Menanti Pelangi

Menanti Pelangi
Ingin Ku Gapai


__ADS_3

Bab 2


Ber Henti Sekolah


Kenal kan namaku


Mariana astuti ningsih,


Usiaku 16 tahun,


Aku anak sulung dari kedua


adik kembarku,


Andara putra dan Andira putra


usia nya 12 tahun


mereka baru masuk SMP


Sedang aku baru saja lulus


tahun ini.


Kami bertiga dirawat nenek


sejak kecil,


Karena kakek dan


kedua orang tua kami telah tiada


direnggut bencana alam.


Nenek menghidupi kami


dengan cara


berjualan wadai ( kue ).


Tiap malam beliau berkutat


dengan adonan adonan


di dapur gubuk kami.


Di pagi hari beliau menjajakanya


ber keliling kampung,


Sedang aku dan adik adik


tidak parnah di kasih ijin


membantu jualan sama beliau.


♡bahasa banjar masin♡


jer sidin: " Tugas buhan ikam


cuma balajar nang rajin wan tugul


biar dapat prestasi


biar kaina kawa mandapat gawian


( kata beliau: " Tugas kalian cuma belajar yang rajin dan giat


biar dapat prestasi


biar kelak bisa mendapat pekrjaan )


dan hidup layak


jangan seperti nenek".


Namun setelah lulus SMP


aku memutuskan berhenti


karena tak tega melihat


keadaan nenek yang mulai


sakit sakitan.


Aku ingin bekerja

__ADS_1


biar nenek berhenti jualan,


Biar aku yang menggantikan


beliau membiayai hidup kami


ber empat sekaligus


biaya sekolah adik adiku.


Namun nenek berhenti.


Jer sidin: " Tasarah ikam ja cu ai


munya handak ba ampihtu,


Mudahanai ikam tadapat gawian yang nyaman


sesuai wan kahandak ikam ".


( Kata beliau: " Terserah kamu saja cu


kalau mau berhenti,


Semoga kamu mendapat kan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan mu ",


" Aamiin ya rabbal alamiin ", Jawab ku.


Bab 3


Mulai Mencari


Aku sengaja bangun di pagi buta


Kerna mulai hari ini aku ingin


membantu nenek


jualan wadai ( kue ),


Sekalian melihat lihat atau dengar


siapa tau ketemu lowongan


pekerjaan yang sesuai


Setelah selesai menunaikan


shalat shubuh,


Akupun bersiap siap untuk berjualan,


Usai sarapan dan adik adik pada berangkat ke sekolah,


Kami pun berangkat jualan


menelusuri jalanan kampung


yang mulai ramai oleh penduduk


sekitar yang hilir mudik


memulai aktifitasnya.


Waaadaai......waaadaai.....,


wadai basah kah


Pais pisang pais waluhnya ci....l


roti pisang amparan tatak


Ku sebut satu per satu nama kue


yang ada dikeranjang dan tampah


yang kami bawa.


Setelah semua kue kami


habis terjual


kami pergi menuju rumah


tante Jainab untuk bayar setoran,


karena sebagian kue yang

__ADS_1


kami jual dari beliau.


Setelah mendapat upah


kami pun pamit pergi dari sana


menuju pasar untuk membeli


bahan bahan buat jualan besok


dan tak lupa aku juga


membeli bahan gorengan .


Rencananya sore ini aku


mulai menjajakan gorengan


sekalian mencar cari kabar


siapa tau ketemu lowongan


yang bisa ku lamar,


karena niat utamaku


mencari pekerjaan


bukan hanya sekedar


berdagang kue saja.


Bab 4


Kk Wadai


Mulai hari itu aku dikenal


warga dengan sebutan kk wadai


Hari demi hari ku lalui


dengan berjualan,


Hingga tak terasa


satu bulan sudah terlewati.


Namun pekerjaan yang


aku impi-impikan tak jua


ku peroleh,


Hingga suatu hari kampun kami


kedatangan tamu dari kota


yang katanya sedang mencari


pekerja wanita yang usianya


Minimum 17 tahun keatas


dengan syarat paling rendah


lulusan SMP.


Yang mau di pekerjakan


diperusahaan cabangnya


yang ada di Hongkong,


dengan gajih yang


lumayan fantastis.


Mendengar itu semua


tentu saja membuatku


sangatlah tertarik


karena sebentar lagi


impianku akan terwujud.

__ADS_1


__ADS_2