduk bersama


dengan anda nona?"


Tanyaku pura pura tak mengerti


" Sekali lagi saya mohon ma'af


kerna meja ini sudah saya pesan


husus buat saya dan


teman-teman,


jadi tolong tuan cari saja


meja lainya yang masih kosong,


kerna teman saya sebentar lagi


datang kesini"


Jawab ka Enny


Namun aku tetap duduk tak bergeming dan


" Kak ini ulun Yana alias Astu"


Bisiku


" Astaga ma'af mas


saya kira tadi orang lain"


Kata ka Enny lagi


" Kenapa kakak ngajak ulun


ketemuan disini


tentu bukan hanya sekedar


melepas rindu saja kan?


Tanyaku sambil berbisik


" Iya tebakanmu benar dek,


kaka ngajakmu kesini memang a"


Belum tuntas ka Enny berkata kerna


" Ma'af tuan muda


ruanganya sudah siap


silahka tuan kesana"


kata mas Jebri yang tiba-tiba berdiri disampingku sambil membungkuk hormat dan


" Kata Jon disini tidak aman


ada sepasang mata


sedari tadi mengawasi

__ADS_1


gerak gerik kalian"


Bisik mas Jebri


" Oke terima kasih"


Jawabku sambil berdiri


" Mari sayang kita kesana"


Ajaku ke ka Enny dengan bergandengan tangan kamipun mengikuti langkah mas Jebri menuju ruangan yang dimaksud


Sebelum masuk mataku tak sengaja melihat Mas Nathan yang sedang duduk dimeja dekat pintu masuk


" Mas Nathan! Rupanya dia disitu,


Pantas saja dia tau kalau ada


seseorang yang


memperhatikan kami,


tapi sejak kapan dia duduk disitu


apa sudah sedari kami


masuk kedalam cafe tadi"


Hatiku bertanya-tanya


Setelah kami duduk disofa


" Tuan muda saya ijin keluar"


Kata mas Jebri sambil melangkah keluar meninggalkan kami dan menutup pintunya


Sekarang tinggal kami berdua diruangan yang cukup luas ini


" Dek apa mereka


bisa kita percaya?"


Tanya ka Enny tiba-tiba


" Tentu saja ,


memangnya kenapa kak?"


Tanyaku balik


" Kaka cuma takut aja


kalau nanti mereka


mengadukanya ke nenek sihir itu,


maka habislah kita dek"


Jawab ka Enny


" Itu gak akan terjadi kak,


ulun yakin mas Jebri


dan mas Nathan gak akan setega


itu sama ulun"


Kataku mencoba meyakinkanya


" Bagaimana kamu bisa


seyakin itu dek?


Bukankah dia cuma


suami pura-puramu


dia juga yang membookingmu


pada si nenek sihir itu


selama lima bulan


dengan bayaran seratus juta dek"


Tanya ka Enny lagi


" Mas Nathan bukan


suami pura-pura ulun kak


kami sudah menikah secara siri


jadi ulun percaya penuh padanya,


dan ma'afin ulun tak memberi tau


kakak tentang pernikahan kami


selama ini,


pada mas Nathan


untuk merahasiakanya


dari semua orang kak"


Jawabku


" Ini beneran kan,


kamu gak lagi bercanda kan dek?"


Tanya ka Enny lagi


Ahirnya kuceritakan semuanya ke ka Enny


Dari awal mas Nathan menikahiku secara siri hingga membeli sebuah rumah yang kami tinggali sekarang dan ingin mengadopsi seorang anak


" Alhamdulillah kalau


begitu adanya,


Kamu beruntung dek,


kaka ikut senang mendengarnya"


Kata ka Enny sambil memeluk ku


" Terima kasih kak,


semua ini juga berkat kakak,


kalau saja waktu itu


tak ada kakak ulun mungkin


sudah berada didalam kubur


sekarang ini dan kakak juga rela


demi menjaga ulun


mengorbankan diri kakak


melayani mas Nathan dimalam itu


sehingga ulun terbebas


dari perbuatan dosa,


kakak bagi ulun seperti


saudara kandung yang selalu siap


menjaga dan melindungi


adik-adiknya dari segala


mara bahaya yang akan


mencelakainya"


Kataku membalas pelukanya


" Sama-sama dek,


kita memang bersaudara dek


walau bukan sedarah


tapi kita saudara senasib,


sepeninggal ka Sopia kemaren


kaka sudah tak punya siapa-siapa


lagi selain kamu dek,


kaka berharap kamu bisa jaga diri


baik-baik


jangan sampai kamu bertemu


dengan si nenek sihir itu lagi dek,


kaka tak mau hal buruk terjadi


sama kamu seperti


yang dialami ka Sopia kemaren


kerna dialah tiga orang teman kita


bisa kabur"


Jawab ka Enny sambil menangis tersedu

__ADS_1


" Siapa kak Sopia kak,


dan kenapa membuat kakak


sesedih ini?"


