Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Malam cepatlah berlalu


__ADS_3

Walaupun ku coba menutupi rasa takut


Namun tetapsaja badan ini terasa gemetar seperti terkena sengatan listrik saja.


Tak berapa lama si bos pun keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di badanya,


Laki-laki itu pun mendekat dan berusaha memeluku


Namun aku berhasil mundur.


" Kok gitu sih sayang,


mas sudah kebelat nih"


Katanya sambil menunjuk dedek kecilnya.


Ingin rasanya aku kabur secepat mungkin dari kamar ini mendengar kata-kata dari laki-laki ini.


" Sabar bentar dong mas


kita minum-minum dulu


biar tenaganya


tambah.......maaas


tu aku dah bikinin,


masa di anggurin maaas"


Jawabku manja,


menirukan kata-kata ka Enny barusan


sambil ku sudurkan segelas sirup yang sudah disiapkan oleh ka Enny tadi.


Diapun segera meminumnya hingga tandas tak bersisa.


" Liat dah abis kan sayang,


apapun yang dedek sayang


mau pasti mas turuti,


sekarang kita..... .ya sayang


mas dah gak tahan !"


Katanya, sambil tanganya mulai meraba-raba tubuh ku.


" Iiih maas jangan dulu ah!


Matikan lampunya dulu ya,


biar lebih romantis dan....maaas"


Jawabku mencoba mengulur-ulur waktu.


" Biar tambah nempel ya sayang?"


Katanya lagi.


Ku jawab dengan anggukan.

__ADS_1


" Oke tak masalah sayang"


Katanya bangkit lalu memencet tombol di dinding,


Setelah lampu padam


tiba-tiba ka Enny menriku menjauhi ranjang.


" Dek sekarang kamu duduk


disini dulu yà,


sekarang tugas kaka"


Bisiknya.


Setelah itu ka Enny pun menjauh,


Mungkin ia dah berada diranjang bersama laki-laki gila itu


" Alhamduliĺah"


Bisiku.


Bersyukur kerna malam ini aku terhindar dari hal yang menakutkan.


Tak berselang lama telingaku menangkap suara *******-******* mereka


Disela ******* ku dengar ka Enny bertanya pada laki-laki itu


" Maaas sayang kamu punya


m banking gak sih,


Boleh gak dedek tau maaas"


Tanyanya.


" tentu saja sayang,


nomer pinya.........sayang"


Jawab laki-laki itu.


Cukup lama ku dengar *******-******* mereka tiba-tiba ka Enny sudah ada didekatku.


" Dek sana tidur disamping si bos"


Katanya.


" Tapi ka"


Jawabku ragu.


" Tenang dek


dia gak bakalan


ngapa-ngapain kamu dek,


di minuman tadi dah kaka kasih


obat tidur yang cukup kuat,

__ADS_1


jadi dia gak bakalan


terbangun sampai pagi nanti"


Kata ka Enny meyakinkanku.


Ahirnya akupun menuruti kata-katanya


Tidur disamping laki-laki itu.


Sementara ka Enny dia sedang asik main Hp


Pagipun ahirnya tiba


aku terbangun dan alangkah terkejutnya aku kerna dipeluk begitu erat oleh seseorang


Hampir saja aku berteriak kernanya


Kesadaranku pun mulai pulih


Aku baru ingat tadi malam ka Enny menyuruhku tidur disamping laki-laki ini.


" Tapi ka Enny mana?"


Tanya hatiku.


Akupun berusaha melepaskan pelukan laki-laki ini lalu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi


Usai mandi akupun keluar


Rupanya laki-laki itu baru bangun


Dia memandangiku tak berkedip dan melangkah mendekatiku


Tiba-tiba memeluku


Hampir saja handuk yang melilit tubuhku lepas


" cerubuhnya aku"


Rutuk hatiku.


" Sayang aku masih kepingin"


Deg! Jantungku hampir saja copot mendengar kata-katanya.


" Tapi mas harus kelapangan dulu,


nanti malam mas bakal


datang lagi buat kamu sayang"


Katanya lagi sambil melepas pelukan dan melangkah kekamar mandi.


Sementara laki-laki itu mandi akupun bergegas mengenakan pakaian serapi mungkin


Ting tong


Akupun bergegas membuka pintu


Kukira ka Enny yang datang untuk menjemputku


Ternyata petugas hotel yang mengantarkan pesanan dari laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2