
Setelah si Mami menjauh kami pun kembali makan.
" Dek biasanya kamu pakai
pelembab merek apa?
biar kaka ga salah pilih
entar di mall "
Tanya kak Enny kepadaku.
" Ulun gak pernah pakai
kaya gituan kak "
Jawabku jujur
" Ya sudah kalau kaya gitu,
entar kaka belikan
kosmetik yang ringan dan
sering dipakai kebĂ nyakan
anak-anak remaja aja
buat kamu dek"
Kata ka Enny lagi.
" Iya kak, terima kasih"
Jawabku.
" Sama-sama dek"
Kata ka Enny sambil tersenyum.
Usai makan ka Enny langsung beres-beres bekas makan kami tadi
Setelah beres iapun beranjak pergi dengan membawa nampan berisi piring-piring dan gelas bekas makan kami tadi.
Tapi sebelum pergi ia sempat berpesan kepadaku:
" Dek, sebelum kita menemukan
cara buat kabur dari sini,
walaupun terasa sangat
pahit dan terasa sangat sakit
namun cobalah kamu buat
berdamai dengan keada'an,
jalanilah semuanya seperti
air yang mengalir,
__ADS_1
jangan coba-coba menentang
perintah si Mami biar kamu aman
dan rencana kita bisa berjalan
dengan lancar "
Sepeninggal ka Enny aku hanya duduk-duduk sendirian dikamar ini seperti orang dungu tanpa tau harus berbuat apa.
Aku teringat sama teman-temanku yang kemaren sama-sama berangkat dari kampung untuk TKW
Entah dimana kini mereka berada dan bagaimana nasib mereka semua?
Ingin kutanyakan semuanya ke ka Enny
Namun kurasa belum waktunya.
Aku juga teringat nenek dan kedua adik-adik ku dikampung
Aku sangat rindu pada mereka,
Ingin rasanya aku menghubungi mereka sekedar menanyakan keada'an disana,
Tapi aku tak sanggup
Jangankan menelpon menchat saja aku tak punya keberanian
Aku takut kalau nenek sampai tau keada'anku sekarang ini penyakitnya bisa tambah parah dan bagai mana dengan adik-adik ku mereka bisa-bisa malu dan yang lebih parahnya mereka bisa-bisa berhenti sekolah kerna menanggung malu oleh keada'anku ini,
Apalagi kalau sampai tante Jainab yang tau dia juga akan ikut terluka kerna semua kejadian ini
Harapanya untuk menjadikanku menantunya hanyalah sebuah mimpi kosong belaka.
Entah berapa lama aku menangis
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan ka
Enny nampak disana sedang melangkah mendekatiku sambil tanganya menenteng beberapa bungkusan
Dia memandangiku dengan heran.
" Kamu kenapa lagi dek?"
Tanya nya.
" Gak papa ka,
aku cuma teringat keluarga
di kampung "
Jawabku mencoba tersenyum sambil menyeka air mata.
" Yang sabar ya dek,
menjalaninya
moga semuanya
cepat berahir!"
__ADS_1
Katanya sambil mengusap-ngusap punggungku
seakan-akan ingin menyalurkan energi kekuatanya agar aku bisa kuat dan tabah dalam menjani nasib hidup seperti ini.
" Untuk seminggu ini
kaka ditugasi Mami mengajari
kamu bagaimana cara dandan
cara jalan dan cara melayani
para pelanggan dengan baik,
jadi kamu tak perlu kawatir
kita akan selalu sama-sama
dalam minggu ini dek,
kecuali ada pelanggan yang
kepingin ngeboking kaka
terpaksa kaka melepaskanmu
bekerja sendirian dek
dan husus hari ini kaka yang
bakalan dandanin kamu biar
tambah cantik dan menarik
banyak para pelanggan pastinya"
Kata ka Enny tersenyum kecut.
Akupun tersenyum membalasnya
" Dek boleh kaka pinjam Hpmu
sebentar dong!"
Katanya.
" Ini ka Hpnya".
Ku serahkan Hp yang ia berikan tadi pagi kepadaku.
Ku lihat ia membuka Hpku dan membuka aplikasi Play Store dan mendownload aplikasi OVO lalu membukanya
Entah apa yang ka Enny lakukan dengan aplikasi itu.
Setelah kurang lebih setengah jam ka Enny mengembalikan Hpnya kepadaku sambil berkata:
" Dek lihat memo di Hp kamu
disana kaka dah simpankan
nomer rekening dan pin Ovo
__ADS_1
buat keperluan kamu nantinya".