
Walaupun ku coba menutupi rasa takut
Namun tetapsaja badan ini terasa gemetar seperti terkena sengatan listrik saja.
Tak berapa lama si bos pun keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di badanya,
Laki-laki itu pun mendekat dan berusaha memeluku
Namun aku berhasil mundur.
" Kok gitu sih sayang,
mas sudah kebelat nih"
Katanya sambil menunjuk dedek kecilnya.
Ingin rasanya aku kabur secepat mungkin dari kamar ini mendengar kata-kata dari laki-laki ini.
" Sabar bentar dong mas
kita minum-minum dulu
biar tenaganya
tambah.......maaas
tu aku dah bikinin,
masa di anggurin maaas"
Jawabku manja,
menirukan kata-kata ka Enny barusan
sambil ku sudurkan segelas sirup yang sudah disiapkan oleh ka Enny tadi.
Diapun segera meminumnya hingga tandas tak bersisa.
" Liat dah abis kan sayang,
apapun yang dedek sayang
mau pasti mas turuti,
sekarang kita..... .ya sayang
mas dah gak tahan !"
Katanya, sambil tanganya mulai meraba-raba tubuh ku.
" Iiih maas jangan dulu ah!
Matikan lampunya dulu ya,
biar lebih romantis dan....maaas"
Jawabku mencoba mengulur-ulur waktu.
" Biar tambah nempel ya sayang?"
Katanya lagi.
Ku jawab dengan anggukan.
__ADS_1
" Oke tak masalah sayang"
Katanya bangkit lalu memencet tombol di dinding,
Setelah lampu padam
tiba-tiba ka Enny menriku menjauhi ranjang.
" Dek sekarang kamu duduk
disini dulu yà,
sekarang tugas kaka"
Bisiknya.
Setelah itu ka Enny pun menjauh,
Mungkin ia dah berada diranjang bersama laki-laki gila itu
" Alhamduliĺah"
Bisiku.
Bersyukur kerna malam ini aku terhindar dari hal yang menakutkan.
Tak berselang lama telingaku menangkap suara *******-******* mereka
Disela ******* ku dengar ka Enny bertanya pada laki-laki itu
" Maaas sayang kamu punya
m banking gak sih,
Boleh gak dedek tau maaas"
Tanyanya.
" tentu saja sayang,
nomer pinya.........sayang"
Jawab laki-laki itu.
Cukup lama ku dengar *******-******* mereka tiba-tiba ka Enny sudah ada didekatku.
" Dek sana tidur disamping si bos"
Katanya.
" Tapi ka"
Jawabku ragu.
" Tenang dek
dia gak bakalan
ngapa-ngapain kamu dek,
di minuman tadi dah kaka kasih
obat tidur yang cukup kuat,
__ADS_1
jadi dia gak bakalan
terbangun sampai pagi nanti"
Kata ka Enny meyakinkanku.
Ahirnya akupun menuruti kata-katanya
Tidur disamping laki-laki itu.
Sementara ka Enny dia sedang asik main Hp
Pagipun ahirnya tiba
aku terbangun dan alangkah terkejutnya aku kerna dipeluk begitu erat oleh seseorang
Hampir saja aku berteriak kernanya
Kesadaranku pun mulai pulih
Aku baru ingat tadi malam ka Enny menyuruhku tidur disamping laki-laki ini.
" Tapi ka Enny mana?"
Tanya hatiku.
Akupun berusaha melepaskan pelukan laki-laki ini lalu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi
Usai mandi akupun keluar
Rupanya laki-laki itu baru bangun
Dia memandangiku tak berkedip dan melangkah mendekatiku
Tiba-tiba memeluku
Hampir saja handuk yang melilit tubuhku lepas
" cerubuhnya aku"
Rutuk hatiku.
" Sayang aku masih kepingin"
Deg! Jantungku hampir saja copot mendengar kata-katanya.
" Tapi mas harus kelapangan dulu,
nanti malam mas bakal
datang lagi buat kamu sayang"
Katanya lagi sambil melepas pelukan dan melangkah kekamar mandi.
Sementara laki-laki itu mandi akupun bergegas mengenakan pakaian serapi mungkin
Ting tong
Akupun bergegas membuka pintu
Kukira ka Enny yang datang untuk menjemputku
Ternyata petugas hotel yang mengantarkan pesanan dari laki-laki itu.
__ADS_1