Tanyaku heran kerna melihat ka Enny menangisinya


" Dek, kamu ingat gak kaka pernah


bercerita awal kaka terjebak oleh


perangkap anak buah si nenek


sihir itu dan waktu kaka mogok


makan hingga sakit berhari-hari


ka Sopia lah yang merawat kaka


dia jualah yang membuat kaka


berdamai dengan keada'an


kami bersama-sama menolong


orang-orang yang mau bebas


dari jeratan si nenek sihir itu


termasuk kamu dek"


Jawab ka Enny masih tersedu


" Lalu gimana nasib


kak Sopia sekarang kak


apa dia juga berhasil


melarikan diri seperti tiga teman


kita itu?"


Tanyaku lagi


" Beliau telah pergi jauh


dari dunia ini dek


demi menyelamatkan


teman-teman kita beliau


jadi korban perdagangan organ


oleh si nenek sihir itu dek"


Jawab ka Enny sambil menangis


" Apa kak! Perdagangan organ?"


tanyaku kaget


" Iya dek, si nenek sihir itu ternyata


bukan hanya seorang mucikari


saja tapi dia juga salah seorang


dari sindikat perdagangan organ"


Jawab ka Enny


" Kakak tau dari mana


kalau kak Sopia telah meninggal


dan salah satu organya


dijual oleh mami?"


Tanyaku lagi


" Kerna kami semua menyaksikan


penguburanya


kalau soal dari mana kaka tau


kalau si nenek sihir itu salah satu


sindikat perdagangan organ


tak perlu kita bahas


tapi yang jelas kaka dapat


dari sumber yang sangat


terpercaya dan bukan cuma satu


organ ka Sopia yang dijualnya


tapi tiga organ sekaligus dek"


Jawab ka Enny


Mendengar itu aku bergidik ngeri


Takbisa kubayangkan bagaimana sakit dan perihnya ka Sopia disa'at nyawanya direnggut secara paksa oleh manusia-manusia biadap itu


" Bagaimana kalau kakak sekarang


ikut dan tinggal bersama kami,


ulun yakin mas Nathan juga gak


akan keberatan dengan kehadiran


kakak dirumah kami,


kerna terlalu berbahaya


kalau kakak masih tinggal disana"


Tawarku


" Terima kasih dek


atas tawaran dan perhatianya,


kamu tak usah menghawatirkan


kaka in shaa Allah


kaka bisa jaga diri dek,


untuk semetara waktu kaka akan


tetap tinggal disana sampai


semua urusan kaka selesai


setelah itu baru kaka pergi


mencarimu dan mungkin akan ikut


tinggal denganmu selamanya"


Jawab ka Enny


" Baik lah kak, kalau kakak maunya


begitu ulun hanya mampu


mendo'akan semoga


kakak disana selalu dalam


lindunganya dan semua urusan


kakak segera terselesaikan


sehingga kita bisa berkumpul


menjalani hidup normal seperti


wanita pada umumnya"


Kataku


" Aamiin!


Kamu juga harus selalu waspada


dan berhati-hati dek


jangan sampai kamu bertemu


dengan si nenek sihir dan


para anak buahnya


kalau pun tak sengaja bertemu


dan kamu tak bisa


menghindarinya


maka usahakan mereka tak


mengenalimu dek"


Kata ka Enny


Setelah sama-sama meluapkan kesedihan kamipun segera mencuci muka dan keluar dari ruangan itu dan disambut oleh mas Jebri setelah berpamitan akupun melangkah meninggalkan mereka menuju mobil dari kejauhan kulihat mas Jebri membikan sejumlah uang ke ka Enny sebagai bayaran telah melayaniku


Agar orang yang membuntuti ka Enny tak curiga terhadap kami

__ADS_1


Setelah ka Enny menerima uang tersebut mas Jebripun segera menyusulku masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan cafe melati.


__ADS_2