Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Mulai Melangkah Dikegelapan


__ADS_3

Setelah si Mami menjauh kami pun kembali makan.


" Dek biasanya kamu pakai


pelembab merek apa?


biar kaka ga salah pilih


entar di mall "


Tanya kak Enny kepadaku.


" Ulun gak pernah pakai


kaya gituan kak "


Jawabku jujur


" Ya sudah kalau kaya gitu,


entar kaka belikan


kosmetik yang ringan dan


sering dipakai kebĂ nyakan


anak-anak remaja aja


buat kamu dek"


Kata ka Enny lagi.


" Iya kak, terima kasih"


Jawabku.


" Sama-sama dek"


Kata ka Enny sambil tersenyum.


Usai makan ka Enny langsung beres-beres bekas makan kami tadi


Setelah beres iapun beranjak pergi dengan membawa nampan berisi piring-piring dan gelas bekas makan kami tadi.


Tapi sebelum pergi ia sempat berpesan kepadaku:


" Dek, sebelum kita menemukan


cara buat kabur dari sini,


walaupun terasa sangat


pahit dan terasa sangat sakit


namun cobalah kamu buat


berdamai dengan keada'an,


jalanilah semuanya seperti


air yang mengalir,

__ADS_1


jangan coba-coba menentang


perintah si Mami biar kamu aman


dan rencana kita bisa berjalan


dengan lancar "


Sepeninggal ka Enny aku hanya duduk-duduk sendirian dikamar ini seperti orang dungu tanpa tau harus berbuat apa.


Aku teringat sama teman-temanku yang kemaren sama-sama berangkat dari kampung untuk TKW


Entah dimana kini mereka berada dan bagaimana nasib mereka semua?


Ingin kutanyakan semuanya ke ka Enny


Namun kurasa belum waktunya.


Aku juga teringat nenek dan kedua adik-adik ku dikampung


Aku sangat rindu pada mereka,


Ingin rasanya aku menghubungi mereka sekedar menanyakan keada'an disana,


Tapi aku tak sanggup


Jangankan menelpon menchat saja aku tak punya keberanian


Aku takut kalau nenek sampai tau keada'anku sekarang ini penyakitnya bisa tambah parah dan bagai mana dengan adik-adik ku mereka bisa-bisa malu dan yang lebih parahnya mereka bisa-bisa berhenti sekolah kerna menanggung malu oleh keada'anku ini,


Apalagi kalau sampai tante Jainab yang tau dia juga akan ikut terluka kerna semua kejadian ini


Harapanya untuk menjadikanku menantunya hanyalah sebuah mimpi kosong belaka.


Entah berapa lama aku menangis


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan ka


Enny nampak disana sedang melangkah mendekatiku sambil tanganya menenteng beberapa bungkusan


Dia memandangiku dengan heran.


" Kamu kenapa lagi dek?"


Tanya nya.


" Gak papa ka,


aku cuma teringat keluarga


di kampung "


Jawabku mencoba tersenyum sambil menyeka air mata.


" Yang sabar ya dek,


menjalaninya


moga semuanya


cepat berahir!"

__ADS_1


Katanya sambil mengusap-ngusap punggungku


seakan-akan ingin menyalurkan energi kekuatanya agar aku bisa kuat dan tabah dalam menjani nasib hidup seperti ini.


" Untuk seminggu ini


kaka ditugasi Mami mengajari


kamu bagaimana cara dandan


cara jalan dan cara melayani


para pelanggan dengan baik,


jadi kamu tak perlu kawatir


kita akan selalu sama-sama


dalam minggu ini dek,


kecuali ada pelanggan yang


kepingin ngeboking kaka


terpaksa kaka melepaskanmu


bekerja sendirian dek


dan husus hari ini kaka yang


bakalan dandanin kamu biar


tambah cantik dan menarik


banyak para pelanggan pastinya"


Kata ka Enny tersenyum kecut.


Akupun tersenyum membalasnya


" Dek boleh kaka pinjam Hpmu


sebentar dong!"


Katanya.


" Ini ka Hpnya".


Ku serahkan Hp yang ia berikan tadi pagi kepadaku.


Ku lihat ia membuka Hpku dan membuka aplikasi Play Store dan mendownload aplikasi OVO lalu membukanya


Entah apa yang ka Enny lakukan dengan aplikasi itu.


Setelah kurang lebih setengah jam ka Enny mengembalikan Hpnya kepadaku sambil berkata:


" Dek lihat memo di Hp kamu


disana kaka dah simpankan


nomer rekening dan pin Ovo

__ADS_1


buat keperluan kamu nantinya".


__ADS_2