
Mobil melaju melewati jalan-jalan kampung yang berbatu-batu,
Tak terasa beberapa kampung tlah terlewati,
Tiba-tiba kepalaku terasa pening dan perut sedikit mual.
" Ding ikam kanapa bapaluhan
banar, ikam mauk kah ?"
Tanya kaka yang duduk di sampingku rupanya ia dari tadi memperhatikanku.
" Kada tahu jua ulun
timbul-timbul kapala wan parut
asa kada nyaman ka ai "
Jawabku.
" Kada minum obat anti
mabuk kalo ? Jadi sampai
kayatu "
Kata yang lain.
Ahirnya ada yang memberi ku minyak angin,
" Ding, ma'af lah kaka buka
sadikit karudung pian "
Sambil berkata kaka disebelah ku langsung membuka sedikit kerudung yang ku kenakan,
lalu ia menetes kan minyak angin ke telapak tangan dan menggosok-gosokanya ke tengkuk dal tapak tangan ku.
Ada juga yang memberi ku roti dan makanan ringan lainya,
Mereka menyuruh ku mengisi perut buar tidak mual lagi katanya,
aku pun menurut saja kerna itu semua demi ke baikan ku juga.
Tak terasa air mata ku lulus begitu saja jatuh kepangkuan,
sekarang aku hanya punya mereka yang sedang duduk bersamaku di mobil ini,
__ADS_1
Mereka bukan siapa-siapa ku tapi begitu perhatianya kepada ku seperti keluarga sendiri.
" Ding kanapa jadi manangis,
ada nang sakit kah?"
Tanya mereka.
" Kada papa kai,
ulun taharu haja buhan pian
perhatian banar wan ulun
padahal kita hanyar tatamu
tapi ulun marasa di parak
keluarga saurang "
Jawabku.
" Oh, syukuram munya kaya itu"
Kata mereka.
" Kita ni anggap lah bakakaluarga
sama-sama tulak ke negara orang,
munya kita kada saling bantu,
wan siapa lagi kita, iya kalo lah!"
Kata kaka di sebelah ku.
" I ih iya banr tutu"
Jawab mereka semua.
" Mudah kita kadada yang
tapisah-pisahya,
takumpulan kaya ini tarus"
Kata ku.
__ADS_1
" Aamiin! Ya Allah"
jawab mereka serempak sambil menengadah kan tangan.
Tak terasa ahirnya mobil yang kami tumpangi sampai di kota kadipaten,
Kami pun di antar kesebuah penginapan besok kami baru di antar ke bandara.
Sesampai nya di penginapan kami pun saling berkenalan satu sama lain,
" Ngaran ku Faridah
kiau ja Idah
umur dua puluh satu tahun "
" aku Nor mila kiau ja ka mila
umur tiga dua "
" Aku Anita kiau ja ita
umur tiga puluh "
Begitulah kami pun saling bertukar nomor WA masing-masing katanya biar tambah akrab.
Ketika mereka mandi secara bergantian,
Aku segera men chat ke dua adik-adik ku memberi tau mereka kalau sekarang aku sudah sampai di kadipaten dan bermalam di sebuah penginapan bersama teman-teman satu mobil,
Setelah men chat mereka berdua aku juga men chat tante Jainab mengabari hal yang sama.
Setelah itu aku pun ikutan mandi membersih kan diri.
Setelah shalat magrib kami di bawa kerumah makan
usai makan kami di antar lagi ke penginapan untuk istirahat kerna besok akan melakukan perjalan lagi,
Namun setelah sampai di penginapan dan selai shalat isya, kami bukanya tidur malah asik bertukar cerita tentang kehidupan dan keluarga di kampung masing-masing sampai larut malam kami semua baru ter tidur.
Ketika adzan subuh berkumandang kami baru bangun lalu mandi dan wudhu secara bergantian
Usai shalat datang orang mengantarkan nasi kotak buat sarapan pagi kami semua,
__ADS_1
Usai makan mobil yang penjemput pun datang
kami segera ber siap-siap untuk berangkat menuju bandara Syamsudin noor.